"Jo....apakah kamu tidak dengar ucapanku?! Bawa dia menjauh dariku....!" Dengan terisak, Malvia membuang mukanya. tidak mau sama sekali melihat wajah anaknya itu. Karena dia benar-benar tidak bisa melupakan malam dimana dia di nodai dengan kasar oleh Rio, Ayah dari bayi itu.
Jonathan terpaksa menikahi CEO yang tidak lain adalah atasannya. Dia melakukan semua itu demi nama baiknya karena telah hamil di luar nikah.
Semakin Malvia tidak menginginkan Celyn, semakin Jonathan menyayangi Celyn sepenuh hatinya. Meski ikatan mereka hanya di atas kontrak saja. Namun cinta tulus Jonathan untuk Celyn seperti cinta sejati seorang ayah untuk putranya
Namun semua itu hanyalah cinta di balik layar. Kenyataanya Jonathan hanya suami penutup aib istrinya. Dia adalah suami kontrak saja.
Ikuti kisahnya!
Akankah cinta tulus Jonathan yang seorang ajudannya, berhasil meluluhkan hati CEO yang keras dan dingin? Dan bagaimana jika ayah kandung dari anak itu kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mona Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15 Membuka hati untukmu
Di sebuah wahana bermain, Celyn dan Jonathan nampak begitu bahagia, mereka main ayunan dan juga main prosotan di dekat sebuah kolam renang. Namun tiba-tiba, Celyn berlari ke arah kolam renang dan terpeleset. Malvia yang sedang bersantai kaget melihat anaknya berteriak minta tolong.
Sedangkan Jonathan tidak tahu karena dia sedang menerima telepon.
Lama Malvia tak bereaksi dan kala tangan Celyn berusaha mencapai permukaan air. Dalam kepanikan dan dada yang terasa berdegup kencang, akhirnya Malvia berlari dan menyelam untuk menyelamatkan Celyn.
"Celyn ... " kini nalurinya sebagai seorang ibu tiba-tiba keluar dari lubuk hatinya. Selama ini dia bersikap acuh dan cuek. Namun saat melihat anaknya akan tenggelam di depan matanya, diapun tergugah untuk menolongnya.
"Ayo ke pinggir!" kata Malvia terengah-engah dan membawa Celyn ke pinggir.
Dengan perlahan Malvia membaringkan Celyn lalu mengeluarkan air dari perutnya. Celyn pingsan dan matanya terpejam. Dia bahkan tidak tahu jika ibunya menyelamatkan dirinya.
Uhuk! Uhuk!
Celyn terbatuk dan dari mulutnya nampak keluar air. Di saat itu Jonathan datang dan langsung duduk di samping Malvia dengan bingung.
"Kenapa dia? Apa yang terjadi?" tanya Jonathan menatap Malvia tajam.
Saat Malvia akan menjawab, tiba-tiba Celyn memeluk Jonathan setelah sadar. Diapun memeluknya sangat erat karena ketakutan.
"Papa ... " Malvia hanya tertegun dan memalingkan wajahnya ke arah lainnya. Jonathan menatap Malvia hangat dan mengedipkan matanya agar melawan rasa traumanya dan menyayangi Celyn sebagaimana mestinya.
"Ada mama disini. Mama yang menolong mu," kata Jonathan memberitahu Celyn.
Celyn nampak menoleh ke arah Malvia dan menatapnya dengan lekat. Sementara Malvia terlihat masih ragu. Namun Jonathan memegang tangannya dan mengangguk agar Malvia mendekat pada mereka berdua.
"Mama, terimakasih," ucap bibir mungil itu dengan senyum yang mengembang.
Malvia mengangguk dan mulai bisa tersenyum saat menatap wajah anaknya sendiri.
Sejak hari itu, Malvia, Celyn dan Jonathan sering menghabiskan waktu bersama-sama. Perlahan-lahan Malvia mulai dekat dan menerima Celyn serta berusaha menyayangi nya, meskipun itu tidaklah mudah baginya.
.
Sementara ditempat lain, Rio sedang duduk dan makan siang bersama Gayatri. Rio ingin agar Gayatri membantunya mendapatkan Malvia kembali serta anaknya dari tangan Jonathan.
"Tante, bantu aku untuk mendapatkan mereka kembali. Aku benar-benar tidak bisa hidup tanpa mereka," kata Rio dengan wajah di buat-buat.
Gayatri yang tidak tahu apa-apa soal masa lalu Malvia dan Rio, mengangguk seakan Rio adalah seorang ayah yang baik dan sedang berusaha bertanggungjawab pada putrinya.
.
Malam ini di dalam mobil, Malvia berbincang dengan Jonathan soal keinginan nya untuk membawa ibunya serta Lucy tinggal bersamanya.
"Bagaimana menurutmu?" tanya Malvia pada Jonathan.
Perlahan Jonathan berhasil mengubah Malvia yang berhati dingin menjadi hangat dan mulai menyayangi orang-orang di sekeliling nya.
