Indonesia
NovelToon NovelToon
The Path To Godhood

The Path To Godhood

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Dikelilingi wanita cantik / Fantasi
Popularitas:399
Nilai: 5
Nama Author: Made Budiarsa

Xuan Han terbangun di dalam gua sembari mengingat kalimat tentang cinta. Ia hanya tahu namanya, tidak ada yang lain, kecuali kalimat itu.
Berbekal rasa penasaran tentang identitasnya ia mulai menelusuri hutan, bertemu para kultivator, hewan-hewan buas dan berbagi hal unik di dunia itu.
Perlahan-lahan ingatannya kembali pulih dan pada saat ia tahu jika kebenarannya menyakitkan, akankah ia mau menerimanya?

Ikuti perjalanannya yang memegangkan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Made Budiarsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukankah tulang seperti ini akan menarik perhatian para hewan buas itu?

Xuan Han merasa diserang, namun beruntung gadis itu tidak menoleh dan tidak melihat ekspresi paniknya. "Nona Meng, apa ini benar-benar jalannya? Anda sangat kuat, bukan? Jalan yang aku lalui tadi ketika masuk ada dua hewan buas yang bertarung. Jika Anda tidak tahu jalan keluarnya, kenapa kita tidak kembali saja agar tidak tersesat?"

"Jika kamu ragu-ragu denganku, kau bisa pergi."

Gadis itu mendadak dingin dan Xuan Han sedikit tersinggung. Jika ia kembali dan menemukan dua hewan buas tanpa kekuatan apa pun, itu sama saja dengan bunuh diri. Lalu jika ia diam di sini menunggu, ia juga ragu apa akan baik-baik saja. Namun jika mengikuti Nona Meng dengan busur tanpa anak panah, itu juga berbahaya. Akan tetapi, mengingat bagaimana Nona Meng menyembuhkannya, itu pasti ada maksudnya. Kemungkinan besar ia tidak akan mati dalam waktu dekat. Segera ia memanggil Nona Meng dan berlari menyusulnya.

Tidak beberapa lama, ada kabut merah yang menyebar. Hidung Xuan Han mendapati aroma yang tidak sedap, seperti aroma bangkai. Namun melihat Nona Meng yang terus berjalan tanpa gangguan, ia jadi lebih tenang.

Tapi memang setelah berjalan beberapa saat, ia menemukan tumpukan tulang manusia lengkap dengan pakaiannya. Itu membuatnya bergidik ngeri. Sepertinya banyak orang yang datang ke sini dan dibunuh, atau barangkali ada seseorang yang membunuh dan menumpuk semua mayat ini di sini.

Sembari menutup hidungnya dan tidak bertanya, ia mengekor Nona Meng yang melintasinya. Tetapi karena ia ingin cepat-cepat pergi, ia tidak sengaja menginjak ekor ular sehingga ular itu mendesis dan ingin menggigit. Mata Meng Chahua sedikit menyipit. Melempar sesuatu ke belakang, segera ular itu terpental dan bergantungan di dinding batu. Ular itu segera lemas dan tidak bergerak lagi. Di kepalanya ada pisau kecil yang membelahnya. Darah perlahan-lahan keluar dari sana.

Tanpa peduli lagi, Meng Chahua berjalan. Xuan Han melewatinya, namun ia segera kembali untuk mengambil pisau itu.

"Nona Meng, pisau ini sangat berharga. Biarkan aku saja yang membawanya."

Meng Chahua tidak menjawab dan terus berjalan.

Sepanjang perjalanan selanjutnya, ada keheningan di antara mereka. Xuan Han tidak banyak bicara dan mengamati sekitarnya. Meng Chahua juga diam saja. Mereka melihat beberapa ekor kelabang dan beberapa di antaranya dibunuh. Xuan Han selalu berhati-hati dengan mereka, ia tidak pernah tahu seberapa tinggi tingkat racun yang dibawanya.

Lalu setelah berjalan satu jam, ada sebuah pohon kecil yang tumbuh di dinding gua, melengkung ke atas dengan kain merah muda yang tersangkut.

Xuan Han mengambilnya. "Nona Meng, apa ini punyamu?"

"Jika kau mau, ambil saja."

