Indonesia
NovelToon NovelToon
Dinding Misterius Di Rumah Kakek

Dinding Misterius Di Rumah Kakek

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Rumahhantu
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ridwan01

Sebuah rumah yang menyimpan rahasia besar selama ratusan tahun kini mulai membuat penghuninya terganggu.
Tak hanya gangguan mistis, pemiliknya juga mulai sakit sakitan dan mulai menyadari ada yang aneh dengan rumah yang dia tinggali itu.
Akankah pemilik rumah itu berhasil memecahkan misteri di dalam rumah yang sudah puluhan tahun dia tempati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Serupa tapi tak sama

"Kenapa ada retakan di tembok ini, kemarin tidak ada bahkan meskipun di hancurkan binatang dan banyak jin tembok ini tetap kokoh" gumam Rian mengusap retakan kecil yang ada di dinding rumah Karta yang berlumut.

‎"Ada wangi kayu manis" gumamnya lagi mendekatkan hidungnya ke arah retakan itu.

‎Di kamar Karta, Reza duduk di samping Karta dengan tenang, dia sama sekali tidak takut akan di serang lagi sekarang karena rumah itu sudah di pagari, bahkan Reza memeluk Karta karena dia merasa punya kakek yang akan menyayanginya dan dua saudaranya sekarang.

‎"Nenek, Opa Karta baik nek, andai nenek ada di sini, nenek pasti senang tinggal di sini, tidak perlu bekerja pada nyonya meneer lagi" gumam Reza.

‎••••••••••

‎Dalam alam bawah sadar Karta.

‎"Ini di mana, kenapa mirip seperti perkebunan dan rumahku" gumam Karta yang saat membuka mata dia tiba tiba saja berada di depan halaman rumah miliknya tapi rumah itu terlihat baru selesai di bangun dan masih begitu banyak pepohonan, jalan juga belum di aspal, hanya bisa di lalui oleh delman saja.

‎"Ratri, mana pakaianku!" teriak suara seorang perempuan yang begitu jelas terdengar di telinga Karta.

"Ya Mevrouw akan segera saya siapkan!"

‎Karta tanpa ragu berjalan masuk ke arah dalam rumah, rumah itu berbeda dari dalam, furniture nya begitu mewah dan di penuhi dengan arsitektur jaman Belanda, kursi, meja bahkan lemari dan gorden di sana lebih mirip rumah rumah di Eropa. Tapi ada satu tempat yang membuat Karta tak bisa mengedipkan matanya, dinding di ruang tamu rumah itu terlihat bersih dan masih baru dengan sebuah tungku perapian di bawahnya, begitu berbeda dengan dinding di ruang tamu miliknya yang tidak terdapat tungku api di sana.

‎"Berbeda sekali dengan rumah ku" gumam Karta kembali berkeliling dan saat itulah dia berhadapan dengan seorang lelaki bertubuh tinggi yang berdiri di hadapan Karta ketika dia berbalik.

‎Rambutnya pirang dan memakai pakaian tentara, tapi bukan tentara Indonesia melainkan tentara jaman dulu dan itu sama sekali tidak di kenali Karta.

‎"Maafkan saya, saya lancang masuk ke sini, rumah ini sangat mirip dengan rumah saya" ungkap Karta sopan.

‎Srak.

‎"Aawss!"

‎Karta memekik saat tubuhnya di tembus oleh laki-laki tinggi itu yang bahkan tetap beraktifitas karena dia sama sekali tidak bisa melihat Karta. Karta kembali bangkit karena dia sekarang merasa bingung, Karta berdiri di depan laki laki itu tapi laki laki itu sama sekali tidak merespon Karta seperti Karta memang tidak ada di sana.

‎"Kenapa dia seperti tidak melihatku, dia tidak buta tapi kenapa dia mengacuhkan aku" gumam Karta mendekat dan kembali berusaha bicara dengan laki laki itu tapi tetap di acuhkan.

‎"Apa aku sudah mati" gumam Karta lagi

‎"Ratri kopiku" panggil lelaki itu ya sedang membaca sesuatu dalam sebuah amplop.

