Indonesia
NovelToon NovelToon
Legenda Zhou

Legenda Zhou

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Petualangan
Popularitas:15.5k
Nilai: 5
Nama Author: LanzT0k3

Hanya karena jatuh miskin, pertunangannya dibatalkan dan nama baik orang tuanya dihina di depan mata. Zhao Gou tidak lagi sudi menunduk. Di malam yang gelap, ia lenyap meninggalkan desa pengasingan, melangkah masuk ke Lembah Kematian yang ditakuti para kultivator. Tempat di mana warisan kuno dan ilmu terlarang menunggunya.

​Ketika ia kembali dengan topeng misterius dan pedang berdarah, dunia persilatan terperanjat—siapakah sosok mengerikan yang siap meratakan klan-klan besar ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Langkah Menuju Kota Megah

​Cahaya fajar menyingsing di ufuk timur, mengusir sisa-sisa kegelapan malam yang menyelimuti Sekte Awan Langit. Kabut tipis yang biasanya mengendap tenang di lautan awan kini perlahan tersapu oleh terbitnya matahari. Di pelataran gerbang utama sekte, ratusan murid dan para tetua berdiri berbanjar kaku, melepas kepulangan sesosok pemuda yang telah mengubah takdir sekte mereka dalam satu malam.

​Zhao Gou melangkah tenang menuruni anak tangga batu Puncak Utama. Ia mengenakan jubah hitam sederhana tanpa lambang sekte, dengan pedang besi tua yang terikat di punggungnya. Di belakangnya, Ketua Sekte Feng Wuji berjalan mengiringi hingga ke batas gerbang luar.

​"Saudara Muda Zhao," ujar Feng Wuji dengan suara penuh penghormatan yang amat murni. "Pintu Sekte Awan Langit akan selalu terbuka lebar untukmu. Segel rahasia dan seluruh sumber daya di Mata Air Qi Murni telah kubersihkan total, siap digunakan kapan pun kau kembali."

​Zhao Gou menghentikan langkahnya, membalikkan badan sedikit. Sepasang mata berwarna ungu keemasan miliknya menatap Ketua Sekte secara datar. "Jaga sekte ini dengan baik, Ketua Sekte Feng. Faksi Utama di Kota Megah mungkin telah kehilangan Zhao Zhentian, tapi taring musuh-musuhku yang sebenarnya jauh lebih panjang dari sekadar seorang tetua agung."

​Feng Wuji mengangguk mantap. "Aku mengerti. Sekte Awan Langit tidak akan lagi menjadi tempat pijakan bagi para pengkhianat."

​Tanpa membuang kata-kata lebih banyak, Zhao Gou membalikkan badannya. Dengan satu pemicuan Qi Naga Kuno di bawah telapak kakinya, tubuhnya melesat memotong udara bagaikan kilat keemasan, menghilang ke dalam keheningan Hutan Kabut di bawah kaki gunung.

​Beberapa jam kemudian, di Desa Hutan Kabut.

​Suara gemericik air sungai dan desir angin di antara dedaunan menyapa indera Zhao Gou. Rumah panggung sederhana buatan kayu pinus itu masih berdiri kokoh di sudut hutan yang sepi. Di pekarangan rumah, Zhao Tianhe—ayah Zhao Gou—sedang melatih gerakan pernapasan dasar dengan rona wajah yang sudah segar dan pulih sepenuhnya.

​Di sudut teras, Lin Su—ibu Zhao Gou—sedang merapikan dedaunan obat herbal. Begitu melihat sosok putranya mendarat tanpa suara di pekarangan, Lin Su seketika menjatuhkan keranjang bambunya dan berlari memeluk Zhao Gou erat-erat dengan air mata bahagia.

​Setelah melepas rindu dan menyerahkan botol-botol giok berisi pil pemurni esensi murni serta batu spirit hasil pertempuran, Zhao Gou duduk bersama kedua orang tuanya di ruang tengah. Suasana yang tadinya hangat perlahan mengendur saat Lin Su menatap mata putranya dengan pandangan yang dalam dan lembut—pandangan seorang ibu yang mengenal betul tabiat anaknya.

​"Gou'er..." panggil Lin Su pelan, jemari tangannya yang halus mengelus lengan jubah hitam Zhao Gou. "Ibu mendengar kisah tentang pertempuran di sekte dan bagaimana kau memperlakukan orang-orang Klan Xie... termasuk Nona Xie Yanfeng."