"Kainnya sangat bagus." Xuan Han mencium aromanya. "Aromanya juga wangi."

Meng Chahua tidak mempedulikannya dan terus berjalan.

Pada akhirnya mereka tiba di mulut gua. Di luar ada beberapa pepohonan. Gua ini sepertinya menuju ke dataran yang lebih tinggi. Waktu itu sudah sedikit siang, dan Xuan Han merasa gembira bisa keluar dari gua. Ia mendongak menatap pepohonan. Namun, tidak lama perutnya berbunyi. Wajahnya jadi sedikit memerah dan ia menatap Meng Chahua. Gadis itu tidak menggubrisnya. Ia terus berjalan ke arah pepohonan.

Xuan Han mengekorinya.

Meng Chahua lalu berhenti di antara pepohonan. Ia mendongak lalu melambaikan tangannya. Pedang melesat ke depan dengan suara mendesing. Tidak lama kembali dengan beberapa apel merah tertusuk di bilahnya.

"Kau lapar, bukan?"

Pedang Meng Chahua melesat dan berhenti di depan Xuan Han. Pemuda itu menatap apel-apel yang tertusuk. Jumlahnya empat. Ia tersenyum lalu membungkuk berterima kasih. Setelah menarik empat apel itu, segera pedang gadis itu masuk ke cincin penyimpanannya.

Xuan Han mulai memakannya sembari duduk di bawah pohon.

Meng Chahua juga duduk. Ia memejamkan mata dan bermeditasi. Energi transparan muncul dari segala sisi yang segera terserap ke dalam tubuhnya.

Sembari memakan apel, Xuan Han ingat tentang pembicaraannya dengan Li Yin dan Xiao Meimei. Sepertinya apa yang dilakukan Meng Chahua itu disebut berkultivasi. Memerlukan jantung panjang umur untuk bisa melakukannya.

Ia menggigit apelnya.

Setelah menghabiskan dua apel, ia segera berdiri dan berjalan mendekati gadis itu. Berhenti. Memperhatikannya. Gadis ini memang cantik dan sepertinya kecurigaannya tidak benar.

Ia ingin segera beranjak kembali, ketika kedua kelopak mata Meng Chahua terbuka. Xuan Han merasa canggung, namun segera ia berusaha mengendalikan situasi. "Nona Meng, apa kau mau apel?"

Xuan Han mengulurkannya.

"Makan saja."

"Kau tidak lapar?"

"Tidak."

"Nona Meng, temanku bilang banyak orang yang suka berkultivasi bisa memiliki perut yang tahan lapar, jauh dari penyakit, dan bisa membuat rumah. Aku penasaran, Anda sudah berada di tahap mana?"

"Ada banyak tingkat kultivasi dan aku belum mencapai tahap tengahnya."

Xuan Han menunggu kelanjutannya, tapi Meng Chahua tidak berbicara lagi, lalu menutup matanya kembali.

"Nona Meng, jika seseorang akhirnya menjadi dewa, apakah jika mereka kembali pergi ke pasar untuk merasakan masakan yang pernah mereka makan, atau membina rumah tangga, mereka tidak akan merasa bahagia?"

"Dunia itu luas dan kehidupan tidak lebih dari perjalanan yang panjang. Kultivasi adalah salah satu jalan yang panjang itu."

"Kultivasi pasti sangat sulit dan menyakitkan."

"Tidak ada jalan yang benar-benar mudah, hanya ada pilihan yang diyakini."

Xuan Han menggigit apelnya. "Temanku bilang aku sampah, dan karena banyak orang menganggap kultivasi itu penting, orang yang tidak seperti mereka mendapatkan diskriminasi. Padahal kehidupan manusia tidak bisa dinilai dari satu aspek saja."

"Tentu saja," jawab Meng Chahua. "Dalam dunia yang keras, kamu juga harus keras. Sejak ribuan tahun, hukum seleksi alam memang selalu bekerja ketat dan manusia-manusia yang bertahan pada hari ini pun pada dasarnya adalah manusia-manusia kuat. Hewan-hewan yang bertahan juga memiliki banyak kemampuan tersembunyi. Mengenai dirimu, kamu bukan sampah."

