Indonesia
NovelToon NovelToon
Di Bawah Nama Yang Di Pilih Takdir

Di Bawah Nama Yang Di Pilih Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:322
Nilai: 5
Nama Author: Yun Wangshu

" aku akan menerima ujian takdirku selagi aku mampu ,namun jika takdir tak menginginkan ku maka aku akan menyerah dan pergii " arabella ayunisa

" lakukanlah apapun yang ingin takdir lakukan,tapi ku mohon tolong jangan hapus arabella dalam garis takdirku " ludwighe staindfol


pernikahan yang diawali dengan perjodohan diantara ludwighe dan arabella membawa perubahan pada garis takdir , kehidupan yang awalnya kacau pada akhirnya menemukan sedikit harapannya ,
namun setiap kehidupan selalu memiliki ujian takdirnya sendiri ,dan itulah yang terjadi pada pernikahan Antara ludwighe dan arabella.

akankah arabella mampu membawa cinta untuk pernikahan nya ataukah pada akhirnya Bella akan menyerah pada cinta itu sendiri.

ayo baca cerita selengkapnya,dan ikuti kisah merubah takdir ludwighe dan bella

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yun Wangshu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB : 12

Ludwighe keluar dari ruangannya, dengan langkah lebar ia turun ke loby kantor tujuannya hanya satu yaitu untuk menenangkan dirinya namun masalah yang sesungguhnya baru saja di mulai.

Saat ludwighe sampai di loby ia malah melihat Bella istrinya sedang di meja resepsionis.

Bella yang sedang berbicara dengan resepsionis tanpa sengaja matanya terarah kepada ludwighe yang tengah berdiri memandang ke arahnya,Bella langsung tersenyum ia melangkah mendekati suaminya itu.

"mas " ucap Bella ia mendekati ludwighe yang masih diam mematung.

" sedang apa kau di sini " tanya ludwighe ia melirik ke segala arah memastikan vanesha tidak menyusulnya.

" Bella bosan di mansion seharian ,jadinya Bella datang ke sini sekalian nanti mau ngajak mas makan siang bareng" ucap Bella dengan senyumannya.

" kantor bukan tempat untuk bermain , pulang lah ,atau kau bisa pergi menemui mommy " ucap ludwighe.

Bukan maksudnya ia mengusir Bella hanya saja saat ini ia sedang cemas ,bagaiman kalau tiba-tiba vanesha turun ke loby dan bertemu dengan Bella maka akan ada salah paham diantara dirinya dan Bella.jadi untuk menghindari kesalahpahaman ludwighe terpaksa harus mengusir Bella.

Bella terdiam senyumnya langsung hilang di gantikan dengan raut wajah sendu,ia menundukkan kepalanya sejenak sebelum kemudian berbicara dengan suaminya.

" maaf mas kalau gitu Bella ke mansion utama aja nemuin mommy ,permisi " ucap Bella tanpa mendengar balasan dari suaminya ia langsung membalikkan tubuhnya dan berlalu dari hadapan ludwighe.

Rasa bersalah langsung menyergap hati ludwighe,tak seharusnya ia melakukan itu ia melihat dengan jelas binar kecewa di mata Bella saat gadis itu pergi dari hadapannya.namun ia melakukan ini juga demi menjaga perasaan Bella.

ludwighe merogoh sakunya dan mengeluarkan ponselnya dengan cepat ia menelpon seseorang.

Tut Tut..

" halo tuan " ucap orang di sebrang telpon

" antarkan nyonya ke mansion utama" ucap ludwighe yang ternyata berbicara dengan mang Asep sopir yang bertugas mengantar sang nyonya rumah

" baik tuan " jawab Asep .lalu ludwighe langsung mematikan telponnya.

Bella masuk ke dalam mobil ,mang Asep langsung menghidupkan mobil saat melihat sang nyonya sudah duduk dengan tenang.

" ke mansion utama ya mang " ucap Bella

" iya nyonya" jawab mang Asep dan merekapun berlalu menuju mansion utama.

Sementara ludwighe hanya mampu menatap mobil tersebut dengan tatapan sendu

" maaf.." ucapnya dalam hati

" ludwighe,kamu ngapain di sini " ucap seseorang yang ternyata vanesha ia berdiri di samping ludwighe dengan menyentuh bahu pria itu.

Ludwighe menggeser sedikit tubuhnya sehingga tangan vanesha terlepas dari bahu kekarnya.

" bukan urusanmu " jawab ludwighe acuh dan pergi meninggalkan vanesha.

Vanesha tersenyum sinis sambil menatap punggung ludwighe yang berjalan menjauh darinya.

