Bagaimana jadinya jika kalian dijadikan jaminan hutang oleh Om kalian sendiri?, yah itulah yang terjadi kepada Risa, tanpa dia ketahui, dia dijadikan jaminan hutang oleh Om nya sendiri, padahal Risa tidak tahu menahu tentang masalah hutang pamannya.
Risa seorang gadis SMA kelas 2 yang memiliki kehidupan yang cukup rumit, dia gadis yang ceria dan baik, Risa memiliki ibu yang bernama Yuni dan ayahnya bernama Yusuf.
Ibunya Risa memiliki 4 saudara yaitu Om Bima dia kakak pertama dari ibunya Risa, Tante Jasmin kakak kedua, dan Om Pito adalah adik dari ibunya Risa, Ibunya Risa anak ketiga dari empat bersaudara.
Bagaimana kelanjutan ceritanya, bisa kalian baca langsung aja😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apriani Ait, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menginap
Ervin dan Romi yang tadinya hanya ingin ikut mengobrol sebentar, tapi mereka malah ikut-ikutan nonton drama, dan Risa, jelas dia sangat merasa gugup karena keberadaan Ervin disana.
"Eh Ris, udah sore nih, mau pulang jam berapa?"tanya Jessi
"Gak tau, diluar juga kan lagi hujan"ucapnya Risa
"Ya udah, kalau gitu kalian nginep aja disini"ucap Wulan
"Gue sih ayo ayo aja, tinggal telpon mama buat minta izin aja, tapi noh si Risa gimana?"ucap Jessi
"Gue?"ucap Risa
"Ya iya lah lo, terus siapa lagi"ucap Jessi
"Gue kayaknya nggak deh, gue pulang aja yah"ucapnya Risa
"Kenapa gak mau?"tanya Ervin yang tiba-tiba ikutan berbicara, Risa yang mendapat pertanyaan itu dari Ervin, dia mulai bingung harus menjawab apa
"Jawab, punya mulut kan"ucapnya lagi Ervin, yang tidak mendapatkan jawaban dari Risa
"Kakak jangan kayak gitu dong"ucap Wulan
"Nggak papa, takutnya nanti gak di izinin sama Mama"ucap Risa membuka suara
"Mana handphone kamu?"tanya Ervin lagi
"Hah, buat apa?"
"Udah sini jangan banyak tanya"ucapnya Ervin masih dengan ekspresi wajah datarnya
"Nih"dengan terpaksa Risa pun akhirnya memberikan handphone nya kepada Ervin, Ervin yang sudah memegang hp Risa pun langsung menelpon mamanya Risa
"Hallo Risa, ada apa nak"ucap mamanya Risa diseberang telepon
"Hallo tante, ini saya Ervin"ucap Ervin
"Lohh, tuan Ervin, kok hp nya Risa bisa ada di tuan Ervin"tanya mamanya Risa yang mulai khawatir
"Jangan panggil saya tuan lagi, panggil saya Ervin saja, dan untuk hp Risa, Risa sedang bermain dengan adik saya dan sekarang dia sedang ada dirumah saya, teman Risa yang lain ingin menginap dirumah saya, apakah Risa juga boleh menginap disini?"jelasnya Ervin
"Boleh saja tapi.."
"Tante tenang saja, saya tidak akan berbuat apa-apa pada Risa"ucap Ervin yang sudah mengerti
"Baiklah, Risa boleh menginap disana"
"Baik, terimakasih, saya tutup telpon nya"ucap Ervin lalu diapun menutup telponnya, Risa yang sudah tau bahwa Ervin tadi menelpon mamanya, hanya bisa diam, karena dia tau mamanya pasti memberikan izin
"Nih, mama kamu udah ngasih izin, jadi kamu boleh nginep disini"ucap Ervin sambil mengembalikan hp nya Risa, dan Risa hanya menganggukkan kepalanya saja
"Lo Jes, gimana?"tanya Wulan
"Gue juga ikut nginep lah, tadi gue udah chat mama ku tercinta"
"Gue mau pulang ya Vin"ucap Romi pada Ervin
"Tumben lo, biasanya lo sampe malem disini"ucap Ervin
"Lupa gue, masih ada kerjaan yang belum gue selesein, kalau besok belum selesai bisa-bisa gue dipecat sama tuan Ervin"ucap Romi sambil mengejek Ervin
"Ayang Wulan, kak Romi pamit pulang yah"ucap nya
"Apaan lo, ayang ayangan sama adik gue, udah sono pergi"ucap Ervin
"Ah elah, sensi banget sih"ucap Romi lalu diapun beranjak pergi dari rumah Ervin dan kini yang tersisa hanya Ervin, Risa, Wulan da Jessi
"Kakak mau kemana?"tanya Wulan yang melihat Ervin beranjak dari duduknya
"Kakak mau mandi"ucapnya lalu diapun langsung pergi menuju kamarnya
"Nanti kalian tidur bareng dikamar gue aja yah"ucap Wulan