‎"Tempat ini kenapa berbeda, aku di mana" ucap Karta

‎"Iya meneer Vincent, ini kopi anda"

‎Seorang perempuan berkebaya putih muncul dari arah dapur, Karta mengernyitkan alisnya karena perempuan itu punya wajah yang begitu familiar di mata Karta, bahkan perempuan itu terlihat begitu cantik dan sederhana dengan pakaian yang dia pakai.

‎"Baju di sini aneh aneh, bahkan tadi aku lihat para laki laki sama sekali tidak memakai atasan, hanya celana selutut dan sarung saja" gumam Karta

‎"Nonya sudah bangun?" tanya laki laki itu

‎"Sudah meneer, sedang berpakaian di bantu Erni" jawab perempuan bernama Ratri itu duduk di bawah dan membersihkan sepatu si laki laki tinggi.

‎"Ratri, tawaranku masih berlaku" ucapnya

‎"Maaf meneer, saya tidak bisa, saya memilih bekerja saja di sini" jawab Ratri menunduk sopan.

‎Laki laku itu menyentuh dagu Ratri supaya Ratri mendongak, mata keduanya bertemu dan tak lama si laki-laki mendekatkan wajahnya ke wajah Ratri, tapi sebelum bibir keduanya bertemu, Ratri sudah menghindar dan itu membuat si laki-laki kesal.

‎Brak.

‎"Tidak bisakah kamu seperti para perempuan lain di sini Ratri! mereka bersedia jadi simpanan para kolonel dan juga prajurit Belanda di sini! bahkan mereka bahagia menjadi nyai di tanah subur ini!" kesal laki laki bernama Vincent itu.

‎"Maafkan saya meneer " jawab Ratri singkat semakin membuat Vincent kesal dan memilih untuk pergi.

‎Ratri hanya menghembuskan nafasnya lega karena dia hampir saja tidak bisa melawan Vincent, Karta melihat semua itu dan dia jadi ingat kalau wajah Ratri sangat mirip dengan dirinya dan Hatta tapi dalam versi perempuan.

‎"Apa aku sedang berada di masa lalu nenek Ratri" gumam Karta menatap dalam Ratri yang sekarang beranjak untuk naik ke lantai dua rumah Belanda itu.

Dia masuk ke dalam kamar tapi baru saja dia memasuki kamar itu, sebuah botol parfum sudah melayang ke kepalanya dan membuat kening Ratri terluka. Ratri bahkan di dorong oleh Erni yang jadi pembantu kepercayaan nyonya di tempat itu.

"Kacung tidak tahu diri! Kamu berani menggoda suamiku!" bentak perempuan berpakaian dres hitam panjang dengan rambut yang sudah di sanggul rapi berdiri di hadapan Ratri yang tetap menundukkan kepalanya dengan hormat di depan perempuan yang selalu dia panggil Mevrouw itu.

"Tidak Mevrouw, saya tidak menggoda meneer Vincent, beliau juga tidak menggoda saya, Mevrouw salah faham" jawab Ratri

Plak.

"Kamu pikir saya ini bodoh, saya ini nyonya di sini, nyonya dari meneer kamu jadi hormati saya dan jangan berbuat ulah!" bentak perempuan itu menampar pipi Ratri.

"Maafkan saya Mevrouw" jawab Ratri

"Saya tidak mau melihat kamu berada di sekitar suami saya lagi, mulai besok kamu hanya akan bekerja di dapur dan di tempat penimbangan getah karet saja" ucap perempuan itu pergi dari sana.

"Baik Mevrouw" jawab Ratri tetap menunduk.

"Makanya jangan macam-macam sama nyonya meneer" ejek Erni yang memang sering memanggil perempuan itu dengan panggilan nyonya meneer jika di belakang perempuan itu, tanpa dia tahu kalau meneer itu hanya panggilan untuk laki-laki saja.

"Hah... Setidaknya di tempat penimbangan getah karet nanti aku tidak akan bertemu dengan meneer Vincent dan nyonya Patricia" gumam Ratri.