" kau mungkin menolakku sekarang,tapi lihat saja nanti jika aku tidak bisa mendapatkan mu maka wanita sialan itu pun tidak boleh bersama mu" ucap vanesha pelan sehingga hanya dirinya saja lah yang bisa mendengarnya.

" dan jika kau berani melakukan sesuatu yang buruk pada kehidupan adikku maka aku sendiri lah yang akan menghancurkanmu" bisik seseorang di telinga vanesha.

DEG.... Tubuh vanesha membeku dengan perlahan ia membalikkan tubuhnya dan nafas vanesha langsung tercekat ,tubuhnya kaku wajahnya pucat pasi.

Justin menegakkan tubuhnya ia masukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya.

dengan wajah datarnya ia berdiri tegak di hadapan vanesha ,aura mencekamnya menguar bagai racun yang sangat mematikan.

"dulu aku selalu diam karna adikku sangat mencintaimu,tapi sekarang aku akan pastikan kau hancur jika kau berani mengusik rumah tangga adikku." ucap Justin.

Vanesha merasa sangat sesak dan terintimidasi oleh aura yang di keluarkan Justin.

" ak- u " vanesha tak mampu melanjutkan perkataannya.

Justin menurunkan tinggi tubuhnya dan mensejajarkan wajahnya dengan wajah vanesha.

" jika kau berani mengusik hidup adikku dan istrinya maka aku sendirilah yang akan menciptakan neraka di hidupmu, aku akan menyeretmu ke dalam neraka yang telah ku ciptakan dan kemudian akan ku hancurkan kau hingga tak bersisa walaupun hanya menjadi debu" bisik Justin dengan seringai kejam yang terbit di bibir Justin.

tubuh vanesha gemetar, siapa yang tidak tau bagaimana kejamnya seorang Justin

sebisa mungkin semua orang menghindari bermasalah dengan putra pertama mommy Maria itu karna Justin tak pernah pandang bulu dan ia sangat dingin tak ada ampun baginya,dan selama vanesha bersama Ludwighe pun ia selalu menghindari Justin dan Justin sendiri selalu diam dan tak banyak berkomentar.

setelah memperingati vanesha Justin langsung pergi tanpa memperdulikan gadis itu, niatnya tadi ingin menemui ludwighe sekedar untuk refreshing saja namun ia urungkan niatnya itu dan berniat langsung pulang saja.

Di mansion utama mommy Maria sangat senang saat melihat Bella datang mengunjunginya,ia memeluk menantunya itu dengan sayang.

" mana suamimu kenapa kamu datang sendiri" ucap mommy Maria

" emm mas ludwig lagi di kantor mom ,ada rapat penting" ucap Bella ,ia berusaha menutupi keadaan rumah tangganya pada sang mertua.

" haduh dasar anak itu , apa lebih penting urusan kantor dari pada istrinya" omel mommy Maria

" sudahlah mom, gak apa-apa lagian Bella juga di antar sma mang Asep" balas Bella menenangkan mommy Maria.

" kamu jangan selalu belain anak itu sayang , kasih tau sma mommy kalau anak durhaka itu nyakitin kamu " ucap mommy Maria dengan lembut ia usap tangan Bella.

" iya mom, mas ludwig baik dan perhatian sma Bella mommy tenang aja ya" ucap Bella ia terpaksa berbohong agar mertuanya itu tak kepikiran soal masalah nya.

" hmm syukurlah kalau anak itu berani macam-macam dan nyakitin kamu ,mommy sendiri yang akan kasih pelajaran anak itu " ucap mommy Maria

Bella tersenyum ia langsung memeluk mommy Maria .

" makasih ya mom ,udah selalu belain Bella" ucap Bella

Mommy Maria membalas pelukan Bella

" iya sayang,kamu dan Sintia udah jadi putri mommy sekarang jadi mommy harus selalu sayang dan jagain kalian hm" ucap mommy Maria dengan sayang ia elus punggung Bella. Sebenarnya mommy Maria tau bahwa menantunya itu tak baik- baik saja namun ia tak mau memaksa Bella ,biarlah Bella menenangkan dirinya terlebih dahulu mommy Maria akan memberikan waktu untuk Bella.

tepat saat itu Justin melangkah memasuki mansion.

Tap ..tap ..tap..

" loh Justin kamu tumben pulang jam segini " ucap mommy Maria saat melihat putra pertamanya itu memasuki mansion.

Justin menghentikan langkahnya ia menatap mommy Maria dan Bella yang tengah duduk di sofa ruang keluarga,ia pun melangkah kan kakinya ke ruang keluarga dan ikut bergabung di sana.

