Sebagai seorang wanita karir dengan gaji milyaran pertahun, Raisya tidak keberatan membantu keluarga suami nya.
Termasuk membiayai kebutuhan keluarga kakak ipar nya, serta biaya kuliah adik ipar nya. Bahkan semua kekuarga suami nya minta tinggal bersama di rumah nya, Raisya tidak keberatan.
Tapi saat Neta hamil di luar nikah, mertua nya meminta Raisya untuk mengadakan acara pernikahan mewah untuk putri nya.
Raisya menolak keinginan mertua nya, sehinga semua kebaikan Raisya selama ini langsung lenyap dalam waktu sekejap.
Mertua dan keluarga suami nya Raisya bahkan dengan tega membawa wanita lain sebagai calon madu untuk Raisya, agar dia mau menuruti keinginan mereka.
Raisya menolak dan memilih untuk berpisah, tapi malah Raisya yang di usir dari rumah nya sendiri.
Raisya tidak tinggal diam di tindas oleh suami dan keluarga nya, dia membalas semua nya dengan menghentikan semua bantuan keuangan yang selama ini dia berikan, dan dia mengusir mereka semua dari rumah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
Di sebuah rumah megah yang terlihat dari luar, Neta tampak menyeka keringat nya. Semenjak masuk ke dalam rumah ini, dia di perlakuan seperti pembantu oleh Mama Mila, sedangkan Rian tidak pernah sekalipun membela nya.
"Aku capek, aku bukan pembantu di rumah ini. Aku adalah nyonya dan tidak ada yang boleh memperlakukan aku seperti ini!" Ujar Neta sambil menendang ember yang ada di dekat nya.
Neta juga melempar alat pengepel yang ada di tangan nya, lalu dia segera duduk di sofa sambil menyilangkan kaki seperti nyonya rumah.
"Bi Ina,,,,,!" Teriak Neta dengan suara lantang.
Tidak terdengar jawaban sama sekali, Neta kesal setengah mati.
"Dimana sih pembantu itu? Di panggil dari tadi gak nyaut!" Omel Neta dengan kesal.
"Bi Ina,,,,,!" Kembali Neta memanggil nama wanita yang menjadi asisten rumah tangga itu.
"Ada apa teriak - teriak?" Tanya wanita paruh baya yang baru saja muncul dari arah dapur.
"Kamu punya telinga gak sih? Aku teriak - teriak manggil kamu sejak tadi!" Bentak Neta dengan geram.
"Ka fikir aku tidak punya pekerjaan lain apa?" Bi Ina menjawab ucapan Neta dengan berani.
"Kamu cuma pembantu di rumah ini, berani nya kamu sama saya. Mau saya pecat kamu hah?" Bentak Neta sambil berdiri.
"Memang nya kamu siapa mau memecat Art saya?" Tanya Mama Mila tiba - tiba.
Neta terkejut mendengar suara Mama Mila, dia tidak tahu kapan wanita yang menjadi mertua nya tersebut datang.
"Ma, jangan lupa aku adalah istri nya mas Rian. Jadi aku adalah nyonya di rumah ini, aku berhak memecat dia yang tidak becus!" Neta berkata dengan penuh percaya diri.
"Dengar Neta, kau memang istri nya Rian. Tapi apa Rian menganggap mu sebagai istri nya? Tidak Neta, jangan bermimpi terlalu tinggi. Bahkan kami kau tidak lebih dari seorang pembantu di rumah ini, jadi jaga sikap mu atau kau mau di usir dari rumah ini!" Bentak Mama Mila dengan tatapan yang penuh dengan ejekan.
"Mama,,,,!" Neta terkejut dengan apa yang baru saja di katakan oleh mertua nya.
"Bi silahkan kembali ke belakang, dan kau Neta kerjakan apa yang aku perintah kan. Atau jika tidak, aku akan melemparkan mu ke jalanan!" Ancam Mama Mila.
Neta syok mendengar ucapan mertua nya, dia pikir kehidupan nya setelah menjadi istri dari Rian akan sangat menyenangkan. Tapi nyata nya dia malah di perlakuan oleh pembantu oleh mertua nya, dan Rian malah mendukung apa yang di lakukan oleh Mama nya.
"Mama, aku ini adalah istri nya mas Rian. Aku juga nyonya di rumah ini, kalian sendiri kan yang bilang pada ku dulu!" Neta berkata dengan sengit.
"Kau sendiri yang memaksa untuk masuk ke dalam rumah ini, sekarang ini lah posisi mu!" Mama Mila berkata dengan tatapan sinis.
Neta ingin menangis, dia ingin berteriak tapi dia tidak punya kekuatan. Kehidupan yang indah sebagai nyonya rumah kini lenyap sudah, yang ada dia malah menderita.
