Indonesia
NovelToon NovelToon
Pernikahan Bisnis

Pernikahan Bisnis

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Pernikahan megapahit antara Raden Mas Arya Sena Soerjoatmodjo dan Lilianne Prameswari Djojodiningrat murni dirancang demi menyatukan kerajaan bisnis dua keluarga old money. Tanpa cinta, Arya yang dingin dan angkuh memandang ikatan ini sebatas transaksi bisnis, sementara Lilianne tumbuh sebagai putri manja yang impulsif dan gemar berfoya-foya. Tinggal di bawah satu atap justru menyulut perang dingin dan benturan ego antara tradisi serta kebebasan. Namun, saat intrik korporasi mulai mengancam dinasti mereka, Arya dan Lilianne terpaksa bersatu, perlahan meruntuhkan tembok gengsi dan membuka hati satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 13

****

Langkah kaki berdentang halus di atas marmer lantai dua saat Lilianne berjalan melintasi lorong menuju kamar utama. Di belakangnya, Arya melangkah santai dengan satu tangan masuk ke dalam saku celana bahan buatan Savile Row, sementara tangan satunya menggenggam map kulit tebal berisi revisi perjanjian pra-nikah (prenuptial agreement) yang disodorkan Lilianne sejak sore tadi.

Begitu Arya mendorong pintu ganda kamar utama, pemandangan di dalam ruangan tersebut telah berubah total. Tidak ada lagi kanopi beludru tebal bernuansa merah tua atau ukiran kayu jati kuno yang memberi kesan museum tua yang kaku. Kamar tidur utama itu kini menjelma menjadi mahakarya arsitektur modern berkelas Eropa—didominasi warna champagne gold, aksen marmer putih Italia, serta gorden sutra ringan yang melambai ditiup angin malam. Tempat tidur berukuran super king-size di tengah ruangan kini dibalut linen sutra berkualitas paling halus dari Paris, memancarkan kemewahan yang tenang namun teramat elegan.

Lilianne melangkah masuk, berbalik badan seraya menyilangkan kedua tangannya di dada. Ia menatap Arya dengan dagu terangkat tinggi, memanfaatkan momentum kemenangannya atas Widya malam ini untuk menuntut kepastian.

"Gunakan kemenangan malam ini dengan bijak, Mas Arya," tegas Lilianne, netra hijaunya memancarkan kilat perlawanan yang dingin. "Kamar ini sudah dirombak sesuai seleraku. Dan sekarang, tanda tangani revisi perjanjian pra-nikah versi terbaru itu. Aku sudah menyilang semua poin konyol yang Mas buat sebelumnya."

Arya melangkah mendekat seraya meletakkan map kulit tersebut ke atas meja marmer di dekat mereka. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman miring yang begitu licik. Pria itu melepas kancing jas navy-nya, lalu menyampirkan jas mahal itu ke sandaran sofa dengan gerakan yang teramat tenang.

"Revisi yang sangat berani, Ajeng Lilianne," ujar Arya, suaranya yang berat dan dalam bergema halus di ruangan yang baru direnovasi itu. "Kamu menuntut kebebasan penuh, menolak pembatasan fasilitas, dan menolak tidur di satu tempat tidur yang sama."

"Tentu saja!" pangkas Lilianne cepat. "Kita menyepakati bahwa pernikahan ini murni transaksi bisnis dua keluarga old money. Jangan harap aku mau berbagi tempat tidur dengan pria kaku yang hatinya terbuat dari batu. Dan soal anak..." Lilianne mengibaskan tangannya seraya memutar matanya jengkel. "...tolong bahas itu nanti saja, jangan terburu-buru! Umurku baru dua puluh satu tahun, Mas! Aku masih mau menikmati masa mudaku, mau shopping, mau liburan bersama teman-temanku tanpa dibebani urusan mengurus bayi!"

Arya terkekeh rendah—suara tawa maskulin yang terdengar sangat seksi namun amat menyebalkan di telinga Lilianne. Arya mengambil satu langkah maju, mengikis jarak di antara mereka hingga aroma woody dan tobacco mewahnya kembali mengurung Lilianne sepenuhnya.

