Indonesia
NovelToon NovelToon
Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Anak Genius
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Azmira, gadis kecil berusia sepuluh tahun, tumbuh dalam keterbatasan bersama ibunya.
Meski hidup serba kekurangan, Mira tidak pernah mau dikasihani. Ia memilih bekerja demi membantu ibunya, selalu ceria, dan berusaha menjadi anak yang kuat.
Namun, Mira tidak pernah tahu bahwa sejak kelahirannya, ada seseorang yang menganggap kehadirannya sebagai sebuah kesalahan.
Siapa yang tidak menginginkan Mira? Dan mengapa?

Nantikan kelanjutannya hanya di Manga Toon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hampir saja

Hari libur akhirnya tiba. Setelah beberapa hari dipenuhi kesibukan di rumah sakit, Azmira memilih menghabiskan waktu bersama Rina. Tidak ada jadwal pemeriksaan, tidak ada rapat, bahkan untuk beberapa jam ia tidak ingin memikirkan pekerjaannya.

Pagi itu, perempuan tersebut sudah berdiri di depan lemari sambil memperhatikan beberapa pakaian yang tergantung di sana.

"Bu."

Rina yang sedang merapikan meja makan menoleh. "Iya, Nak?"

"Mira mau mengajak Ibu ke mall."

Rina tersenyum kecil. "Ke mal?"

"Iya."

"Memangnya ada yang mau dibeli?"

Azmira menggeleng. "Nggak ada. Jalan-jalan saja."

Rina terkekeh. "Tumben."

"Memangnya kalau dokter libur tidak boleh jalan-jalan?"

"Boleh," ucap Rina sambil tersenyum. "Ibu ikut."

Azmira langsung menanggapi itu dengan senyuman juga. "Nanti Kak Shasa juga ikut."

"Shasa?"

"Iya. Katanya dia bosan kalau liburan cuma di rumah saja."

Rina akhirnya mengangguk. "Ya sudah. Berarti kita bertiga."

"Betul."

Azmira kemudian menghampiri ibunya dan mencium pipinya. "Terima kasih, Bu."

Rina mengusap kepala putrinya. "Memangnya Ibu mau menolak?"

Azmira terkekeh. Hari itu terasa sederhana. liburan mereka tidak diisi dengan jalan-jalan ke luar kota, ke tempat-tempat bagus. Cukup di pusat perbelanjaan saja keduanya susah senang.

☘️☘️☘️☘️

Menjelang siang, ketiganya tiba di sebuah pusat perbelanjaan yang cukup ramai. Shasa sudah lebih dulu menunggu di depan pintu masuk. Begitu melihat Azmira turun dari mobil, ia langsung melambaikan tangan.

"Mira!"

Azmira tersenyum. "Kakak sudah lama?"

"Baru sepuluh menit."

"Berarti belum lama."

Shasa langsung menggandeng lengan Azmira. "Ayo. Kakak sudah punya daftar toko yang mau kita datangi."

Azmira tertawa. "Kenapa seperti mau perang?"

"Karena hari ini Kakak berniat membuat kamu menghabiskan uang."

"Jangan!"

Rina yang berjalan di belakang mereka hanya tersenyum melihat tingkah kedua perempuan itu.

"Sudah, jangan bertengkar di tengah jalan."

Shasa menoleh. "Bu Rina, tenang saja. Hari ini saya yang akan menjaga Mira."

Rina terkekeh. "Ibu justru khawatir kamu yang membuatnya boros."

"Ah, Ibu."

Mereka pun masuk ke dalam mal. Beberapa jam berlalu dengan suasana yang menyenangkan. Mereka makan siang bersama, mengunjungi beberapa toko, lalu berhenti di sebuah toko pakaian perempuan.

Azmira mengambil salah satu pakaian yang tergantung di rak.

"Kak, yang ini bagaimana?"

Shasa memperhatikan pakaian itu. "Bagus."

"Benarkah?"

"Iya."

Shasa kemudian mengambil pakaian lain. "Tapi yang ini lebih cocok."

Azmira membandingkan keduanya. "Yang mana?"

"Yang ini."

Rina tersenyum melihat putrinya begitu antusias. "Kalian pilih saja. Ibu mau melihat-lihat sebentar di luar."

Azmira menoleh. "Kenapa, Bu?"

"Ibu mau cari sesuatu."

"Sendiri?"

"Sebentar saja."

Shasa mengangguk. "Tenang, Bu. Mira sama saya."

Rina tersenyum. "Iya, kalau sama kamu Ibu selalu percaya."