Meng Chahua berhenti, mendongak menatap langit sebentar, lalu menatap Xuan Han. Tanpa berbicara, ia langsung berjalan.

Xuan Han mengamatinya sebentar lalu berjalan mengikutinya.

Mereka menjelajahi hutan. Meng Chahua memberinya pakaian. Xuan Han berterima kasih. Dan ketika bertemu hewan-hewan buas, hanya dengan lambaian tangan, semuanya terpotong-potong oleh pedang Meng Chahua. Xuan Han merasa tidak perlu menggunakan pisau di tangannya, tetapi ia tetap membawanya ke mana pun.

Mereka berjalan di antara semak-semak.

Pada sore harinya, sudah banyak keringat keluar dari tubuh Xuan Han. Ia mengusapnya. Duduk di sebuah batu sembari memakan apel, ia menatap Meng Chahua yang berdiri, lalu bertanya tenang, "Nona Meng, apa kamu berburu sesuatu di tempat ini?"

"Ya."

"Apa nama sektemu?"

"Apa kamu ingin bergabung?"

"Bergabung? Tentu aku akan mencobanya sebentar. Rasanya akrab bila mendengar nama sekte dan dunia bela diri."

"Dunia seperti itu kejam."

"Sebenarnya, dunia manusia biasa juga seperti itu, hanya saja mereka tidak punya kesempatan untuk memperlihatkan taringnya."

"Kau benar juga."

Xuan Han lalu berdiri. Ia menatap salah satu buah di tangannya. Berjalan dan mengulurkannya. "Nona Meng, kamu pasti kelelahan, kenapa tidak coba saja satu buah ini?"

Meng Chahua menatapnya sebentar lalu mengambilnya.

Mereka beristirahat sebentar.

Pada malam harinya, setelah berjalan cukup jauh, akhirnya mereka tiba di pinggir sungai. Xuan Han menangkap beberapa ikan dan membersihkan perutnya. Setelah memastikan sekitar aman, ia mencari kayu bakar.

Hanya perlu jentikan jari, api menyala. Xuan Han menusuk ikan menggunakan ranting. Satu untuknya dan satu lagi untuk Meng Chahua.

Selama memanggangnya, gadis itu diam dan wajah cantiknya terlihat jauh lebih hangat karena sinar api. Xuan Han tidak mau mengganggunya, namun keindahan gadis itu cukup membuatnya merasa bahagia.

Sembari membalik ikannya beberapa kali, ia teringat dengan tusuk rambut bunga peony dan segera mengeluarkannya.

"Nona Meng, apa tusuk rambut ini berasal dari Istana Langit?"

Meng Chahua sedikit mendongak menatapnya, mengerutkan keningnya. "Sepertinya begitu. Kenapa? Apa ada saudaramu yang bergabung dengan mereka?"

"Aku hanya ingin pergi ke sana."

"Mereka sekte wanita dengan kekuatan yang diperhitungkan. Sebagai laki-laki, kamu pasti tidak akan diterima."

"Aku hanya ingin berkunjung. Tetapi, sepertinya mereka hanya menerima orang-orang besar saja."

Meng Chahua sedikit meliriknya dan tidak berbicara lagi.

Mereka diam sebentar dan akhirnya ikan Xuan Han matang. Ia lalu melihat ikan Meng Chahua yang masih sedikit mentah.

"Nona Meng, apa kamu mau?"

Meng Chahua mendongak dan mendapati Xuan Han mengulurkan ikannya yang sudah matang.

"Makan saja."

"Baiklah."

Xuan Han mulai makan perlahan-lahan. Ia berkomentar, "Rasa ikannya kenyal, itu menandakannya segar. Rasanya memang tidak bisa dibilang lezat, tapi cukup menyenangkan."

Meng Chahua tidak menggubrisnya.

Tidak lama setelah ikannya tersisa tulang belulang, Xuan Han menatap Meng Chahua. "Nona Meng, kita harus mengubur tulang ikan ini, bukan?"

Meng Chahua mendongak dan ekspresinya sedikit terlihat aneh. Buru-buru Xuan Han menjelaskan, "Bukankah tulang seperti ini akan menarik perhatian para hewan buas itu?"

1
Pena Quality
saling support
Budiarsa: Terima kasih 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!