Indonesia
NovelToon NovelToon
Penyesalan Suami: Mengejar Mantan Terindah

Penyesalan Suami: Mengejar Mantan Terindah

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Berbaikan / Tamat
Popularitas:891.5k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Dalam hidupnya Arkana punya satu rasa penyesalan yang teramat sangat. Bahkan dia tidak tahu ketika berpisah dengan Kanaya, wanita itu sedang dalam keadaan hamil.

Sampai suatu hari Arkana bertemu kembali dengan Kanaya, mantan istrinya. Karena ingin menebus rasa bersalahnya, Arkana ingin rujuk dan membangun pernikahan yang sesungguhnya.

Namun, Kanaya yang masih menyimpan luka, enggan rujuk.

Apakah Arkana berhasil mendapatkan hati Kanaya kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Semua orang terkejut mendengar ucapan Abinaya, terutama keluarga Pak Adjie. Karena selama ini Abinaya dikenal sebagai anak baik dan sopan. Ucapannya pun selalu baik dengan nada rendah jika bicara dengan orang yang lebih tua, apalagi orang asing yang tidak dikenal olehnya.

Arkana menatapnya Abinaya. "Kenapa?" tanyanya penasaran.

"Sebelum Bunda pulang dan marah."

Perkataan polos itu membuat dada Arkana terasa sesak. Anak itu sedang berusaha melindungi ibunya, Kanaya. Entah kenapa, hal itu justru membuat hati Arkana semakin perih. Ia menggeleng pelan.

"Tidak apa-apa kalau aku dimarahi."

Abinaya mengernyit.

"Aku memang pantas dimarahi. Justru itu lebih baik." Suara Arkana terdengar serak.

"Kenapa?" tanya Abinaya tak mengerti.

"Asal setelah itu aku bisa meminta maaf sama Bundamu. Dan aku bisa memperbaiki kesalahanku."

Mata Arkana mulai terasa panas. Tatapannya kembali jatuh pada wajah Abinaya. Semakin lama ia memperhatikan anak itu, semakin besar pula keyakinan yang tumbuh di dalam dirinya. Kemiripan itu terlalu jelas dan sangat nyata.

"Wajah kita mirip sekali."

Abinaya langsung terdiam. Sementara Arkana menelan ludah sebelum akhirnya mengucapkan pertanyaan yang sejak tadi terus berputar di dalam kepalanya.

"Apa kamu anakku?"

Ruangan seketika hening. Tidak ada seorang pun yang berbicara. Semua orang menahan napas menunggu jawaban.

Namun yang terjadi berikutnya benar-benar di luar dugaan. "Aku tidak punya Ayah!"

Suara Abinaya terdengar keras dan penuh emosi.

Matanya memerah dan tubuh kecilnya bergetar menahan sesuatu yang selama ini mungkin tersimpan di dalam hati.

"Aku juga tidak butuh Ayah!"

Teriakan itu membuat seluruh orang dewasa terkejut. Bahkan Arkana sampai membeku di tempat. Untuk pertama kalinya ia melihat kemarahan dari seorang anak kecil.

Kemarahan yang lahir dari luka. Kemarahan yang tumbuh karena kehilangan. Dan tanpa sadar, semua itu menghantam hati Arkana jauh lebih keras daripada bentakan atau pukulan apa pun.

Tepat ketika suasana menjadi semakin emosional, suara langkah kaki kecil terdengar dari arah dalam rumah.

"Ayah siapa, Abi?"

Semua orang spontan menoleh. Anaya muncul sambil memeluk boneka kelinci kesayangannya. Rambutnya yang dikuncir dua bergoyang pelan saat ia berjalan mendekat. Wajah gadis kecil itu terlihat penasaran karena sejak tadi mendengar suara-suara keras dari ruang depan.

"Apa Ayah datang?" tanya Anaya lagi polos.

Kalimat sederhana itu membuat seluruh ruangan seketika sunyi.

Arkana yang tadi masih terpaku pada Abinaya kini mengalihkan pandangannya kepada anak perempuan tersebut. Dan saat itulah ia kembali merasakan kejutan yang membuat napasnya tercekat.

Jika Abinaya terlihat seperti versi kecil dirinya, maka Anaya justru mengingatkannya pada seseorang yang sangat dikenalnya, Aruna.

Wajah bulat itu. Bentuk mata yang besar dan jernih. Cara mengerutkan dahi saat bingung..Semuanya begitu mirip dengan adik perempuan Arkana ketika masih kecil.

Anaya menatap Arkana dengan rasa ingin tahu yang besar. Ia tidak terlihat takut seperti Abinaya. Justru gadis kecil itu tampak heran karena semua orang sedang memandang pria asing tersebut dengan ekspresi yang aneh.

"Om siapa?" tanya Anaya polos.

Tidak ada yang menjawab. Arkana hanya terus menatap kedua anak itu bergantian. Abinaya dan Anaya.

Potongan-potongan kejadian yang selama ini terasa terpisah tiba-tiba menyatu dengan sendirinya di dalam kepala Arkana. Ucapan Bu Winda beberapa hari lalu. Tentang anak-anak cerdas yang ditemuinya di toko perhiasan. Tentang seorang wanita bernama Kanaya yang memiliki anak kembar berusia lima tahun dan membesarkan anak-anaknya sendirian.

Semua informasi itu yang sebelumnya terasa biasa saja, kini berubah menjadi jawaban atas pertanyaan yang selama bertahun-tahun menghantuinya.

