Indonesia
NovelToon NovelToon
Pengantin Tertukar Sang Mafia

Pengantin Tertukar Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Balas Dendam / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:2
Nilai: 5
Nama Author: Silvia

Sejak kematian ibunya, hidup Kayla berubah menjadi neraka. Diambil oleh keluarga paman yang serakah demi warisan yang menjadi haknya, gadis kecil itu tumbuh bukan sebagai keponakan, melainkan sebagai budak, samsak tinju, dan sasaran hinaan selama bertahun-tahun. Dunianya hanyalah ruang bawah tanah yang gelap dan lembap.

Lalu takdir mengetuk lewat cara yang paling kejam. Untuk menyelamatkan diri, keluarga itu menukar Kayla sebagai pengantin—menyerahkannya kepada Arkan Pratama, bos mafia paling ditakuti di kota, sebagai pengganti putri kandung mereka yang sesungguhnya. Malam pertama mereka mengungkap sebuah kebenaran yang mengubah segalanya: gadis rapuh penuh luka ini bukanlah perempuan yang Arkan kira.

Lelaki yang datang untuk membalas dendam justru menemukan sesuatu yang tak pernah ia cari—seseorang yang ingin ia lindungi dengan segenap kegelapannya. Sementara Kayla perlahan belajar mengeja dunia, tertawa, dan mencintai, roda pembalasan mulai berputar. Dan mereka yang pernah memadamkan cahayanya… akan segera menuai ganjaran setimpal.

Bisakah cinta menyembuhkan jiwa yang telah remuk? Dan seberapa jauh seorang mafia rela melangkah demi perempuan yang menangis air mata jiwa untuk sampai kepadanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Silvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menghadapi Kenyataan

Arkan menghampiri perempuan yang mulai menarik hatinya lebih dari yang ia kira. Melihatnya datang, Bu Marni tersenyum lalu menyingkir.

"Nanti kita ngobrol lagi, sayang. Aku mau bantu-bantu sebentar di dapur," pamit Bu Marni sambil melangkah menuju dapur. Kayla memandang Arkan, menyambutnya dengan senyum.

"Tuan suami," serunya girang. "Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu hari ini." Ucapan itu membuat Arkan tertawa kecil.

Sejak diberi tahu bahwa lelaki itu suaminya, Kayla memanggilnya "Tuan suami".

"Namaku Arkan. Menurutmu, bisakah kau memanggilku begitu?"

Gadis itu mengangguk, tetapi wajahnya berubah sedih.

"Ada apa?"

Arkan mengangkat dagu Kayla dengan satu jari.

"Kata mereka, Tuan adalah suamiku," jawab Kayla. "Aku lebih suka memanggilmu 'suami'." Ia menghela napas. "Tapi baiklah, aku akan memanggilmu Tuan Arkan."

Sang mafia nyaris tertawa lepas. Ia menatap Kayla dengan lembut, membelai wajahnya dengan jemarinya.

"'Suami' itu hanya sebutan, sama seperti kau istriku, tetapi namamu Kayla," jelasnya sabar.

"Jadi kau dan aku sudah menikah? Bagaimana caranya kita melakukannya?"

"Pelan-pelan nanti kujelaskan semuanya," ucapnya terharu. Kayla benar-benar bagaikan bidadari.

Kayla termenung. Arkan memperhatikan gerak-gerik yang tiba-tiba muncul pada gadis itu, tetapi kalimat berikutnya bagai menyalakan bara di dadanya.

"Kalau begitu, suami dan istri saling berciuman di bibir. Aku melihatnya di majalah dan di TV."

Arkan mendekatkan bibirnya ke bibir Kayla, menyentuhnya tipis.

"Begini?"

Kayla mengangguk.

"Mau lagi?"

"Mau," bisiknya.

Arkan memagut bibir gadis itu dengan hati-hati. Ia tak pernah merasa perlu selembut itu menjaga sentuhannya pada pasangannya, tetapi kerapuhan Kayla mustahil diabaikan. Ia mendekapnya erat sampai Kayla melepaskan diri untuk menghirup napas. Namun gadis itu tampak senang.

"Aku suka sekali," ucapnya sambil tersenyum.

"Akan kuberi kau banyak lagi," janji Arkan sambil kembali mengecup kening Kayla.

Arkan menemaninya sampai tiba waktu minum obat dan sang terapis datang. Maka ia pun beranjak, dipanggil oleh salah satu algojonya.

"Perempuan itu terus merengek ingin menemui Anda," lapor algojo itu, wajah dan pakaiannya berciprat darah. Arkan tak berkomentar apa-apa; sudah biasa melihat mereka dalam keadaan begitu setelah mengerjakan tugas khusus.

Ia menuju ruang bawah tanah tempat Sasha dikurung, dan mengerti mengapa para algojonya berlumur darah.

"Tuan, kumohon, lepaskan aku," Sasha memohon. "Ada kesalahan. Aku tidak melakukan apa-apa."

"Kau tahu siapa aku." Arkan tersenyum, menatapnya dengan jijik.

