Indonesia
NovelToon NovelToon
ONS With Daddy

ONS With Daddy

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Nikahkontrak / Duda / Tamat
Popularitas:493.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ridz

"Aku hamil!"

Sebuah kalimat yang terlontar dari Adlin ditengah kehidupannya yang sedang tidak baik-baik saja.

Kehormatannya direnggut dan ayahnya meninggal setelah mengetahui kenyataan pahit putrinya.

Adlin yang bingung dengan kondisinya hanya bisa menangis, sampai ia sadar bahwa ia tengah mengandung anak dari bossnya sendiri yang sudah merenggut kehormatannya.

Mampukah Adlin hidup bersama Gibran yang arogan dan kasar serta menerima kenyataan bahwa Gibran adalah mantan suami ibu tirinya saat ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH. 14: Kau Menyebalkan

Hai semuanya, mungkin kalian udah lama menunggu novel ini, terimakasih sudah menunggu dan mulai hari ini aku akan rajin update.

Anggap aja beda cerita, tapi buat yang kepo kisah Pak Andra bisa baca "Dear, Pak Andra"

Terima kasih.

 

POV AUTHOR:

Setelah melihat Gibran meninggalkannya diruangan itu sendiri atas semua yang sudah dia lakukan, Adlin lebih memilih untuk membetulkan pakaiannya dan berjalan keruangan Diah untuk menumpahkan kekesalannya

Gila saja, baru saja dan masih segar diingatannya ungkapan Cinta Gibran yang membuat Adlin senang, tapi ternyata itu semua kata kiasan yang membuat Adlin sakit hati saja.

"Asli kesel banget, gue," gerutu Adlin sesaat tiba diruangan Diah.

"Terus?"

"Eh Lo kok gak panik sih, kan tadi gue hampir meninggal diruangan pendingin," ujar Adlin kesal. "Kukira kita sahabat,"

"Eh manyun, tadi gue juga panik kali, tapi gue liat Lo baik-baik aja yaudah gue gak panik lagi, lagian ada Pak Gibran tuh yang udah panik," jawab Diah menatap laptopnya.

"Lo ngapain sih?" tanya Adlin kepo.

"Gali kubur,"

"Serius ih,"

"Nanti nonton Drakor gue tuh," ujar Diah tetap menatap laptopnya.

"Oh bagus yah, gak kerja,"

"Kan kerjaan gue dah beres, laporan bulan lalu dan bulan ini, emang Lo gak kerja, kerjaannya bucin Mulu sama suami Lo itu,"

"Biarin ah!" Adlin memekik jengkel mendengar jawab sahabatnya itu.

"Nah kan ngambek, udah sini duduk,"

"Gak!"

"Dih, udah ah Sono lu pegih aja,"

"Yaudah bye," ujar Adlin melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Diah.

Belum lama ia berdiri didepan ruangan Diah, tiba-tiba saja tangannya ditarik dengan paksa oleh Gibran.

'ih apaan sih?" tanya Adlin meringis kesakitan.

"Diam," jawab Gibran masih terus menarik tangan Adlin.

Ia menarik tangan Adlin menaiki lift dan segera menuju lantai satu, didalam lift Gibran masih erat memegang tangan Adlin, sehingga Adlin hanya bisa pasrah lagian berontak pun dia gak akan kuat.

"Masuk ke mobil," Gibran berekspresi datar setelah sampai didepan mobilnya.

"Gak, gue mau kerja," jawab Adlin.

"Kamu tuh keras kepala banget sih, saya bilang masuk yah masuk," ujar Gibran menaikkan nada bicaranya.

Adlin yang kaget terpaksa masuk kedalam mobil itu sesaat setelahnya Gibran juga ikut masuk kesana dan menjalankan mobilnya meninggalkan area kantor.

"Kita mau kemana?"

"Memberimu pelajaran," jawab Gibran.

"Apa salahku?"

"Karena membuatku tidak bisa berhenti memikirkanmu, itu kesalahan terbesarnya,"

"Apa maksudnya?" tanya Adlin memasuk mode lemotnya.

"Kau benar-benar wanita yang bodoh,"

"Kau belum menjelaskan apapun dan kau sudah mengataiku, aku tidak suka nada bicaramu,"

"Lantas aku harus apa? Apa aku harus berteriak dan mengatakan bahwa ucapannya diruangan pendingin itu sepenuhnya dari hatiku? Kau benar-benar mempermalukanku hari ini," teriak Gibran pada Adlin.

"Kau tidak perlu berteriak juga kan? Kau menakutkan," Adlin terdiam menahan tangis ketika Gibran membentaknya.

Gibran mengatur ritme napasnya kemudian menghentikan mobilnya dipinggir jalan raya.

"Maaf," ujar Gibran tulus.

"Kenapa kau baru mengatakannya sekarang? Tahu gak lama banget aku nunggu kamu bilang gitu," jawab Adlin menatap Gibran.

"Aku sudah tidak tahan, aku benar-benar mencintaimu, kau juga harus tahu betapa lama hatiku berdebat untuk mengatakan hal ini padamu," Gibran kembali menatap menembus retina Adlin yang membulat tak percaya.