Jantung Arkana berdetak semakin cepat. Ia kembali menatap wajah Abinaya. Kemudian berganti memandang Anaya. Lalu perlahan, tatapannya beralih kepada Bu Cintia dan Pak Adjie. Wajah keduanya terlihat tegang.

Tidak ada yang membantah ataupun ada yang menyangkal. Justru keheningan itulah yang membuat Arkana semakin yakin. Tangannya mulai gemetar dan bibirnya bergerak pelan.

"Anak kembar ...." Suara itu nyaris seperti bisikan.

Tatapan Arkana kembali jatuh kepada kedua anak tersebut yang usianya sekitar lima tahun. Kurang lebih sama dengan lamanya ia kehilangan Kanaya.

Pikiran yang selama ini selalu menolak kemungkinan itu akhirnya runtuh begitu saja.

Arkana teringat ketika dirinya dan Kanaya berpisah.

"Apa saat itu Kanaya sedang hamil?" batin Arkana.

Setelah Arkana mengingat-ingat lagi, selama menikah Kanaya tidak pernah mendapatkan tamu bulanannya.

"Kenapa Kanaya tidak pernah bilang kepadaku akan kehamilannya itu?" batin Arkana. "Atau jangan-jangan Kanaya juga tidak tahu kalau dirinya sedang hamil."

Arkana merasa sesak, sampai dadanya terasa nyeri. Nyeri yang jauh lebih menyakitkan daripada apa pun yang pernah ia rasakan sebelumnya.

Abinaya yang melihat mata Arkana memerah justru semakin waspada. Secara refleks ia berdiri di depan Anaya seolah ingin melindungi saudara kembarnya.

"Jangan bikin Bunda kita sedih," ucap Abinaya pelan, tetapi tegas.

Kalimat itu menghantam Arkana lebih keras daripada bentakan apa pun. Anak kecil itu bahkan tidak mengenalnya. Namun, sudah berusaha menjaga perasaan Kanaya.

Sementara dirinya justru orang yang pernah membuat Kanaya terluka paling dalam. Arkana menundukkan kepala. Sejak datang ke rumah itu, ia benar-benar merasa tidak pantas berdiri di sana.

"Aku ... aku tidak datang untuk menyakiti siapa pun." Suara Arkana serak. Ia mengusap wajahnya kasar sebelum melanjutkan.

Tidak ada yang menjawab.

"Aku hanya ...."

Kalimatnya terhenti. Terlalu banyak penyesalan yang ingin ia ucapkan. Terlalu banyak kesalahan yang ingin ia perbaiki. Namun, tidak ada satu pun kata yang terasa cukup. Karena seberapa banyak apapun permintaan maaf yang Arkana ucapkan, kenyataan bahwa ia telah kehilangan waktu bersama Kanaya dan kedua anaknya tetap tidak akan berubah.

Di tengah keheningan itu, suara mesin mobil tiba-tiba terdengar dari arah halaman depan. Semua orang spontan menoleh ke arah jendela.

Pak Adjie langsung mengembuskan napas panjang. Bu Cintia menutup mata sejenak. Sementara, wajah Shaka berubah serius.

Hanya Arkana yang belum mengerti. Namun entah mengapa, jantungnya kembali berdetak tidak beraturan. Karena jauh di dalam hatinya, ia tahu siapa yang baru saja pulang, Kanaya.

1
v_cupid
💪
Jamayah Tambi
Alhamdulillah ,Tamat.Tq Athur.Ceritanya bagus,hingga berendam air mata,ada kelakarnya juga.Tidak banyak yg menyakitkan hati.Cuma kes Marlina saja Bagus tak buat pembaca sakit kepala.Selamat berkarya
v_cupid
❤️
Jamayah Tambi
Sedihnya kehidupan kamu Kanaya.Padahal kamu daribketurunan yg baik2.Tidak kekurangan apa pun.Macam2 cara Allah mengatur hidup manusia.
Jamayah Tambi
Bawa saja Bu Cintia,Paj Adjre da Shaka je Jakarta.Belikan mereka tempat tinggal yg layak seperti ibu bapa kandung.Urusan Catering di kota ini biarkan diurus oleh pekerja yg kau percaya.Buka cawangan baru di Jakarta.Seperti ini tiada yg terluka dan terlepas pandang.Jaryan catering mu tetap punya pejerjaan dan penghasilan./CoolGuy//CoolGuy/
Jamayah Tambi
Aku rasa di sini bukan Arkana sepenuhnya betsalah.Kabaya degil,kerascjepala,dia tidak mau mendengar luahan Arkana.Diavyg meninggalkan Arkana.Klalau fi kira2 dia boleh dikatakan nusyuz,meninggalkan suami yg belum menalakmu
Jamayah Tambi
Siasat cctv di tempat acara
v_cupid
❤️
Jamayah Tambi
susah klu gini .Macam mana nak sembuh
Ani Kurniati
bagus ceritanya,,, konflik nya gk terlalu berat
Jamayah Tambi
Terbaik Aya.Tentu saja Arkara sangat berterima kasih pada puterinya
Jamayah Tambi
Kalsu dah jodoh tak memana
v_cupid
💪
v_cupid
suka
v_cupid
❤️
Suyati
cakep idenya nih bch
Suyati
ayolah Kanaya buka hatimu
Suyati
jangan begitu dong kanaya ga semuanya slh arkana
Suyati
ayo arkana jangan putus asa
v_cupid
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!