Indonesia
NovelToon NovelToon
PAMAN! JANGAN GODA AKU

PAMAN! JANGAN GODA AKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Nita

Aku menikahi dia, tapi justru pamannya yang membuatku kehilangan akal. Setiap kali pria itu menatapku, ada bara yang tak bisa kupadamkan. Di mata keluarga, pria itu hanyalah paman dari suamiku. Di hatiku, dia adalah pria yang tak pernah boleh kusentuh. Namun, semakin aku menghindar, semakin dekat dia datang, membawa bisikan-bisikan yang memecah pertahananku. Bagaimana jika cinta ini terbongkar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TIM PENCARI LAPANGAN

Beberapa menit kemudian, sambungan telepon pun selesai. Simon tertegun, "Eh kemana orangnya!" Melihat Xander sudah tidak ada di ruang makan.

Pada saat ini, Xander sedang melajukan mobilnya dengan cepat, menuju ke Kementrian Manajemen Darurat Republik Tiongkok. Lembaga yamg tugasnya menangani banjir, topan, gempa bumi, tanah longsor. Kebakaran, dan operasi pencarian dan penyelamatan.

Hujan deras telah mengguyur wilayah Desa Qinghe selama berhari-hari. Banjir besar disusul longsor menerjang, menghancurkan rumah-rumah dan memutus akses jalan. Banyak warga berhasil menyelamatkan diri, tetapi beberapa orang masih belum ditemukan.

Memikirkan tentang hal itu, Wajah Xander dipenuh dengab kecemasan. Begitu sampai, dia berjalan menuju meja pelayanan lalu berkata, "Aku ingin kalian mencari seseorang untuk-ku!"

Petugas kementrian itu langsung berdiru, melihat dari penampilan, fia merasa pria yang baru saja berbicara kepadanya itu bukanlah orang sembarangan.

Dia pun segera berkata, "A-aku... akan panggilkan Tuan Ma!"

Petugas itu segera berlari ke kantor atasannya. Tuan Ma yang mendengar laporan dari bawahannya. Langsung saja pergi ke meja pelayanan. Merasa tidak kenal, dia pun sedikit meragu menyapa Xander.

"Ini Tuan Ma, atasan kami!" kata si petugas.

"Tuan! Petugas kami bilang. Tuan datang ke sini untuk mencari orang hilang?"

"Ya... seorang wanita, perawakan langsing, pintar, cantik. Kulitnya seputih mutiara, sangat halus!"

Tuan Ma, sedikit memberi senyum canggung seraya berpikir. "Apa orang yang hilang itu adalah seorang Ratu Kecantikan?"

"Eum, Tuan! Jika mencari orang hilang, mengapa tidak lapor polisi saja!" Kata Tuan Ma.

Xander tidak perlu meninggikan suara untuk membuat lawan bicaranya terdiam. Dia hanya menatap lurus dengan sepasang mata tajam yang sulit diterka. Wajah tampannya tetap tenang, nyaris tanpa ekspresi, tetapi justru ketenangan itulah yang membuat suasana terasa semakin menekan.

Rahangnya mengeras sedikit, sementara tubuhnya berdiri tegak dengan sikap seseorang yang terbiasa memegang kendali. "Ulangi sekali lagi!” kata Xander.

Suaranya rendah, datar, dan dingin. Tidak ada bentakan. Tidak ada ancaman terang-terangan. Namun dua kata itu cukup membuat lawan bicaranya menelan ludah.

Xander melangkah maju satu kali, perlahan. Tatapannya tidak bergeser sedikit pun. “Aku ingin memastikan,” lanjutnya pelan, “ Apa kau benar-benar sadar dengan siapa kau sedang berbicara.”

Aura berkuasa terpancar begitu kuat darinya. Seolah ruangan itu secara otomatis menjadi miliknya, dan siapa pun yang berdiri di hadapannya harus berpikir dua kali sebelum berani menentang.

"Kau... ini siapa?" tanya Tuan Ma terbata, terdengar sedikit takut.

