Seorang wanita bernama Amara, berumur 30 tahunan, single dan bekerja selalu sebagai Pekerja lepas/ kontrak. Pada saat Amara sedang membuat tugas powerpoint untuk presentasi mengajarnya di sebuah sekolah, Amara tertidur dan Amara terbangun dari tidurnya. Ternyata Amara sudah dalam bentuk roh halus. Amara melihat orang- orang menguburnya. Akibat kelelahan bekerja, Amara terkadang lupa untuk beristirahat, dan makan. Amara meninggal saat sedang bekerja.Kemudian Amara ditarik kelangit,Lalu Amara terbangun lagi sudah berada di dasar Lautan dan menjadi Peri Ikan, Amara menikah dengan CEO Peri Ikan yang bertugas membantu permasalahan hidup Nelayan dan warga sekitar Ikan. Amara di Negeri Peri Ikan bekerja sebagai Pegawai Tetap dan sudah bersuami, bukan Freelance dan single lagi, simak kisah selanjutnya ya...
Karya ini diterbitkan atas izin Noveltoon Amara,Isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili Noveltoon sendiri.
Dukungan mu sangat berharga untuk Author❤️💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amara Delia Karinda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tugas Pertama CEO- Tujuh Bersaudara Layar Kehidupan
CEO Reno disambut sehabis pulang bekerja oleh Amara. Amara sudah berdandan dengan rapi untuk menyambut suaminya pulang bekerja.
"Mas sudah pulang, sini aku taruh tas kamu." kata Amara kepada CEO Reno.
Kemudian CEO Reno langsung beribadah kepada Tuhan. Setelah beribadah dan berdoa kepada Tuhan, CEO Reno berbaring dikamar Pengantin.
" Mas, gedung Istana ini akan diruntuhkan, bagaimana?" kata Amara kepada CEO Reno.
" Yasudah, tidak apa-apa kita harus siap dengan hal itu." kata CEO Reno kepada CEO Amara.
" Mas, besok kita ke "Balai Pertemuan Pisces" untuk memberi tahu "Layar Kehidupan" orangtua mereka dan memberitahukan mereka bahwa Nyawa mereka sedang terancam." kata Amara kepada CEO Reno.
"Iya, sayangku." kata CEO Reno sambil mencium keningnya dan memeluknya agar Amara tenang.
"Mas tahu itu keputusan yang sangat berat untukmu, berpisah dengan anak-anak."
"Mas tidak menyangka akan secepat ini, kamu ingin kita berpisah jika Udin sudah berusia lebih dari 12 tahun, ternyata Tuhan berkehendak lain."
"Ketika Udin belum berusia 12 tahun dan Dodon berusia 22 tahun, kita semua akan berpisah."
"Sayang, kita percayakan saja pada Dodon, kita harus melepaskan mereka, Malaikat pun pernah berpesan kepada kita supaya mempertemukan mereka dengan orangtuanya." kata CEO Reno kepada Amara sambil memeluknya dan mengelus punggungnya.
"Iya mas." kata Amara kepada CEO Reno, dia menangis sesenggukan.
"Mas capek yah, yaudah sini aku pijit." kata Amara kepada CEO Reno.
Amara memijitnya, lalu mencium dahi CEO Reno, pipi CEO, bibir CEO Reno, paha CEO, lutut CEO Reno dan telapak kaki CEO Reno.
"Kenapa kamu mencium kakiku hingga telapak kaki sayang?"
" Itu kotor, aku sehabis bekerja belum mandi, tadi hanya berwudhu karena Sembahyang saja, sayang." kata CEO Reno kepada Amara.
"Sayang, aku ingin berterima kasih kepada Tuhan."
"Tuhan telah memberikan suami yang begitu baik dan sayang kepadaku." kata Amara kepada CEO Reno.
Kemudian CEO Reno langsung menarik tubuh Amara ke hadapannya dan mereka saling bertatapan.
"Kamu menindihku!" kata Amara kepada CEO Reno
" Aku hanya ingin berterima kasih kepadanya."
" Mengapa dia melakukan ini kepadaku?"
"Dulu, Cindy kucingku, ketika ingin berterima kasih kepadaku, dia mengelus aku dan menciumiku dengan lembut."
" Ini adalah dunia Ghoib Peri Ikan, apakah caraku berterima kasih salah?
"Tubuhku sangat panas ketika dekat dengannya, aku hampir tidak bisa mengendalikan diriku." gumam Amara dalam hati.
"Apa maksudnya dia menciumiku?"
"Mengapa dia bingung dengan ini? bukannya dia memberi kode kepadaku?"
" Wanita ini bingung dengan sikapku, tetapi aku tidak sedikitpun merasakan kemarahan
atau ketidaknyamanan, aku mengaguminya." gumam CEO Reno dalam hati.
" Meskipun pria ini tampan dan aku tahu bahwa ini tugas utamaku, tetapi aku sangat malu menghadapinya."
" Dia pria tangguh dan tidak banyak bicara, bahkan ada di Hawa yang dingin disekitarnya."
"Menilai dari sikapnya, dia sangat bertanggung jawab, aku punya firasat bahwa dia mencintaiku." gumam Amara dalam hati.
"Tetapi, Aku belum mandi, sayang." kata CEO Reno kepada Amara.
" Tidak apa-apa mas, bagiku, wanginya Mas sangat manis." kata Amara kepada CEO Reno.
💕*Keesokan Harinya*💕
" Mas, bangun, Ini sudah pagi." kata Amara kepada CEO Reno.
Amara membangunkan CEO Reno sambil mencium kening dan bibirnya.
"Ayo kita sarapan sebelum kamu berangkat kerja, sudah aku siapkan kopi dan beberapa cemilan pagi, kamu kan tidak biasa makan pagi hari." kata Amara kepada CEO Reno.
" Iya sayang, nanti sehabis pulang kerja kita memberi tahu kepada anak-anak " Layar Kehidupan "
" Kamu jangan lupa memberi tahu Pak Dedi dan Bu Dora, mereka jangan melaut dulu nanti malam."
"Aku berangkat dahulu". kata CEO Reno kepada CEO Amara.
Sebelum berangkat bekerja, CEO Reno selalu menciumi dahi dan bibir Amara. Amara pun selalu Salim dan mencium kembali dahi dan bibir CEO Reno. Itulah kehidupan Pernikahan mereka.
🚣Bersambung🚣
10 M cukup kok pak 😂😂
mampir yuk kak ke cerita nya author Chocooya judulnya Falling Into Your Trap.