"Seharusnya kau menikahiku. Aku mau melakukannya, tapi bebaskan aku."

Arkan tak bisa menahan tawa terbahak.

"Betapa dungunya kau," semburnya. "Justru karena aku menikahi Kayla, nyawamu selamat. Kalau tidak, saat ini kau pasti sudah mati." Ucapan itu membuat Sasha berang.

"Perempuan jalang itu tak ada apa-apanya dibanding aku," gerutunya dengan wajah mengejek yang buruk rupa.

"Tentu saja tidak sebanding," balas Arkan. "Di sebelahnya, kau hanya lalat di tumpukan kotoran, sedangkan dia kupu-kupu yang baru keluar dari kepompong."

"Lihat dirimu! Kau hanya hasil bentukan kedua orang tuamu, barang cacat yang gagal jadi," katanya. "Dan itulah yang mendatangkan segala malapetaka untukmu." Ia menatapnya sinis. "Kalian akan membayar semua yang kalian perbuat pada Kayla."

Bulu kuduk Sasha meremang dari tengkuk sampai ujung kaki. Sudah terlambat untuk memperbaiki apa pun. Ia panik. Ia pernah menyaksikan ayahnya menghajar Kayla, dan ia ikut andil sama seperti ibunya. Berarti sebentar lagi mereka pun akan dihukum. Tapi kenapa Arkan belum juga menangkap kedua orang tuanya? Sasha bertanya-tanya dalam hati.

Sang mafia meninggalkan tempat itu, menyuruh mereka mengunci sel kembali. Niko memergokinya di tengah jalan menuju ruang kerja.

"Semuanya sudah beres," lapor sahabatnya, yang telah mengurus pemindahan orang-orang dari terowongan.

"Lelaki itu pasti sudah tahu masa kejayaannya berakhir," Arkan tersenyum, membayangkan wajah terkejut Ferdinand saat tak menemukan putrinya di tempat yang ia kira.

"Ferdinand dan istrinya hari ini berangkat ke Paris, dan ini rumah lelang tempat mereka menjual perhiasan," Niko menunjukkan lembar berisi informasi yang berhasil ia dapatkan.

"Biarkan dia pulang dengan kakinya sendiri," ucap Arkan mengejek; ia hanya sedang mempermainkan lawannya. "Aku yakin sebentar lagi kita akan mendengar kabarnya." Ia menghela napas. "Sudah kusiapkan tempat khusus untuk mereka."

"Istrimu makin membaik," kata Niko. "Tadi aku melihatnya, dan sejujurnya dia tak lagi seperti perempuan yang dulu masuk lewat pintu ini."

"Tentu saja tidak. Untunglah si keparat itu punya ide gila untuk menipuku," Arkan teringat kunjungannya ke Sasha. Perempuan itu kosong melompong, dangkal, penuh hal-hal sia-sia. Jangankan disejajarkan dengan istrinya—kukunya pun tak sebanding.

Mereka telah menghancurkan masa depan Kayla, merampas masa tumbuhnya. Cara mereka memperlakukannya bahkan lebih buruk daripada memperlakukan binatang. Hanya dengan mengingatnya, Arkan ingin menembak kepala mereka satu per satu. Tapi ia ingin mereka menderita dulu. Dan tak lama lagi, giliran mereka tiba.

DUA HARI KEMUDIAN

Pemulihan Kayla dan kemajuannya kian nyata dari hari ke hari. Arkan telah memerintahkan sebuah butik pakaian wanita untuk mengirimkan koleksi mode terbaru bagi gadis berusia sembilan belas tahun—sepatu dan segala macam aksesori.

Para pelayan dan Bu Marni membantunya mengenakan semua itu, dan seorang perias ahli datang khusus untuk mengajarinya berdandan. Maka kini Kayla berjalan-jalan di taman bersama Arkan, suaminya, laksana seorang ratu.

"Terima kasih untuk semuanya," bisik Kayla kepada suaminya.

Arkan tersenyum padanya.

"Aku senang melihatmu bahagia," ucapnya sambil mengecup ujung hidung Kayla.

Namun Arkan merasa ada sesuatu yang ingin dikatakan gadis itu.

"Kau boleh percaya padaku dan mengatakan apa pun yang ada di kepala kecil ini," ujarnya sambil menyentuh kepala Kayla dengan satu jari.

"Kenapa kalau kita sudah menikah, kau tidur di kamar yang satu dan aku di kamar yang lain?"

Pertanyaan itu membuat sang mafia tersedak kata-katanya sendiri.

"Suami dan istri melakukan hal-hal…"

ARKAN

"Berhubungan seks," Kayla menjawab sendiri menggantikannya. "Aku sudah banyak membaca. Sejak mulai bisa membaca, semuanya terasa menarik, dan sekarang aku sedang mempelajari seksologi." Ia mengatakannya tanpa ragu sedikit pun akan artinya.

"Aku sedang menunggu sampai kau siap," jawab Arkan, tak yakin apakah itu jawaban yang tepat.

"Arkan, suami, aku sudah siap."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!