Indonesia
NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Istri Mafia Kejam

Transmigrasi Jadi Istri Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia / Romansa
Popularitas:33.8k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Alexa tak pernah menyangka hidupnya akan berubah hanya karena sebuah novel dark romance yang ditulis oleh saudara kandungnya sendiri. Saat membaca bab terakhir, ia menggerutu karena merasa alurnya terlalu kejam dan tokoh utama perempuan diperlakukan tanpa belas kasihan. Namun, ketika tanpa sengaja terjatuh dari tempat tidur, Alexa membuka mata di dunia yang sama persis dengan novel itu. Yang lebih mengejutkan, ia bukan menjadi tokoh sampingan—melainkan Alexa, karakter utama dengan nama yang sama dengannya. Kini ia adalah istri dari Raiden Damon Alteir, seorang mafia paling berkuasa yang namanya ditakuti di seluruh dunia bawah tanah. Di balik wajah tampannya, Raiden dikenal sebagai pria yang dingin, kejam, dan tak mengenal belas kasihan. Setiap kali amarahnya memuncak, kedua matanya berubah menjadi merah, seolah memperlihatkan sisi tergelap yang bahkan para pembunuh bayaran pun takut hadapi. Dalam alur novel, Alexa hanyalah pion yang terus dipermainkan dan dikendalikan oleh sang mafia psikopat. Ia tahu bagaimana kisah itu seharusnya berakhir—tragis. Karena itulah, Alexa bertekad mengubah takdirnya dan keluar dari cerita sebelum semuanya terlambat. Namun, semakin keras ia berusaha melarikan diri, semakin Raiden Damon Alteir menolak melepaskannya. Di dunia yang dipenuhi rahasia, perebutan kekuasaan, dan bahaya di setiap sudut, Alexa harus memilih: mengubah akhir cerita yang sudah ditulis, atau tenggelam dalam takdir kelam yang menantinya bersama sang raja mafia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tuan alexander?

"Gila! Bener-bener iblis tanpa perasaan!" sumpah serapah Alexa memecah keheningan kamar pribadinya.

Ia membanting tubuhnya ke atas kasur empuk, mengacak-acak rambut hitamnya dengan waut wajah frustrasi dan napas yang masih memburu. Kedua pipinya membara panas, bukan lagi karena malu, melainkan bercampur dengan rasa hina dan kesal yang membakar sampai ke dada.

"Aku ini dianggap apa, sih?!" cerocos Alexa geram, meremas selimutnya erat-erat. "Tiba-tiba disuruh buka baju, dipegang-pegang, terus pas ada telepon langsung diusir gitu aja kayak barang nggak berguna! Sialan... aku berasa kayak wanita gampangan di mata dia!"

Perasaan sebal dan tidak terima berputar-putar di dalam kepalanya. Untuk mendinginkan otaknya yang mendadak panas, Alexa akhirnya bangkit dari tempat tidur dan berjalan melangkah menuju balkon kamarnya. Ia membuka pintu kaca tebal dan melangkah keluar, menyambut hembusan angin pagi yang segar untuk menenangkan dadanya yang bergemuruh.

Alexa menyandarkan kedua lengannya di atas pagar besi balkon yang mengukir indah, menatap lurus ke arah halaman depan mansion keluarga Alteir yang sangat luas dan megah.

Namun, baru beberapa detik ia menikmati tiupan angin, pendengarannya ditangkap oleh gemuruh suara mesin mobil yang nyaring dan bergema dari arah gerbang utama.

BRUMMM... BRUMMM...

Dahi Alexa berkerut rapat. Ia memicingkan matanya, mengintip ke bawah.

Dari balik gerbang besi raksasa yang terbuka lebar, sebuah iring-iringan mobil mewah berwarna hitam legam masuk secara berurutan. Tidak hanya satu atau dua, melainkan ada lebih dari delapan mobil SUV lapis baja yang berjejer rapi, melaju pelan dan berhenti presisi di pelataran utama mansion.

"Siapa yang datang? Rombongan dari mana ramai banget pagi-pagi begini?" gumam Alexa heran, rasa ingintahunya perlahan menggeser emosinya.

Pemandangan di bawah sana mendadak berubah menjadi sangat tegang. Puluhan pengawal berjas hitam yang biasanya bersikap angkuh dan dingin kini berdiri berbaris sangat rapi di sepanjang jalan setapak. Mereka menundukkan kepala dengan gestur tubuh yang penuh dengan penghormatan dan ketakutan yang luar biasa—jauh lebih patuh dibanding saat mereka menyambut Raiden.

