Indonesia
NovelToon NovelToon
Transmigrasi Menjadi Anak Kesayangan Mafia Kejam Dan Sadis

Transmigrasi Menjadi Anak Kesayangan Mafia Kejam Dan Sadis

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Mafia / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: ocha Via

Maya dikhianati, difitnah, dan dibunuh oleh anak angkat yang direbut kasih sayang serta hartanya. Saat keluarganya sadar dan meminta maaf, semuanya sudah terlambat.

Namun Maya terbangun sebagai Chelsea putri kesayangan seorang penguasa yang ditakuti. Di kehidupan baru ini, ia dicintai dan dilindungi sepenuh hati. Musuh masih mengancam, tapi Maya tidak lagi lemah. Dengan pengalaman masa lalu dan kekuatan yang baru, ia bangkit untuk melawan kejahatan dan melindungi keluarga barunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ocha Via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehadiran Yang Tak Terduga Dan Pilihan Yang Harus Diambil

Bab 35

Hari hari berlalu dengan penuh kewaspadaan. Sejak kejadian orang menyamar itu ayahku semakin memperketat segala hal di rumah. Tidak ada satu pun orang asing yang boleh mendekat tanpa diperiksa dengan teliti oleh orang orang yang dipercayainya. Namun aku juga melihat perubahan lain pada diri ayahku. Wajahnya semakin sering tampak gelisah dan sering kali ia duduk termenung sendirian di ruang kerjanya hingga larut malam. Terkadang ia menatapku dengan tatapan yang penuh kasih sayang namun juga penuh kekhawatiran seolah olah sedang menyembunyikan sesuatu yang sangat berat dan menyakitkan hatinya.

Suatu sore saat kami sedang duduk bersama di beranda rumah ayahku tiba tiba memecah keheningan dengan suara yang berat dan terdengar penuh kesedihan. Ia menatapku lekat lekat lalu berkata dengan perlahan dan penuh pertimbangan Maya sayang. Ada sesuatu yang harus Ayah sampaikan kepadamu. Sesuatu yang sudah lama Ayah pikirkan namun berat sekali untuk diucapkan. Kerabat kerabat Ayah itu semakin menjadi menjadi. Mereka tidak segan segan melakukan apa pun demi tujuannya. Jika kita tetap berada di sini terus menerus dikhawatirkan bahaya akan semakin besar dan semakin sulit untuk dikendalikan. Karena itu Ayah berpikir untuk sementara waktu kau pergi ke tempat yang jauh dan aman. Tempat di mana tidak ada yang mengenalimu dan tidak ada yang bisa menyakitimu.

Mendengar kata kata itu hatiku seakan terasa tercabik. Aku menatapnya dengan mata yang terbelalak dan bertanya dengan suara yang bergetar. Ayah ingin mengirimku pergi? Menjauh dari Ayah? Ayahku mengangguk perlahan dengan wajah yang tampak sangat sedih dan berat. Bukan karena Ayah ingin memisahkan diri darimu sayang. Melainkan karena Ayah takut keselamatanmu terancam semakin besar. Jika kau pergi ke tempat yang aman Ayah bisa lebih tenang menghadapi mereka tanpa harus terus menerus khawatir akan keselamatanmu. Namun jika kau tetap di sini bersama Ayah maka setiap detik bahaya itu terus mengintai di dekatmu. Ayah tidak sanggup membayangkan sesuatu yang buruk terjadi kepadamu. Karena itu pilihan terbaik saat ini adalah kau pergi sebentar sampai semuanya selesai dan aman kembali.

Aku terdiam cukup lama merenungkan kata kata ayahku. Aku mengerti maksudnya dan aku mengerti kekhawatirannya. Namun hatiku tidak sanggup membayangkan harus pergi meninggalkannya sendirian menghadapi orang orang jahat itu sendirian di rumah ini. Jika aku pergi maka tidak ada orang yang menemani dan menjaganya di saat ia lelah dan terluka. Jika aku pergi maka ia akan menanggung seluruh beban berat itu sendirian tanpa ada tempat untuk bersandar dan beristirahat sejenak. Aku tidak tega membiarkannya sendirian. Karena itu aku mendongak menatap matanya dengan tatapan yang teguh dan mantap lalu berkata dengan suara yang tenang namun penuh keyakinan. Maafkan aku Ayah. Namun aku tidak mau pergi. Aku tidak mau meninggalkan Ayah sendirian di sini. Aku tahu bahaya itu ada dan aku tahu mereka berniat buruk kepada kita. Namun bukankah selama kita bersama mereka tidak akan pernah bisa mengalahkan kita? Jika aku pergi menjauh dari Ayah maka Ayah akan sendirian menanggung segala beban berat itu. Dan itulah yang justru akan membuat Ayah semakin lemah dan sulit melawan mereka. Biarlah aku tetap di sini. Aku akan terus menjaga diriku dengan baik. Aku akan tetap waspada dan tidak akan membiarkan siapa pun menyakitiku. Tapi tolong jangan kirimku pergi menjauh dari sisi Ayah. Biarlah kita menghadapi segala hal ini bersama sama.

