Kematian beruntun datang menghantui desa ujung pandang, banyak warga yang meninggal secara mendadak dan akhirnya menimbulkan fitnah kejam di dunia iblis.
Arwah suci bernama Sukma harus membersihkan nama, dia mendapatkan tuduhan keji bahwa dia yang sudah menyebar racun tersebut.
sebab kematian para warga sangat mengerikan dan para dokter juga tidak menemukan ada yang janggal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15. bayangan dalam cermin
"Astaga ini sudah berjalan lama tentang masalah yang terus ada di desa ini namun terus melibatkan Purnama juga.'' Pak Kades berbicara sendirian di depan cermin.
"Kadang aku memang tidak enak juga kalau terus melibatkan Purnama seperti itu, tapi mau minta tolong kepada siapa lagi kalau bukan kepada dia.'' keluh Pak Kades.
Sebab memang hanya Purnama yang bisa memberikan pertolongan serta bantuan kepada warga yang ada di desa ini, untuk para orang lain tentu saja mereka mengharapkan imbalan dan Terkadang mereka tidak bisa menyelesaikan masalah tersebut dengan tuntas sehingga para warga hanya bisa menelan rasa kecewa setelah berharap dengan pertolongan yang datang itu.
Beda dengan Purnama yang memang memberikan seluruh kekuatan yang ada di dalam diri dia untuk menolong para warga yang kesusahan, Bahkan dia tidak pernah mengambil sepeserpun uang dari mereka semua dan pernah dirinya malah mengamuk ketika salah satu kades di desa itu memberikan amplop untuk dia sebagai imbalan atas kerja keras nya itu.
Jadi sekarang Kades Desa Ujung Pandang memiliki ide tersendiri ketika mereka sudah sering mengharap bantuan dari Purnama, Bu Kades dengan rela memasak berbagai macam masakan agar Purnama bisa memakan masakan tersebut, Sebab mereka sendiri juga tahu bahwa Purnama adalah manusia yang tidak bisa memasak sehingga dia akan senang ketika mendapat kiriman makanan.
''Hahhhh.'' Pak Kades menarik nafas panjang sambil menatap cermin.
''Astaga!'' Pak Kades berteriak ketakutan ketika dia melihat apa yang ada di dalam cermin itu sekarang.
Secepat kilat Pak Kades menoleh ke belakang untuk memastikan Apakah ada sesuatu yang sedang berdiri di belakang dia saat ini, namun ketika dia sudah melihat ke belakang dirinya sama sekali tidak melihat ada yang aneh dan tidak ada wanita yang sedang berdiri di belakang dia sekarang.
''Tidak ada.'' gumam Pak Kades dengan perasaan yang sangat ketakutan sekali.
''Apa ini ya, Siapa sebenarnya yang sudah mulai meneror para warga?'' batin Pak Kades karena dia juga ingin tahu.
Sreeeeng.
Sedang Pak Kades berpikir keras apa yang telah terjadi saat ini di desa mereka, mendadak saja dia mencium aroma yang begitu kuat di dalam kamar ini sehingga membuat pria tua itu menatap kesana kemari untuk memastikan Apakah ada orang lain yang sedang berdiam diri di dalam kamar ini.
''Bu?'' Pak Kades ingin melihat terlebih dahulu.
''Eeeeeghkkk!''
''Mati saja.'' bisik sebuah suara yang tidak pernah terlihat wujudnya itu.
''To... long.'' Pak Kades ingin meminta tolong dan dia memegang erat leher yang terasa begitu kering.
''Mati..... kalian lebih baik mati saja.'' suara itu kembali terdengar dari dalam cermin.
Bersama dengan itu juga cermin mengeluarkan asap berwarna hijau pekat dan Pak Kades sudah tidak sanggup untuk berdiri lagi sehingga dia tumbang di atas lantai, asap berwarna hijau itu mulai masuk lewat mulut hidung dan juga mata sehingga seluruh tubuh Pak gadis menjadi kejang tidak karuan.
Baakkk.
Bakkkk.
Kaki pria setengah baya itu menendang-nendang udara karena merasakan sakit tidak terhingga pada bagian dada, tidak ada yang mengetahui bagaimana Pak Kades akan menghembuskan nafas terakhir di dalam kamar itu karena dia memang sedang sendirian setelah tadi usai mandi dan akan bersiap untuk makan malam bersama para keluarga.
