Indonesia
NovelToon NovelToon
SANGKAR PERNIKAHAN

SANGKAR PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Ketika cinta berubah menjadi sebuah penjara.

Menikah adalah impian setiap wanita, pernikahan yang bahagia penuh keharmonisan adalah harapan. Namun, bagaimana jika cinta hanya membawanya dalam sebuah Sangkar Pernikahan?

Seruni menikahi Tuan Muda pertama dari keluarga Danuel. Tentu pernikahan dalam sebuah keuntungan bagi orang tuanya. Namun, sial ketika Seruni jatuh cinta pada sosok ramah dan hangat itu. Yang dalam sekejap mata berubah, nyatanya Tuan Muda pertama keluarga Danuel ini adalah sosok pria arogan yang dingin.

Seruni menjalani pernikahan yang bagaikan sebuah penjara. Dia harus melepas karir sebagai model yang saat itu sedang begitu naik. Lalu, semua hal yang dia lakukan harus atas persetujuan suaminya. Hingga, Seruni mulai jengah dan memberanikan diri mengajukan Perceraian. Tapi, apakah suaminya akan menyetujui Perceraian itu?

"Ceraikan aku, Mas. Pernikahan ini tidak akan bisa di lanjutkan lagi. Wanita dari masa lalumu sudah kembali sekarang"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Punya Tempat Kembali

Sampai di rumah, Seruni meminta izin pada Raifan untuk memajang foto Ibunya di dalam kamar. Hanya itu yang tersisa, Seruni benar-benar tidak punya kenangan lain selain foto ini dan ingatannya yang terkadang masih sering lupa. Karena terlalu kecil dia di tinggalkan Ibunya, tentunya banyak kenangan yang dia lupakan. Tidak semuanya tersimpan dalam ingatan anak kecil berusia 6 tahun.

"Aku tidak suka pada adikmu"

Seruni berbalik setelah memasang bingkai foto di dinding kamar, menatap Raifan yang duduk di pinggir tempat tidur. Seruni berjalan menghampirinya sambil tersenyum.

"Kenapa tidak suka? Padahal dulu dia yang akan di jodohkan sama kamu, tapi Selina menolak"

Raifan mendongak, menatap istrinya yang sekarang berdiri di depannya. "Beruntunglah dia menolak, karena aku benar-benar tidak suka dengannya. Sikapnya benar-benar menjijikan"

Seruni tersenyum tipis, membayangkan bagaimana jika Selina mendengar hal ini. Mungkin dia akan sangat marah besar ketika ada pria yang mengatakan tidak menyukainya secara frontal seperti ini.

"Mas, terima kasih ya sudah mau ikut aku pulang ke rumah"

"Ya, karena aku tidak sibuk. Kalau aku sibuk, aku tidak akan mau"

Seruni mengangguk pelan, dia ingin berbalik tapi tangannya di tarik oleh Raifan hingga jatuh terduduk di atas pangkuannya. Raifan memeluk pinggang istrinya itu.

"Adikku akan menikah, kita harus datang"

Seruni terdiam sejenak, dia tahu Raifan mempunyai adik laki-laki yang dulu pernah gagal dalam pernikahan, dan sekarang mungkin sudah menemukan cintanya lagi.

"Apa dengan mantan pacarnya itu, Mas?"

"Ya, dia kembali pada cinta pertamanya"

Seruni tersenyum masam, jika adik iparnya saja kembali pada cinta pertamanya, meski sudah menikah dengan anita lain. Maka, bagaimana dengan Seruni? Apa suaminya juga akan kembali pada cinta pertamanya? Seseorang yang dia cintai, namun tidak mendapatkan restu dari orang tuanya. Hingga akhirnya Seruni yang sekarang menjadi istrinya.

"Mas, apa maw..."

"Sebentar"

Seruni menatap suaminya mengambil ponsel yang berdering dari atas nakas. Sekilas Seruni melihat nama yang tertera di layar ponsel. Mawar? Apa dia...