Ayahku menatapku lama sekali dengan mata yang perlahan berkaca kaca. Ia tampak terharu sekaligus bingung mendengar jawabanku yang begitu teguh. Ia menarik napas panjang lalu menghela napasnya perlahan seolah olah sedang menimbang nimbang keputusan yang sangat penting. Akhirnya ia mengusap kepalaku dengan lembut dan berkata dengan suara yang penuh kelegaan sekaligus keberatan. Kau benar benar anak yang luar biasa hatinya. Ayah sebenarnya takut sekali jika sesuatu terjadi kepadamu. Namun di sisi lain Ayah juga tidak sanggup kehilangan kehadiranmu di sisiku. Kehadiranmulah yang menjadi kekuatan terbesar Ayah setiap hari. Jika kau tetap di sini dan kita saling menjaga mungkin memang itulah yang terbaik. Namun kau harus berjanji kepada Ayah. Kau harus selalu berhati hati. Kau tidak boleh pergi ke mana mana sendirian. Dan kau harus selalu mendengarkan setiap pesan dan peringatan yang Ayah berikan kepadamu. Jika kau berjanji demikian maka Ayah tidak akan menyuruhmu pergi. Kita akan tetap bersama dan menghadapi segala hal ini bersama sama.

Aku segera mengangguk mantap dan berjanji dengan sepenuh hatiku. Aku berjanji Ayah. Aku akan selalu menjaga diriku. Aku akan selalu waspada dan mendengarkan setiap kata kata Ayah. Tolong jangan pisahkan aku dari Ayah. Biarlah kita tetap bersama apa pun yang terjadi. Mendengar janjiku ayahku tersenyum dan menarikku ke dalam pelukannya yang hangat. Ia memelukku erat erat seolah olah ingin memastikan bahwa aku benar benar tetap berada di sisinya dan tidak akan pergi ke mana mana. Baiklah. Kita tetap bersama. Dan biarlah mereka datang menghadapi kita berdua. Selama kita bersatu dan saling melindungi mereka tidak akan pernah bisa menang.

Malam itu setelah pembicaraan itu selesai aku menyadari satu hal yang sangat penting. Bahwa kebersamaan kita adalah kekuatan terbesar yang tidak bisa dikalahkan oleh siapa pun. Orang orang jahat itu berpikir bahwa dengan memisahkan kita mereka bisa dengan mudah mengalahkan ayahku dan menyakitiku. Namun mereka salah besar. Justru karena kita tetap berdiri bersama dan saling menguatkan hati kekuatan kita menjadi berkali kali lipat lebih besar dari sebelumnya. Aku pun menyadari bahwa mulai saat ini aku tidak boleh lagi bersikap lemah atau hanya menunggu dilindungi saja. Aku harus ikut menjadi pelindung bagi ayahku. Aku harus menjadi tempat di mana ia bisa beristirahat dan merasa tenang di tengah segala kesibukan dan bahaya yang mengelilinginya.

Dan malam itu di bawah sinar lampu ruangan yang hangat aku berjanji di dalam hatiku sendiri dengan sepenuh ketulusan dan keteguhan hati. Apa pun yang terjadi ke depannya apa pun ancaman yang datang dan apa pun rencana jahat yang mereka susun aku tidak akan pernah meninggalkan ayahku. Aku akan tetap berdiri di sisinya dengan teguh hati. Aku akan menjaga keselamatan dan kedamaian rumah ini sebaik baiknya. Dan aku akan membuktikan kepada siapa pun yang berniat jahat kepada kita bahwa kasih sayang dan kebersamaan tulus antara seorang ayah dan putrinya jauh lebih kuat daripada segala kebencian dan ambisi yang dimiliki oleh orang orang yang hatinya gelap.

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!