" Justin gak ada jadwal operasi hari ini mom,makanya pulang cepat" jawab Justin kemudian ia menatap Bella yang sedari tadi diam.

" di mana suami mu" ucap Justin

Bella sedikit terkejut saat kakak iparnya yang sangat dingin dan cuek itu tiba-tiba berbicara dengannya , padahal dari awal pertemuan kedua keluarga saja Justin tak pernah sekalipun berbicara dengannya dan ini terhitung yang pertama kalinya.

" emm mas ludwig di kantor KK,ada rapat penting katanya" ucap Bella ia agak sungkan berbicara dengan Justin .

justin menganggukkan kepalanya pelan kemudian ia pamit ke kamarnya.

" Justin ke kamar dulu mom ,mau mandi gerah" ucapnya yang di angguki mommy Maria.

Vanesha pulang ke apartemennya dengan gelisah dari tadi ia sungguh masih kepikiran sama omongan Justin tadi.

Justin adalah pria yang sangat kejam dan mengerikan ,pria itu tidak akan takut pada hukum apapun.

" bagaimana pun caranya aku harus membuat ludwighe menjadi milikku lagi " ucap vanesha ia sudah bertekad untuk kembali pada ludwighe walaupun itu artinya ia harus melawan monster yang bernama Justin itu.

...****************************************...

ludwighe mencari Bella ke seluruh sudut rumah sebab saat ia pulang dari kantor ia tak menemukan Bella di rumah.

" mbok ,mbok Minah" teriak ludwighe

mbok Minah datang dengan terburu-buru menghampiri taunnya itu.

" iya tuan ada yang bisa mbok bantu" tanya mbok Minah sambil menunduk.

" Bella di mana mbok " tanya ludwighe pada mbok Minah .

" nyonya tadi siang bilang mau ke kantor nemuin tuan" ucap mbok Minah.

Ludwighe langsung teringat bahwa tadi ia menyuruh Bella ke mansion utama menemui sang mommy.

" baiklah ,mbok boleh kembali bekerja" ucap ludwighe

Mbok Minah membungkuk sebentar sebelum akhirnya pergi ke dapur melanjutkan pekerjaannya.

Ludwighe mengambil ponselnya dan menelpon Bella.

Namun Bella tak mengangkatnya , ludwighe mencobanya lagi ,tapi tetap tak diangkat hingga panggilan ketiga baru lah Bella mengangkat panggilan tersebut.

" halo mas " ucap Bella .

" di mana ,kenapa telponnya gak di angkat tadi" ucap ludwighe memberondong Bella dengan banyak pertanyaan.

" Bella di mansion mommy ,tadi Bella di kamar mandi makanya gak angkat telepon mas " jawab Bella dengan pelan ia jelaskan dengan suaminya itu.

" kenapa gak pulang" tanya ludwighe nadanya terdengar khawatir.

" Bella menginap sampai beberapa hari ke depan" ucap Bella pelan .

Ludwighe terkejut mendengarnya istrinya itu menginap di mansion sang mommy hingga beberapa hari.

" kenapa gak kasih tau aku dulu" ucap ludwighe kesal.

Bella diam beberapa detik sebelum menjawab pertanyaan suaminya.

" maaf..,Bella gak mau mengganggu waktu mas " ucap Bella dengan lirih.

Ludwighe terdiam ia seolah di sadarkan dengan sikap nya beberapa hari ini pada Bella.

" sampai kapan " tanya ludwighe setelah cukup lama terdiam.

" Minggu depan" ucap Bella pelan bahkan hampir tak terdengar,namun entah kenapa ludwighe mendengar perkataan itu dengan sangat jelas seolah Bella sedang berteriak padanya.

DEG..

Bagaimana mungkin Bella menginap begitu lama ,dan bagaimana nasib nya nanti tanpa Bella di rumah mengurus nya.

" tidak bisa lebih cepat " tanya ludwighe dengan lesu.

dan tidak ada jawaban Bella hanya diam.

Pada akhirnya ludwighe mengalah ia mengijinkan Bella menginap sampai Minggu depan.

" baiklah , nikmati harimu " ucap ludwighe pada akhirnya.

" makasih mas ,kalau gitu Bella tutup dulu telponnya ya mas " ucap Bella

" ya " jawab ludwighe, sebenarnya ia merasa enggan untuk memutuskan telpon namun apalah daya kalau Bella yang ingin menyudahinya.

Huuufff.....

" yasudah lah hanya sampai Minggu depan saja " ucap ludwighe menyemangati dirinya sendiri,dan berlalu kr kamarnya dengan langkah lesu.

1
Anidya_i
smngat ya kakm😍
Yun Wangshu: makasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!