Indonesia
NovelToon NovelToon
Tenda Biru

Tenda Biru

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:77.5k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Aku usaha, kamu juga usaha. Kita sama-sama berusaha demi mewujudkan wedding dream kita."

Demi janji itu, Rhea rela menjadi TKI dan mengubur mimpinya untuk bekerja di perusahaan yang sangat ia inginkan.

Saat pulang, tenda biru justru berdiri di depan rumah Oza. Pria yang sangat ia cintai itu menikahi Trisna, sahabat yang paling ia percaya.

Rhea berlari dengan air mata berurai, ketika ia memutuskan mengakhiri hidupnya, seseorang menahan tubuhnya dan menariknya.

"Jangan bertindak bodoh. Jangan hanya karena manusia, kamu rela memberikan nyawa."

Sejak hari itu, takdirnya berubah. Akankah pengkhianatan itu menjadi akhir hidupnya, atau awal dari kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tenda Biru 14

Pagi hari diawali dengan Rhea yang tengah melakukan persiapan untuk bertemu dengan klien. Baginya ini adalah pekerjaan yang sesungguhnya dari pada sebelumnya.

Rhea mengambil pakaian yang dipilihkan Tono kemarin, ia mengenakannya dengan cepat lalu mematut dirinya di depan cermin.

Beberapa kali Rhea memutar tubuhnya, melihat pantulan tubuhnya dari berbagai sisi.

"Ini aku?" ucapnya lirih.

Pakaian formal yang berupa setelan celana panjang dan blazer berwana navy itu terlihat cantik dan sangat pas pada tubuhnya. Rhea tidak menyangka bahwa pakaian itu akan sangat pas.

"Dulu seragam yang kupakai, hanyalah atasan dengan nama pabrik tempat ku bekerja. Beda banget sama setelan ini."

Rhea membayangkan dirinya saat bekerja menjadi TKI dulu, ia tersenyum kecut.

"Baiklah, mari bekerja dengan baik. Apapun jenis pekerjaannya, yang utama adalah melakukannya dengan sepenuh hati kan?"

Rhea menganggukkan kepalanya pelan. Mengucapkan doa sejenak lalu melengkapi tampilannya dengan mantel tebal.

Sesampainya di lantai bawah, ternyata Nayaka dan Tono sudah siap. Rhea membungkuk sedikit dan mengucapkan maaf karena sedikit lama untuk bersiap.

"Nggak apa Mbak Rhea, kita juga baru keluar dari kamar. Untuk sarapan kita akan makan di luar, aman kan?"

Tono tersenyum, pria itu memang selalu ramah. Sungguh bertolak belakang dengan Nayaka. Sang bos benar-benar konsisten dengan wajahnya yang tanpa ekspresi.

"A-aman kok Pak Tono. Mari."

Merek bertiga keluar dari rumah bersama-sama. Seorang supir sudah menunggu di sis mobil. Dia membukakan pintu untuk Nayaka. Lalu Ton membukakan pintu untuk Rhea.

Rhea akan duduk di sisi supir sedangkan Tono di sebelah Nayaka.

Mobil mulai berjalan, dan sepanjang perjalanan itu Tono terus membahas pekerjaan dengan Nayaka. Sedangkan Rhea dia berusaha mengulang istilah-istilah bisnis yang baru ditemuinya.

Ekor mata Nayaka menangkap pergerakan Rhea, dia mengangguk kecil lalu melanjutkan lagi pembicaraannya dengan Tono sampai mobil mereka sampai di depan sebuah hotel berbintang.

Blak

Glup!

Rhea menelan ludahnya kasar. Gedung yang berdiri kokoh dan megah itu bak ruang sidang skripsi yang tengah menantinya untuk presentasi.

"Kita akan sarapan dulu, setelah itu baru ketemu sama Tuan Raphael."

Segala hal sudah diatur, dan terasa begitu tertata. Rhea memuji Tono yang benar-benar kompeten sesuai jabatannya, yakni asisten pribadi.

Meski tak sesuai lidah, tapi Rhea masih bisa memakan makanan yang dipesan. Baru dua hari di luar negeri, ia sudah merindukan tumis kangkung buatan kakak iparnya.

"Nggak enak ya?" tanya Tono ketika melihat ekspresi wajah Rhea.

