Kiara Alexa seorang gadis desa sederhana berparas cantik yang di persunting oleh Galih ardiansyah anak kepala desa yang bekerja di sebuah perusahaan ternama di kota. Harus berakhir dalam hitungan jam saja karena sang mempelai Pria mendadak meninggalkan pelaminan 1jam setelah ijab qobul di laksanakan tanpa memberitahu sebab dan alasan pasti membuat acara resepsi pernikahan menjadi berantakan bahkan Kiara sempat pingsan dan harus mendapatkan perawatan intensif karena tidak kunjung sadarkan diri.karena kejadian itu Kiara sempat depresi berat.
Akankah Kiara Alexa mampu bangkit dari keterpurukannya? Akankah ia bisa merasakan kebahagiaan atau sebaliknya? Dan bagaimana pertemuannya dengan seorang pemuda tampan yang lebih segalanya dari suaminya dulu?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
# Bab 14
Bintang tergopoh gopoh memasuki lift menuju lantai dasar. Belum sempat masuk ia mengambil benda pipih yang ada di saku celananya yang sedang bergetar. Membaca isi chat dari Asisten Rey dengan berjalan malas menuju ruangan Asisten Pribadi CEO.
Andre memperhatikan raut wajah temannya itu sedang tidak bersahabat menuju ruangan Asisten CEO membuat Andre tersenyum dalam hati. Ia mengambil handponenya "Kau tenang saja aku yang akan menemani gadismu makan siang di kantin" isi chatnya kepada Bintang dengan caption dua jari membentuk angka V dan tertawa.
Bintang membuka lagi handponenya ada pesan masuk dari Andre membuatnya semakin kesal. "Sial" gumamnya sedikit di dengar oleh Rey yang sudah ada di depannya. "Kau mengataiku apa barusan."ucapnya.
"Ah nggak Kak Rey.. Ini aku lagi chat an sama bang Andre" jawab Bintang. "Ada apa memanggilku? " tanyanya.
"Kenapa tadi kamu tidak fokus dalam mengikuti rapat apa kamu masih memikirkan kejadian kemaren" ucap Rey.
"Tidak aku hanya..
"Hanya apa? Potong Rey
"Aku memikirkan Kak Pagi" jawabnya bohong. Rey mengerutkan dahinya "Ada apa dengannya! Bintang memikirkan alasan lain "Kurang seminggu lagi kakak ulang tahun, apa Kak Gio sudah siap dengan lamarannya" ucapnya sedikit gugup.
Rey menggelengkan kepalanya "Profesional kerja itu penting, jangan mencampur adukkan masalah rumah dengan pekerjaan harusnya kau memahami itu" ucap Rey. "Belajarlah lebih giat lagi untuk masa depanmu sendiri dan jangan mangkir atau beralasan lagi, tetap fokus dalam menjalankan tugas. Kau harus banyak belajar kepada Gio di usiamu dia sudah bisa menghendle cabang perusahaan Papanya" titahnya lagi.
Bintang mengangguk paham dan berpamitan kembali ke ruangannya. "Tunggu" teriak Rey membuat Bintang menghentikan langkahnya. "Rencana lamaran itu Gio sudah menentukan tempatnya, kau bisa menanyakannya sendiri nanti" ujarnya dan berlalu meninggalkan Bintang yang masih mematung.
Di kantin Andre clingak clinguk melihat satu persatu karyawan yang sedang menikmati makan siangnya "Nggak ada karyawan baru di sini" gumamnya. Duduk di bangku kosong dan memesan minuman. "Buk Yem apa ibu melihat karyawan baru barangkali Mereka memesan makanan di sini" tanyanya.
"Ndak ada mas, memang ada karyawan baru to? Tanya balik Bu yem.
"Iya.. Di bagian QC" jawab Andre.
"La dalah.. Kalau karyawan pabrik ya dapat jatah makan catering satu kali mas pas makan siang gini" ucap Bu yem. Andre hanya ber oh ria saja karena tidak tahu apa apa.
Bintang menghampiri Andre yang duduk sendirian. "Sudah pesan makanan" tanyanya.
"Belum sengaja nungguin kamu, lama amat dapat wejangan apa saja dari Asisten Rey"
Bintang hanya tersenyum" Kenapa kantinnya sepi" tanyanya melihat banyak bangku kosong tidak seperti biasanya yang sampai berebut tempat.
Andre menunjuk jam dinding yang terpajang di kantin itu. "Orang-orang sudah pada kenyang kamu baru datang" ucapnya membuat Bintang tertawa.
***
Manda terbangun dari tidurnya melihat sekeliling kamar sudah tidak ada lagi Teman tidurnya semalam. "Kebiasaan sudah ngerasain enaknya setelah itu di tinggal begitu saja" gerutunya dengan berjalan masuk kamar mandi untuk membersihkan diri.
