Arsen Davidson seorang pewaris tunggal kekayaan keluarga Davidson pria yang sangat tampan dan berwibawa, ia terpaksa harus menikah dengan Karina Olivia Johnson seorang wanita cantik pewaris tunggal keluarga Johnson,
arsen sangat mencintai kekasihnya namun ia tidak bisa menolak perintah kedua orang tuanya,
pada akhirnya arsen dan karina sepakat untuk melaksanakan pernikahan dengan membuat perjanjian kontrak di antara mereka,
bagaimanakah kelanjutan kisah cinta mereka berdua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bella.sr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14 Hampir Ketahuan
Felicia membawa Karin untuk naik ke lantai atas ia akan menunjukkan kamar arsen yang akan mereka tempati berdua nanti setelah menikah
Karin pun dengan pasrah mengikuti langkah calon mertuanya
setelah pintu kamar arsen di buka Karin dapat melihat kamar arsen yang sangat luas dan semua barang arsen tertata sangat rapi
Karin tidak menyangka jika rumah arsen akan serapi ini karena sebelumnya felicia memberitahunya jika arsen tinggal disini sendirian dan arsen tidak mau ada pembantu di rumahnya jadi Karin mengira rumah arsen akan sedikit berantakan
kamar arsen di dominasi dengan warna hitam dan putih sama seperti semua warna ruangan yang ada di dalam rumah ini sepertinya arsen memang hanya mau ada dua warna itu di dalam rumahnya
"kalo ada sesuatu yang nggak kamu suka bilang aja sama mama nanti biar mama ganti" tanya felicia pada calon mantu kesayangannya
"oh! enggak usah mah, selera Karin sama kayak arsen kok hehe" jawab Karin cepat, ia tidak mungkin meminta felicia untuk mengganti warna kamar arsen dengan warna pink kesukaannya, bisa bisa ia di tendang arsen nanti
"pantesan kalian berdua jodoh seleranya aja sama" ucap felicia senang
"hehe iya ma" kekeh karin sambil menggaruk lehernya
melihat kebaikan felicia Karin jadi merasa berdosa bagaimana nanti kalo felicia tau jika ia dan arsen hanya menikah kontrak calon mertuanya itu pasti akan sangat kecewa bahkan bisa saja membencinya
"huh" Karin menarik nafas panjang, ia berusaha menghilangkan pikiran buruk yang ada di otaknya
selesai melihat kamar arsen felicia kini mengajak Karin untuk duduk di atas balkon,
Felicia mulai menceritakan beberapa hal tentang arsen, dan tak lupa ia juga menceritakan beberapa hal konyol yang pernah arsen lakukan seperti saat arsen sekolah ia pernah ketahuan guru mengupil dan menempelkannya di jidat teman-temannya membuat Karin tertawa
tidak terasa sudah hampir jam satu siang Karin dan Felicia pun sudah pergi dari rumah arsen, mereka kini sedang menuju mall
di perjalanan tiba-tiba ponsel milik felicia berbunyi rupanya panggilan itu dari arsen
"halo ma, mana udah pulang" tanya arsen setelah Felicia mengangkat telfonnya
"udah ini mama lagi di jalan sama Karin" jawab felicia
"Karin ?" arsen bingung kenapa tiba-tiba Karin bersama mamanya
"tadi mama nyuruh Karin datang ke rumah kamu, sebenarnya tadi mama itu mau ganti beberapa furniture rumah takut Karin gak suka soalnya kan bentar lagi kalian tinggal sama-sama, tapi kata karin nggak usah yaudah mama nggak jadi ganti apa apa deh" jelas Felicia
"oh yaudah, hati hati ma" ucap arsen lalu mengakhiri panggilannya
Felicia dan Karin kini sudah sampai di mall setelah masuk Felicia mengajak Karin datang ke salon favoritnya, pegawai salon pun langsung melayani mereka berdua
awalnya Karin hanya berniat untuk mengantar calon mertuanya yang ingin creambath tapi ternyata felicia memaksanya untuk ikut sehingga kini ia berakhir ikut creambath juga
setelah keramas kini waktunya rambut Karin untuk diberi vitamin, Karin menikmati setiap pijatan lembut pada kepalanya membuat Karin jadi mengantuk