"Kau mempermainku yah? Aku tidak percaya pada ucapanmu, kau bahkan membentukku beberapa menit yang lalu dan sekarang kau bilang cinta? Kurasa kau harus berpikir lagi," Adlin menundukkan kepalanya beberapa saat sebelum sesuatu menarik kepalanya.

Gibran segera melayangkan ciuman yang sudah ia nantikan selama beberapa hari ini ke Adlin, Adlin yang kaget hanya terdiam tak percaya.

"Apakah kau sudah percaya, kalau aku mencintaimu," ucap Gibran lembut.

"Aku minta maaf atas apa yang terjadi, aku seharusnya menahanmu ketika kau akan pergi, tapi aku malah membiarkanmu, pikiranku kacau, rasanya aku ingin gila saat itu juga," Gibran memberi jeda sesaat. "Kumohon kembalilah dan tinggal di rumahku lagi, aku akan menjadi suami yang baik aku janji,"

"Aku bingung, kenapa sikapmu bisa berubah secepat ini?"

"Aku sudah memikirkan ini matang-matang dan tidak ada salahnya untukku jujur, aku takut kehilanganmu, aku merindukan calon bayi kita, dan aku merindukan semua hal tentangmu,"

"Kau yakin?"

"Aku tidak pernah seyakin ini,' ujar Gibran memegang tangan Adlin lembut dan mendapati cincin pernikahan mereka masih terpasang disana. "Kau masih memakainya?"

"Tentu, karena aku masih istrimu,"

"Terlepas atas apa yang kulakukan?"

"Iya,"

"Jadi kau menerimaku kembali?"

"Gak!"

"Please,"

"Gak mungkin nolak," sambung Adlin tersenyum manis.

"Dasar sekretaris cerewet,"

"Dasar Boss arogan,"

"Setidaknya Boss Arogan ini sudah akan menjadi Daddy lagi," ujar Gibran mencium perut Adlin. "Maafin Daddy yah nak, Daddy udah jahat sama mama kamu,"

"Gamau Daddy bau," bisik Adlin pada Gibran.

"Aku menyebut itu maskulin,"

"Aku harap kau hanya mengatakan kalimat itu padaku,"

"Kenapa?"

"Karena bau badan mu sama sekali tidak maskulin,"

"Kurang ajar," Gibran mengelitik tubuh Adlin pelan.

"Love you," bisik Gibran mesra.

"Too,"

- Bersambung

1
Annie Soe..
Bab 1 kagi di revisi,
bab 2 ? huuu langsung kejaammm...
Lanjuuttt...
Ibuk Kumaiyah
Luar biasa
Dyah Oktina
kasihan thor... suami masih boleh nengokin debay d dalam perut selama tdk ada masalh dgn kandungan istrinya... malah semakin tua umur kandungan bagus unk membuka jalan lahir..asal d lakukan perlahan2.... begitu 👍🏻
Dyah Oktina
eh..... belum jd suami istri... kan baru besok mau nikahnya... lupa ya thor... terlalu banyak judul yg d tulis nih kayaknya.. 🤭
Ridz 🔹: duh ibu ini novel lama blum revisi wkwk
total 1 replies
Meyke Joyce Rantung
Koq Sasa ....
Meyke Joyce Rantung
Aulia sudah 10 tahun, tapi...masih kecil ya😅
Meyke Joyce Rantung
Bukannya Alea itu kembaranx Gibran...Koq jadi adik tiri
Ridz 🔹: ini karya lama banyak cacat logikanya kak, aku ga saranin buat dibaca hehe
total 1 replies
Sri Rahayu
maaf thor d kepalaku lanksunk ada fikiran anak q adalah anak n cucu mama tiri q...y salaammm 🤦‍♀️maaf y thor😁😁😁🙏
Sri Rahayu
sadis man......
umi b4well (hiatus)
ini othor satu satunya yg bikin saya ngakak ngikngik setiap naca novelnya
umi b4well (hiatus)
oke deh.lagian udah trauma saya..
umi b4well (hiatus)
waduh....panjang bangat sedang direvisi
umi b4well (hiatus)
hahaha😂😂😂😂
Eli Masmuda
baru mulai baca thor
Dengpa 78
sadis juga ini othornya 😂😂
Made Elviani
benih" cinta .......iya kyaknya walo Gibran perlu perjuangan
Made Elviani
harusnya kalo punya masalah kan lbh baik d bicarakan dgn suami loh sbg pasangan suami istri .......lah ini kok Zuhra malah curhat n minta tolong ya sm Rizwan ..,....n memilih cerai dr Gibran .......gimana gitu ya pemikiran Zuhra ......pusing sendiri akunya
Made Elviani
suka n Jonny banget dih main ancam" mulu
Made Elviani
gak asyik gak bisa baca part 1nya Ridz
Ndhe Nii
ini sih sama dg perkosaan...bisa d laporkan dan dalam keadaan sadar serta masih menyakiti....😀...tp berhubungan ini sebuah novel...okelahh... gimana othorr mengemasnya hingga mudahan jd bacaan yang okeee... lain dr yg lain..🙏😀😀🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!