"M-masih bisa masuk kok, Pak Tono. Aman."

Eggs en Cocotte, sebuah makanan gurih yang dibuat dari telur yang dipanggang dalam mangkuk kecil bersama krim dan mentega. Sangat kurang pas di lidah Rhea karena dia sendiri kurang suka dengan telur.

Tono lalu memberikan menyarankan Rhea untuk memakan croissant saja, dan wajah Rhea langsung berubah lebih santai saat memakannya.

"Lebih suka manis ya?"

"Tidak juga Pak Tono, tapi kalau ini setidaknya rasanya masih familiar."

Pemandangan di meja itu sungguh kontras. Dua anak buah sedang berbincang santai sedangkan sang bos, hanya diam dan makan dengan tenang.

Setelah selesai makan mereka tak langsung pergi, hingga sebuah kabar diterima kalau calon klien mereka sudah sampai.

"Kita pindah ruangan," ucap Tono sambil beranjak dari duduknya.

Jika tadi meja tempat mereka makan berbaur dengan pengunjung lain, maka tempat yang dituju sekarang berbeda. Sebuah ruangan yang tak terlalu besar dimana di dalamnya terdapat dua buah meja yang saling berhadapan dengan masing-masing memiliki 3 kursi.

Beberapa minuman dan makanan ringan tersaji di sana. Tidak banyak namun cukup.

"Bonjour, Monsieur Nayaka."

"Bonjour, Monsieur Raphael. Ravi de faire votre connaissance (senang bertemu dengan Anda)"

Semua saling berjabat tangan. Tak terkecuali Rhea.

Meski degup jantungnya sangat cepat melihat dua orang yang merupakan calon rekan bisnis LT, Rhea tetap tersenyum tipis dan berusaha mengatur nafasnya.

Mereka lalu duduk, dengan Nayaka berada di tengah.

Dengan bahasa Prancis, Nayaka mengenalkan Rhea sebagai penerjemah kepada Raphael Martin. Ekspresi wajah Raphael terlihat tidak senang awalnya namun setelah berbincang ringan beberapa saat, pria itu mengangguk-anggukan kepala.

"Alors, est-ce que LT a accepté la demande de garantie que nous avons soumise? (Jadi, apakah pihak LT menerima klaim garansi yang kami ajukan?)"

"Nous ne pouvons pas offrir de garantie complète. (untuk garansi penuh kami tidak bisa memberikannya)"

Rhea menerjemahkan jawaban Nayaka. Wajah Raphael langsung masam. Beberapa waktu sudah dia berikan bagi pihak Nayaka untuk membaca poin-pin kerjasama yang diajukan. Akan tetapi jawabannya tidak sesuai dengan harapannya.

"Kalau begitu, apa pertemuan ini akan jadi sia-sia belaka?" ucap Raphael, matanya menatap tajam ke arah nayaka.

Rhea mengambil nafasnya dalam dan menghembuskannya perlahan. Dia lalu menyampaikan apa yang dikatakan oleh Raphael kepada Nayaka.

Nayaka menarik satu sudut bibirnya.

"Anda belum mendengarkan hal selanjutnya. Kami memang tidak bisa memberikan garansi penuh, suku cadang pesawat itu memiliki resiko yang tinggi. Jika kamu menanggung semua resikonya maka bisa jadi kerugian kami akan sangat besar. Kami bisa memberikan jaminan barang dalam perjalanan, namun sebelum dan sesudah barang itu masuk kapal, bukan jadi tanggung jawab kami, terjemahkan."

Rhea menganggukkan kepala. Dia menyampaikan apa yang dipaparkan oleh Nayaka. Namun ekspresi wajah Raphael masih belum berubah. Kini satu alisnya memicing.

"Itu lah kenapa kita memilih LT, karena kami pikir bisa mengklaim seluruh jaminan keselamatan dan kemanan."

"Brengsek, kalau gitu kamu cuma mau untung sendiri."

Degh!

Rhea langsung mengarahkan pandangannya kepada kepada Nayaka. Dia menelan ludah nya kasar.

"Ya Allah, dia baru aja ngumpat di depan klien besar," batinnya.