Xander tersenyum tipis. Bukan senyum ramah. Lebih seperti peringatan bahwa kesabarannya memiliki batas. Dia baru teringat, jika selama ini dia terlalu lama dibalik layar.

Xander mengambil ponselnya lalu mengetik dua kata kepada asistennya. "Tuan Ma!"

Baru saja Xander memasukan ponselnya ke saku jas kerjanya. Ponsel Tuan Ma berdering. Wajahnya tersenyum ketika melihat nama yang tertera di ponsel. "Halo Tuan Yichen!"

"Tuan Ma, Pria yang sedang berdiri di depanmu, adalah pria yang pernah menyumbang dan mengkoordinasikan bala bantuan untuk menyumbangkan lebih dari 500.000 paket makanan dan kebutuhan hidup ke daerah terdampak banjir"

Kedua mata Tuan Ma langsung terbelalak ketika mendengar perkataan Chu Yichen. "Ah iya... iya aku mengerti!" Kata Tuan Ma seraya mengelap keningnya yabg tidak berkeringat sama sekali.

"Tuan! Mari kita bicara di ruangan!" Ajak Tuan Ma kepada Xander.

Di dalam ruangan keduanya nampak berbicara dengan sangat serius. Mendengar laporan dari Xander, Tuan Ma langsung mengirim petugas khusus untuk mulai berkoordinasi dengan tim penyelamat dan otoritas setempat untuj segera mencari dan menemukan seline.

"Kami akan mencatat, semua data lokasi desa dicatat untuk menentukan titik pencarian, sementara informasi mengenai kondisi banjir dan longsor akan terus kamu perbarui, secara nyata."

"Berikan aku identitas untuk bisa menjadi salah satu petugas penyelamat!" Kata Xander dengan suara mengintimidasi, tidak menerima penolakan!"

"Pe... petugas?" tanya Tuan Ma dengan nada sedikit bingung.

Melihat raut wajah serius Xander, Tuan Ma pun langsung berkata tanpa ragu. "Baiklah Tuan, mulai saat ini Tuan adalah Tim Pencari lapangan. Tugasnya adalah menyisir lokasi,rumah, sungai, hutan,atau area longsor!"

"Eum...bagaimana? Tanya Tuan Ma mesatikan apakah ini identitas yang di mau oleh Xander.

Xander menganggukan kepala tanda dia setuju, "Kapan kita mulai!"

Tuan Ma langsung saja berdiri lalu berkata, "Sekarang, aku akan mengumpulkan tim sekarang juga!"

"Bagus! Aku akan menunggu di sini!" kata Xander dengan nada sedikit lebih tenang.

Tuan Ma, langsung keluar ruangan dengan sedikit berlari. Tuan besar sedang menunggu kinerjanya, bagaimana mungkin dia bisa bersantai. Tidak membutuhkan waktu lama. Komandan SAR,tim pencari lapangan,tim evakuasi, tim medis, tim K9, tim drone pemetaan, tim komunikasi,tim logistik, tim alat berat sudah siap.

Xander mengecek daftar nama nama yang baru saja diberikan Tuan Ma. Lalu dia berkata. "Tim Pencari lapangan, Tim Evakuasi, tim drone pemetaan, tim logistik ikut aku!'

"Bersamaku akan lebih cepat!"

Tuan Ma mengangguk, "Baik Tuan, ikut pengaturanmu saja!"

Xander dan tim barunya menuju ke bandara. Mereka akan pergi dengan helikopter. Kebetulan Xander memiliki helipad dekat dengan area terdampak bencana. Namun, masih aman untuk pendaratan.

Chu Yichen telah menyiapkan 3 helikopter untuk membawa semua tim penyelamat menuju Desa Qinghe. Sementara itu Simon sibuk seharian di Rumah sakit. Dokter senior banyak dikirim ke Desa Qinghe, jadi mau tak mau Simon harus turun tangan ikut menangani pasien dan sambil memantau perkembangan informasi soal Seline yanf menghilang.

