Jolie Ananda, adalah seorang Perempuan Karir yang hendak di jodohkan oleh salah satu Pengusaha sukses dan ternama di NEGARA nya.
Namun sayang. Sang Pria yang hendak di jodohkan oleh Jolie malah menikahi wanita lain bukan diri nya.
Adriansyah Manggarai adalah nama Pria yang hendak di jodohkan dengan Jolie.
Adrian malah menikahi seorang Gadis lain di saat hari Pernikahan nya hendak di selengarakan bersama dengan Jolie.
Hingga akhirnya Pernikahan Jolie terpaksa di batalkan, karena Adrian sudah terlanjur menikah dengan Gadis yang di cintai nya.
Sementara Jolie, Ia harus menanggung kekecewaan serta sakit hati yang mendalam karena sudah terlanjur mencintai Adrian. Tapi Adrian tidak membalas cinta nya, dan malah menikahi Gadis lain. Dan meninggalkan nya begitu saja.
Baca....!🗿🔪
Salam kenal dari Penulis Novel Absrud. Legenda Dunia para Kaum Rebahan. Negrinya para Kaum Halu. No Suhu!
Dan aku yakin kalau kalian pasti tukang rebahan kan? Dan sering ngehalu.😉
Gak papa santai aja! Makan gak di tanggung Pemerintah kok!
Salam Santuy Markonah.🤚
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diary bil bil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter No 14
Jolie langsung berlari pergi keluar dari Restoran.
Jolie berlari kearah serombongan Anak Muda yang Ia lihat di dalam CCTV saat kecelakaan Bara terjadi.
"Maaf! Apa kalian menyaksikan secara langsung kecelakaan seorang Pria disini tadi?"
"Iya! Ada apa Nona?" tanya salah satu dari mereka.
Jolie menghapus air mata nya sejenak.
"Di Rumah Sakit mana dia dibawa?"
"Kami tidak tau! Mungkin saja Pria itu tadi di bawa ke Rumah Sakit terdekat."
"Thankyou!"
Jolie langsung berlari menuju kepinggir jalan raya.
"Taksi!" seru nya.
Setelah Taksi berhenti, Jolie pun langsung masuk.
-
"Tolong bawa saya ke RSUD terdekat!" perintah Jolie.
"Baik Miss."
-
Setelah menempuh perjalanan, Taksi pun berhenti di depan Rumah Sakit.
Jolie langsung turun, dan bergegas masuk kedalam.
-
"Maaf Nona! Tidak ada Pasien yang anda sebutkan tadi." ucap Resepsionist.
"Pasti ada! Gak mungkin gak ada. Coba kamu cek lagi! Bara pasti di rawat di sini, karena ini satu-satu nya Rumah Sakit terdekat dari lokasi kecelakaan." balas Jolie dengan nada yang tinggi.
Resepsionist tersebut pun akhirnya mengecek kembali, namun tetap tidak ada, padahal sudah ke 5 kali nya Sang Resepsionist tersebut mengecek data nya. Dan Sang Resepsionist itu pun menggeleng kan kepala nya ke arah Jolie.
"Hiks...Hiks...Hiks..."
"Anda baik-baik saja Nona?" tanya Sang Resepsionist.
"No! Maaf karena saya udah membentak tadi." kata Jolie.
"Tidak masalah Nona."
Dengan lunglai Jolie pun mulai melangkahkan Kaki nya untuk keluar dari Rumah Sakit, pikiran nya kacau dan hancur saat ini.
"Kemana aku harus mencari kamu Bara?" batin Jolie.
"Nona!" seru Sang Resepsionist itu berlari ke arah Jolie.
"Nona mencari Pria yang bernama Bara bukan? Dia ada disini, teman saya baru memberitahukan nya tadi lewat telpon. Tenangkan lah diri Nona! Pria itu sedang di rawat disini. Mari saya antar!"
Jolie pun langsung mengusap air mata nya, dan berjalan mengikuti langkah wanita itu.
(: Happy or Sad ):
Jolie masuk kedalam sebuah ruangan tempat di mana Bara sedang Koma saat ini.
Banyak peralatan medis, serta selang-selang yang menempel di tubuh nya.
Jolie tidak sanggup, hingga akhirnya tangis nya pun langsung pecah.
Jolie menutup kedua mulut nya, dan berjongkok, tubuh nya terasa lemas saat ini.
Suara isakan tangis terdengar menggema di ruangan tertutup itu.
"Hiks...Hiks...Hiks..."
Jolie mencoba untuk bangkit, dan berjalan ke arah ranjang pasien.
Ia menggenggam erat tangan Bara, dan mengecup kening Sang Kekasih.
Cukup lama Jolie menempelkan bibir nya di kening Bara, hingga tak terasa tangis nya pun akhirnya kembali pecah.
Air mata Jolie menetes mengenai kening Bara, dan tanpa di sadari oleh Jolie kalau saat ini mungkin Bara juga sedang menangis di sana, dan mengeluarkan air mata dengan mata yang masih terpejam.
Jolie mengusap lembut bekas air mata nya yang mengenai wajah Bara.
"Ternyata ini alasan kamu! Aku nungguin kamu di Restoran tapi kamu gak dateng-dateng. Aku kecewa sama kamu Bara! Rasa kecewa yang kamu alami di saat kamu tau aku hamil. Semua rasa kecewa itu gak sebesar rasa kecewa yang aku alami sekarang, di saat aku harus ngeliat kamu kayak gini. Hiks...Hiks..."
