Indonesia
NovelToon NovelToon
Tak Lagi Mencintaimu

Tak Lagi Mencintaimu

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Pelakor jahat / Tamat
Popularitas:484.7k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Badai datang pelan namun mematikan, menggoyahkan komitmen lima tahun yang Risa yakini abadi. Di bawah langit malam yang sunyi, dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri suaminya, Raga, sedang bermesraan dengan wanita lain di dalam mobil mereka.

‎Setelah bertahun-tahun membangun rumah tangga dengan penuh pengorbanan, meninggalkan karir impian untuk mendukung karir suaminya, Risa harus menghadapi kenyataan pahit bahwa cinta yang dia anggap tulus telah dipermainkan.

‎Pengkhianatan itu menjadi pukulan terberat bagi hatinya.

‎"Selama ini aku menutupi kekuranganmu demi menjaga harga dirimu, tapi balasanmu adalah pengkhianatan. Mulai hari ini, aku tidak mau lagi menjadi orang yang selalu mengalah." ~ Risa Anindita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13

‎Perjalanan pulang berlangsung cukup lancar, meski suasana di dalam mobil terasa sedikit hening. Raga menyetir dengan tenang, sesekali melirik ke arah Amelia yang duduk di sampingnya dengan pandangan kosong ke luar jendela. Amelia masih menyimpan rasa kesal yang belum sepenuhnya hilang, namun berusaha menutupinya.

‎‎Setelah beberapa jam perjalanan, mereka akhirnya sampai di depan rumah Amelia. Raga mematikan mesin dan menoleh ke arah wanita itu.

‎‎"Sampai," ucapnya singkat.

‎‎Amelia menoleh, lalu tersenyum tipis, senyum yang terlihat biasa saja, namun ada ketegangan yang tersembunyi di matanya. "Terimakasih sudah mengantarkan, Mas. Hati-hati di jalan pulang ke rumah."

‎‎Ia membuka pintu mobil dan turun, namun sebelum menutupnya, ia berhenti sejenak dan menunduk sedikit ke arah Raga.

‎‎"Jangan lupa kabari aku kalau sudah sampai di rumah, ya? Dan ingat apa yang sudah kita bicarakan sebelumnya," bisiknya pelan, dengan nada yang terdengar lembut namun penuh penekanan.

‎‎Raga mengangguk pelan. "Iya, aku ingat. Kamu juga istirahat yang cukup. Besok sudah harus masuk kantor lagi."

‎‎Pintu mobil tertutup perlahan. Amelia melangkah menuju pintu rumahnya, membukanya, dan melambaikan tangan sebentar sebelum masuk dan menutup pintu rapat-rapat.

‎‎Setelah memastikan Amelia masuk, Raga segera menyalakan mesin mobil kembali dan melajukan kendaraannya meninggalkan halaman rumah itu.

-

-

-

‎Suara mesin mobil mati bergema di halaman rumah. Raga turun perlahan, membuka pintu bagasi dan mengambil kantong-kantong belanjaan berisi gaun, kalung, serta oleh-oleh makanan yang sudah ia siapkan dengan harapan bisa melunakkan hati istrinya. Ia mengatur napas sebentar, lalu melangkah menuju pintu depan dengan senyum tipis yang tergambar di wajahnya.

‎‎Begitu pintu terbuka dan ia masuk ke dalam ruang tengah, langkahnya seketika melambat.

‎‎Disana, Risa duduk santai di atas sofa dengan punggung tegak dan wajah datar tanpa ekspresi. Tidak ada sapaan, tidak ada senyum, tidak ada tanda-tanda kegembiraan menyambut kepulangannya.

‎‎Namun yang membuat jantung Raga seolah berhenti berdetak adalah apa yang tergeletak di atas meja di hadapan istrinya. Itu adalah foto-foto berserakan, jelas memperlihatkan dirinya berpegangan tangan, berpelukan, bahkan berciuman mesra bersama Amelia.

‎‎Tangan Raga yang memegang kantong belanjaan terasa kaku. Darah di wajahnya seketika surut, berubah menjadi pucat pasi. Ia berdiri terpaku, tidak mampu bergerak maju maupun mundur.

‎‎Risa menatapnya dengan pandangan dingin, tanpa ada sedikit pun rasa terkejut atau marah yang meledak-ledak, hanya ketenangan yang menusuk.

‎‎"Kamu pulang," ucapnya singkat, suaranya datar dan tidak ada nada emosi sama sekali.

‎‎Raga menelan ludah dengan susah payah. Ia berusaha menyembunyikan kegelisahannya, namun suaranya terdengar bergetar saat ia berbicara. "Risa… ini… apa maksud semua foto ini? Darimana kamu mendapatkannya?"

‎‎"Tidak perlu berpura-pura tidak tahu, Mas," jawab Risa tenang. "Semua sudah jelas terlihat. Foto-foto ini, semua ini adalah bukti nyata bahwa selama ini kamu telah membohongiku, mengkhianati janji pernikahan kita, dan bermain di belakangku dengan wanita lain."

