Indonesia
NovelToon NovelToon
Merpati Yang Memilih Pulang

Merpati Yang Memilih Pulang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mandul
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: SeinXD

Siapa perempuan yang ingin menjadi mandul .?? tidak ada satupun yang menginginkan itu semua, setiap wanita pasti ingin punya keturunan punya buah hati yang akan menjadi pelengkap dalam bahtera rumah tangga nya, sebagai pemanis dalam cinta yang di arungi bersama teman hidupnya.

Namun rencana yang kuasa tetap lah rencana nya siapa yang dapat menghindar atau mengelak jika ia sudah berkehendak, itu lah yang di alami kora.

11 Tahun pernikahan nya ia selalu mendambakan ada buah hati yang sudi tumbuh dalam rahim nya, 11 tahun penantian yang panjang. Pernikahan yang sempurna, memiliki suami yang sempurna ternyata bukan lah obat dari sebuah penawar kebahagiaan.
pernikahan yang dikira akan berjalan seumur hidup harus kandas kala tuntutan dan penghianatan yang terjadi. kora tidak marah tidak juga menyalahkan siapapun ia memilih mengalah dan merelakan cinta nya pergi dan memilih menghilang untuk menemukan arti kebahagiaan yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SeinXD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH 13

Tiara memarkirkan mobilnya di sebuah butik mewah dan sedang tren di kota nya, butik ini adalah milik keluarga Mahendra yang didirikan langsung oleh mama Debora.

" Tante!"

Debora menoleh ke sumber suara ia sedari tadi asik mengobrol dengan customer nya, namun kedatangan Tiara tak menggangunya ia justru merasa senang saat gadis manis itu datang mengunjunginya.

" aduh sayang sini duduk!"

Debora mempersilahkan tiara untuk duduk di sampingnya,

" tapi Tante lagi sibuk kan?"

Debora hanya tersenyum dan mengisyaratkan karyawan nya untuk mengambil alih, Debora mendekati Tiara dan mengajak nya ke ruangan pribadi nya.

" tumben kamu datang kemari?"

" aku kebetulan lewat sini tadi sekalian mampir aja!"

" gimana kabar mama mu?"

" baik kok Tante, Tante sendiri gimana kabarnya?"

" kabar baik, oh ya Tante dengar kamu kerja di kantor nya Hendra ya?"

" iya Tante, karena memang cocok nya disana!"

Debora hanya tersenyum kedekatan antara Hendra dan Tiara memang sudah sedari kecil, keduanya tumbuh bersama jadi kedekatan mereka memang seperti kakak dan adik.

" oh iya Tante kabar kak kora gimana?"

Debora hanya terdiam ia tak menjawab apa apa hanya diam. Tiara tersenyum saat melihat ekspresi dari Debora ia seperti nya punya cara yang lebih efisien untuk ini, jika ia tak memanfaatkan ini dengan baik takut nya kesempatan itu tak datang untuk kedua kalinya.

" tente laper nih, temanin Tante makan siang yuk!"

Debora mengalihkan topik mereka agar tak membahas kora terlalu dalam, ia ingin melupakan masalah sejenak. Ia tak mau terlalu larut dalam perasaan yang tak nyaman ini, bimbang ragu dan rasa bersalah yang berat. Keduanya lalu keluar dan mencari restoran terdekat untuk makan siang bersama.

...----------------...

Nisa merentangkan tangannya kala sudah seharian duduk dan mengerjakan pekerjaan kantor yang begitu menumpuk, ia benar benar sudah kelaparan karena tak sarapan dari tadi pagi.

Ia melangkahkan kakinya keluar dari ruangan semua karyawan nya setiap berpasan dengan Nisa akan mendundukkan kepalanya, entah kenapa aura dari wanita ini membuat karyawan nya tak berani menatap nya.

Orang orang di kantor menjuluki nya TENTE Nisa, semua tak ada yang berani padanya berbeda jauh dengan sang adik yang ramah dan murah senyum pada karyawan disini, namun Nisa hanya sosok dingin dan tegas yang membuat nya di segani di kantor.

Nisa memilih makan siang di luar saja karena tidak enak jika harus terus berpasan dengan orang lain, ia ingin menikmati waktu nya setelah bekerja dengan begitu giat. Saat mobilnya berhenti di lampu merah mata nya tak sengaja melihat seorang pemuda tampan dengan kulit putih sembari membawa berkas di dadanya.

Ia tersenyum melihat pemuda itu ia teringat masa lalunya yang sama persis seperti pemuda tersebut, setengah jam kemudian ia sampai di sebuah restoran yang tampak tak terlalu ramai ada beberapa orang saja yang terlihat menikmati makan siang nya.

