Olivia Kania Smith mati dengan tragis ditangan adik angkatnya.
Olivia tidak tahu selama ini, kenapa keluarga kandungnya begitu sangat membencinya, dan bahkan juga teman-temannya sangat membencinya.
Mereka lebih percaya, dan perhatian kepada adik angkat Olivia.
Hingga pada detik terakhir Olivia akan mati, barulah ia tahu kenapa semua orang sangat membencinya.
Suara hati adik angkatnya dapat didengar semua orang, kecuali dia!
Siapa sangka, setelah kematian tragisnya, ia dapat mengulang kembali kehidupannya, dan dapat mendengar suara hati adik angkatnya.
Bagaimana sikap Olivia menghadapi keluarga kandungnya, setelah kehidupan ke duanya untuk membalas sakit hatinya pada kehidupan sebelumnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31.
"Siapa kalian, Hah?!!" tanya Mariana tidak mau kalah lebih marah pada ibu-ibu itu.
Mata salah satu ibu-ibu itu membulat lebar melihat Mariana, yang berani membalas mereka dengan suara kencang juga.
Aura cerewet dalam diri ibu itu pun naik, dan ia pun meludah ke samping menyulut emosi semakin memuncak.
"Aku, puih!!!"
"Ehhh!!!" mata Mariana melotot memandang ibu-ibu itu, "Berani-beraninya kau meludahi ku!!!"
Mariana pun menjadi semakin tersulut emosi, sampai ke dua alisnya hampir bersatu saat ia memperlihatkan raut wajah marahnya kepada ibu itu.
Ia menarik lengan bajunya ke siku lengannya, "Ku hajar kau sampai mampus!!!"
Mariana mengerahkan tenaganya mendorong ibu itu dengan kedua tangannya, dan ibu itu pun jatuh ke tanah.
Kesempatan langsung di manfaatkan si ibu itu, ia membaringkan tubuhnya ke tanah, sembari berteriak menangis seperti orang yang sudah teraniaya.
"Adohhh!!!" jeritnya dengan kencang, "Ada orang kaya mau membunuh orang!!!"
Ia pun menggesek-gesekkan kakinya ke tanah sembari melolong menangis tanpa air mata.
"Tolong! siapa saja, cepat lihat kemari!!!" jeritnya semakin kencang memukul-mukul kan tangannya ke tanah, dan bersamaan menggesek-gesekkan kakinya ke tanah.
Pemandangan itu membuat suasana menjadi panas, dan orang-orang yang melihat wanita itu terlihat sangat mengkhawatirkan sudah dianiaya Mariana.
Melihat apa yang dilakukan ibu itu, emosi David menjadi semakin naik.
Ia harus menghentikan ibu itu, karena orang-orang akan mengira, memang benar kalau mereka sudah menindas Ibu tersebut.
"Tolong! pelecehan!!!" teriak ibu itu tiba-tiba, saat David hendak menarik tangan ibu itu, agar bangun bangkit berdiri dari atas tanah.
"Pelecehan!!!" ibu itu semakin kencang berteriak, lalu dengan cepat duduk untuk melepaskan cardigannya.
Supaya penampilannya menjadi berantakan, kalau David sudah melakukan pelecehan padanya.
Plak!!!
Tangan ibu itu terayun menampar wajah David dengan kencang, sembari semakin ribut ia berteriak, saat David semakin mencoba menarik tangannya untuk bangkit berdiri.
"Ayo lihat semuanya ke sini! keluarga ini tidak tahu malu!!!" ibu yang lainnya ikut berteriak, melihat David hendak menghentikan aksi temannya.
Suasana pun menjadi semakin panas.
Tetangga semakin banyak datang untuk melihat, dan mendekat pada ibu yang berteriak tersebut.
"Temanku sudah meninggal dunia lebih dahulu! semua warisan di tinggalkannya untuk cucunya! tapi, malah diambil sama mereka!!!" ibu itu menunjuk ke arah Mariana, David dan Albert.
David yang terkena tamparan ibu yang masih teronggok di tanah, menyeka pipinya dengan raut wajah semakin emosi tingkat tinggi.
Olivia di samping Vincent terlihat senyum-senyum merekam siaran langsung, apa yang saat ini dilakukan ibu-ibu sewaannya kepada keluarga orang tuanya.
Vincent yang berdiri di samping Olivia, memandang ponsel Olivia melakukan siaran langsung.
"Mengambil barang anak sendiri, benar-benar tidak tahu malu!!!" tetangga yang tersulut emosi membentak Mariana, sembari jari telunjuknya teracung tepat mengarah ke wajah Mariana.
"Aku tidak mengambil barang anakku!!!" jerit Mariana melengking.
Ia benar-benar sangat marah sekali, sampai kepalanya rasanya ingin meledak mendengar teriakan, yang menyalahkan dirinya.
"Tidak punya hati! tidak punya perasaan! tidak punya moral!!!" ibu yang terduduk di atas tanah ikut memarahi Mariana semakin tajam.
"Kau itu siapa, Hah?! Ayo bangun!!!" teriak Mariana semakin kalap menunjuk ibu yang masih terduduk di tanah.
"Aduh! sakit sekali!!!" ratap ibu itu menepuk kakinya yang menjulur terduduk di atas tanah, "Kalau tidak dikasih satu juta, aku tidak bakalan bisa bangun!!!"
Mariana menjadi panik, melihat ibu itu sepertinya sengaja ingin membuat reputasi nama keluarganya tercela dimata semua orang.
Ia takut ada orang yang diam-diam merekam, dan mempublikasikannya ke media sosial.
Bersambung........
..