‎‎Wajah Raga memerah, rasa malu, takut, dan sedikit marah mulai muncul. "Ini fitnah! Pasti ada orang yang sengaja mengedit foto ini untuk memecah belah kita! Kamu tidak boleh percaya begitu saja pada hal semacam ini!"

‎‎"Edit?" Risa tertawa kecil, tawa yang terdengar pahit dan tanpa kebahagiaan. "Apakah video ini juga diedit? Dimana suara kamu mendesah memanggil namanya berulang kali, dimana kamu berjanji akan selalu bersamanya?"

‎‎Risa mengusap layar ponsel ditangannya, lalu dia berdiri dan memutar video yang dia dapatkan dari nomor tidak dikenal, menunjukkannya pada Raga.

‎‎"Jangan merendahkan kecerdasanku, Mas. Aku sudah cukup sabar selama lima tahun ini, tapi kali ini aku tidak akan membiarkan kamu terus berbohong di depanku."

‎‎Wajah Raga seketika berubah pucat pasi, darahnya seolah mendidih sekaligus membeku disaat yang sama. Matanya terbelalak lebar menatap layar ponsel itu, tubuhnya terasa lemas seolah tidak bertulang. Di layar terlihat jelas dirinya dan Amelia di dalam kamar hotel - suasana, pakaian, bahkan detail kecil di ruangan itu tidak mungkin ia lupakan. Suara mereka yang terdengar jelas, gerakan dan percakapan yang tidak bisa disangkal, semuanya terekam dengan nyata.

‎‎Kantong-kantong belanjaan yang ia pegang terlepas begitu saja dari genggamannya dan jatuh ke lantai.

‎‎"Ini... ini tidak mungkin..." gumam Raga terbata-bata, suaranya nyaris tidak terdengar. Kakinya terasa lemas, ia mundur selangkah hingga punggungnya bersandar pada dinding. "Siapa yang mengirimkan ini? Siapa yang berani merekam dan menyebarkannya?"

‎‎"Apakah itu penting?" Risa mematikan layar ponselnya, menatap Raga dengan tatapan yang tetap dingin dan tak tergoyahkan. "Yang penting sekarang adalah kenyataannya. Video ini membuktikan semuanya, bahwa selama ini kamu telah membohongiku, mengkhianati sumpah pernikahan kita, dan mempermainkan perasaanku dengan cara yang paling kejam."

‎‎Raga melangkah cepat mendekati meja, menunjuk foto-foto yang berserakan dengan tangan gemetar.

‎"Kamu benar-benar percaya dengan foto-foto ini dan video itu begitu saja? Tanpa mau mendengar penjelasanku?!" bentaknya dengan suara menggelegar. "Ini semua hanya upaya orang jahat untuk memecah belah kita! Kenapa kamu tidak pernah percaya padaku, padahal aku adalah suamimu?!"

‎‎Risa tidak gentar sedikit pun. Ia menatap Raga dengan pandangan dingin dan penuh kekecewaan.

‎‎"Percaya padamu?" ulangnya dengan nada sinis. "Selama ini aku sudah terlalu percaya, Mas! Aku percaya saat kamu bilang pergi dinas, padahal kamu pergi bersamanya. Aku percaya saat kau bilang lembur, padahal kamu sedang menghabiskan waktu bersamanya. Kepercayaanku sudah kamu hancurkan berkeping-keping sejak lama! Foto-foto dan video ini sudah membuktikan semuanya bahwa kamu berkhianat!"

‎‎Raga menendang kursi di sampingnya dengan kasar, wajahnya memerah menahan emosi.

‎‎"Baiklah! Kalau begitu aku akui! Aku memang pernah dekat dengannya! Tapi apa salahnya? Kamu sendiri tahu kondisimu! Kamu tidak bisa memberiku keturunan! Sebagai laki-laki, aku juga ingin punya anak! Apakah itu terlalu berlebihan untuk diminta?!" teriaknya tanpa rasa bersalah, mencoba membenarkan perbuatannya.

‎‎Kalimat itu menusuk hati Risa, namun ia tidak menunjukkan rasa sakitnya. Sebaliknya, ia justru tertawa kecil, tawa yang penuh kepahitan.

‎‎"Jadi ini alasannya? Karena aku tidak bisa punya anak, maka aku berhak dikhianati, dihina, dan dibohongi? Apakah janji pernikahan kita hanya soal melahirkan keturunan saja? Lalu apa artinya kesetiaan dan saling menghormati yang dulu kamu ucapkan di hadapan orang banyak?!" balas Risa dengan suara meninggi, matanya menatap tajam. "Aku sudah berusaha semampuku, menerima segala kekuranganmu, mengurus rumah tangga ini sebaik mungkin. Tapi kamu membalasnya dengan membawa wanita lain di belakangku! Itu bukan kesalahan, Mas! Itu pengkhianatan yang disengaja!”