Karta masih terus mengikuti Ratri kemanapun Ratri pergi, bahkan Karta ingin tahu seperti apa wajah suami Ratri yang menurut Rian di hukum begitu kejam oleh si nyonya meneer yang ternyata bernama Patricia itu.

"Vincent Wihardja, kenapa kamu selalu menggangguku terus, bahkan setelah kamu tahu kalau kita tidak mungkin bisa bersama meskipun kamu punya setengah darah tanah kami" gumam Ratri

1
neni nuraeni
aduuh kasian kamu Caringin,,, karena keserakahan dan kjhtanya Norman darahmu dia manfaatkan,,, lnjuttt
Nyai Aksara 👩‍🦯
Orang buta pun bisa makan sendiri, kok
Ilham
lanjut bg
Ilham
gantung lagi bg
Ridwan01: masih besok bang 🙏
total 1 replies
neni nuraeni
wadduh semoga Karta tidak knp2,,, sebaiknya kamu cepat kasih tau Hatta biar karta dan Tama serta keluarganya tidak knp2,, jgn di Norman ngincar Jesica lagi,,, lnjut kakkkk
neni nuraeni: oh... kirain kak,,takutnya tu si Norman ggu keluarga Karta kak☺️
total 2 replies
neni nuraeni
kak bebasin Ratri dong kasian dia,,, biar dia bisa mncari Vincent dan mmblskn sakit hatinya Ratri pada si dukun itu,,,
neni nuraeni: 👌 kak thor🤗🤗🤗
total 2 replies
neni nuraeni
😅😅😅😅😅
neni nuraeni: sama2 kak thor🤗🤗🤗
total 2 replies
🌺WASI'AH_MISKA🍁😘
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 3 replies
Ilham
lanjut bg
Ridwan01: siap bang
total 1 replies
Ilham
tambah seru bg
Ridwan01: terima kasih bang
total 1 replies
Ilham
lanjut bg
Ridwan01: siap bang
total 1 replies
neni nuraeni
aduuh Sahara.... Sahara...ternyta Erni masa lalu nya gandra atau mungkin ngaku2 dia🤭🤭🤭,,, lnjut kak thorrr🤭🤭
neni nuraeni: iihhh Mayu atuh cinta tak terbalas🤭🤭🤭
total 2 replies
neni nuraeni
alhamdulillah akhirnya Jesicca slmt juga,, ayo Sahara yg cantik jelita baik hati sejagat raya musnahkn tu si Erni, lnjuttt
neni nuraeni: 👌 kak sama2 kak thor, smngt kak,, sukses sllu buatmu kak🤗
total 2 replies
🌺WASI'AH_MISKA🍁😘
masyaallah,seraaaaaaaaaaang,🤭🤭🤭🤭

ma'af thor mau nanya itu nyonya meneer sudah berdiri sejak taun berapa🤭🤭🤭
Ridwan01: jadi ingat merek minyak telon aku kak🤭 yang pasti seratus tahun lalu kak, saat Belanda masih menguasai Indonesia.
total 1 replies
neni nuraeni
semoga Jesicca slmt dan si Erni gagal membebaskan nyonya edan nya,, ihh greget aku🤭🤭lnjutt
neni nuraeni: sama2 kak🤗🤗
total 2 replies
Nyai Aksara 👩‍🦯
Susah sih kalau suaranya benar-benar mirip sama orang terdekat, pasti percaya aja itu Jaiden
Ridwan01: benar sekali kak 👍
total 1 replies
Ilham
lanjut bg penasaran ini
Ridwan01: siap bang
total 1 replies
neni nuraeni
wadduh Jayden juga bisa melihat Sahara,,, lnjutt
neni nuraeni: 👌👌👌 kak🤗
total 2 replies
Lini Krisnawati
suka cerita nya
Ilham
lanjut bg....penasaran bg...apa kah Jayden cepat sadar nya karna dia telah di tipu sama makluk putih itu bg
Ridwan01: siap bang, Jayden masih terpengaruh.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!