Membiarkan kamar itu tetap berantakan dan segera pulang kerumah. Di rumah Manda di sambut dengan anaknya yang di asuh oleh baby sister. "Apa Tuan sudah bangun bi" tanya Manda. "Belum Non" jawab baby sister. "Syukurlah "dalam hati kecil Manda.
Membuka kamarnya pelan dan meletakkan high heals dan tasnya ke tempat masing-masing dan berganti pakaian rumahan. Setelah itu ia membangunkan suaminya. "Sayang.. Sayang.. Bangun" ucapnya dengan menggoyang goyangkan tubuh Galih. Galih mencoba membuka matanya yang masih berat "Jam berapa ini" tanyanya dengan suara khas orang bangun tidur. "Sudah jam 2 siang" jawab Manda membuat Galih kaget dan langsung terduduk "Apa" teriaknya. "Kenapa aku tidak di bangunkan pagi" titahnya lagi.
"Siapa suruh tidur seperti mumi dari tadi aku membangunkanmu sampai mulutku kering" jawab Manda
Galih memijat pelipisnya yang sedikit berat karena terlalu banyak minum "Minuman apa yang di pesan Haikal untukku sampai aku tidak tersadar seperti ini" gumamnya. "Ah.. Bisa bisa aku di pecat dari kantor kalau aku sering bolos" sambungnya lagi dan mengambil handponenya untuk menghubungi Haikal tangan kanannya.
Satu kali dua kali tersambung tetapi tidak di angkatnya membuat Galih kesal dan melempar handponenya ke sembarang arah. Masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya dan menghilangkan bau alkohol yang menempel.
Di apartemen Haikal mengerjabkan matanya mendengar suara dering ponselnya berkali-kali. Meraba nakas meja yang berdekatan dengan ranjang tidurnya dan melihat siapa yang mengganggu tidurnya. "Bos" ucapnya pelan melihat jam yang tertera di handpone canggihnya. "Astaga aku tertidur lama sekali" gerutunya dengan menyandarkan punggungnya ke dinding ranjangnya. Haikal merasakan sekujur tubuhnya pegal pegal ia mengingat pergulatannya dengan Manda semalam suntuk sampai menjelang subuh. "Gara-gara menuruti kemauan perempuan liar itu badanku jadi remuk gini"sambungnya lagi dengan menggerakan otot ototnya yang kaku.
Haikal tidak habis pikir teman dan juga Bosnya itu bisa bertahan dengan perempuan yang memiliki nafsu besar bahkan lebih perkasa dari seorang laki-laki pada umumnya. "Dia memang kelainan" gumamnya dalam hati. Ia mencoba menghubungi Bosnya balik tetapi tidak di angkatnya.
Di kantor Asisten Rey menyuruh sekertaris Luna untuk menghubungi telpon meja personalia tetapi tidak ada yang mengangkatnya. "Sudah tiga kali saya menghubungi tapi tidak ada yang mengangkatnya " ucap sekertaris Luna. "Siapa saja yang ada di ruangan itu" tanya Rey.
"Pak Galih selaku personalia dan pak Haikal tangan kanannya" jawab Luna.
Rey berjalan meninggalkan Luna ingin mengecek ruangan Personalia secara langsung "Mereka bekerja atau tidur" gerutunya dengan terus melangkah memasuki lift khusus menuju lantai dua. Di sana ia di sambut oleh dua staf administrasi kantor" selamat siang Pak " ucap staf itu. Rey hanya mengangguk dan terus berjalan ke arah ruang personalia. Ia membuka ruangan itu tidak ada seorangpun di sana "Dimana penghuni ruangan ini" tanyanya dengan nada dingin.
Kedua staf itu membisu dengan menundukkan kepalanya. "Kenapa kalian diam" Bentak Rey membuat mereka berdua kaget. "I.. Itu pak Galih dan Pak Haikal ti.. Tidak masuk kerja hari ini" jawab salah satu staf itu dengan terbata bata. "Mana surat keterangannya"tanya Rey.
"Ma'af Pak tidak ada".
"Berarti mereka berdua sama sama bolos kerja" ucap Rey dan kedua staf itu mengangguk. Rey berjalan mendekati staf itu"Apa mereka sering melakukan ini" tanyanya. Kedua staf mengangguk dan meminta ma'af. Rey menyuruh kedua staf itu untuk datang keruangannya dengan membawa absensi karyawan dari awal tahun kemaren.
***
**Jangan lupa mampir ke Novel Pertama author AMAZING GIRL'S karena isi cerita di dalam Novel One Day MARIED sangat bersahutan dan akan lebih seru untuk membacanya..
Terima kasih sudah mampir ke Novelku ini jangan lupa Like, Share, Koment dan Vote sebanyak banyaknya..
Happy Reading**....
semangat
Pak Mahendra dia Putrimu pak..