Indonesia
NovelToon NovelToon
Menjadi Yang Kedua

Menjadi Yang Kedua

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Patahhati / Badboy / Tamat
Popularitas:260k
Nilai: 5
Nama Author: Pe_na

Mutiara. Gadis SMA yang hanya hidup bersama dengan Ibunya.
Mereka harus dipaksa untuk tinggal secara sembunyi-sembunyi dari kehidupan kota karena suatu hal.

Secara tak sengaja, Mutiara mengenal seorang pria yang lebih tua 10 tahun dari usianya dari Dunia Maya yang bernama Bayu.

Banyak hal yang mereka lalui bersama hingga lambat laun, Mutiara menaruh hati kepada pria tersebut.
Tapi, tanpa Mutiara tau ... Ternyata Bayu telah memiliki seorang kekasih yang bernama Anna yang saat ini sedang mengejar cita-citanya di kota lain.

Takdir beberapa kali mempermainkan Mutiara dan juga Bayu.
Mereka mengalami banyak masalah selama hidupnya.

Lebih parahnya, Mutiara mengetahui sebuah rahasia yang tidak pernah ia duga sama sekali.
Apalagi orang yang Mutiara sayangi selama ini, ternyata tidak memiliki hubungan darah sama sekali dengannya.

Bagaimana kisah Mutiara dan Bayu selanjutnya...?
Akankah Mutiara bisa menerima semua takdir yang Tuhan berikan kepadanya...?

Semua akan terjawab di cerita ini ...
Selamat membaca ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pe_na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Bayu VS Raka

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...

***

Ara ketakutan. Peluh di keningnya semakin banyak. Ini bukan yang ia mau. 

Dan lihatlah orang-orang di sekitarnya saat ini. Menatapnya dengan tatapan yang aneh. 

Ara ingin berlari meninggalkan tempat itu, tapi ragu. 

Ia takut meninggalkan kedua pria di depannya. Pria beda usia yang sedang saling menatap satu sama lain seolah sedang mengibarkan bendera perang. 

Setelah selesai makan malam di Restoran yang berada di dalam Mall tadi, Ara dan Bayu menuju ke tempat parkir. 

Mereka akan segera pulang sebelum lewat jam 9. Itu ijin yang Ibu berikan kepada Ara dan Bayu. 

Tentu saja mereka tidak akan melanggar kepercayaan wanita itu. 

Mungkin nasibnya yang sedang apes, siapa sangka kalau mereka akan bertemu dengan seseorang yang menurut Ara sangat menyebalkan. 

Pria yang selalu memperlihatkan senyuman sejuta watt kepada Ara. 

Pria tidak tau malu yang selalu mendekatinya, 

Ya ... Raka, itulah namanya. 

Entah kenapa Ara bisa bertemu dengannya disini. Di suasana tidak pas sama sekali. 

"STOP! Hentikan ..." teriak Ara entah sudah keberapa kalinya. 

Ia mencoba untuk menghalangi dua pria beda usia itu. 

Ya, kalian pasti tau kalau Raka dan Bayu bukan pria seusia, dimana Raka lebih muda dari Bayu. 

Raka yang notabene nya lebih muda malah terlihat sangat kekanakan. Ia mencoba untuk memukul Bayu dengan kepalan tangannya dan berlagak seperti seorang petinju. 

"Raka, kamu bisa menyakitinya ..." Ara kembali menghalangi teman sekelasnya itu. 

"Minggir Ra, pria tua ini memang harmaksud tersenyum seolah mengejek. us diberi pelajaran ..." ucap Raka dengan menyipitkan matanya. Sedangkan orang yang di depannya itu tertawa dalam hati.

Ckk ... dasar bocah, bisa-bisanya ia mengataiku pria tua ... 

Bayu mengumpat dalam hatinya. Juga merasa lucu dengan pria muda itu. 

"Raka, hentikan!" teriak Ara frustasi. Sungguh menghalangi begitu saja membuatnya terengah-engah. 

"Hei kau, jangan macam-macam kepada pacarku atau aku akan benar-benar menghabisimu disini," 

Ia tidak berhenti untuk mengangkat tangannya. Bersiap-siap untuk memukul wajah lawannya. 

"Pacar? kau terlihat menyedihkan ..." ejek Bayu. 

Ia bersikap sangat tenang bicara dengan Raka. 

Sangat terlihat jelas perbedaan usia di antara dua pria itu. 