"Dua puluh satu tahun..." gumam Arya tenang, menatap lurus ke dalam mata hijau istrinya. "...tapi ingat, Nyonya Soerjoatmodjo, umur saya sudah tiga puluh tahun. Dalam kalkulasi bisnis maupun dinasti keluarga, saya tidak punya waktu untuk menunggu kamu bermain-main sampai umur tiga puluh hanya demi menikmati masa mudamu."

Lilianne menahan napas sejenak. Manik hijaunya membelalak tipis tatkala menyadari perbedaan usia sembilan tahun di antara mereka yang terasa begitu nyata dalam jarak sedekat ini. Astaga... batin Lilianne bergidik ngeri seraya merinding pelan. Aku benar-benar menikahi seorang pria kaku berumur tiga puluh tahun! Seorang om-om dingin yang cuma tahu angka dan dominasi!

"Lalu Mas Arya mau apa?" tantang Lilianne, mencoba mempertahankan pertahanan gengsinya walau jantungnya berdegup sedikit lebih cepat. "Memaksaku? Dengar baik-baik ya, Mas. Aku tidak ingin anak yang lahir dari rahimku nanti cuma dianggap sebagai produk transaksi kedua orang tuanya demi keuntungan saham masing-masing! Aku bukan mesin pencetak ahli waris untuk dinasti Soerjoatmodjo!"

Suasana di kamar mewah itu mendadak hening seketika. Kata-kata Lilianne meluncur tajam, menusuk tepat pada inti dari pernikahan politik mereka.

Arya tidak tampak marah. Matanya justru menyipit tajam, mengamati keberanian dan luka tersembunyi di balik topeng manja Lilianne. Arya mengambil satu langkah lebih dekat lagi, hingga ujung sepatu kulitnya menempel pada jari-jari kaki Lilianne. Pria itu menundukkan kepalanya, mengikis sisa udara di antara wajah mereka.

"Siapa yang bilang anak kita nanti cuma produk transaksi, Lilianne?" bisik Arya dengan nada yang sangat rendah, berat, dan dipenuhi dominasi mutlak yang sukar dibantah. "Saya tidak pernah menjual diri saya untuk saham, dan saya tidak pernah membeli kamu hanya untuk selembar surat perjanjian."

Sentuhan hangat dari jemari kekar Arya mendadak mendarat di pinggang Lilianne, menarik tubuh indah bergaun champagne itu hingga menempel rapat di dadanya. Lilianne refleks menempatkan kedua tangannya di dada tegap Arya, merasakan detak jantung pria itu yang teratur di balik kemeja putihnya. Percikan ketegangan fisik yang teramat pekat mendadak membakar udara di sekitar mereka.

"Mas... lepas," desis Lilianne, napasnya memburu halus saat menatap mata kelam Arya dari jarak beberapa sentimeter.

"Saya akan menandatangani revisi perjanjian pra-nikahmu malam ini," ulas Arya seraya memiringkan kepalanya sedikit, mendekatkan bibirnya ke pelipis Lilianne hingga napas hangatnya menyapu kulit halus sang istri. "...tetapi ada satu syarat berat yang tidak bisa kamu tawar."

Dahi Lilianne berkerut. "Syarat apa?"

"Kamu tidak suka Widya melayani kebutuhan pribadi saya di kamar ini, bukan?" Arya mengulas senyum miring yang teramat licik. "Mulai besok pagi, Widya resmi dipindahkan ke area luar. Itu artinya, seluruh pekerjaan pribadi suami—mulai dari menyiapkan pakaian kerja, memasangkan dasi, menyisir rambut, hingga mengurus jadwal harian saya—sepenuhnya menjadi tugas dan tanggung jawab Lilianne Prameswari sebagai Nyonya Soerjoatmodjo."

Lilianne membeku. "Apa?! Mas Arya gila?! Aku tidak pernah melayani pria mana pun seumur hidupku!"

"Maka belajarlah melayani suamimu sendiri mulai besok pagi," balas Arya tenang tanpa melepaskan cengkeramannya di pinggang Lilianne. "Jika kamu menolak, maka Widya akan kembali masuk ke kamar ini setiap jam tujuh pagi untuk menjalankan tugas lamanya. Pilihan ada di tanganmu, Ajeng."