Sementara itu di tempat yang lain, di rumah kontrakan sempit. Alvin dan Cika sedang duduk sambil memikirkan kehidupan mereka sekarang. Bela, putri satu - satu nya sudah berhenti dari sekolah elit tempat nya menuntut ilmu, dulu biaya sekolah itu di bayar oleh Raisya.
"Mas, bagaimana ini? Kita tidak punya uang lagi sekedar untuk makan!" Cika berkata pada suami nya.
"Aku juga bingung saat ini!" Alvin mengusap wajah nya dengan kasar.
"Mas, coba kamu cari kerja di luar sana. Jangan cuma duduk manis saja di rumah!" Cika berkata dengan geram.
"Kerjaan apa yang bisa aku lakukan di luar sana? Kau tahu sendiri aku bisa nya kerja di kantor, bukan kerja kasar!" Alvin membentak Cika.
"Mas, sekarang tidak ada perusahaan yang mau menerima diri mu. Jadi lebih baik kerja kasar dari pada kita mati kelaparan di sini!" Cika balik membentak suami nya.
"Semua itu gara - gara diri mu, karena gaya hidup mu yang terlalu tinggi sehingga aku sampai korupsi dan di pecat!" Bentak Alvin dengan suara lantang.
"Kok kamu jadi nyalain aku, mas? Kan sudah kewajiban kamu memenuhi semua kebutuhan ku!" Cika tidak mau kalah dengan suami nya.
"Agrrhhh!" Alvin menendang pintu kontrakan dengan kasar.
Alvin langsung pergi dari kontrakan sempit nya, meninggalkan Cika yang masih terpancing emosi.
"Kenapa hidup ku jadi begini? Ini semua karena Raisya, dia yang udah membuat kami menderita seperti ini!" Cika bermonolog pada diri nya sendiri.
Alvin bergegas mencari angkutan umum, dia pergi ke rumah Dita. Saat ini Alvin tahu, jam seperti ini biasa Dita sedang sibuk di toko bangunan milik nya.
"Lebih baik aku pergi ke rumah Dita saja, aku bisa makan dan tidur di sana. Saat ini Dita kan sedang tidak ada di rumah, dari pada mendengarkan ocehan Cika yang bikin sakit kepala!" Guman Alvin.
Alvin pergi ke rumah Dita, benar dugaan nya Dita memang tidak ada di rumah. Mama Rika menyambut kedatangan putra sulung nya dengan senyum lebar.
"Alvin, akhir nya kamu datang juga. Mama udah rindu sama kamu!" Mama Rika begitu antusias menyambut kedatangan Alvin.
"Ma, Alvin laper banget. Sekarang kami tidak punya uang lagi, apalagi si Cika juga cerewet banget!" Alvin mengadu pada Mama nya.
"Ya udah, ayo masuk. Kamu bisa makan sepuas nya hari ini!" Mama Rika mengajak Alvin masuk ke dalam rumah.
Mama Rika segera menyajikan masakan nya di meja makan, Alvin makam dengan lahap seperti orang yang kelaparan saja.
"Ma, udah beberpa hari ini aku tidak makan makanan enak. Uang yang Mama kasih sama aku di gunakan untuk bayar kontrakan!" Alvin berkata dengan mulut yang penuh.
"Mama gak bisa kasih kamu uang banyak Vin, Dita gak kasih uang sama Mama. Mama juga di sini di jadiin babu sama dia, Mama di suruh masak sendiri jika mau makan!" Mama Rika menceritakan semua nya pada Alvin.
"Ma, jangan mau - mau nya ngikutin perintah Dita. Emang dia siapa berani nyuruh - nyuruh!" Alvin mulai menghasut Mama Rika.
"Jika Mama gak mau nurutin perintah nya, maka dia mengancam akan mengusir Mama dari rumah ini!" Mama Rika berkata dengan nada suara lirih.
"Kurang ajar, berani sekali dia!" Alvin sangat marah mendengar Dita berlaku semena - mena terhadap Mama nya.
"Raisya sudah menggugat cerai Dimas, dia juga menuntut harta gono - gini atas mobil yang di pakai oleh Dimas!" Mama Rika menceritakan tentang Dimas dan Raisya.
"Apa? Lalu apakah Dimas menuruti keinginan Raisya?" Kembali Alvin bertanya.
"Iya, karena kalau tidak maka dia akan menuntut Dimas!" Mama Rika berkata sambil mengangguk kan kepala nya.
"Keterlaluan, ini tidak bisa di biarkan. Raisya harus di beri pelajaran, dia telah membuat kita semua dalam kesulitan saat ini!" Alvin berkata sambil mengepal kan tangan nya.
raisya ga ktmu sm jdohnya yg lbh baik????😁😁😁....
mksh crtanya kk....smnggttt....😘😘😘
skrng nkmti aja ksmbongn klian....
udh d usir sna sni,bntr lg jg d pcat....
mkanyaaa....hdp tu mst brsykur,jgn songong....😫😫😫