Berawal dari Kesialan Hidup, membuat Kevin Sanjaya Bangkit dengan bantuan Meteorit dan buku pemberian Kakeknya "Kitab Medis Surgawi"
Beberapa hal dari hidupnya seketika berubah, tiga wanita cantik, Asosiasi Super Power Nasional, bahkan mendapat Cacing Emas Gu Legendaris untuk memperkuat tubuhnya.
Namun, perjalanan Kevin Massi Panjang. Dan, kali ini dia menjadi target organisasi terkuat dunia 'Demonic' dalam memperebutkan 5 Artifak Medis Legendaris, yang di percaya bisa membuat pemiliknya hidup abadi.
Apa saja yang akan di lewati Kevin Sanjaya, di season 2 kali ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12 : Tendangan Berbobot
"Ini pertama kalinya aku menggunakan Jari Kesengsaraan Tanpa Bentuk. Ternyata cukup hebat juga," ujar Kevin sambil memandangi hasil serangannya dengan puas.
Tanpa disadari, ia telah berhasil memahami konsep Jari, dan kini beberapa teknik dari Tujuh Puluh Dua Jurus Pamungkas Sekte Buddha telah ia kuasai.
"Kau benar-benar telah menguasai Jari Kesengsaraan Tanpa Bentuk, bahkan memahami Konsep Jari? Jangan-jangan kau murid langsung Tetua Marsel dari Sekte Buddha?" Tuan X menatap Kevin dengan mata penuh ketakutan.
Sekte Buddha memiliki sembilan orang tetua. Dan mereka dikenal sebagai jajaran tetua paling hebat di sekte tersebut. Masing-masing menguasai satu keahlian khusus.
Tetua Marsel terkenal sebagai ahli teknik jari. Konon, ia telah menguasai seluruh sembilan teknik jari Sekte Buddha hingga tingkat yang sangat tinggi.
Kecurigaan Tuan X bukan tanpa alasan.
Selain para tetua yang telah memahami Konsep Jari, hampir mustahil ada orang lain yang mampu mengajari Kevin teknik tersebut. Terlebih lagi, Kevin bukan hanya menguasai beberapa teknik jari, tetapi juga telah memahami esensi di baliknya. Hal itu terlihat dengan sangat jelas.
"Aku tidak mengerti apa yang sedang kau bicarakan," jawab Kevin dingin.
"Sebagai seseorang yang berasal dari Sekte Buddha dan seorang ahli pada Tingkat Kaisar Puncak, hanya itu kemampuanmu?"
Kevin meliriknya dengan tatapan meremehkan.
"Tinju Vajra milikmu penuh dengan celah. Cakar Nirwana yang terlihat begitu kuat juga dengan mudah kupatahkan. Seharusnya kau masih memiliki jurus pamungkas lainnya, bukan?"
"Aku akan memberimu kesempatan untuk membuatku terkesan. Silakan gunakan semuanya."
Mendengar nada meremehkan Kevin, wajah Tuan X memerah karena malu.
Jurus-jurus pamungkas Sekte Buddha yang selama ini menjadi kebanggaannya ternyata begitu mudah dipatahkan oleh Kevin.
Semua orang tahu bahwa seseorang yang mampu menguasai satu saja dari Tujuh Puluh Dua Jurus Pamungkas Sekte Buddha dan mendalaminya dengan sungguh-sungguh sudah bisa menjadi seorang ahli.
Tuan X sendiri pernah dianggap sebagai seorang jenius di dalam sekte.
Walaupun ia tidak menguasai seluruh jurus secara mendalam, ia tetap memahami banyak teknik pamungkas Sekte Buddha yang terkenal sangat kuat.
Namun selama hidupnya, belum pernah ada orang yang berani meremehkannya seperti Kevin.
"Berani sekali kau meremehkanku! Kalau begitu, rasakan kekuatan Teknik Golok Kayu Membara milikku!"
Tuan X melompat mundur dan meraih sebilah golok panjang yang memang telah dipersiapkannya sebelumnya.
"Menarik. Akhirnya kau menunjukkan kemampuan baru."
Kevin terkekeh pelan.
Ia kemudian mengeluarkan seluruh jarum baja yang diperolehnya dari Andreas Surya dan menyebarkannya ke lantai.
Kevin merentangkan jari-jarinya. Dengan gerakan memutar searah jarum jam, Gelombang Qi Sejati yang kuat menyembur dari tubuhnya.
Dalam sekejap, seolah-olah memiliki daya tarik magnet yang sangat kuat, seluruh jarum baja di lantai perlahan melayang ke udara!
"Teknik jari lagi?"
Wajah Tuan X berubah semakin gelap.
"Jadi kau benar-benar murid Tetua Marsel. Kalau begitu, hari ini aku tidak boleh membiarkanmu hidup!"
Melihat kemampuan Kevin, niat membunuh yang sangat kuat terpancar dari matanya.
Di usia semuda itu, Kevin telah menguasai tiga teknik jari dan bahkan memahami Konsep Jari.
Tuan X tahu betul bahwa ia tidak boleh membiarkan Kevin berkembang lebih jauh.
Jika pemuda ini dibiarkan hidup, kelak ia pasti akan menjadi bencana besar.
Dengan tekad tersebut, Qi Sejati Tuan X bergemuruh di dalam tubuhnya.
Ia menyalurkan energi melalui jalur khusus menuju golok panjang di tangannya. Dalam sekejap, bilah golok itu memancarkan cahaya keemasan yang menyilaukan.
Teknik Golok Membara adalah jurus pamungkasnya, sekaligus teknik terkuat yang ia miliki.
Penguasaannya terhadap teknik ini bahkan jauh melampaui Tinju Vajra miliknya.