Pintu mobil sedan sedan mewah di barisan tengah akhirnya didorong terbuka oleh salah satu pengawal senior.

Seorang pria paruh baya melangkah keluar dari dalam mobil. Pria itu tampak berusia sekitar lima puluhan akhir, mengenakan setelan jas bernuansa abu-abu gelap buatan penjahit kelas dunia. Rambut peraknya tertata sangat rapi, dan wajahnya dipenuhi garis-garis tegas yang mengintimidasi.

Meskipun usianya sudah tidak muda lagi, postur tubuh pria itu tetap tegap, kokoh, dan memancarkan aura dominan yang teramat pekat. Tatapan mata kelamnya yang tajam bagaikan elang begitu mirip dengan milik Raiden—dingin, tak berjiwa, dan sanggup menekan siapa saja hanya lewat satu kerlingan mata.

'Gila... auranya seram banget! Mirip banget sama si psikopat Raiden... Jangan-jangan dia bapaknya?!' batin Alexa merinding seketika.

Melihat kehadiran pria tua itu, seluruh pengawal mansion menyapa dengan bungkukan sembilan puluh derajat. Atmosfer halaman luas yang tadinya tenang kini berubah menjadi sangat mencekam dan penuh dengan tekanan udara yang membekukan.

Lutut Alexa mendadak terasa sedikit lemas hanya dengan memperhatikan pria itu dari lantai atas. Insting bertahan hidup di dalam dirinya seketika berdering nyaring menyampaikan sinyal bahaya.

'Nggak, nggak, nggak! Aku nggak boleh terlibat!' jerit Alexa dalam hati, mundur perlahan dari pagar balkon.

'Satu Raiden aja udah bikin nyawaku di ujung tanduk dan dadaku mau meledak, apalagi kalau ditambah iblis versi lebih tuanya?! Kalau aku nekat turun atau menampakkan diri, pasti bakal ada drama keluarga mafia yang bikin aku kena masalah besar lagi!'

Tanpa membuang waktu satu detik pun, Alexa buru-buru berbalik dan melangkah masuk kembali ke dalam kamarnya. Ia menutup pintu kaca balkon rapat-rapat, mengunci kuncinya, lalu menarik gorden tebal untuk menutupi pemandangan ke luar.

Alexa melompat ke atas tempat tidur dan menyelimuti seluruh tubuhnya hingga ke ujung kepala. Ia memutuskan untuk bersembunyi di dalam kamar seharian penuh dan berpura-pura mati daripada harus berhadapan dengan rombongan Maut yang baru saja menginjakkan kaki di mansion tersebut.

Derap langkah sepatu kulit yang berat menggelegar tebal di atas lantai marmer kediaman Alteir. Pria tua itu—Alexander Damon Alteir, mantan kepala keluarga sekaligus pendiri kekaisaran mafia Alteir—melangkah masuk ke dalam aula utama mansion.

Di sepanjang koridor dan ruang tengah, puluhan pelayan dan pengawal berbaris rapi. Mereka membungkukkan badan sembilan puluh derajat tanpa berani menatap wajah sang penguasa lama. Aura keberadaan Alexander begitu pekat, dingin, dan menekan; sebuah kombinasi dominasi mutlak dan kekejaman puluhan tahun yang membuat udara di dalam mansion terasa berat untuk dihirup. Bahkan para pengawal paling terlatih pun menahan napas saat bayangan tubuh tegapnya melintas.

"Di mana Raiden?" suara Alexander menggelegar rendah namun penuh wibawa, memecah kesunyian ruangan tanpa sedikit pun menoleh.

Seorang pengawal kepercayaan bertubuh tinggi besar maju satu langkah dengan kepala tertunduk dalam-dalam. "Lapor, Tuan Besar Alexander. Tuan Muda Raiden baru saja turun kembali ke ruang bawah tanah untuk menyelesaikan sisa urusan eksekusi."

Alexander menghentikan langkahnya sejenak. Iris mata kelamnya yang identik dengan milik Raiden berkilat tajam di balik kerutan tipis wajahnya. Ia menyunggingkan senyum miring yang teramat dingin—senyum khas keluarga Alteir ketika sedang merencanakan sesuatu.

"Anak itu masih saja sibuk dengan mainan berdarahnya," gumam Alexander datar. Ia memutar tubuhnya, lalu melangkah menuju sofa utama di ruang tamu megah dan mendudukkan dirinya dengan sangat anggun.