Pada saat ini, seline tersadar dari pingsan. Kepalanya sedikit merasa pusing. Kedua matanya melihat ke tangannya. Sebuah tali telah mengikat tangannya dengan kencang. Lalu dia melihat Si Bocah Bisu sedang duduk sambil memegangi lututnya.

"Apa kau tahu kita di mana?" tanya Seline kepada si Bocah Bisu.

Seline langsung merasa putus asa, merasa terjebak di antah berantah, dengan seorang bocah yang tidak bisa memberi keterangan. Tak berapa lama, seoramg pria dengan setengah wajah yang tertutup dengan sapu tangan datang.

"Jika kau berani melarikan diri, maka dia akan mati!" tunjuknya kepada seline.

Si Bocah Bisu nampak sangat ketakutan. Namun, tidak beranjak sejengkal pun dari posisinya. Melihat ini barulah seline menyadari, sebenarnya sedari tadi Si Bocah Bisu ini bisa melarikan diri. Namun, malah memilih setia di sini bersamanya.

"Kau mau apakan kami, kami tidak mengenalmu, mengapa melakukan ini kepada kami?" kata seline dengan nada marah meninggi.

Pria itu tidak menjawab, dia malah terlihat asyik mengeluarkan barang dari dalam karung yang dia bawa tadi. Dia menyusun barang-barang tersebut dengan rapih di atas tanah.

Seline menaikan satu alisnya sambil memperhatikan. "Sebenarnya dia mau melakukan apa? Dan apakah kami ada hubungannya dengan apa yang akan mau dia lakukan?

1
Farid Attalah
selalu di tunggu ka
Siti Solihah
langsung baca terus kok thor,mlh nunggu up trus...
Nova Silvia
aahhh,,kelen greget tau
seline kamu polos bed
thor pengen visuaaaaalllllll
biar halu ny enak🤭
Nova Silvia
riana lu takut ketauan klo itu bkn anak eric kan,,
Rosy
dia itu ceo yg lagi nyamar Selin 😂😂

semoga si pelakor kena jebakan Batman..niat hati menjebak Selin malah dia yg terbukti bersalah
Rosy
kalau memang Selin berniat mau membvnvh,kenapa tidak keduanya saja..sangat merepotkan
ollyooliver
mau itu anak lu apa bukan ..gk ada alasan buat seline mencari pria lain. dia berhak! dan yg namanya lu dah tidur sama riana ..ya itu udah kesalahan menuju perceraian😏
Rosy
jangan mau Selin..itu pasti si pelakor
suka banget dg ketegasan tuan Mo..tapi lebih suka lagi kalau mereka di izinkan berpisah biar Selin jadi adik ipar saja 🤭
Nova Silvia
aku suka semua karya othor
Nova Silvia
c jalang bikin ulah
pph you the best,,,tp maaf bentar lg bkal jd istri paman
Nova Silvia
selueniamu polos bed,,punya lu klo nanti you nikah ma xender,,heee
xender aku mau satuuuu
Nova Silvia
ciye² seline merasa aman dekat xender
Widya Febrina
aku jadi penasaran...apa yang jadi tujuan Seline masih mempertahankan pernikahannya dgn Eric yg jelas2 telah mengkhianati pernikahan mereka
Widya Febrina
Rania...berarti pelakor sah ya...Krn mertua Seline tidak mengabaikan nya ...kasian bgt kami Seline
Widya Febrina
seline....seline...ternyata kamu hanya dijadikan alat utk dimanfaatkan sama keluarga suamimu..🤦🤦🙆🙆
Widya Febrina
pertemuan yang tak diduga🤭🤭😅😅
Rosy
pemiliknya Xander kah ?
Rosy
bagus sekali Xander..bocah itu bisa jadi perantara untuk menemui Selin tanpa ada rasa curiga 😂
Yuli Chen
tiap buka novel toon selalu cari karya kak nita, karena penulisan dan ceritanya bagus moga sampe tamat ya tor
Nova Silvia
ky ny cmn xander yg bisa lepasin kamu dr tuan mo,,,dengean cara elegan(curang)🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!