Tuan X yakin bahwa meskipun Kevin telah memahami Konsep Jari, itu tidak akan berarti apa-apa.
Tanpa senjata, jika Kevin berniat menghadang golok panjangnya hanya dengan jari, maka pemuda itu sama saja sedang mencari kematian.
"Teknik Golok Membara, jurus pertama—Angkat Tangan!"
Tuan X berteriak keras.
Dengan kekuatan yang membara, ia mengayunkan golok panjangnya ke arah Kevin!
Mata Kevin berbinar penuh ketertarikan.
Ia belum pernah mempelajari teknik golok maupun tongkat dari Tujuh Puluh Dua Jurus Pamungkas Sekte Buddha. Bagaimanapun juga, tidak mungkin ia membawa senjata ke mana-mana.
Namun setelah melihat kedahsyatan teknik tersebut, pikirannya mulai berubah.
Ada pepatah yang mengatakan, sehebat apa pun seseorang, ia tetap harus takut pada pisau dapur.
Dan itu memang benar.
Tuan X memiliki keunggulan besar karena memegang senjata. Kevin tidak bisa mengabaikan fakta tersebut.
Sehebat apa pun kekuatannya, tubuhnya tetap tidak mungkin menahan tebasan golok dengan tangan kosong.
Saat Kevin memikirkan langkah berikutnya, tubuhnya tiba-tiba melompat mundur.
Jarinya bergerak sedikit.
Wus! Wus! Wus!
Puluhan jarum baja melesat ke arah Tuan X seperti hujan anak panah!
Mata Tuan X menyipit ketika melihat jarum-jarum tersebut datang dari berbagai arah.
Dengan cepat, ia menarik kembali goloknya lalu mengayunkannya dengan gerakan memutar.
Trang! Trang! Trang!
Satu demi satu jarum baja terpental.
Tak satu pun berhasil mengenainya.
"Kau hanya membuang-buang tenaga," ejek Tuan X.
"Di ruangan sempit seperti ini, tanpa golok aku memang akan kesulitan menghindar. Namun dengan senjata ini di tanganku, ditambah penguasaanku terhadap Teknik Golok Membara, apa lagi yang bisa kau lakukan?"
Senyum kejam muncul di wajahnya.
Ia mengangkat golok panjang tersebut tinggi-tinggi.
"Teknik Golok Membara, jurus kedua—Tebasan Pinggang!"
"Benarkah kau pikir aku sudah terpojok?"
Kevin tersenyum.
"Apakah kau pikir aku hanya menguasai teknik jari?"
Kevin tiba-tiba memasukkan dua bola kertas kecil ke telinganya.
Kemudian ia memusatkan Qi Sejati ke Dantian.
"Kalau begitu, rasakan kekuatan Auman Singa Buddha!"
RAAAWR!
Raungan dahsyat meledak dari mulut Kevin.
Tuan X yang menyadari ada sesuatu yang tidak beres langsung merasakan guncangan hebat ketika gelombang suara tersebut menghantamnya.
Krek!
Golok panjang di tangannya mengeluarkan suara retakan, seolah-olah akan hancur kapan saja.
Pada saat yang sama, kepala Tuan X terasa seperti dihantam palu raksasa.
Rasa sakit luar biasa menyerang kepalanya. Otaknya berdengung hebat, sementara darah mulai mengalir dari hidungnya.
Auman Singa Buddha memang merupakan teknik yang sangat kuat.
Namun tanpa kekuatan seorang ahli sejati, teknik tersebut biasanya tidak akan memiliki daya hancur sedemikian mengerikan.
Masalahnya, mereka berada di dalam ruangan yang seluruh dinding dan lantainya terbuat dari baja.
Gelombang suara yang dilepaskan Kevin memantul di seluruh ruangan, menyebabkan kekuatannya meningkat berkali-kali lipat!
Tuan X sama sekali tidak mampu bertahan.
Serangan biasa mungkin bisa ia tangkis dengan mudah.
Namun Auman Singa Buddha, yang menyerang melalui gelombang suara, benar-benar membuatnya lengah.
Yang paling fatal adalah Tuan X telah meremehkan Kevin.
Ia mengira pemuda itu hanya ahli dalam teknik jari.
Ia sama sekali tidak menyangka Kevin juga menguasai berbagai bentuk teknik pertarungan lainnya.
Saat Tuan X mencengkeram kepalanya karena kesakitan, Kevin langsung memanfaatkan kesempatan tersebut.
Tubuhnya melompat tinggi ke udara.
Kemudian—
BOOM!
Kakinya menghantam dari atas dengan kekuatan yang sangat berat!
Tendangan Berbobot!
Tatapan Kevin tertuju tajam pada Tuan X yang telah melemah.
Ia tahu betul bahwa inilah kesempatan terbaiknya.
Meskipun sejak awal terlihat santai, Kevin tidak pernah benar-benar menganggap enteng lawannya.
Tuan X adalah ahli Tingkat Kaisar Puncak.
Satu kesalahan kecil saja bisa membuat Kevin kalah.
Terlebih lagi, lawannya masih memegang senjata.
Jika pertarungan dibiarkan berlarut-larut, situasinya justru akan semakin merugikan dirinya.
Karena itu, Kevin harus mengakhiri pertarungan secepat mungkin!
Ketika kaki Kevin menghantam dari atas, wajah Tuan X langsung dipenuhi ketakutan.
Panik!
Ia tidak pernah menyangka Kevin juga menguasai Tendangan Berbobot!
Dengan jurus ini, Kevin kini telah menggunakan lima dari Tujuh Puluh Dua Jurus Pamungkas Sekte Buddha.
bibirmu berjenggot?