Ada banyak ras fantasi di benua Icacia.
Manusia, kurcaci, elf, roh, raksasa, naga dan lain sebagainya. Ras-ras ini hidup berdampingan dengan damai di daratan, namun ada ras lain yang menjadi musuh mereka semua. Ras itu adalah ras iblis.
Kota Linion, sebuah kota kecil yang tenang dan asri di wilayah Barat benua Icacia. Sudah ratusan tahun penduduk menetap di sini, dan Kota Linion selalu tenang dan damai. Ethel hidup sebagai putra bangsawan di sana, kehidupannya mewah, tidak banyak beban dan memiliki hak waris juga.
Namun siapa sangka, kalau kota yang indah ini akan dibumihanguskan oleh iblis. Mereka membakar, memusnahkan, bahkan membunuh rakyat Kota Linion, sampai membuat Ethel kehilangan segalanya.
Apakah Ethel dapat mengubah takdirnya dan membalaskan dendam keluarganya kepada iblis?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Showam Arhama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14. Monster Laba-Laba
''Sial, padahal aku belum menikah.''
''Grrraaa.''
Kaki laba-laba itu sudah hampir dekat dengan Bara, dan saat ujung kakinya hampir mengenai mata Bara.
''Segel pertama, - HYSONE - Open!''
Dastt
Kaki laba-laba itu langsung di hentikan oleh Ethel dengan tangan kirinya. Setelah itu, Ethel memotong ujung kaki laba-laba itu dan membawa Bara menjauh dari monster itu.
''Kau tidak apa-apa? tanya Ethel.
Bara terkejut, melihat kekuatan Ethel yang sangat berbeda dari sebelumnya, dia bahkan terlihat seperti biasa saja saat memegangi kaki laba-laba itu tadi.
''Ethel, apa ini benar-benar kau?'' tanya Bara.
''Iya, ini aku... kenapa, aku tampan, kan?'' jawab Ethel.
''Hmm.''
Mana yang keluar dari tubuh Ethel sangat besar, sampai membuat jubahnya berkibaran, walaupun tidak ada angin yang menghembus kencang di Dungeon ini.
''Baiklah, sekarang... Appraisal!''
...---------- ⟨★⟩ ----------...
...[NAMA] : Krumba...
...[JENIS] : Monster (Laba-Laba)...
...[KELAS] : AA...
...[UMUR] : 1000 th...
...[SKILL]...
...POISON FANG LV. 8...
...POISON STING LV. 8...
...POISON CLAW LV. 8...
...MAGIC WARFARE LV. 8...
...MENTAL WARFARE LV. 8...
...MAGIC POWER CONFERMENT LV. 8...
...MAGIC CONFERMENT LV. 8...
...ENERGY CONFERMENT LV. 8...
...ABILITY CONFERMENT LV. 8...
...WYRM POWER LV. 8...
...WYRM BARRIER LV. 8...
...POISON SYNTHESIS LV. 8...
...MEDICINE SYNTHESIS LV. 8...
...EXPEL LV. 8...
...NAMING LV. 8...
...TELEKINESIS LV. 8...
...SPIDER THREAD LV. 8...
...CUTTING THREAD LV. 8...
...THREAD CONTROL LV. 8...
...SPATIAL MANEUVERING LV. 8...
...CURSE LV. 8...
...UNDYING BODY LV. 8...
...IRON DEFENSE LV. 8...
...TELESCOPIC SIGHT LV. 8...
...[SPECIAL]...
...REGENERATION...
...---------- ⟨★⟩ ----------...
''Hey yang benar saja? k-kemampuannya sebanyak ini?'' terkejut Ethel.
''E-Ethel, ada apa?'' tanya Bara yang lagi bingung dengan kondisi Ethel.
''Haa? ooh tidak apa apa, oh iya, kalau kau tidak kuat, biar aku saja,'' jawab Ethel.
Bara tambah bingung dengan Ethel, padahal tadi jelas jelas Ethel terkejut, setelah menggunakan Appraisal terhadap monster laba-laba itu. Tapi, jika di lihat dari segi kekuatan, Mana yang berada di dalam diri Ethel terlihat begitu besar, seperti sudah tertanam dalam dirinya.
''Ternyata benar, monster yang memiliki nama akan berevolusi lebih cepat, benar kan, Krumba,'' ujar Ethel.
''Rrrrtttt (Kau mengetahui namaku?) Rhhrrrhh (Tak kusangka seorang manusia seperti mu dapat melihat identitas ku),'' saut Krumba.