Nisa menikmati makan siang nya dengan nyaman, masakan yang enak tempat yang tenang. Itu benar-benar sesuatu yang sangat berharga untuk waktu yang sangat jarang ia nikmati ini.

Saat ia hendak meninggalkan tempat itu ia tak sengaja menabrak seseorang.

Brukkk

Lembar lembar yang di bawa orang tersebut berserakan dimana-mana, ia begitu panik sembari memungut berkas nya yang jatuh berserakan di lantai. Nisa membantu pemuda itu mengambil berkas nya yang berserakan di lantai.

" maaf"

pemuda itu hanya meminta maaf sambari memperbaiki kacamata nya, Nisa memperhatikan wajah pria itu ternyata itu pria yang tadi ia lihat di lampu merah itu. Pria culun itu terlihat imut meski tampilan nya tampak berantakan tak membuat ketampanan nya luntur.

Setelah selesai memungut berkasnya pria itu pergi meninggalkan Nisa yang terus memperhatikan nya, Nisa tersenyum ia seperti melihat dirinya pada pemuda itu. Kenapa itu begitu sama persis seperti nya dulu tampilan culun nya dan tatapan mendunduk tak berani menatap orang lain.

Nisa hanya menggelengkan kepala nya sosok pemuda itu seperti menggambar kan masa lalu dirinya, ia kemudian memutuskan untuk kembali ke kantor.

Setelah sampai di kantor HRD nya memberikan beberapa berkas lamaran orang yang baru saja interview di perusahaan mereka, saat membuka berkas demi berkas Nisa menemukan satu berkas yang menarik perhatian nya.

Ya itu adalah berkas pemuda yang tempa sengaja ia bertemu di restoran tadi, Nisa tersenyum ini benar-benar kebetulan.

...----------------...

" ngomong-ngomong kamu sendiri udah punya pasangan belum?"

Tiara hanya tersipu malu saat sebuah pertanyaan dari Debora membuatnya kikuk, Debora hanya menggelengkan kepalanya.

" belum Tante!"

Tiara tersenyum sembari menyisipkan rambutnya di samping telinga.

" mau TENTE kenalin sama anak teman Tante?"

" eh, ngak usah Tante!"

" kenapa? Apa sudah ada orang yang kamu suka?"

Tiara tak menjawab hanya tersenyum malu-malu

" ya kamu perjuangkan dong, ngak mesti harus laki-laki dulu yang menyatakan cinta. Jaman sekarang perempuan juga harus bisa duluan sebelum terlambat!"

Mereka tertawa bersama tampaknya kedua nya begitu akrab, mereka seperti lupa akan waktu yang begitu cepat berlalu. mereka asik mengobrol menanyakan tentang ini dan itu , tiara berusaha menciptakan momen untuk merebut hati Debora. setelah nanti ia berhasil mendapati hati perempuan itu ia akan masuk dengan muda bermain dengan cara nya untuk masuk di keluarga kaya itu.

Rencana yang ia susun tak akan pernah gagal ia akan mencoba mencari berbagai cara agar apa yang sudah ia rencanakan berjalan lancar, hanya saja saat ini tantangan terbesar nya adalah kora, sandungan itu harus segera dan secepat di singkirkan jika tidak bisa disingkirkan ia akan berpijak pada nya menjadikannya tumpuan untuk kakinya.

Ia sudah begitu lama hidup dalam dunia yang penuh intrik kejam seperti ini, jadi permainan ini memang sudah hal biasa ia rasakan. Jika dulu ia bisa berhasil merangkak masuk dalam dunia elite ini walau mengorbankan orang lain akan ia lakukan demi ambisi bertahan dari dunia yang kejam ini.

Dulu sebelum ia bisa ada di titik ini ia sempat bersusah payah mencoba mendekati orang orang kaya yang punya koneksi Agar ia bisa berdiri kokoh meski harus dengan mengorbankan segala kehormatan ini, dulu sebelum menjadi Tiara ia hanyalah orang yang hidup dalam pelarian hingga seseorang membawa nya masuk dan menjanjikan nya kehidupan layak asal bisa menjaga rahasia besar yang pernah terjadi dalam keluarga kaya.

Jika ia bisa memengang semua kartu truf orang orang berkuasa ini ia akan mudah untuk mengendalikan mereka tanpa takut lagi akan jatuh, ia akan berusaha sekuat tenaga nya untuk merebut kekuasaan yang begitu lama ia dambakan untuk membalas orang orang yang pernah masuk dan terlibat dalam luka masa lalunya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!