Darah Lilianne mendidih seketika. Pria ini benar-benar serigala licik! Dia memanfatkan kebencianku pada Widya untuk menjebakku masuk ke dalam lingkaran kehidupannya!

Lilianne mengepalkan tangannya di dada kemeja Arya, menatap mata kelam pria itu dengan kilatan perlawanan yang tak mau padam. "Mas Arya pikir aku bakal menyerah dan membiarkan pelayan itu menang? Bagus! Aku yang akan menyiapkan semua kebutuhanmu besok pagi! Tapi jangan salahkan aku kalau dasimu terikat terlalu kencang sampai Mas susah bernapas!"

Arya terkekeh rendah—suara tawa maskulin yang terdengar begitu puas. Pria itu tidak melepaskan pinggang Lilianne, justru makin merapatkan posisinya hingga Lilianne bisa merasakan ketegangan dan kehangatan tubuh Arya secara utuh.

"Saya nantikan jemari manismu di dasi saya besok pagi, Nyonya Soerjoatmodjo," bisik Arya tepat di depan bibir Lilianne, lalu mendaratkan ciuman singkat yang tegas di kening sang istri sebelum akhirnya melepaskan rangkulannya.

Arya berbalik arah menuju meja, mengambil pena Montegrappa emasnya, dan menandatangani lembar revisi perjanjian pra-nikah milik Lilianne tanpa ragu sedikit pun. Setelah itu, pria itu melangkah menuju sofa panjang di sudut kamar, melonggarkan kancing kemejanya seraya menatap Lilianne dengan senyuman kemenangan.

"Untuk malam ini, kamu boleh menikmati tempat tidur berukuran besar itu sendirian," ujar Arya tenang seraya menyandarkan tubuh jangkungnya di sofa. "Tapi ingat aturan main kita besok pagi dimulai tepat pukul enam."

Lilianne berdiri terpaku di tengah kamar mewah yang baru dirombaknya. Dadanya bergemuruh oleh campuran antara rasa jengkel, kekesalan yang membumbung tinggi, dan desiran asing di dadanya yang menolak reda. Perang dingin mereka di bawah satu atap yang sama jelas belum berakhir, melainkan baru saja berganti babak menjadi permainan yang jauh lebih intim dan berbahaya.

Bersambung....

1
Mita Paramita
😍😍😍
Mita Paramita
Arya jadi suami siaga 😍😍😍
Helen@Ellen@Len'z
up byk ya 💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪thor 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Anonim
crazy up thor
falea sezi
sesuai janji q kirim bunga tuh🤭 lanjut banyakkk Thor
Heresnanaa_: wahhh, terimakasih Kaka, stay tune ya 🥹😚
total 1 replies
falea sezi
lanjut q kirim hadiah
Heresnanaa_: wahhh, maaciw kakak, stay tune ya beb🙏😚
total 1 replies
falea sezi
cantik tp otak kosong🤣 lu nyingkirin widya g mau kesaing🤣 tp lu g mau gantiin tugas dia layani laki lo🤣🤣 aneh gt ini cwek manja bisa nya apa shoping doank😒
falea sezi
nah gini🤣 aduin ke bumertua🤣 emank babu g tau diri si widya
falea sezi
harusnya di belikan buat anak yatim🤣 biar suami mu kagum 🤭
falea sezi
g suka cwek sombongnya kayak lily ini 🤣🤣 berharap dia itu lemah lembut cegil tp bukan sok jd cowok penasaran🤣
falea sezi
nyimak dlu klo bagus q krim bunga🤭
Mita Paramita
so sweet 😍😍😍
Mita Paramita
Liliane masih syok udah di unboxing paksa 😭 tinggal Arya nih yang mesti ngejar cinta Liliane
Arix Zhufa
up
Mita Paramita
akhirnya Arya unboxing Liliane 😍😍😍
Mita Paramita
Widya backstabbing 🤣🤣🤣
i got you 🔥🔥🔥
Mita Paramita
nice statement Liliane 😍
Mita Paramita
berkelas banget balasan Liliane ke ulat bulu Widya 🤣🤣🤣🤣
Mita Paramita
lanjut Thor 😍😍😍
ceritanya bagus berkelas 🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!