Saat sadar bahwa Nayaka melihat ke arahnya, Rhea langsung kembali fokus menatap ke Raphael. Dia terdiam sejenak lalu mulai berbicara.

"Maksud Pak Nayaka, jika seluruh risiko dibebankan kepada pihak kami, , maka skema ini hanya akan lebih menguntungkan pihak Anda. Sedangkan kami, kerugian tak terduga bisa saja terjadi."

Raphael diam, dia menatap Rhea dengan seksama dan menghembuskan nafas panjang.

"Kamu mengubah kalimat ku?" tanya Nayaka yang sadar bahwa Rhea tak menerjemahkan persis seperti yang dikatakannya.

"Saya hanya memperhalus ucapan Bapak, tapi tetap menyampaikan maksudnya."

Hening sejenak, Nayaka yang tetap menatap ke depan menggerakkan kepalanya.

"Lanjutkan!"

Rhea memejamkan matanya sejenak, dia pikir dirinya hanya akan berperan sebagai kamus. Namun apa yang dialaminya sekarang lebih dari itu.

"Menjadi jembatan bagi kepentingan dua orang itu, benar-benar melelahkan."

Rhea tersenyum lebar, dia melihat kepada Raphael dan Nayaka secara bergantian.

Pembicaraan masih berjalan, dan pada akhirnya pertemuan kali ini belum bisa mendapatkan kata sepakat yang diharapkan karena pihak Raphael masih bersikukuh dengan keinginan mereka.

"Rhea sampaikan begini saja. Jika mereka setuju dengan jalan tengah yang aku sampaikan tadi, minta pihak mereka menghubungi. Jika sampai besok pagi tak ada kabar, maka kita anggap mereka menolak bekerja sama."

Rhea menahan nafasnya lalu mengangguk. Sebenarnya ia sedikit was-was, mereka sudah sejauh ini datang, apa iya hanya akan pulang dengan cuma-cuma.

"Kenapa? Cepat terjemahkan."

"Lakukan aja Mbak Rhea, sepert permintaan Pak Bos."

Tono yang berkata sambil tersenyum, cukup membuat Rhea merasa sedikit tenang. Dia lalu mengatakan maksud Nayaka kepada Raphael.

"Baik, nanti akan kami bicarakan lebih dulu."

Fyuuuuh

TBC

1
Esther
yah unboxing di kantor ini....awas gak bisa jalan nanti Rhea😄
dewi rofiqoh
Mimik cucu dulu ah dedek🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
tanggung jawab ka pada penasaran nih
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
wiiihhh dah ad sinyal lampu ijo
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
heeeyyyy nayaka ingat km LG kerja,NNT ad gangguan loh,
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
emng sengaja kyknya nih biar km g mau kerja lg
D_wiwied
yaaah tanggung amat thor 😆😆
lanjutin napa, kasian loh itu Nayaka dah nunggu lama momen ini 🤭🤭
GiZaNyA
gas pol Nayaka sampe gol yesss... 🤣🤣🤣
GiZaNyA
astagaaaa Othooorrrrr... gimana iniiii masa langsung di skip... 🤣🤣🤣
Icha Arlita
males ngebayangin sendiri, ayo ngebayangin bareng bareng 🤣🤣🤣
Bunda HB
hmmmmm pgi2 udh buat mrinding aja thor....😅😅😅
Lela Angraini
hdeeehhh pagi" dah haredang aja lah othor ini
ind@h
pagi² sudah dibikin panas dingin...🤭
ElHi
maem permen lolipop kaaakkk........kan biar santuyy dulu gitu lohh....Nayaka punya kok..tenang azaah....dah bayangin itu aja dah🤣🤣🤣🤣
falea sezi
kebayang muka nya pas blg yankk🤣🤣 q yg baper loo rea🤣🤭
dewi rofiqoh
Dah mulai bucin dan posesif niiih nayaka 🤭🤭🤭🤭
GiZaNyA
wihhh langsung ada huru-hara di hati Oza pastinya kalau tau Rhea nikah sama bos mereka sendiri.. 🤣🤣
GiZaNyA
intinya selamat yaa Nayaka Rhea... sekarang tinggal bikin geger orang sekantor yesss... 🤣🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
kyknya nikmat bngt lihat penderitaan orang km tono
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
apa hak lu,ngatur dan tanya tanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!