"Kau turun dulu, aku mau terima telepon dulu"

Seruni mengerjap pelan, dia segera turun dari pangkuan Raifan. Menatap pria itu yang berjalan ke arah balkon. Tubuh Seruni masih membeku saat melihat nama Mawar di layar ponsel suaminya. Meski hanya sekilas, tapi Seruni yakin sekali penglihatannya tidak salah.

Dengan langkah kaki yang berat, Seruni berjalan ke dekat balkon. Hanya ingin mendengar percakapan apa yang mereka bicarakan di telepon. Berdiri di samping pintu balkon. Tirai kaca yang tertiup angin semakin membuat suasana terasa menegangkan bagi Seruni.

"Aku akan datang kesana, kau jangan melakukan hal bodoh lagi. Sebenarnya apa yang kau mau? Aku selalu menuruti keinginanmu, bahkan selalu sempatkan waktu untuk menemuimu. Tunggulah di sana, aku akan pergi sekarang"

Seruni mendengar jelas ucapan yang menyimpan kekhawatiran. Seruni segera kembali ke tempat tidur saat menyadari Raifan sudah berjalan masuk kembali ke dalam kamar. Mengusap sudut matanya yang berair, Seruni masih mencoba tersenyum saat melihat suaminya.

"Aku harus pergi dulu, ada urusan mendadak"

Urusan mendadak lagi, jadi sepertinya setiap dia bilang ada urusan mendadak, itu hanya untuk menemui Mawar.

"Iya Mas, pergilah"

Raifan benar-benar pergi dengan terburu-buru, membuat Seruni semakin yakin jika suaminya sangat mengkhawatirkan gadis yang menjadi cinta pertamanya. Lalu bagaimana dengan Seruni? Mungkin dia akan segera di hempaskan setelah wanita masa lalunya kembali. Seperti hal adik iparnya yang menikahi cinta pertamanya. Raifan mungkin akan melakukan hal yang sama.

Seruni diam, termenung dengan pikirannya yang berisik, tentang suaminya dan mantan masa lalunya. Semuanya terus berperang dalam pikirannya, menduga-duga apa yang sedang mereka lakukan setelah bertemu.

Hanya diam di dalam kamar, sampai malam tiba dan Raifan masih belum kembali. Bodohnya Seruni masih terus menunggu, berdiri di depan jendela kamar, menunggu mobil suaminya sampai di pekarangan. Tapi, tak kunjung dia melihatnya. Suaminya tidak pulang.

Seruni terkekeh kecil, air matanya mengalir begitu saja. "Kenapa kamu menunggu seseorang yang sedang bertemu rindu dengan wanitanya"

Kebodohan yang dia lakukan, namun hatinya masih saja berharap ada kesempatan atau apa yang sedang dia pikirkan, semuanya tidak benar. Namun, Seruni tahu bagaimana Raifan dan Mawar saling mencintai dan berpacaran cukup lama. Namun akhirnya harus berpisah karena restu orang tua dan perjodohan dengannya.

Seruni menyerah, sudahi menunggu suaminya pulang. Dia menutup tirai dan berjalan ke arah tempat tidur, duduk di sisi ranjang dan menatap bingkai foto Ibunya yang sengaja dia pajang di dinding.

"Bu, sekarang aku sudah menikah. Tapi pernikahan ini hanya sebagai sangkar bagiku. Pria yang menjadi suamiku tidak mencintaiku, apa mungkin dulu Papa juga tidak mencintai Ibu? Makanya dia sampai dengan mudah menikah lagi dan membawa istri dan anaknya ke rumah kita"

Seruni tidak pernah membenci kehadiran Selina, karena dia tetap adiknya. Ada darah yang sama mengalir di tubuhnya. Namun, yang Seruni sesalkan, kenapa sikap Ayahnya berubah, kasih sayangnya mulai hilang untuk Seruni, dan berpihak pada Selina. Cintanya tertuju pada Selina, dan tidak untuk Seruni.