"Bawa istri Raiden ke hadapanku. Sekarang," perintah Alexander dingin tanpa nada tawar-menawar.

"Baik, Tuan Besar Alexander," sahut pengawal itu patuh, lalu membungkuk hormat dan segera berbalik melangkah cepat menuju lantai atas kediaman.

Sementara itu, di dalam kamar, Alexa yang tadinya merasa aman di balik selimut tebal mendadak tersentak saat mendengar ketukan keras di pintu kamarnya.

TOK! TOK! TOK!

Belum sempat Alexa menjawab atau bersuara, pintu kamarnya didorong terbuka secara kasar dari luar. Dua orang pengawal berjas hitam melangkah masuk dengan raut wajah amat serius dan tanpa kompromi.

"Nyonya Alexa, ikut kami sekarang," ucap salah satu pengawal dengan suara berat.

Alexa melotot kaget, buru-buru menarik selimutnya makin tinggi. "E-eh! Apa-apaan sih?! Masuk kamar orang tanpa permisi! Aku nggak mau keluar, aku lagi sakit!"

Tanpa memedulikan rengekan dan alasan Alexa, kedua pengawal berotot itu langsung maju mendekati tempat tidur. Mereka mencekal kedua lengan Alexa dengan cengkeraman besi yang tidak membiarkan adanya perlawanan, lalu menarik dan menyeretnya turun dari atas kasur secara paksa.

"Apa siih gila! Lepasin nggak! Sakit tahu!" jerit Alexa histeris sembari berontak dan menendang-nendang udara. "Kalian berani banget kasar sama aku! Nanti aku aduin ke Raiden biar kepala kalian dipotong!"

"Maafkan kami, Nyonya," pangkas pengawal itu dingin tanpa menghentikan langkah mereka yang menyeret Alexa menyusuri koridor lantai dua menuju tangga utama. "Ini adalah perintah langsung dari Tuan Besar Alexander Alteir. Beliau sudah menunggu Anda di ruang tamu."

DEG.

Nama 'Alexander Alteir' yang diucapkan oleh pengawal itu seketika menghantam kesadaran Alexa bagaikan guyuran air es.

Jeritan dan pemberontakan Alexa terhenti kaku. Rasa kesal yang tadi membakar mendadak berganti menjadi sensasi dingin yang menjalar di sepanjang tulang belakangnya. Pria tua berkerabut aura iblis yang dilihatnya dari balkon tadi... benar-benar memanggilnya!

1
Diah Al Khalifi
Alexa malu sendiri JD nya🤣🤣🤣🤭
Mita Paramita
lanjut Thor 😍😍😍
double up
merry
jlsin Rey kll klo kmu yg tdr in kec bukn tiga cwo sewaan jasmine itu biar gk lompat klo kmu diam ajj ap lex bukn dr dunia in mngkin dgn bgni dia bisa balik ke dunia asli ya
Shela Pereira
lanjuut
mimief
lagi Thor...
takut Raiden nya kelamaan ngejelasinnya nya
Alexa main lompat aja🥹
Pa Muhsid
udah kejam oon lagi anak perawan orang yang sudah gak perawan lagi sama kamu kok ditinggal trauma dan ketakutan lagi kalau udah ilang baru tau rasa, Mampoos
mimief
lagian Raiden kemana si yaa
anak orang udah diperawanin trus ilang
jangan salahin kalau ntar Alexa nya menghilang juga😔
Shela Pereira
lanjut.
Pa Muhsid
dari kejam otw bucin setengah hidup
ketagihan kan kan 🙊🙄🙄
Diah Al Khalifi
lanjut Thor
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Raiden bikin Alexa hamil
Septi Wijaya
awwww manisnya 🥰🥰🥰
merry
untung Rey dtg cb ngk gmn ya,, lgian kn msk ke dunia novel dh bc semua nya hrs bs menghindari jebknn jasmine donk knp mlh terjebak lex,, ap permainan takdir 🤔🤔🤔🤔Xavier sikat tu jasmin dan teman teman nya
mimief
wah ..apakah terjadi yg iya iya itu?
Mita Paramita
lagi thor double up 😍😍😍
Septi Wijaya
awwww....
tunjukkan kehebatan mu Raiden
Mita Paramita
lagi thor double up 😍😍😍
mimief
Dahlan
siap siap besok kita liat perkedel human😱
Pelangi Jingga
iya tor perbanyak up please 💪🙏🤭
berry
terlalu pendek thor ceritanya, ayo thor semangat💪 dan up yg banyak thor😄
Melly Septian: bener nanggung bgt
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!