Bayu terlihat sangat tenang daripada Raka yang usianya memang jauh dibawahnya. 

"Br*ngsek! lo mau mati ya?" tantang Raka. Kepalanya sudah mendidih sejak tadi saat pertama kali ia melihat wanita yang dicintainya bergandengan tangan keluar dari gedung ini. 

Ada rasa tidak terima dengan semuanya. Gadis yang ia incar sekitar dua tahun ini bagaimana bisa bersama dengan pria lain? bahkan usianya lebih tua darinya. 

"Heh bocah, seharusnya kamu pulang cuci tangan cuci kaki dan tidur... jangan keluyuran malam-malam seperti ini," ejek Bayu. 

"Bocah? lo ngejek gue?" Raka tidak terima direndahkan seperti itu.

Ini adalah pertama kalinya ada seseorang yang memanggilnya dengan sebutan bocah. 

Raka tidak terima. 

"Berapa umurmu?" tanya Bayu dengan sikap tenangnya. 

Sikap tenang yang ia tunjukkan saat ini semakin membuat Ara kagum. 

Terlihat dari pandangan gadis itu kepadanya. Ara yakin kalau Bayu tidak akan kekanakan seperti Raka. 

"17 tahun, berapa umurmu?" Raka balas bertanya. Padahal pria itu Rivalnya, kenapa malah menanyakan usia? usia tidak bisa menjadi patokan kedewasaan seseorang bukan? 

"27 tahun, Seharusnya dengan usia yang lebih muda dariku ... kamu harus lebih hormat ... bocah," Ada seringai jahat saat Bayu mengatakan kata terakhirnya. 

Ia sengaja melakukan hal itu, rasanya lebih membahagiakan saat mengejek pria lebih muda di depannya saat ini. 

"Cihh, kau benar-benar pria tua yang menyebalkan..." 

Raka hendak mengayunkan pukulan pertamanya kepada Bayu, tapi di cegah oleh Ara. 

"Raka tolong, berhenti! kenapa kamu kekanakan sekali sih..." 

Omel Ara karena ia tidak tau lagi harus melakukan apa agar kedua pria ini tidak lagi berseteru. 

"Ara sadarlah, pria tua denganmu saat ini bukanlah pria baik ... dia hanya mengiming-imingimu dengan uangnya. Akulah pria yang benar-benar cocok untukmu ..." 

Bayu merasa geli sekaligus lucu dengan ucapan pria itu. 

"Memang kamu punya uang?" sindir Bayu. 

Ara melongo dengan pertanyaan Bayu barusan. 

Ternyata aku salah ... dia sama kekanakannya dengan Raka, Ya Tuhan ... aku ingin mati saja daripada melihat dua orang ini... 

Penilaiannya untuk Bayu seketika berubah. 

Bayu dan Raka sama-sama kekanakan, begitu hatinya menyimpulkan. 

"Aku memang belum mempunyai uang, tapi ... Aku akan membuat bahagia gadis di sampingnya ..." ucap Raka mantap. 

"Itu terdengar manis sekali. Tapi ingatlah satu hal ... Saat gadismu merasa lapar dan ingin memakan sesuatu, kau tidak bisa membeli makanan para pedagang hanya dengan berkata I LOVE YOU..." 

Ara dan Raka sama tercengangnya. Mereka tidak membantah ataupun mengiyakan ucapan pria yang jauh dewasa itu. 

Walaupun dalam hati mereka pun setuju akan hal itu. 

"Tapi ... bisakah kau tidak merayu pacarku? diluaran sana banyak wanita yang lajang dan juga seusiamu..." ucap Raka mencoba untuk bernegosiasi. 

Setidaknya ia mau Ara tidak melihat pria lain selain dirinya. 

"Pacar? sepertinya kau bukan siapa-siapanya Ara ..." 

Degg ... 

Sebuah tamparan keras bagi Raka. 

Benar ... Aku bukan orang spesial baginya ... Tapi, bukankah aku selalu ada untuknya? Aku sudah menganggapnya sebagai pacarku. 

Tapi Ara tidak pernah menganggapku ... Huaaaa ... kenapa sakit sekali melihat kenyataan ini? 

"Baiklah kita pulang dulu ya... jangan lupa cuci tangan cuci kaki lalu tidur, ... Bocah!" 

Setelah mengatakan demikian, Bayu membawa masuk Ara ke dalam mobilnya. 

Ia pun segera ikut masuk dan duduk di kursi kemudi. 

