Indonesia
NovelToon NovelToon
Berbagi Cinta: Aku, Madu Sahabatku

Berbagi Cinta: Aku, Madu Sahabatku

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: Ruth89

Hy semua.... i'm back... jangan lupa like, komen dan votenya ya..
Semoga kalian suka cerita ini...🤗🤗🤗
Mohon dukungan kalian semua ya. Vote, like dan komen di setiap bab. Terimakasih...


Menikah adalah sesuatu yang sakral. Tapi, bagaimana reaksimu ketika kau tahu, jika dirimu adalah istri kedua? Hal ini lah yang dialami Wina. Sejak awal, ia memang tak pernah mencurigai suaminya. Hingga hari dimana ia melihat suaminya bersama wanita lain. Bahkan, mereka menikah tiga tahun sebelum Al menikahinya.

"Jika ku katakan aku mencintaimu, apa kau akan mempercayaiku?" Alvino.

"Entahlah, Bang. Mungkin sebaiknya kita berpisah. Aku tidak ingin menyakiti sahabatku. Aku menyayanginya," Wina.

"Kau tidak akan menyakitiku. Karena aku yang memilihmu sendiri," Citra

Cerita ini berkisah tentang Poligami dan masuk dalam event.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ruth89, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Terimakasih buat kalian yang masih setia membaca karya ku. Happy reading☺️

*****

Hari ini, Al membawa Citra dan Wina untuk bertemu dengan papinya Yudha. Citra dan Al menyalurkan semangat pada Wina dengan menggenggam jemari Wina. Wina tersenyum dan menarik napas dalam dan menghembuskannya perlahan.

Tak lama kemudian, muncul seorang pria paruh baya yang masih terlihat gagah. Wajahnya masih terlihat tampan diusianya yang tak lagi muda.

Mata Wina tak berkedip menatap pria yang duduk dihadapannya.

"Pi, ini Wina." Al memperkenalkan Wina pada Yudha.

Wina tersadar dan segera mengulurkan tangannya. Wina tersenyum canggung. Jujur saja, jantungnya tengah berdegup tak karuan saat ini. Tangannya bahkan terasa sangat dingin. Pikirannya kembali melayang mengingat perbincangan mami mertuanya dan suaminya satu minggu yang lalu.

Yudha membalas jabat tangannya. Ia memberikan senyum ramahnya pada Wina.

"Duduk." Yudha mempersilahkan.

"Tidak banyak yang akan saya bicarakan di sini. Saya hanya ingin bertanya pada kalian berdua. Citra, kamu tahu kan, Nak, bagaimana sayangnya papi pada mu?" Citra mengangguk.

"Papi hanya ingin memastikan, jika kamu akan tetap bertahan di sisi Al. Untuk urusan mami, biar itu menjadi urusan papi."

"Iya, Pi," lirih Citra.

"Wina, boleh papi tahu kenapa kamu mau dijadikan madu?"

Wina terdiam saat mendengar pertanyaan itu. Hatinya belum sepenuhnya menerima jika dirinya adalah madu. Tetapi, ia mencoba memendamnya sendiri.

"Aku mencintai bang Al. Jauh sebelum aku mengetahui, jika aku adalah istri kedua bang Al. Aku bahkan sempat berpikir untuk berpisah dari bang Al saat mengetahui kenyataan itu dan merelakannya untuk Citra. Tetapi, melihat ketulusan Citra yang dengan rela berbagi, juga ketulusan bang Al saat mengatakan jika dirinya sudah mencintaiku, aku luluh dan memutuskan menerimanya.

Aku yakin jauh di lubuk hati Citra, dia tidak ingin dimadu. Tidak ada satu wanita pun di dunia ini, yang benar-benar rela berbagi cinta dengan wanita lain. Sama seperti aku."

Wina menatap Citra yang matanya mulai berkaca-kaca. "Tapi, aku sudah memutuskan akan menjalani garis takdir yang sudah dibuat untukku dan Citra," Wina menggenggam jemari Citra.

Mereka saling melemparkan senyum diiringi dengan air mata yang mulai menetes. Yudha yang melihat hal itu merasa sangat bangga memiliki dua menantu yang berbesar hati ingin membagi cinta mereka.