"Itu awal yang bagus. Aku sangat setuju denganmu," kata Jonathan menyetir sambil sesekali menoleh pada Malvia dan tersenyum hangat penuh cinta. Sejak dia katakan jika dia bersedia menerima kekurangan Malvia dan akan selalu ada disisinya, Malvia mulai membuka hatinya untuk suaminya itu.
"Kita ke restoran Sushi T. Aku membuat janji bertemu dengan Mama," kata Malvia ketika sudah semakin dekat pada tujuannya.
"Okey," kata Jonathan lalu masuk ke Mall.
Disana sudah ada Lucy dan Gayatri yang duduk menunggunya.
Malvia dan Jonathan lalu menyapa hangat mereka, namun nampaknya Gayatri terlihat tidak ramah pada Jonathan.
Mereka lalu makan dan berbincang. Dalam perbincangan itu Malvia mengutarakan niatnya untuk mengajak Lucy dan Gayatri tinggal bersama.
"Karena baru bertemu setelah sekian lama, aku ingin kalian tinggal bersama denganku," kata Malvia sesekali menatap pada Jonathan.
"Tinggal lah bersama kami," kata Jonathan pada Gayatri.
"Baiklah, jika kalian memaksa," sahut Gayatri menoleh pada Luci yang juga mengangguk.
Mereka lalu pulang bersama kerumah Malvia. Malvia menunjukkan kamar ibunya serta untuk Lucy yang sudah dia persiapkan di bantu oleh Jonathan.
Sejak hari itu, Gayatri tinggal bersama putrinya dan setiap hari dia juga memasak untuk makan bersama. Malvia melarang ibunya bekerja dan menyuruhnya untuk bersantai dirumahnya. Semua keperluan ibunya akan disediakan olehnya juga keperluan Lucy.
Beberapa bulan kemudian, masalah tercipta saat ibunya menyinggung Jonathan karena dia bukanlah ayah dari Celyn.
"Aku tahu kau sudah banyak berkorban untuk putriku," kata Gayatri pada Jonathan dan membuatnya tersinggung.
"Jika pernikahan kalian hanya kontrak saja, maka itu akan membuat masa depan Celyn menjadi tak menentu," kata Gayatri berdiri dan menatap foto cucunya.
"Apa maksud mama?" Jonathan berdiri sambil memasukkan kedua tangannya ke saku celananya. Dia sudah curiga sejak beberapa hari lalu saat terlalu seringnya melihat Rio nampak dekat dengan ibu mertuanya itu.
"Ayah kandungnya masih hidup. Dan Celyn akan lebih baik jika di besarkan oleh ayah serta ibu kandungnya. Putriku memang membuat kesalahan, tapi kau bisa meluruskan nya dengan mengakhiri pernikahan kontrak kalian," imbuh Gayatri lagi yang berfikir jika Rio tidak bersalah namun putrinya yang bersalah. Rio sudah memutarbalikkan fakta agar dia seakan adalah korban demi menyingkirkan Jonathan.
"Mungkin ada salah paham disini," kata Jonathan semakin yakin jika Rio di balik semua ini.
Hening sesaat.
"Ma, aku ada rapat, aku akan pergi dulu," kata Jonathan berpamitan pada ibu mertuanya.
Setelah berpamitan Jonathan berlalu dan selama di perjalanan dia terus terganggu dengan ucapan ibu mertuanya itu. Di saat dia dan Malvia sudah semakin dekat dan cinta sedang mekar di hati keduanya, dia tidak menduga jika ibu mertuanya tidak suka padanya. Dia lebih suka pada Rio, yang merupakan ayah kandung Celyn.
Di kantor, Jonathan juga tidak bisa tenang karena terus memikirkan jika dia berpisah dengan Celyn maka hidupnya seperti tak berarti. Dia terlanjur menyayangi Celyn seperti putranya sendiri. Dan dia juga saat ini sangat mencintai Malvia. Sedangkan dia tahu Rio itu tidaklah tulus, maka dia tidak akan bisa menyerahkan dua orang yang sangat dia cintai pada pria seperti Rio.
.
Rio menemui Malvia di ruangannya dan mengatakan niatnya untuk kembali dan membuka lembaran baru dengan melupakan masa lalu yang telah terjadi.
"Mari lupakan masa lalu dan kita bisa menikah kembali. Kita besarkan anak kita bersama-sama," kata Rio dan akan merangkul Malvia di dalam ruangannya.
"Jangan sentuh aku! Aku tidak akan kembali padamu! Sekarang dan selamanya!" Hardik Malvia dengan lantang kala Rio mulai kurang ajar dengan menyentuh dirinya.
"Okey. Maaf!" Rio mundur dan mengangkat tangan nya meminta agar Malvia tenang karena dia tidak akan menyakiti nya.
"Pergi dari sini! Aku tidak mau melihat wajahmu itu!" Usir Malvia dengan suara keras hingga Jonathan yang akan menemuinya kaget karena ada suara ribut di dalam kantor istrinya.
Brakkk!
Jonathan membuka pintu dan kaget saat melihat Rio ada disana.