Bintang adalah siswa kelas Satu SMA yang berteman akrab dengan Surya dan juga Gala yang merupakan kakak kelasnya. Surya dan Gala adalah siswa kelas Tiga. Persahabatan yang mereka bina berujung pada cinta segitiga.
Bintang jatuh cinta kepada Gala begitu sebaliknya sementara Surya juga mencintai Bintang.
Di lain sisi Gala terkenal sebagai seorang playboy di Sekolah tersebut sementara Surya adalah siswa yang berprestasi namun tidak pernah dekat dengan anak perempuan.
Namun keduanya secara tidak sengaja bersaing untuk mendapatkan cinta dari Bintang sang adik kelas.
Siapakah yang akhirnya menjadi kekasih Bintang ? Gala atau Surya ?. Atau Bintang akan memilih orang lain ? Yuk baca novel ku agar kita tau bagaimana akhir dari cerita ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zaqian Laili, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 15. Guru Privat
Setelah berhasil menyakinkan Bintang, Purnama mengajak Bintang masuk ke dalam rumahnya, Bintang tetap menatap wajah Purnama yang di yakini oleh Bintang adalah Surya.
Bintang menatap setiap sudut ruangan tersebut, ia memperhatikan foto yang terpasang di ruang keluarga itu.
"Apakah benar ia bukan kak Surya ? tapi mengapa ia begitu sangat mirip ? apakah mungkin kak Surya sebenarnya masih hidup ? apakah orang tua kak Surya ikut bersandiwara ?" tanya Bintang dalam hati.
"Nona minumlah dulu, aku akan mempersiapkan buku-buku yang mungkin diperlukan." ucap Purnama sambil berlalu setelah meletakkan minuman yang ia bawa.
Bintang hanya diam sambil terus memperhatikan setiap gerak gerik Purnama. Setelah lama akhirnya Purnama muncul kembali dengan membawa banyak buku-buku di tangannya.
"Kak Surya, untuk apa kakak membawa buku sebanyak itu ? dan bukankah Kakak lebih unggul daripada Bintang ? atau kakak sengaja ingin mempermainkan Bintang dengan menjadikan Bintang sebagai guru privat ?" tanya Bintang saat Purnama datang.
"Gadis cupu, sekali lagi aku tekankan bahwa aku bukanlah Surya aku adalah Purnama! dan asal kau tau jika bukan demi ibuku aku tidak akan Sudi belajar dengan mu." jawab Purnama dengan ketus.
"Apa buktinya jika kakak bukanlah kak Surya ?" tanya Bintang lagi.
"Kau ingin aku membuktikan apa ? aku tidak pernah mengenalmu atau kehidupan mu, bahkan aku baru hari ini melihat mu. Dasar gadis cupu !" jawab Purnama.
"Anakku siapa gadis cantik itu ? mengapa kau bersuara keras dengannya ?" tanya seorang wanita yang tiba-tiba muncul dengan kursi rodanya.
"Ibu, mengapa ibu kesini ? bukankah ibu harus banyak-banyak istirahat. " tanya Surya tanpa menjawab pertanyaan ibunya.
Sementara Bintang menatap wajah wanita paruh baya yang mendekati mereka dengan kursi roda. Bintang menatapnya lekat-lekat.
"Ibu kesini karena mendengar kau berbicara dengan seseorang, biasanya teman-teman mu, selalu ramai. Tapi mengapa sekarang cuma sendiri, bahkan ia seorang gadis."
"Apakah kau ingin mengenalkannya kepada ibu ? mengapa kau tidak memberi tau ibu sebelumnya ? setidaknya kita bisa membuat persiapan kecil-kecilan." ucap ibu Vega dengan tersenyum menatap wajah Bintang.
"Ibu, tidak seperti yang ibu pikiran. Dia datang kesini karena perintah paman dan sudah mendapat persetujuan dari ibu dan ayah, untuk menjadi guru privat ku." jawab Purnama.
"Jadi gadis ini yang akan menjadi guru privat mu ?" tanya Bu Vega sambil menatap Bintang dan Purnama secara bergantian.
Bintang dan juga Purnama hanya mengangguk. Ibu Vega tersenyum kemudian mendekati Bintang.
"Nak, siapa namamu ? kau cantik sekali. Semoga kau betah dengan kelakuan anak ibu ya. Meskipun dia menyebalkan tapi sebenarnya hatinya baik." ucap Bu Vega.
"Saya Bintang." jawab Bintang singkat.
"Bintang, sesuai dengan namamu, kau cantik alami." jawab Bu Vega sambil tersenyum.
"Gadis cupu ini memakai pelet apa, sampai-sampai ibu begitu menyukainya bahkan memujinya begitu saja. Padahal dari banyaknya gadis yang ia temui ibu selalu cuek dan tidak memperdulikannya."