sementara itu arsen baru saja kembali ke kantor setelah selesai menghadiri rapat bersama beberapa klien terkait dengan rencana proyek kerja sama mereka
arsen terkejut saat membuka pintu ia melihat laura sudah ada di dalam ruang kerjanya
Laura langsung menghampiri dan memeluk tubuh kekar arsen
tangan arsen pun mendekap erat tubuh laura
"kenapa hem" tanya arsen lembut sambil mengecup kening kekasihnya
Laura menggeleng ia tidak mau mengatakan apapun ia semakin menenggelamkan wajahnya di dada bidang arsen
arsen paham jika mood Laura kini sedang tidak bagus, ia pun tidak mau semakin memperburuk mood Laura dengan terus memberi pertanyaan padanya, arsen memilih diam dan terus memeluk Laura dengan hangat agar mood Laura kembali baik
setelah Laura melepaskan pelukannya arsen mengajak Laura untuk duduk di atas sofa
"kenapa?" tanya arsen lagi setelah mood Laura dirasa sudah baik
"gapapa cuman lagi kangen banget sama kamu, habisnya kamu sibuk terus nggak ada waktu buat aku" jawab Laura dengan meng imut imutkan suaranya
"sorry sayang kerjaan kantor lagi banyak banget" arsen berusaha menjelaskan agar laura tidak ngambek padanya
"tapi kan kamu harusnya bisa telfon aku" ucap Laura yang mulai ngambek
"oke maaf sayang" arsen memilih segera meminta maaf agar permasalahannya cepat selesai
"yaudah kamu mau apa biar nggak marah" bujuk arsen
"aku mau shopping sama kamu" ucap Laura
tanpa pikir panjang arsen pun langsung menuruti permintaan laura, lagi pula ia free sekarang pekerjaannya hari ini sudah selesai sehingga tidak masalah jika ia pergi bersama Laura
daren melihat arsen keluar dari ruangannya bersama dengan laura,
"saya ada urusan, kamu bisa pulang duluan" ucap arsen
"baik pak, terimakasih" jawab daren
Sambil berjalan tangan laura terus menggandeng lengan kekar arsen sekan ia ingin memberitahu semua karyawan arsen jika ia kekasih bos mereka
semua karyawan arsen tau jika Laura adalah kekasih bos mereka karena laura sering datang ke kantor arsen
sampai di depan lobi mobil sport milik arsen sudah menunggu, arsen pun dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Laura
para karyawan wanita yang melihat hal itu merasa iri dengan Laura karena mempunyai kekasih seperti bosnya selain perhatian bos mereka juga sangat tampan dan berwibawa apalagi badan arsen yang sangat atletis membuat banyak wanita jatuh cinta
arsen mulai menyetir mobilnya pergi meninggalkan perusahaan saat sedang menyetir pun Laura terus memegang tangan arsen untungnya arsen tidak masalah karena ia bisa menyetir dengan satu tangan
"kamu sayang nggak sama aku" tanya Laura
"tumben tanya gitu" ucap arsen yang merasa aneh
"kayaknya kamu emang udah gak sayang sama aku" ucap Laura dengan suara bergetar ia melepaskan genggamannya pada tangan arsen
arsen menarik nafas panjang ia berusaha mengontrol emosinya agar laura tidak semakin sedih
"kalo nggak sayang kamu nggak bakal jadi pacar ku" ucap arsen lalu menggenggam tangan laura
kadang ada kalanya arsen harus berusaha menekan emosinya ketika Laura sedang kekanak-kanakan seperti ini
akhirnya arsen dan Laura sampai di mall mereka berdua berjalan bersama masuk ke dalam mall
"kamu mau belanja apa sayang" tanya arsen
"aku pengen meli makeup, baju sama tas" jawab Laura sambil melebarkannya senyumannya
"okey ayo"
tanpa di duga arsen melihat Felicia dan Karin yang baru saja keluar dari salon
"****!"
"gawat kalo mama sampai lihat" ucap arsen dalam hati
arsen langsung menarik tangan laura untuk bersembunyi tanpa sadar arsen mengajak Laura masuk ke dalam tempat custom cincin pernikahan membuat Laura salah sangka
"kamu kenapa nggak bilang sayang kalo mau ngelamar aku" ucap Laura senang