''Hah, mungkin karena selama 1000 tahun ini, cuma ada 3 orang yang pernah mengalahkan mu, apakah kau sudah siap untuk kalah selamanya?'' lanjut Ethel.
Bara bingung, tiba-tiba saja Ethel berbicara seolah-olah dia mengerti dengan apa yang monster laba-laba itu katakan.
''Grhh (Kau) Grrhh (Kau!) Groaaa!! (Akan ku bunuh kau, dasar manusia!!),'' marah Krumba.
Krumba langsung melompat dan menimpakan tubuhnya ke arah Ethel, mereka berdua harus pergi dari sana. Namun, itu tidak dilakukan oleh Ethel.
Ethel justru melompat dan bertarung dengan Krumba di udara. Dengan 6 kakinya, Krumba menyerang Ethel dengan cakar yang berada di kakinya. Serangan demi serangan, Ethel tepis dan hindari, sambil menunggu celah untuk menyerang.
Setelah menunggu, akhirnya terdapat celah dan seketika, Ethel menyerang bagian kaki belakang Krumba dan Ethel berhasil memotongnya.
''Haha rasakan itu,'' ujar Ethel.
Karena sangking sengitnya, Bara berusaha melarikan diri agar selamat dari serangan Krumba. Namun, usahanya sia-sia, 8 mata yang dimiliki oleh Krumba sangat jeli, sampai dapat melihat sebesar 200°, dan itu dapat melihat posisi Ethel dan Bara secara bersamaan.
Dan yang lebih mengerikan daripada itu, kaki yang tadi Ethel potong, dengan cepat kakinya meregenerasi kembali dan tumbuh seutuhnya. Kemudian dia melompat menuju ke arah Bara.
''Graaaa (Mau ke mana kau, manusia)."
''Huaa... Ethel tolong aku!!'' teriak Bara.
Bara berlari menghindari semua serangan Krumba, beruntung tidak ada serangan yang kena. Namun, dia lupa kalau dia berada di dalam Dungeon dan akhirnya Bara terpojok.
''Posisi yang bagus, Freeze!''
Ethel memanfaatkan posisi Bara yang terpojok di sana. Karena Ethel berada tepat di belakangnya Krumba, jadi Ethel berencana untuk membekukan lubang benang Krumba agar benang racunnya tidak keluar.
Srhttt
''Graaa (Huaaa dingin! dingin!)," teriak Krumba.
Sepertinya es sangat berpengaruh bagi Krumba, dan mungkin Ethel dapat memanfaatkannya, dengan membekukan tiap sendinya.
''Hmm, begitu ya, tapi... kristal apa itu di kepalanya?'' tanya Ethel dalam hatinya.
Hap
Ethel melompat untuk mencoba menyerang kristal itu. Namun, ternyata sihir tidak dapat mengenainya, mungkin karena Krumba memiliki pertahanan sihir yang sangat kuat, jadi cukup sulit untuk menahan serangannya.
Tapi, itu tidak membuat Ethel putus asa, masih ada cara lain.
Di masa lalu, saat Ethel masih berlatih fisik dengan Pahlawan Nort, mereka bertarung bersama melawan naga merah, atau naga yang sudah hampir mencapai batasnya.
Naga merah memiliki umur yang sangat terbatas, yaitu sekitar 40 hari setelah perubahan warna.
pada saat itu, terdapat sebuah kristal di dahi naga itu, lalu Pahlawan Nort menggunakan pedangnya yang dilapisi dengan sihir untuk menembusnya.
Cara ini mungkin akan efektif, tapi Ethel tidak membawa senjata sama sekali.
''Tunggu sebentar, bukannya Bara memiliki belati yang cukup kuat untuk melawannya~ ... benar juga, nanti hancur lagi, ludes lagi uangku,'' ucap Ethel dalam hatinya.
Eits, tunggu dulu, jangan insecure, kalau Ethel tidak mau kehilangan uang lagi, maka harus memakai cara yang sama tapi berbeda. Yaitu dengan cara, membuat Bara sendiri yang menyalurkan Mana miliknya ke belati itu.
''Bara!'' teriak Ethel.
''Graaa!! (Sini kau dasar manusia!!),'' ujar Krumba.
Ethel cukup susah menghadapi Monster kelas AA ini, jadi karena itu, cara bicara Ethel agak patah patah dan semoga saja Bara mengerti dengan apa yang di ucapkan Ethel.
''Apa kau tadi memanggil ku?'' tanya Bara.
''Bara, kau... harus... meng... ngalirkan... Mana mu kedalam belati itu.''
''Apa? Apakah aku bisa?''