"Tapi, memang benar si kata ibu, gadis cupu ini memiliki kecantikan yang luar biasa dibalik penampilannya yang cupu." batin Purnama sambil memperhatikan kedekatan ibunya.
"Nak Bintang sudah makan ? mari temani ibu makan siang." ucap Bu Vega sambil menarik tangan Bintang.
"Tapi saya ... ." ucap Bintang terhenti saat Bu Vega menggelengkan kepalanya.
Bintang terpaksa berdiri dan mendorong kursi roda milik ibu Vega. Sementara Purnama hanya bisa menatap kepergian keduanya dengan sangat heran.
"Makan siang, sejak kapan ibu mau makan siang dengan orang asing ?" tanya Purnama dalam hati.
Kemudian ia bangkit dan mengikuti Bintang dan juga ibunya. Setelah sampai di ruang makan ibu Vega mengajak Bintang makan siang bersama.
Bintang refleks mengambilkan piring dan juga nasi serta lauknya sambil bertanya makanan mana yang beliau mau atau tidak. Setelah itu Bintang juga mengambilkan untuk Purnama.
Purnama memandang Bintang tanpa bisa menolak makanan yang sudah ada di hadapan. Kemudian mereka makan siang dengan suasana yang sangat hening. Hanya suara sendok dan juga piring yang terdengar sangat lirih.
Setelah selesai makan siang, Bintang membereskan piring kotor dan meja makan tersebut yang di bantu oleh pelayan.
"Sempurna." ucap ibu Vega dengan tersenyum menatap gerak gerik Bintang.
"Gadis cupu ini selain cantik ia juga pandai mengambil hati orang lain." batin Purnama.
"Nak, seandainya Bintang bersedia menjadi menantu ibu, ibu pasti akan sangat bahagia sekali." ucap ibu Vega dengan menatap ke arah putranya.
"Ibu, sebenarnya apa mau ibu ?" tanya Purnama sambil menutupi kegugupannya.
"Mau ibu ? tentu ibu ingin putra ibu satu-satunya ini segera lulus dan segera memberikan ibu cucu yang akan menemani ibu setiap hari." jawab Bu Vega dengan tersenyum membayangkan ia menimang seorang cucu.
"Ibu, aku belum ingin menikah ! pacar saja aku belum memikirkannya apalagi untuk seorang istri. Aku menuruti keinginan ibu untuk belajar agar cepat lulus, hanya itu tidak lebih." jawab Purnama dengan tegas.
"Terserah kau saja, tapi jika kau berubah pikiran sampaikan kepada ibu segera." ucap Ibu Vega.
Setelah Bintang muncul kembali, ia duduk di tempatnya semula. Ia bingung harus bagaimana. Di satu sisi ia harus menjadi guru privat, di satu sisi lagi ia ingin membuktikan bahwa pria yang ada dihadapannya adalah Surya tapi disisi lain ada ibu Vega yang begitu baik dan tulus.
"Kalian lanjutan saja belajarnya, ibu ingin istirahat. Nak Bintang jangan sungkan-sungkan jika butuh sesuatu sampaikan saja kepada ibu, atau kepada Purnama." ucap ibu Vega dengan tulus.
"Baik Bu, nanti akan Bintang sampaikan jika ada sesuatu." jawab Bintang dengan tersenyum.
Kemudian ibu Vega pergi meninggalkan keduanya menuju kamarnya. Sementara Purnama dan Bintang kembali ke ruang tamu untuk melanjutkan kegiatan belajarnya yang belum sempat di mulai.
"Gadis cupu apa yang kau lakukan sehingga ibuku begitu menyukai mu ?" tanya Purnama setelah mereka duduk.
"Maaf kak, Bintang tidak melakukan apapun. Bintang baru pertama bertemu dengan beliau. Kak Surya juga pasti tau akan hal itu." jawab Bintang.
Hei gadis cupu ! sekali lagi aku tekankan aku bukan Surya !" jawab Purnama dengan tegas.
"Baiklah, kakak adalah kak Surya atau kak Purnama yang jelas Bintang kesini karena permintaan Bapak Rektor. Jadi tolong jangan memanggilku dengan sebutan gadis cupu. Nama saya Bintang." jawab Bintang yang tidak mau kalah.
"Baiklah Bintang aku tidak akan memanggilmu gadis cupu begitu juga sebaliknya kau jangan memanggilku dengan nama Surya, bagaimana kau setuju ?" tanya Purnama.
"Ok, kalau begitu kita mulai belajarnya, kakak akan memulai dari materi yang mana." jawab Bintang.
"Terserah kau saja, dari semua materi yang ada aku selalu ketinggalan dan membuatku harus mengulanginya lagi." jawab Purnama dengan jujur.