Perempuan itu kemudian keluar dari toko. Azmira kembali sibuk memilih pakaian bersama Shasa. Sementara Rina berjalan perlahan menyusuri lorong. Ia berhenti di sebuah toko perlengkapan rumah tangga yang berada tidak jauh dari sana. Matanya tertuju pada beberapa barang yang dipajang di etalase.

Rina tersenyum kecil. "Mungkin yang ini cocok untuk rumah."

Ia hendak mendekat. Namun ketika berbalik, entah kenapa ia menabrak seseorang.

Bruk!

Tubuhnya bertabrakan dengan seseorang. Tas yang berada di tangannya hampir terjatuh.

"Maaf."

Sebuah tangan segera menahan tas tersebut.

Rina hendak mengucapkan terima kasih. Namun ketika wajahnya terangkat... seketika tubuhnya membeku.

Suara di sekitarnya seperti menghilang. Lelaki yang berdiri di hadapannya juga terdiam. Tidak ada yang berubah. Wajah itu memang jauh lebih tua. Rambutnya tidak lagi seperti dahulu. Beberapa garis usia terlihat jelas di wajahnya. Tetapi Rina masih mengenalnya dengan jelas.

"Dika..." Suara Rina hampir tidak terdengar.

Lelaki itu pun menatapnya lekat-lekat. "Rina?"

Untuk beberapa detik, keduanya hanya berdiri tanpa kata. Dua puluh lima tahun. Selama itu pula mereka tidak pernah berdiri sedekat ini. Rina perlahan menarik tasnya dari tangan Dika.

"Terima kasih."

Dika melepaskannya. "Kamu..."

Rina langsung memotong. "Aku sedang bersama anakku."

Dika terdiam. Entah kenapa kalimat itu membuat dadanya terasa sedikit sesak. "Anakmu?"

Rina mengangguk. "Iya."

Dika menatapnya. "Bagaimana kabarmu?"

Rina tersenyum tipis. "Baik."

Hanya satu kata. Tidak ada keramahan di dalamnya lalu kemudian Dika mengangguk pelan.

"Aku dengar kamu masih tinggal di kota ini."

Rina menatapnya. "Kenapa?"

Dika terdiam. Ia sendiri tidak tahu kenapa tiba-tiba ingin berbicara dengan perempuan yang sudah menjadi bagian dari masa lalu itu.

"Mungkin cuma kebetulan."

Rina menghela napas. "Memang sebaiknya tetap begitu."

Dika mengernyit. "Apa maksudmu?"

"Pertemuan ini." Rina menatapnya lurus. "Anggap saja tidak pernah terjadi."

Dika terdiam. Kalimat itu terdengar sederhana. Tetapi justru terasa seperti sebuah pintu yang kembali ditutup tepat di hadapannya.

"Rina."

"Aku permisi."

Rina hendak pergi. Namun Dika kembali memanggil.

"Tunggu."

Rina berhenti. Dika menatap punggungnya.

"Anakmu..."

Rina perlahan menoleh. "Kenapa?"

Dika terdiam sejenak. "Sudah besar?"

Rina menggenggam tali tasnya semakin erat. "Sudah."

"Perempuan?"

Pertanyaan itu membuat wajah Rina berubah. "Iya, dia sudah tumbuh dewasa tanpa campur tangan orang yang seharusnya menggenggam tangannya."

Dika tidak tahu mengapa jawaban itu membuat sesuatu dalam dirinya terasa aneh.

"Berapa usianya?"

Rina menatapnya beberapa detik. "Dua puluh lima, dan selama itu pula, ayahnya memilih tutup mata dan justru mengurus anak gundik."

Deg!

Seketika Dika membeku, entah kenapa ucapan mantan istrinya itu membuat darahnya berdesir. Dua puluh lima dan entah kenapa angka itu terasa menusuk sesuatu yang sudah lama terkubur.Tetapi sebelum ia sempat mengatakan apa pun, suara ceria terdengar dari belakang.

"Bu!"

Rina langsung menoleh, tatapannya membeku, namun sebelum Azmira melangkah lebih dekat tiba-tiba saja tangan Shasa mencekalnya.

"Bentar dulu Mira aku ada lagi baju yang bagus untuk kamu.

Bersambung ....

