Semenjak Ceo, majikan Crystal North, Paman anak asuhnya, mendapat kecelakaan lalu-lintas, pria itu jadi berubah 180 derajat.
Pria dingin, yang selalu menindas Crystal, karena hasutan seorang wanita licik, yang ingin mendapatkan perhatian Ceo tersebut, berubah menjadi pria yang hangat, dan selalu memperhatikan Crystal.
Crystal tidak tahu apa yang terjadi, ia bahkan di lamar pria dingin itu, untuk menjadi istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 15.
Melihat Audrey yang tidak juga bergerak, untuk meninggalkan kamar inap Jackson, dengan kesal Oscar berkacak pinggang, memandang marah ke arah Audrey.
"Tante jahat... tidak mau pergi juga, ya? jangan sampai aku menarik tangan Tante untuk keluar dari sini, pergilah! Pamanku mau istirahat!!" sahut Oscar dengan galak.
Mata Audrey terbelalak memandang Oscar, yang tampak seperti orang dewasa memarahi dirinya.
-Sialan! anak kecil ini... kenapa waktu aku dorong dari tangga tidak sekarat, mulutnya ternyata pedas juga kayak cabe, perlu di tampar! tidak sopan dengan calon istri Pamannya ini!- umpat Audrey menatap tajam Oscar.
"Cukup sudah! Erwin tarik dia keluar dari sini!!" teriak Jackson dengan wajah menggelap.
Dada Jackson membara mendengar apa yang di pikirkan Audrey, ia telah salah besar karena sudah berhasil di provokasi Audrey selama ini.
Ia telah menuduh Crystal menganiaya ponakannya, yang ternyata dalang utamanya teman masa kecilnya tersebut.
Dengan paksa Erwin menarik Audrey, ia tidak tahu kenapa Jackson berteriak, tapi yang ia tahu, Jackson sudah benar-benar emosi di atas maksimal.
Dengan sedikit bingung, Erwin tidak memperdulikan penolakan Audrey, yang tidak ingin pergi dari ruang rawat inap Jackson.
Erwin juga tahu selama ini, kalau Audrey memiliki sikap yang tidak baik, tapi karena Jackson peduli pada wanita teman masa kecilnya itu, Erwin sebagai bawahan hanya bisa diam saja.
"Nona... tolong bersikap baik pada diri anda, jangan sampai anda mempermalukan diri anda sendiri, karena sikap egois anda!" ujar Erwin memberi nasehat pada Audrey.
"A.. apa kau katakan? dasar bawahan sialan! kalau aku telah menikah dengan Jackson, aku akan memecatmu!!" umpat Audrey dengan sarkas, menatap tajam Erwin dengan perasaan jengkel.
Erwin mendorong Audrey keluar dengan kasar, tidak terpengaruh dengan apa yang di katakan wanita itu.
Brak!
Erwin menutup pintu VIP dengan kencang, membuat Audrey terkejut, dan menatap pintu kamar yang tertutup dengan tangan terkepal erat.
"Aku akan terus mengejar Jackson sampai dapat, sebelum ada wanita lain yang mendekatinya, aku lah yang pantas menjadi pasangannya, sedari dulu... sampai sekarang kami selalu bersama, akulah wanita yang akan menjadi Nyonya Myron!" gumam Audrey penuh percaya diri.
Sementara itu di dalam kamar VIP, emosi Jackson belum reda, ia masih teringat akan apa yang di ucapkan Audrey, dalam pikiran wanita itu.
-Kenapa lagi dia? apa karena kepalanya sakit, sehingga tidak sadar sudah mengusir kekasih yang begitu ia cintai itu?- pikir Crystal bingung melihat gelagat Jackson, yang tidak seperti biasanya.
Kepala Jackson mendadak menjadi sakit, begitu mendengar apa yang ada di pikiran Crystal.
Jackson merasa tidak nyaman dengan apa yang di pikirkan Crystal, karena ia tidak mencintai Audrey sama sekali.
Jackson memejamkan matanya, untuk menormalkan perasaannya yang campur aduk.
Ia ingat akan sikapnya selama ini, selalu membela Audrey, sampai melakukan hal yang begitu kasar pada Crystal, karena mendengarkan apa yang di katakan Audrey.
Akhirnya Jackson dapat mengerti akan pemikiran Crystal, sikapnya selama ini terhadap Audrey, seakan ia begitu mencintai Audrey, seperti pria tidak punya hati nurani.
Semua orang juga akan berpikiran sama seperti Crystal, menganggap dirinya sangat mencintai Audrey.
-Besok ia pasti menyesali, apa yang telah ia lakukan pada wanita yang sangat di cintainya itu!- pikir Crystal lagi, melirik Jackson dengan perasaan dingin.
Diam-diam Jackson melirik Crystal, yang tengah memangku Oscar, menenangkan ponakannya yang tadinya begitu emosi kepada Audrey.
Jackson dapat melihat, begitu sayangnya Crystal memperlakukan Oscar, seperti kepada putranya sendiri.
"Jackson, Mama sarankan padamu... tolong kamu jauhi si Audrey itu, dia wanita yang tidak baik di jadikan teman, karena ia tipe wanita yang dapat merusak mentalmu!" sahut Valerie menasehati Jackson.
Jackson menundukkan wajahnya, ia merasa bersalah pada Ibunya, dan terutama kepada Crystal.
"Iya, Ma!" jawab Jackson pelan, ia begitu malu, karena telah di tipu Audrey.
"Jangan hanya iya saja, kamu harus menghindarinya kalau ia mencoba mendekatimu!" ujar Valerie dengan tegas.
"Iya, Ma.. aku tidak hanya mengatakan iya saja, aku mendengarkan Mama!" kata Jackson pelan.
Valerie menghela nafas panjang, ia masih ragu kepada putranya itu, karena selama ini Jackson begitu percaya setiap apa yang di katakan Audrey.
"Yah... semoga apa yang kau katakan benar, bukan hanya sekedar membuat hatiku agar tenang saja!" kata Valerie dengan malas.
Jackson tidak berani mengatakan apa pun lagi kepada Ibunya, ia akan buktikan kalau ia tidak akan dapat di perdaya oleh Audrey lagi.
Bersambung.....
seru