pertemuan singkat antara Revandra seorang duda beranak 1 dengan seorang mahasiswa bernama Nada menumbuhkan cinta dihatinya.
disaat kebahagiaan mulai melengkapi kehidupan mereka, sebuah kenyataan pahit harus mereka terima, hingga membuat mereka harus memilih ..
akan ada drama menguras emosi dan penuh air mata..
mudah-mudahan pada suka ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Leo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta Yang Sempurna
episode 13
..
maaf buat readers kalau novelku terlalu bertele-tele, tapi emang alurnya kayak gitu ya, jadi sabar aja...
😊😊😊
.
.
dirumah sakit....
ceklek..
mike keluar dari ruangannya, terlihat perawat mendorong brankar untuk membawa Nada pindah ke ruang rawat.
" bagaimana keadaan wanita itu mike ??" tanya Revandra sambil berdiri dari duduknya.
"masuklah." mike mengajak Revandra masuk.keruangannya, .
"lukanya sudah kujahit, tapi masih harus dirawat sampai besok, karna sepertinya dia syok berat, sebenarnya apa yang terjadi Van ??" mike menjelaskan lalu bertanya
" dia dihadang preman, lalu q dan yohan menolongnya." terang Revandra
" tapi kenapa dia seperti ketakutan, bahkan tubuhnya gemetar saat pingsan pun terlihat wajahnya seperti ketakutan.!"
"mungkin dia melihat q memotong tangan bos dari preman itu, " Revandra berucap santai.
"astaga Vandra, kau benar-benar sudah gila. kau pikir semua orang sanggup melihat aksi gilamu itu, lagian kenapa kau potong tangan preman itu..!!""mike meng geleng-geleng kepalanya.
" dia menampar wanita itu beberapa kali, bahkan luka goresan ditangan wanita itu ulah preman tadi, bagaimana q tidak kalap, segilanya q mana pernah q melukai wanita ?!!"
" hmmm.. terserah kau saja, sepertinya kau ada bakat menyukai wanita itu."
"apa maksudmu ??? q .menolongnya karna kemarin dia juga pernah menolongku."
" benarkah?? yah mudah-mudahan seperti itu, ya sudah, sekarang keluarlah pasienku masih banyak, temui wanita itu diruang rawat."
" terima kasih." ucap Revandra singkat, lalu berdiri dan pergi meninggalkan mike.
.
.
.
diruang rawat, Revandra memandang wajah Nada, pelan-pelan ia menyapu keringat dikening Nada hingga..
uhukk..
uhuukk..
tiba - tiba Nada sadar, pelan-pelan ia membuka matanya hingga samar-samar matanya tertuju pada pria yang duduk disampingnya. mata Nada membulat sempurna tubuhnya gemetar hebat.
" kau sudah sadar ?? kenapa kau terus berkeringat ?? apa ac diruangan ini kurang dingin" ucap Revandra santai sambil terus mengusap wajah Nada.
Nada tersentak, bahkan untuk bersuara seakan tidak mampu karna ketakutan yang berlebih itu.
"kau takut padaku ?? tenanglah, q tidak akan membunuhmu, q melakukan itu karna preman itu melukaimu, " lanjut Revandra masih dengan aktivitasnya mengelap wajah Nada yang sipenuhi keringat.
Nada masih belum bersuara.hingga Revandra beralih menatapnya, mata mereka saling bertemu, senyum mengembang dibibir Revandra.
" kau setakut itu padaku, kalau q berniat mencelakaimu buat apa kubawa kau kerumah sakit ?? rileklah, kau mau minum ??" tanya Revandra dengan lembut,
dan tanpa sadar Nada mengangguk, karna ia terbangun tadi karna tenggorokannya kering.
Revandra berdiri lalu membantu Nada minum.
pelan-pelan Revandra meletakkan kepala Nada.
" terima kasih." ucap Nada lirih
Revandra tesenyum.
"akhirnya kau mau bicara juga, sama-sama, kau kan kemarin juga menolongku, anggap saja ini balas budi."
" kau mau makan ?? mike bilang kau harus minim obat" lanjut Revandra.
" kapan saya boleh pulang tuan ?? " Nada memberanikan diri bertanya walau ketakutan.
" besok, mike bilang kau harus dirawat dulu karna kau syok, makanya kalau kau mau pulang hilangkan ketakutanmu, " jawab Revandra sambil memegang piring siap menyuapi Nada.
Nada yang melihat aksi Revandra langsung bersandar dan..
" tuan, saya bisa makan sendiri. tuan tidak usah repot-repot seperti itu." Nada berkata sambil memandang Revandra.
" diamlah nona Nada,dan buka mulutmu. " Revandra berkata sambil menyuapi Nada serta memberikan tatapan tajamnya agar Nada menurut.
setelah suapan pertama...
"tuan tau namaku dari mana ?" tanya Nada
"tidak penting dari mana, " jawab Revandra singkat sambil terus menyuapi Nada.
" maaf tuan, kalau anda siapa namanya ?? saya bingung harus memanggil siapa ??" tanya Nada lagi.
" buat apa kau tau namaku ??" Revandra bertanya balik sambil menatap tajam Nada, membuat sang empu menunduk.
" maaf tuan, kalau tuan tidak mau mengatakan juga tidak apa-apa, saya...." tiba-tiba ucapan Nada dipotong
" Revandra, namaku Revandra." ucapnya mantap.
" ooh,, tuan Revandra" gumam Nada.
setelah memastikan Nada sudah meminum obatnya Revandra berniat keluar sebentar.
.
.
.
hayuuukkk, kasih like juga vote ya...
q tunggu.. salam sayang ...
nyimak yaa
kan ravendra juga sdh memberi tahu nada.
semangat Mayra,,,semoga cepat mendapatkan jodoh yg jauh lebih baik.