"Br*ngsek!" Raka maju benar-benar ingin memukul pria sialan tadi, tapi ia terlambat. 

Mobil yang membawa gadisnya lebih dulu melaju dan meninggalkan tempat itu. 

Bayu tersenyum penuh kemenangan. Sedangkan Ara, tentu saja masih menampilkan wajah cemberutnya sepanjang perjalanan. 

"Dia pacarmu?" tanya Bayu tiba-tiba memecah keheningan diantara mereka saat ini. 

"Bukan," singkat Ara menjawabnya.  

Memang pada kenyataannya Raka bukanlah orang spesial baginya. 

"Sepertinya dia menyukaimu," 

Ara bingung dengan kemana arah pembicaraan Bayu. 

Dan kenapa juga ia terlalu ingin tau dengan semua kehidupannya, termasuk dengan orang yang dekat dengan Ara. 

"Dia hanya teman sekelasku..." ucap Ara tapi terdengar sangat berbeda dari sebuah kalimat pada umumnya. 

Kalimat itu terdengar seperti sebuah penjelasan bahwa Ara tidak memiliki kekasih atau pria yang sedang dekat dengannya. 

"Apa itu sebuah penjelasan?" tanya Bayu. 

Kenapa dia selalu mencerna perkataanku dengan berbeda? Heh pria menyebalkan! bukan itu inti dari perkataanku... Omel Ara dalam hati. 

"Kau tau kalau aku kesal sekaligus cemburu?"

Ahh ... Menghela nafasnya dengan kasar, Bayu memandang jalanan di depan sana. 

"Kamu pasti tidak tau ..." Bayu kembali melanjutkan ucapannya. 

Ara bukan gadis bodoh seperti gadis lain yang mungkin saja tidak peka dengan ucapan itu. 

Ia sangat tau, tapi masih sangat bingung bagaimana menanggapinya. 

Ara mencoba untuk memejamkan matanya. Mencoba untuk tidak menanggapi semua perkataan Bayu. Setidaknya dengan pura-pura tidur, jantungnya akan berdetak normal seperti pada umumnya. 

Cukup jaga hati dari pria ini, aku tidak akan merasa kecewa nantinya ... 

Bayu melihat gadis di sebelahnya yang tertidur. 

Dasar bocah! memang senyaman itu hingga ia bisa tertidur seperti ini... 

Tersenyum samar sambil kembali fokus ke jalanan di depannya. 

Saat mobil mereka mulai masuk ke jalan perumahan tak jauh dari rumah Ara, ponsel Bayu berdering. 

Ia sadar kalau getar itu menandakan sebuah panggilan. 

Bayu sempat ragu untuk mengangkatnya karena panggilan itu dari seseorang yang punya tempat dihatinya. 

Tidak apalah mengangkatnya ... Lagian Ara juga sedang tertidur. 

Bayu mulai menggeser ponsel itu. Dan menempelkannya di telinga. 

(Halo..) ucapnya pelan. 

(Aku marah kepadamu... Kenapa kamu tidak menghubungiku kalau bukan aku yang menghubungimu lebih dulu?) 

Orang di seberang sana langsung bicara pada intinya. 

(Aku sudah berniat menghubungimu setelah sampai rumah ...) 

(Lihatlah, kamu bahkan tidak lagi memanggilku dengan manis... Kamu benar-benar berubah...) 

Bayu menghela nafasnya. Inilah yang membuatnya sedikit kesal. 

Ia sudah seharian lelah bekerja, dan sekarang harus mendengar omelan dari kekasihnya lagi. 

(Maafkan aku sayang ... Tolong, aku capek sekali, jangan mulai perdebatan...) ucap Bayu dengan nada yang sangat pelan. Ia juga tidak mau pembicaraannya ini didengar oleh gadis yang tertidur di bangku sampingnya. 

(Kenapa kamu berubah? dulu kamu yang mendukungku untuk pergi mengejar mimpiku ... tapi saat aku jauh darimu, kamu seolah berubah ... Apa kamu tidak lagi mencintaiku? hiks hiks...) Terdengar bahwa Anna, kekasih Bayu sedang menangis di sana. 

(Aku sedang dijalan ... nanti aku telfon lagi ya... jangan menangis!) 

Bayu mematikan sambungan teleponnya setelah mendapat persetujuan dari wanitanya. 

Mobil mereka telah sampai dan berhenti di depan rumah Ara.