"Rumah pertamaku hancur berantakan, dan aku menemukan rumah baru yang aku kira akan nyaman. Tapi ternyata, semuanya menghancurkanku. Bu, aku merasa tidak pernah benar-benar punya rumah untuk pulang setelah Ibu tiada. Hiks.."

Tangisan Seruni pecah, di dalam ruangan yang sepi suara isakan memilukan menggema di setiap sudut. Suara tangisannya begitu menyakitkan, hanya seorang wanita yang menjadi istri dalam sangkar pernikahan suaminya sendiri. Tidak ada tempat lain untuk pulang, semua rumah hancur, dan tidak seperti rumah untuknya.

Seruni tidak punya tempat kembali.

Pintu terbuka, suaranya berhasil membuat Seruni menghentikan tangisan, meski isakannya masih tersisa. Seruni menoleh dan melihat suaminya masuk, Raifan masih belum menyadari keadaan Seruni, dia menyimpan jaket di atas sofa dan kunci mobil di atas meja. Mengusap wajah kasar, hari ini cukup melelahkan juga baginya. Ketika Raifan menoleh, dia hanya mendapati istrinya yang duduk diam di pinggir tempat tidur sambil menatapnya dengan mata memerah dan basah.

"Kenapa kau belum tidur?"

"Aku menunggu Mas Rai pulang" ucap Seruni, mengusap kasar sisa air matanya.

Raifan tertegun, dia meraih dagu Seruni dan mengangkat wajahnya. Mata yang merah dan basah itu berhasil membuat dadanya bergemuruh tak menentu.

"Kenapa kau menangis? Apa yang salah?"

Seruni diam sejenak, menatap bola mata suaminya. Lalu menggeleng pelan, memalingkan wajahnya dan menepis pelan tangan Raifan yang berada di dagunya.

"Tidak papa, aku baru saja selesai menonton drama" ucap Seruni, dia langsung menaikkan kedua kakinya ke atas tempat tidur, menarik selimut dan berbaring membelakangi Raifan.

Raifan menghela napas pelan, melihat sikap istrinya ini. "Aku pergi karena ada urusan. Kau tidak perlu menangis sambil menungguku pulang, tidur saja duluan"

Seruni tidak menjawab, hanya semakin mengeratkan selimut yang menutupi tubuhnya. Bahkan dalam hatinya tertawa, Raifan bahkan tahu tentang dirinya yang menangis karena dia, tapi sama sekali tidak mau berkata jujur.

Urusan yang dia bilang, hanya untuk menutupi pertemuannya dengan cinta pertamanya.

Bersambung

1
Rarik Srihastuty
bilang dong raivan klu km sudah cinta sama seruni, biar seruni nggak salah paham dan keburu pergi ninggalin kamu
dyah EkaPratiwi
tunjukan dan bilang perasaan mu ke seruni
dyah EkaPratiwi
😭😭😭 salahnya raifan tidak mengenali perasaanya sendiri
Fera Susanti
ah raifan mh misterius ga jelas..pantes seruni prasangka buruk terus
nayla tsaqif
Kabur aja lahhh,, kaburrrrr,, 😌
Mia Camelia
ywdh sih raifan jujur aja klo cinta sama seruni🤭
dyah EkaPratiwi
pergi runi
dyah EkaPratiwi
raifan bener2 ya
dyah EkaPratiwi
🤣🤣🤣 menyesal kan sekarang
Oma Gavin
tolong segera dibongkar rahasia seruni menurut raifan itu hrs di jaga bener" penasaran
edelweis🌻
bikin seruni pergi biar gk berbelit2
Rarik Srihastuty
lanjut thor, makin penasaran nih.
dyah EkaPratiwi
tapi sekali kali gpp run bikin suamimu tantrum
dyah EkaPratiwi
jahat banget kamu raifan😭
dyah EkaPratiwi
bener2 gak waras ini raifan
dyah EkaPratiwi
gila raifa
dyah EkaPratiwi
semangat runi💪
Mia Camelia
seruni bertahan lah💪💪🤭
Hani
bagus
Rarik Srihastuty
ceritanya seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!