1
Heni Fitoria
semoga saja anak gundik yg km besarkan itu bukan anakmu, hukum karma untukmu dika
Nar Sih
kak ayuuu boleh satu bab. lgi ngk,penasarannn🙏🥰
Nar Sih
dan...ank yg kmu tinggal kan dan tdk kmu akui sdh berjuang keras bersama ibu nya tanpa mu ayah durjana🤣🤣
Nar Sih
jdi gk sbr nunggu karma ayah yg ngk mengangap putri nya
Ghiffari Zaka
di tunggu up nya ya Thor....AQ ud mulai agak gmn dech Thor,karena mulai sedikit jenuh thur...tp AQ ttp usahakan tunggu author up...mungkin karena kurang greget di kehidupan Dika yg enak2 trs seolah Rina dan Mira tu GK ada maknanya...semudah itu,EK dech Thor AQ tunggu jangan lama2 ya Thor....🙏🙏🙏🙏/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
AQ no komen dech di bab ini Thor...lanjut aja dech...cmn mau nunggu gmn si Dika tu menderita aja/Frown//Frown/
Ghiffari Zaka
Thor maaf Thor...sebenarnya AQ gondok bngt loh Thor...kok kehidupan si Dika itu bs baik2 aja sih?? knp bd gt padahal dia ud menyakiti dan menyia2kan istri dan ank nya.....kok gak adil gt loh Thor....sangking gedek nya AQ SMP pingin nangis guling2 ini loh thor😭😭😭😭
Ghiffari Zaka
perasaan seorang ibu itu amat kuat,iya gak n bakal ada hal yg terjadi PD ank nya,tp mereka hrs ttp berjalan di balik masa lalu yg menyakitkan,kalaupun Mira tau Dika BPK nya dan bahkan se x pun dia pemilik perusahaan semoga Mira bs berpikir bahwa itu gak bs dengan mudah menghapus luka dia dan ibunya selama 25 tahun ini,jangan mau dekat dengan BPK mu yg jahat ya Mira????😡😡😡
Ghiffari Zaka
dan jangan LP Thor...karma on berlaku,AQ gak ikhlas loh Thor mereka bahagia sementara ank dan istrinya menderita begitu,di tambah lagi mereka membahagiakan penghianat dan pelakor loh....😡😡😡
Ghiffari Zaka
heeeem....aroma2 Cinto ini🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
heeeemmmm...jodoh otw ni ceritanya,semoga dia pria baik ya Mira,yg bs terima km apa adanya,ud gak usah cari BPK mu yg gak berguna itu,dia itu laki2 yg jahat dan gak berbelas kasih,km bs kok HDP cmn dngn ibumu,buktinya ud 25 THN bs kan???/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
semoga laki2 itu baik dan bs membuat Mira bahagia nnt nya
Ghiffari Zaka
Alhamdulillah...akhirnya cita2 mu terkabul Mira,AQ ikut bahagia...SMP mewek ni AQ nya😭😭😭😭
Ghiffari Zaka
selamat MLM jg Thor...sukaaa bngt,cuman campur gemezzz gt Thor......semoga sukses dengan karya2 mu thor/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
ih dasar bapak GK waras,tega dia perjuangkan selingkuhannya dr pada istri sah dan parahnya lagi tega bngt dia sm ank kandungnya sendiri,CPT Thor
..kasih karma itu dengan segera....AQ gak akan puas lok blm lihat dia nyungsep Thor...apa lagi istri yg pernah jadi pelapor itu😡😡😡😡
Ghiffari Zaka
nah kan...dadar si Dika ini banyak ya istrinya x,awas AQ doakan km cepat dapat karma,km dah nolak Mira sekarang km punya ank dr istri yg lain jg dan perempuan juga kan,km gak bakalan bs punyak ank laki2,itu kutukan dari q,nah...nah...lok AQ dah emosi jadi Mak nya si Malin Kundang AQ jadinya ,maaf beribu maaf ya Thor🙏🙏🙏😂😂😂😂
Ghiffari Zaka
banyak banget tokohnya Thor jadi bingung,apa semua ank perempuan itu ank nya si Dika BPK yg GK ada akhlaknya itu ya??? ah takut dosa AQ Thor lok nebak2,cuman author yg punya kuasa,lanjut aja lah Thor🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
kalau menurut q majikan ibunya Shasa itu nenek nya Mira dech,atau Shasa jg ank yg GK di inginkan jg ya sm kayak Mira,dan apa mungkin mereka 1 darah??? ah gak mau nebak2 Thor,lanjut aja dech.....🤭🤭
Ghiffari Zaka
ya allah.jahatnya mereka😡😡😡sabar ya Mira....km harus kuat
Ghiffari Zaka
knp mereka begitu ya??? padahal Allah ngasih kejutan itu sesuatu yg baik buat kita menurut Allah...blm tentu lok laki2 bs memegang perusahaan nnt nya,dah biar aja cewek semoga nnt Mira bs menunjukkan pada dunia lok dia ank yg di tolak dan tak di inginkan justru bs berhasil meraih cita2nta,pasti karma itu ada Bu Rina,percayalah dan ttp kuat dan sabar,hah.....capek dech ngomong panjang lebar gini🤦🤦🤦🤦awas aja km pak Dika,kualat km😡😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!