Sebagai ayah, ia hanya bisa berdoa yang terbaik untuk kedua menantunya. Terutama untuk Citra. Karena bagaimanapun, Citra sudah kehilangan banyak hal.

"Al, bisa ikut papi?" Al mengangguk.

Dua pria berbeda generasi itu pun meninggalkan Wina dan Citra.

*****

Yudha membawa Al ke tempat lain di restoran itu. Ia ingin membicarakan hal penting pada putra semata wayangnya.

"Al, jangan salahkan mami mu atas sikapnya yang tidak mengenakkan pada Citra." Al mengernyitkan dahinya.

"Pi, Mami itu sudah keterlaluan. Apa papi tahu, jika mami mati-matian menyuruh Al dan Citra bercerai?" Yudha mengangkat pandangannya.

"Bercerai?"

"Iya. Mami selalu mengatakan, jika Citra adalah bencana dalam keluarga kita." Yudha menundukkan kepalanya dalam.

Dirinya sadar, jika kesalahannya pada Widya, sudah membuat wanita itu terluka dan melampiaskannya pada orang yang tidak mengerti apapun.

"Maafkan papi. Semua itu salah papi." Yudha menundukkan kepalanya lagi.

Yudha pun mulai menceritakan segalanya pada putranya. Alasan mengapa Widya begitu membenci Citra dan alasannya yang begitu menyayangi Citra. Al terperangah mendengar kenyataan itu.

Ia tak menyangka, jika ibunya menyimpan luka sendiri dan tak pernah menceritakan hal itu padanya. Ia pun baru mengetahui, ayahnya lah yang menjadi akar permasalahan ini.

Tanpa keduanya sadari, Wina mendengar semua pembicaraan mereka. Penyebab Widya membencinya, membuat Wina tak habis pikir.

Tidak. Itu tidak mungkin. Sejak dulu Tante Andini terlalu mencintai om Sam. Jelas saja Tante akan menolak papi Yudha. Citra bahkan harus rela ikut kehilangan Tante Andini sejak usia 10 tahun, karena begitu menderitanya Tante Andini setelah ditinggalkan om Sam. Mami sangat salah menilai Citra. Aku harus membantu Citra. Aku akan membuat mami menyayangi Citra. Aku yakin, jauh di lubuk hati mami, mami pasti sangat menyayangi Citra.

Wina bermonolog dengan dirinya sendiri. Wina segera menghapus air mata yang membasahi pipinya saat sudah berdiri di depan ruangan tadi. Ia akan masuk kembali karena Citra tengah menunggunya. Ia menetralkan suaranya agar Citra tidak mengetahui, jika dirinya baru saja menangis.

*****

Pagi hari berikutnya, entah mengapa Wina merasa tidak enak badan. Ia merasa pusing dan sedikit mual.

Wina tak menghiraukan kondisinya. Ia berpikir, jika sebentar lagi tubuhnya akan kembali baik-baik saja. Wina pun bersiap-siap berangkat ke tempatnya bekerja.

Tiba di tempat kerja, kepala Wina terasa semakin berat. Wajahnya terlihat pucat. Keringat dingin bahkan membasahi keningnya. Salah satu juniornya mendekatinya.

"Bu, ini laporan yang ibu minta." gadis itu menaruh berkas yang Wina minta tadi.

"Ibu sakit? Wajah ibu pucat sekali," ucapnya khawatir.

Pagi ini, Al memang tidak mengantarnya. Suaminya akan menghadiri rapat penting, hingga tak bisa mengantarkannya.

"Saya, tidak apa apa," lirihnya.

"Sebaiknya ibu pulang saja, atau mau saya antarkan ke dokter?" gadis itu semakin khawatir melihat kondisi Wina.

Wina mengangguk. Dengan inisiatifnya, gadis itu segera mendekati Wina dan membantunya berdiri.

"Ibu bawa mobil atau diantar supir?" tanya gadis itu saat mereka berada di dalam lift.

"Naik ojek," jawabnya.

Segera gadis itu mengambil ponselnya dan memesan taksi online. Tiba di loby, satpam yang melihat Wina dibopong pun mendekat.