Jolie pun langsung menangis dengan kedua tangan yang menutupi wajah nya.
Satu minggu berlalu.
Jolie berlari di lorong-lorong Rumah Sakit, hendak menuju ke ruangan tempat di mana Bara masih Koma.
Saat Jolie sudah sampai di depan pintu ruangan nya.
Ternyata sudah ada Dokter dan juga 3 orang Perawat yang menangani Bara selama 1 minggu ini.
"Tidak ada perkembangan sama sekali." ucap Sang Suster.
"Enggak!" sangkal Jolie dengan nada yang tinggi.
Jolie menggelengkan kepala nya, dan langsung menerobos masuk ke dalam.
Suster tersebut langsung saja menyusul Jolie yang saat ini tengah menangis dan terduduk di kursi yang berada di samping ranjang pasien.
"Tidak ada perkembangan sama sekali Nona! Jantung nya sudah mulai melemah. Dokter bilang lebih baik alat medis nya di copot saat ini juga, karena itu hanya akan percuma dan lebih memakan biaya yang banyak nanti nya." ucap Sang Suster.
"Hiks...Hiks... Bara! Kamu harus sembuh Bara! Kamu harus sembuh! Kumohon buka mata kamu sekarang sayang!" teriak Jolie dengan mengguncang-guncang tubuh Bara.
"Aku gak tau harus ngomong apa lagi ke kamu sekarang! Kenapa kamu tega! Kamu nyiksa aku Bara. Kamu tega udah ngebuat aku jadi setres kayak gini mikirin kamu. Apa ini bukti dari kata-kata yang kamu ucapin kalau kamu cinta sama aku? Cinta itu gak nyakitin Bar! Hiks..."
Jolie menggenggam erat tangan Bara, dengan di iringi sebuah tangisan yang tak juga kunjung berhenti.
"Bara! Buktiin ke mereka kalau kamu bakalan sembuh dan bangun, kamu harus sembuh Bara! Aku gak mau tau. Pokok nya kamu harus buka mata kamu sekarang. Semua janji-janji yang udah kamu ucapin mana? Mana janji yang kamu sebut kalau kamu bakalan bahagiain aku? Tapi sekarang apa? Kamu malah ngebuat aku menderita sekarang. Kamu ngebuat aku hancur Bara, kamu jangan tinggalin aku sendirian! Aku gak punya siapa-siapa lgi selain kamu. Aku butuh kamu, dan juga Bayi yang di dalem perut aku masih membutuhkan sesosok Ayah, kalau bukan kamu terus siapa Bara?" jerit Jolie dengan histeris.
"Hiks...Hiks...Hiks... Aku takut sayang! Kumohon kamu harus bangun, dan sadar sekarang. Aku membutuhkan kamu Bara. Jangan tinggalin aku! Aku takut." lirih Jolie dengan kepala yang menunduk.
Jolie menggenggam tangan Bara dengan sangat kuat.
Sementara Bara saat ini tak juga kunjung bangun dari Koma nya dan masih terlelap di dalam tidur panjang nya.
Hanya saja setetes air mata yang mengalir di pipi nya tanpa di ketahui oleh Jolie.
Dokter dan juga Suster yang melihat keadaan Jolie seperti itu, menjadi sangat kasihan, dan perihatin. Namun tidak ada pilihan lain. Sudah seminggu Bara sama sekali tidak menunjukan perkembangan yang baik, yang ada kondisi Bara malah semangkin memburuk.
Jolie bangkit dari duduk nya.
"Kamu harus sembuh! Aku gak mau tau itu. Kamu tunggu sampai aku dateng lagi kesini. Aku bakalan cari uang buat perpanjang masa rawat kamu, supaya kamu bisa sembuh Bara. Aku mohon Pliss! Jangan kecewain semua usahan yang udah aku lakuin ke kamu sayang! Kamu harus bangun, dan sadar."
Setelah mengatakan hal tersebut, Jolie pun langsung pergi dari dalam ruangan.
Ia menghapus air mata nya sejenak, dan berjalan melewati Dokter dan juga Para Suster yang masih berada di depan pintu.
Dokter dan juga 3 orang Suster itu langsung mengejar Jolie, dan mencoba untuk menyeimbangi langkah kaki nya.
"Nona! Nona harus tanda tangani surat persetujuan pelepasan alat medis untuk Tuan Bara." ucap Sang Suster mencoba untuk menyerahkan selembar surat kepada Jolie.
Jolie menghentikan langkah nya, dan mengambil surat itu dari tangan Sang Suster lalu langsung mengoyak nya di hadapan Suster tersebut secara langsung.
"Aku gak akan pernah mau tanda tangani surat ini, kamu harus tau kalau Bara pasti bakalan sembuh dan sadar dari koma nya. Jadi kamu jangan paksa saya buat tanda tangani surat ini. Bara pasti bakalan sembuh!" tekan Jolie.
Jolie mencoba menghapus air mata nya yang sejak dari tadi terus saja menetes dan mengalir deras di pipi nya.
Jolie langsung berlari keluar dari Rumah Sakit, dan naik ke dalam Taksi meninggalkan RSUD.
masih setia menunggu...