​Zhao Gou agak tertegun, namun matanya tetap dingin. "Mereka mendapatkan apa yang pantas mereka dapatkan, Ibu. Penyesalan mereka tidak bisa menghapus penindasan tiga tahun lalu."

​Lin Su menggelengkan kepalanya perlahan, menghembuskan napas penuh keharuan. "Gou'er, Ibu mengerti rasa sakit dan amarah yang kau simpan untuk membela Ayah dan Ibu. Tapi... gertakan dan teknikanmu terhadap Nona Xie Yanfeng di panggung itu terlalu keterlaluan untuk seorang gadis. Kau memaksanya berlutut di hadapan publik dan menghancurkan seluruh harga dirinya."

​Lin Su memegang kedua tangan Zhao Gou, menatap lurus ke dalam pupil ungu keemasannya. "Ketahuilah, Nak... jika bukan karena keberanian Xie Yanfeng yang mempertaruhkan nyawanya mencuri informasi rahasia pergerakan Tetua Zhao Cang dan Faksi Utama Kota Megah, kau tidak akan pernah tahu jebakan di Pesta Hari Jadi. Tanpa bantuan dan informasi dari gadis itu, kau tidak mungkin bisa melangkah sejauh ini dalam membalas dendam."

​Kata-kata ibunya menghantam benak Zhao Gou bagaikan hembusan angin malam yang menyejukkan. Zhao Gou menundukkan kepalanya sejenak. Bayangan Xie Yanfeng yang berdiri gemetaran di Puncak Awan Hitam menyerahkan gulungan informasi, serta gadis itu yang bersujud pasrah di atas pualam berdarah, berputar kembali di dalam ingatannya.

​Ia menyadari satu hal: di balik keputusasaan dan penyesalan klan, Xie Yanfeng benar-benar telah menjadi kunci utama yang melapangkan jalannya menumbangkan Faksi Utama. Amarahnya yang membuta sempat menutup matanya dari fakta tersebut.

​"Ibu benar..." bisik Zhao Gou pelan, hawa dingin di matanya melunak. "Tanpa bantuan informasi darinya, aku mungkin akan terjebak dalam permainan Zhao Zhentian."

​Di bawah tatapan lembut ibunya, Zhao Gou berjalan ke meja kayu. Ia mengambil selembar kertas perkamen berukir tipis dan mencelupkan kuas tintanya. Dengan jemarinya sendiri, Zhao Gou menggoreskan baris demi baris kata yang jujur dan tegas:

​Kepada Xie Yanfeng,

​Gertakan dan tindakanku di Aula Utama telah melampaui batas yang seharusnya. Untuk itu, aku menyampaikan permintaan maafku yang tulus padamu.

​Aku menyadari bahwa tanpa keberanianmu mempertaruhkan nyawa demi menyerahkan informasi rahasia Faksi Utama denganku, pembalasan dendam ini tidak mungkin bisa berjalan sejauh ini. Bantuanmu adalah kunci yang menyelamatkan banyak hal.

​Dendam di antara kita telah usai. Aku tidak lagi membencimu atau klanmu. Hiduplah dengan tenang dan bimbinglah keluargamu di jalan yang baru.

​— Zhao Gou

​Zhao Gou melipat kertas tersebut, menyegelnya dengan pendaran tipis Qi Naga Kuno, lalu menyerahkannya kepada seekor burung merpati spiritual di jendela untuk dikirimkan langsung ke tangan Xie Yanfeng. Ada rasa lega yang asing namun hangat saat beban kebencian pada gadis itu terangkat sepenuhnya dari dadanya.

​Setelah urusan batin itu tuntas, Zhao Tianhe melangkah menuju kamar belakang dan kembali membawa sebuah kotak kayu hitam berukirkan garis-garis perak yang amat rumit.

​"Gou'er," ujar Zhao Tianhe dengan nada berat dan tegas, menyodorkan kotak tersebut. "Ada hal besar yang selama ini kusembunyikan darimu. Kotak ini adalah peninggalan ibumu yang sebenarnya."

​Zhao Gou menerima kotak kayu hitam itu, merasakan getaran energi spasial yang amat sangat kuno dan pekat dari dalamnya.