"Nghokeyyyyy"ucap Jessi dan juga Wulan
"Ris, gue masih gak nyangka deh, lo beneran mau nikah sama kakak gue?"tanya Wulan yang masih tidak percaya
"hahh, gue juga gak tau, udah lah gue pasrah"ucap Risa
"Gue mau mandi nih"ucap Jessi
"Ya udah ayo kekamar gue, pake kamar mandi kamar gue aja"ucap Wulan
Merekapun menaiki tangga untuk pergi kekamarnya Wulan
"Siapa dulu nih yang mau mandi?"tanya Wulan
"Gue dulu deh, nanti baju gantinya gimana?"ucap Jessi
"Pake baju gue aja, ada kok baju sama Daleman yang belum pernah gue pake"Wulan pun segera menyiapkan baju ganti untuk Jessi dan juga Risa dan Jessi langsung masuk kekamar mandi
"Lo kenapa Ris?"tanya Wulan
"Gue pengen pipis"ucap Risa
"Ya udah, ayo gue anter, lo ikut aja dikamar mandi kakak gue"
"Nanti aja deh"
"Yakin nanti aja, Jessi masih lama loh"
"Ya udah deh ayo, gue udah gak tahan nih"ucap Risa, merekapun keluar dari kamarnya Wulan dan kebetulan kamar Ervin itu berada tepat didepan kamar Wulan
"Kakak"ucap Wulan sambil mengetuk pintu kamarnya Ervin, Ervin yang baru saja selesai mandi dan masih belum mengenakan pakaian dan hanya menggunakan handuk dibagian bawahnya saja, langsung membukakan pintu kamarnya
"Ada apa"ucapnya Ervin yang sudah membuka pintu kamarnya, Risa yang melihat pun merasa kaget, tapi juga merasa kagum dengan perut kotak kotak Ervin, dan Wulan dia mah biasa aja, karena memang sudah biasa melihat kakaknya tidak memakai baju
"Kakak, kok belum pake baju sih"
"Kakak kan baru aja selesai mandi, terus kamu ketuk pintu"ucap Ervin
"Terus ada apa?"lanjutnya lagi Ervin
"Ini Risa mau numpang buang air kecil, dikamar mandi aku ada Jessi yang lagi mandi"jelasnya Wulan
"Ya udah, masuk"ucap Ervin mempersilahkan Risa untuk masuk, tanpa banyak bicara Risa pun langsung pergi menuju kamar mandi karena sudah tak tahan lagi
"Wulannn"teriak Jessi yang tidak melihat Wulan dikamarnya
"Kak aku kekamar dulu yah, awas jangan apa-apain Risa"ucap Wulan lalu diapun bergegas masuk kedalam kamarnya
"Iyahhh"ucap Ervin, saat ini Ervin sudah memakai pakaian nya dan sedang duduk berselonjor sambil memangku laptop dikasurnya
Risa yang sudah selesai buang air kecil, langsung keluar dari kamar mandi, dan saat Ervin mendengar pintu kamar mandi dibuka diapun langsung mengalihkan pandangannya dari laptop menuju Risa, dan saat Ervin memandang Risa, Risa pun langsung menundukkan kepalanya
"Saya permisi tuan, terimakasih"ucap Risa gugup diapun segera berjalan menuju pintu
"Tunggu"ucap Ervin, lalu diapun langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri Risa, Ervin pun langsung memojokkan Risa sampai Risa pun mentok ditembok dan dia tidak bisa berbuat apa-apa, sekarang jarak antara Risa dan Ervin sudah sangat dekat, Risa berusaha untuk tetap tenang, rasanya jantung Risa berdegup lebih kencang dari biasanya, Ervin terus memandangi Risa dan Risa terus saja menundukkan kepalanya, Ervin pun langsung memegang dagu Risa untuk mengarahkan agar Risa menatapnya dan tidak menunduk, kini merekapun bertatapan secara dekat.
"Saya tidak suka kamu memanggil saya dengan sebutan tuan, saya minta mulai sekarang kamu jangan panggil saya tuan, mengerti"ucap Ervin sambil menatap mata Risa dengan sangat intens
"Terus saya harus panggil apa?"tanya Risa terbata-bata
"Terserah"ucap Ervin
"Kak Ervin"ucapnya Risa memberanikan diri
"Itu lebih bagus"ucap Ervin lalu diapun segera menjauhkan dirinya dari Risa dan duduk kembali dikasurnya
"Kamu boleh pergi sekarang"lanjutnya lagi Ervin, Risa pun langsung bergegas pergi keluar dari kamarnya Ervin, dia benar-benar gugup dan deg-degan
-
-
Hello semuanya, makasih buat kalian yang udah mampir kekarya aku😊 semoga kalian suka sama ceritanya 🌹😊 tetap semangat buat semuanya
aku tunggu novel selanjutnya....👍👍
kok gampang x sipito minjam duit tanpa kenal siapa dia...