Cleduuuus.
Cleeduuus.
''Hahaaaa wangi sekali aroma mata yang baru meledak ini.'' wanita berbaju putih itu berjongkok dan menghirup aroma mata milik Pak Kades.
''Terima saja kematian ini karena kau sangat berambisi ingin menemui purnama dan mengungkap tentang tragedi desa.'' Wanita bergaun putih itu segera menghilang dari mata manusia.
Meninggalkan mayat Pak Kades yang sudah berubah warna menjadi hijau kebiruan itu dan yang paling mengerikan lagi adalah mata milik Pak Kades sudah pecah, darah mulai merembes membasahi lantai sehingga bila nanti Bu Kades masuk ke dalam kamar ini pasti dia akan sangat ketakutan dan juga tidak menyangka bahwa sang suami mengalami nasib yang begitu buruk.
...****************...
''Masak banyak sekali hari ini, Bu?'' Pandu bertanya dengan mengunyah buah semangka.
''Tadi sengaja masak banyak begini karena mau mengantar Mbak Purnama.'' Bu Kades menjawab sambil menyiapkan piring untuk makan malam.
''Oh, sudah jadi ya ke rumah Mbak Purnama untuk minta tolong?'' Pandu juga penasaran dengan hal itu.
''Ya Jadi dong orang cuman dia yang bisa membantu kita untuk lepas dari masalah ini.'' ujar bu Kades.
''Aku penasaran juga sebenarnya dengan mbak Purnama itu karena dia mampu menghadapi semua iblis.'' Pandu berkata dengan sangat kagum.
''Sudah gitu dia baik juga sehingga banyak membantu orang yang sedang membutuhkan.'' bu RT juga setuju dengan Pandu.
''Nah dan yang paling membuat orang merasa bangga memiliki Mbak Purnama itu adalah, Dia memiliki kekuatan tersebut namun tidak pernah niat menjadi seorang dukun.'' ujar Pandu kembali.
''Bahkan dukun saja belum tentu mampu melawan kekuatan milik Purnama.'' ucap Bu Kades.
Pandu lagi-lagi setuju dengan ucapan itu karena semakin banyak orang yang ingin membuka praktek dukun hanya karena mereka yakin mampu menyaingi kekuatan milik Purnama tersebut, Padahal selama ini sudah banyak dukun tumbang di tangan ratu ular karena mereka semua tidak menyadari bahwa yang menjadi lawan Mereka itu adalah iblis itu sendiri.
Orang banyak beranggapan bahwa Purnama bekerjasama dengan iblis untuk memperkuat diri dan seperti para dukun lain yang memiliki peliharaan, Tanpa mereka sadari bahwa Purnama itu adalah sosok iblis yang sangat mengerikan sehingga dia mampu melakukan apa saja, bukan hanya di dunia manusia tapi di dunia gaib dia juga memiliki pamor yang begitu besar.
''Panggil Ayah lah, Ayo kita makan sekarang karena sejak siang tadi dia belum makan juga.'' pinta Bu kades kepada sang anak.
''Siap.'' Pandu bergegas menuju kamar karena ingin memanggil sang ayah.
''Udah lapar sekali Ini dari tadi sibuk saja mengurus para warga yang ketakutan.'' ujar Bu Kades sambil mencoba bakwan jagung.
''AYAAAAAAAH!''
''Kenapa, Ndu?!'' bu Kades segera berlari menuju kamar setelah mendengar suara anak berteriak.
''Bu... i.. ni.''
''Ya Allah!'' Bu Kades juga berteriak keras karena dia tidak menyangka bahwa sang suami akan mengalami nasib seperti ini.
''Bu.. Ayah ada yang membunuh kah?'' Pandu saja merasa ketakutan melihat jenazah dari Pak Kades.
Jelas mereka berdua sangat ketakutan sekali karena tidak menyangka bahwa Pak Kades ini akan mengalami nasib yang begitu buruk seperti ini, Padahal mereka tadi jelas sekali melihat bahwa Pak Kades masih sehat walafiat dan ini tadi tidak ada suara menjerit atau suara berisik di dalam kamar, apa yang telah membunuh orang tua itu sehingga dia mengalami nasib yang sangat buruk seperti ini.
Selamat malam, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.
penasaran siapa ya yg sudah membangkitkan arwah iis🤔
sudah ku duga pasti member usil ini👻