​"Faksi Utama Klan Zhao di Kota Megah membantai cabang keluarga kita bukan sekadar karena perebutan posisi ketua klan," lanjut Zhao Tianhe dengan mata berbinar rahasia. "Mereka mencari kunci ke dalam Aula Leluhur Kuno milik ibu kandungmu! Ibumu bukan berasal dari klan kecil perbatasan, Gou'er. Dia adalah putri yang terasing dari Faksi Ilahi Benua Pusat!"

​Informasi itu membuat mata berwarna ungu keemasan milik Zhao Gou menyempit tajam. Teka-teki mengenai asal-usul Tulang Naga Kuno di dalam tubuhnya seketika mendapat kepastian baru yang jauh lebih megah!

​"Kunci perak pada kotak itu hanya bisa dibuka oleh darah murni milikmu saat kau menginjakkan kaki di Aula Utama Kota Megah," pungkasi Zhao Tianhe sambil menepuk bahu putranya. "Pergilah! Rebut kembali warisan ibumu dan ratakan Faksi Utama!"

​Zhao Gou mengepalkan tangannya rapat-rapat, menyimpan kotak kayu hitam itu ke dalam dimensi batinnya. "Ayah, Ibu... tunggulah berita dariku di Desa Hutan Kabut."

​Dengan satu ketukan tumit, tubuh Zhao Gou membumbung tinggi ke angkasa, memotong lautan awan dengan kecepatan kilat ungu menuju perbatasan.

​Sore hari, di atas geladak kapal terbang raksasa Asosiasi Perdagangan yang melayang menembus awan menuju ibu kota.

​Zhao Gou berdiri tegap di bagian haluan kapal. Jubah hitamnya melambai kencang diterpa angin ketinggian puluhan ribu kaki. Topeng kain hitam telah kembali terikat rapi di wajahnya, namun tatapannya di balik topeng kini terasa jauh lebih murni, tenang, dan matang.

​Di ujung cakrawala barat, benteng batu raksasa setinggi ratusan meter yang melingkupi Kota Megah mulai terlihat membayang megah di bawah pendaran sinar matahari terbenam.

​Zhao Gou mengangkat tangan kanannya, memutar pergelangan tangannya pelan saat Tulang Naga Kuno di dadanya bergetar halus menyambut takdir baru. Ia telah melepaskan kebencian kecil di masa lalu, dan kini fokus sepenuhnya pada panggung pembantaian terbesarnya.

​"Kota Megah..." bisik Zhao Gou pelan, diiringi raungan naga purba tak kasat mata yang mengguncang angkasa.

1
Driver Muda
Sampai tuntas thorku🔥
Driver Muda
Lanjutkan sampai tuntas🔥
Jujun Adnin
ok
Sri
❤️‍🔥❤️‍🔥❤️‍🔥
Sri
❤️‍🔥❤️‍🔥❤️‍🔥❤️‍🔥
Danzo28
🔥🔥
Danzo28
🔥🔥🔥
Fajar Fathur rizky
cepat bantai zhao zhun beserta keluarganya bikin mcnya bantai keluarga zhao zhun di hadapan zhao zhun
Raju
satu core formation tlh tumbang...
akan dsusul dg core core selanjutnya...
Raju
awas..... ada penyusup !!
🤣🤣🤣
kute
seru thor
Lanz: Terimakasih 😍😍
total 1 replies
Raju
sdh prnh tunangn, ssh prnh dsakiti dan dhiananti...tpi msh blm mengerti dg hal cinta...
hadeeeeh..... dasar org kebon... g abis pikir gua...🤣🤣🤣
Raju
bakal calon istri ke dua...
Lanz: poligami kah🤭
total 1 replies
Bambang Widyatmoko
semangat thor
Lanz: terimakasih 😍
harus semangat 🥳🥳
total 1 replies
Lanz
Terima kasih sudah membaca! Dukungan dalam bentuk like, komen, atau rating dari kalian sangat berarti buat saya. Kritik dan saran yang membangun juga sangat terbuka supaya saya bisa berkembang. Jangan lupa tinggalkan jejak ya, agar saya makin semangat nulisnya! ✍️✨
Raju
di chafter berikutnya...
saatnya pembantaian massal dimulai ..💪💪💪
Raju
penuh misteri....
Raju
di chafter kali ini penuh teka teki yg membagongkan...
semoga akan yerjawab dichaftrr² berikutnya...
JOZZZZZZ buat Author.👍👍💪
Raju
ternyata bukan pak tua biasa...
Raju
semoga klan xie bisa kembali kemasa jayanya....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!