"Ara bangun!, kita sudah sampai ..." 

Bayu membangunkan Ara dengan sangat lembut. 

Ara mengucek matanya berpura-pura seolah ia benar-benar tertidur tadi. 

Pertama yang ia lihat saat ini adalah senyum manis dari pria di sampingnya. 

Hei hati, kenapa kamu terasa sakit? ... Apa karena mendengar pria itu berbicara dengan seseorang lewat telepon? ... 

Sadarlah, kamu bukan siapa-siapanya. 

Ara mencoba meyakinkan dirinya dengan semua yang ia dengar selama perjalanan tadi. 

Kalau dia tidak menyukaiku kenapa mengganggu hidupku? 

Bahkan ia tadi bilang kalau ia merasa cemburu dengan Raka? ... Jadi apa maksudnya? 

Sisi lain dalam diri Ara mencoba protes. 

"Kenapa ikut turun?" tanya Ara kepada Bayu karena pria itu juga ikut turun dari mobilnya. 

"Aku tadi ijin kepada ibu untuk membawamu, dan aku juga harus pamit setelah mengantar putrinya bukan?" ucap Bayu yang membuat Ara semakin merasa aneh. 

Pria disebelahnya ini seolah memiliki dua kepribadian. 

Kenapa ia bisa bersikap manis kepadaku sedangkan ia juga mempunyai kekasih?...

***

1
Christine Liq
Luar biasa
nesya
sedih banget sy Thor..😭😭😭😭😭😭😭
Pe_na: cup cup cup... 🤗🤗🤗
total 1 replies
nesya
ternyata sifat posesif dan ketidak dewasaan inilah yg membuat Bayu merasa tdk nyaman dan akhirnya menjadi bimbang atas perasaannya pd ana selama ini, meskipun hubungan mrk sdh terjalin begitu lama. sementara dr Ara Bayu mendapatkan kenyamanan itu, Krn sifat Ara yg polos, sederhana, dan jg dewasa.
Pe_na: 😘😘😘😘😘😘😘😘
total 1 replies
nesya
keputusan yg benar Ra, kubur dalam" rasa dan asa yg ada buat Bayu, setelah itu mulai melanjutkan hidup dan menata masa depan agar lebih baik dan indah pd akhirnya.
Pe_na: 🙏🙏🙏😘😘😘😘😘😘
total 1 replies
nesya
Bayu ini labil dan kekanakan sekali.
choi yongah
Selalu suka dgn cerita Thor PE-NA
👍👍👍👍👍👍😍😍
choi yongah
puas sekali dgn ceritanya
bsgus Thor
saya tunggu cerita selanjutnya
👍👍👍👍👍👍👍
choi yongah: ok ditunggu ya
🙏🙏👍🙏🙏
total 3 replies
Yuni Setyawan
Anna pasti kmu gadis yg dicari Rendy😂😂😂😂
Yuni Setyawan
mungkin mmg ana dan Ara jodoh Bayu semua🤭🤭🤭
Yuni Setyawan
balasan dari Tuhan untuk Bayu dr 2 wanita yg dikecewakan,
Yuni Setyawan
ketika baca di part ini dan mencoba memposisikan diri menjadi bayu,memang sebuah kewajar ketika LDR itu perasaan qt terhadap pasangan bisa goyah,dan perasaan Bayu dg ana jg g' lngsung bisa dihilangkan karna hubungan yg sudah lmyan lama juga🤭
Yuni Setyawan
kq kayak wanita hamil aja bay,serba salah orang lain😂😂😂😂
Pe_na: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Yuni Setyawan
awal cerita yg menyedihkan,maraton 🏃🏃🏃🏃🤭
Pe_na: lanjut... 😍
total 1 replies
Yuni Setyawan
Raka sudahlah cari yg lain🤭🤭🤭
Yuni Setyawan
semoga ini jg g' kalah menarik dg kisah cinta 3 mo**et tampan(Arjun,galih,Dion)🤭✌️✌️✌️✌️
maura shi
konsisten ya thor kalo LU itu pasangannya GUE,kalo AKU-KAMU
jan d campur aduk LU-AKU-KAMU
maura shi
mangkanya kalo masih ragu mending putus aja
maura shi
dasar playboy cap kapak
panggil ana sayang,panggil ara sayang,
maura shi
bayu phpin ara
maura shi
apa ini ortunya raka???kalo iya,waaah ternyata raka dan ara sodara beda emak donk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!