''Kau pasti... bisa, hah.. hah.. hah, ingat lah waktu kita pertama kali bertemu, alirkan Manamu ke dalam belatimu, dan ubah Mana itu menjadi elemen yang sudah kau kuasai,'' jelas Ethel.
Dari setiap serangan yang begitu kuat, tetap saja, hanya Ethel yang terkuras energinya, luka Krumba yang di dapat dari Ethel pun sembuh seketika.
Dan setelah itu, mereka melanjutkan pertarungan mereka. Tidak hanya itu, Bara yang tidak tau cara mengalirkan Mana ke belatinya, merasa kalau dirinya tidak berguna.
Namun, ini belum berakhir, tiba-tiba saja dia teringat seseorang yang dia cintai di dunia lamanya, kenangan demi kenangan secara cepat, Bara mengingatnya kembali.
''Bara...''
Suara itu, sangat membekas di dalam hati Bara, dan akhirnya, dia tidak menyerah, dia berusaha menyalurkan Mana miliknya ke belati itu. Sedikit demi sedikit Mana yang terkumpul, pasti akan menjadi banyak.
''Bertahan lah, Ethel!''
Ethel yang mendengar suara Bara, langsung memancing Krumba ke arah yang cukup dekat dengan Bara. Dengan mengecohkan Krumba, Ethel menggunakan sihir angin untuk menutupi lokasi Bara.
Dengan begitu, Krumba tidak akan mengetahui lokasi Bara yang sedang mengisi Mana ke belatinya.
''Ayolah, pasti bisa, pasti bisa, fokus, fokus!!'' serius Bara.
Wush
''Berhasil!''
Di sisi lain, Ethel masih bertarung dengan Krumba, sampai saat Ethel mengetahui bahwa, Bara telah berhasil menyalurkan Mana ke dalam belati.
Ethel langsung menggiring Krumba, ke tempat yang cukup mudah untuk Bara menyerang, dan saat sudah sampai di posisi, Bara langsung melompat dari kabut yang Ethel buat, dan menyerang Krumba tepat mengarah ke kristal itu.
''Inilah, serangan yang diajarkan dari guru ku!'' teriak Bara.
Jleb!!
''Graaaa.''
Krumba berteriak, dan bergerak secara acak-acakan sampai membuat Bara hampir terjatuh dari atas kepalanya.
Bara memegangi belatinya, yang telah mendapatkan energi Mana dengan erat. Belatinya memiliki efek api seperti yang Ethel lakukan saat melawan monster kelinci.
Gerakan Krumba semakin lama semakin kuat, Bara harus secepatnya memperdalam serangannya sampai ke inti kristal.
''Hiyaaa!!!''
kletak~ Cyarrr
Kristal itu pecah dan Krumba langsung terjatuh, setelah itu, Bara yang telah kehabisan Mana langsung lemas dan melepaskan belatinya.
''Bara,'' teriak Ethel sambil berlari menuju Bara. Dan hap, lalu di tangkap.
''Hahaha, bagaimana serangan ku barusan?'' tanya Bara.
''Dasar bodoh, apakah tidak ada nama lain selain itu?'' tanya balik Ethel.
''Maaf maaf,'' jawab Bara.
Ethel pun meletakkan Bara di tanah dan mulai memasukkan Krumba ke dalam Item Box. setelah itu, Ethel membawa Bara ke lantai 1 dan kembali ke permukaan.
...
Setelah sampai di sana, ternyata party yang ikut bersama Bara masih menunggu di sana, dan ternyata matahari sudah bersinar terang di atas langit.
Ethel pun meletakkan Bara di sana dan istirahat juga di sana. Namun, ada yang Ethel lupakan.~
''A-anu, apakah kau Ethel Cyrus?'' tanya Phyko.
''Iya itu benar, ada apa?''
''I-itu, bukannya anda kemarin ikut turnamen?''
''... Iya juga ya!! kenapa aku bisa lupa?''
Dengan cepat, Ethel langsung meminta kepada party itu untuk menjaga Bara, setelah itu, Ethel langsung berlari sekencang mungkin menuju ke koloseum.
Sampai di kota, Ethel langsung melompat dan mendarat di tengah-tengah koloseum sambil berkata, ''Maaf, aku terlambat.''
Tapi, sepertinya ada yang aneh....
...Bersambung......
...----------------...
......................
Jadi kesannya lebih rapih dan enak buat dibaca.
@AojinSuzaku [Chara Slayer]
Sekalian bagi kalian yang suka baca novel tentang murim kalian bisa coba baca novel ku,dan tolong dukungan nya