"Ada apa Bu?"tanyanya sopan.

"Pak, tolong lihat di depan, apa ada taksi online yang sudah menunggu? Saya mau bawa Bu Wina ke dokter dulu." satpam itu segera berlari dan melihat sebuah taksi yang memasuki loby.

Baru saja Wina masuk, kesadarannya pun hilang. Gadis itu meminta sang supir untuk segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.

Saat tiba, gadis itu meminta seorang satpam yang berjaga di pintu IGD untuk mengambil ranjang pasien dan membantunya membawa Wina.

Ia berjalan mondar-mandir seraya menunggu hasil pemeriksaan dokter. Terlihat, seorang dokter muda berjalan cepat bersama perawat ke dalam.

"Bukannya sudah ada dokter tadi? Apa kondisi Bu Wina gawat ya? Aduh aku harus gimana ini? Aku saja gak tahu nomor telepon suaminya," gadis itu bermonolog dengan dirinya sendiri.

Dering ponsel terdengar dari tas Wina yang dipegang gadis itu. Dengan tergesa, gadis itu mencari ponsel Wina. Terlihat Nama Citra yang melakukan panggilan.

Tanpa pikir panjang, gadis itu pun mengangkat teleponnya.

"Halo,"

"Halo, Bu saya ingin memberitahukan, jika Bu Wina sedang ada di rumah sakit saat ini." ungkapnya.

Tak lama, telepon pun ditutup.

*****

Hai genks... Wina atit nih... Doakan Wina cepat sembuh ya....

rekomend novel hari ini....

yang 2 ini khusus punya kakak dan adikku 🤗

warning: siapkan tisu yang banyak. Karena novel ini mengandung banyak bawang

jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak kalian di sana ya...

Sampai jumpa di bab selanjutnya dan rekomend selanjutnya....

Lope you all.... se....jagad raya....😘😘😘💖💖💖💖💗💗💗

1
Alanna Th
pasti menor abis; ingin mnyaingi wina, malah jadi persis wts
Alanna Th
aq tetap mnyalahkn Al! Dan aq paling benci pd lk" yg mnculik lalu mninggalknnya bgt saja! Sungguh lk" pengecut, hanya mnyalahkn pihak wnt tanpa mo ngaku dirinya penyebab utama derita wina n citra! sungguh biadab, smoga wina tdk brtemu lagi dg Alkampret!!
Alanna Th
walau tak msk diakal, tapi aq paling zuka kisah 'dbwt seakan mati' spt ini, thor
Alanna Th
yg bisa s adil" nya cuma Yg ME
Alanna Th
waduh kq aq pinisirin sm dr dennis. cowo masa lalu wina kah?
Alanna Th
dasar maniac! ya sdh drpd jajan ya, thor
Alanna Th
tapi jngn balik pd al
Alanna Th
aq juga korban dduakn swami, thor. swamiq tetap mmprthnkn hbngn dg wnt lsin tp tak mau mlepaskn saya yg sdh mmberinya spsng anak yg kini sdh dewasa
Endah Ing
ya semua salahmu yudha. bener widya. kl kamu merasa bersalah pada istrimu, tentu kamu akan berusaha utk membahagiakannya bukan menghindarinya
Nawalia Mohdlekat
yeeyyyyy aku bahagia...maju terus bang samudra....tarik manggggg💃💃💃💃💃
angel
jijik rasanya aku jadi Wina
angel
klu sy jadi Wina gk akan sy balik ke mereka ...emang gk sakit apa di jadikan yg ke 2 hanya utk dptin anak ..andaikan Wina gk cepat di kasih anak apa dia jg akan di tinggal
nit_nut
Luar biasa
Rizwadani Widati
jangan mau Wina ,mana ada satu rumah dua istri
Rizwadani Widati
Wina jangan luluh
Rizwadani Widati
pinter Wina ,biar gk di anggap remeh
Rizwadani Widati
perkataan Al sangat menyakitkan ,padahal yg jd korban Wina
Rizwadani Widati
bangkit Wina jangan mau di tumbalkan
Rizwadani Widati
kasihan Wina di jadikan yg ke dua
Ridha 💕
lahhh kok????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!