‎‎"Kamu tidak mengerti apa yang aku rasakan!" bantah Raga, suaranya masih keras. "Hidup denganmu terasa hambar! Tidak ada perhatian, tidak ada kehangatan yang aku butuhkan! Amelia bisa memberikannya padaku! Dia mengerti aku, dia menghargai aku---"

‎‎"Jadi sekarang aku yang disalahkan?!" potong Risa dengan nada tajam. "Aku yang tidak memberikan perhatian atau kamu yang selalu sibuk dengan urusanmu sendiri? Kamu menyalahkanku hanya untuk menutupi kebohonganmu sendiri! Kamu sama sekali tidak punya rasa bersalah!"

‎‎Raga mengepalkan tangannya erat, napasnya memburu. ‎"Lalu apa yang kamu inginkan sekarang, Ris?!"

"AKU INGIN KITA BERCERAI!"

-

-

-

Bersambung...

1
Heny
Bagus risa pergi yg jauh biar waktu yg menentukan mrk akan menyesal
Turi77 Turi77
selesai ini km akan menyesali semua perbuatan mu raga,
fatmiatun sahono
begitu suami nya pergi ke luar kota. mending lah tinggal pergi saja itu suami nya
toh barbuk sdh ditangan
lsg cerai....wanita skrg hrs kuat percaya diri dan mampu berdiri di atas kaki sendiri...hehhehehe💪
Edy Sulaiman
inilah yg namanya manusia serakah SDH merusak rmh tangga orang tapi masih tetap m rasa kurang
Edy Sulaiman
masih menyimak saja dulu nmpknya bagus nih cerita.
Ranny
Amelia dasar perempuan perek murahan gampangan lobang mu itu sdh seperti wc umum ya 😄😄😄
Ranny
mandul teriak mandul 😄😄😄 nanti setelah terbongkar kalau dia sendiri yg mandul malu gak ya 🤭
Ranny
dasar pak Harun ortu lucnat ayah kandung berasa ayah tiri woiii punya otak kagak kok malah membela anak mantu tak beradab yg suka obral perkututnya his jijik deh dengan kelakuan mu itu
Ranny
Amelia kau mau dapat kecebong dr mana...paling kau akan dapat dr selingkuhan ya soalnya sekali kau merebut suami orang pasti akan ketagihan dan penasaran mau merasakan burung perkututnya pria lain lagi 😄😄😄
Ranny
lah dah betul kan perkiraan ku kalau Regan itu cucunya Oma yg hampir di tabrak dan di tolong Risa ☺️
🔥Violetta🔥: /Ok//Ok//Grin/
total 1 replies
Reni Setia
makasih untuk novelnya ya
🔥Violetta🔥: Sama-sama kakak 🙏😁
total 1 replies
Ranny
mungkinkah Regan ini cucunya Oma yg hampir di tabrak oleh Risa
Murni Sumiarti
Dibawah kendali asisten suami kok di noveltoon nggak ada?
🔥Violetta🔥: Iya kakak... saya hapus dulu karena kemarin sempat gak lolos kontrak.. mau direvisi total. Nanti saya up ulang kalau sudah direvisi 🙏😁
total 1 replies
Violet
Bersyukurlah utk para wanita yg bisa merdeka bercerai dr suami modelan Raga. Tetangga kompleks rumah sini ada sprti Risa yg sehat tp dicaci maki mandul pdhal sp*rma suaminya encer, nikah 20thn pilih cerai mlh ditekan mentalnya oleh suami & kluarga mlh sang ortu wanitanya jg ga dukung, smuanya blg kalo cerai ga ada yg bakalan mau sama janda yg ga bisa kasih anak. Sedih bgt tiap kali didoktrin gitu menciut lg nyalinya utk cerai 😭
🔥Violetta🔥: Amin... Kita doakan sama-sama untuk kakaknya yang disana... semoga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menjalani ujian kehidupan 🙏😊
total 3 replies
Khansa Andini
kak buatin versi Raga untuk bisa nemuin wanita tulus lagu
🔥Violetta🔥: Nanti coba ya kak 😁🙏
total 1 replies
Agus Tina
Kamu menjaga harga diri suami kamu tapi kamu tifak jujur padanya Risa, seharusnya kamu jujur pada suamimu duku baru outuskan untuk menutupi semuanya pada mertuamu ...
Yunita Asep
uuhh serru..! author kerren..., suxes dan sehat slalu, lov yu...
🔥Violetta🔥: Terimakasih kakak 😁🙏
total 1 replies
Yunita Asep
ahaay deh., jadi malu2.., Gas langsung Regaann...!
Yunita Asep
lanjuutt..
Yunita Asep
syukurriin... makanyaa jangn ambil suami orang..!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!