Seorang gadis hanya bisa pasrah dan mengikuti keinginan kedua orang tuanya untuk bertunangan dengan seorang laki-laki yang tidak ia cintai.
Kanaya Anggita Mawardi, gadis berusia 26 tahun, seorang dosen di Universitas terbaik di kota metropolotan ini, kini sedang berdiri berhadapan dengan Arga, lelaki yang dijodohkan orang tunya karna persahabatan kedua oeang tuanya sejak dibangku sekolah dulu.
Dengan mata berkaca-kaca Kania memberikan tangan kanannya untuk disematkan cincin pertunangannya. bukan rasa bahagia yang dirasakan Kania seperti kebanyakan orang yang bertunangan karna adanya rasa cinta. tapi Kania malah merasa ragu dengan pertunangan ini, karna memang belum ada rasa cinta dihatinya.
Kanaya memang tidak memiliki perasaan sama sekali dengan Arga, karna perasaan Kanaya, Hati Kanaya sudah dimiliki orang lain, dia adalah Raka, cinta pertama dan pemilik hati nya.
bagaimana perjalanan cinta Kanaya dan Raka.? silahkan dibaca ya.. semoga bisa membelah hati dan perasaan pembaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nanik Menik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Welcome Laras
Jalan Cinta Kanaya ( Bab 17)
Pagi hari yang cerah, menambah semangat Kanaya melakukan aktifitas pagi ini.
Seperti biasa setiap pagi Kanaya membuat sarapan untuk keluarganya. Walau dirumah ada ART yaitu Mbok Sri. Tapi Kanaya lebih suka menyiapkan sarapan dengan tangannya sendiri.
"Ma Pa, ayo sarapan. Nih sarapannya udah siap. Ajak Kanaya yang melihat Mama Papa nya keluar kamar"
"Lho Nay, kamu kok belum siap-siap, emang nggak ngampus?" tanya Mama Ratih melihat anaknya masih memakai pakaian rumahan celana panjang, kaos oblong pankang juga jilbab jersey instan.
"Ngampus maa.. Nanti siangan. soalnya ada acara dikampus. Jadi di kampus nanti itu ada acara dies natalis atau ulang tahun kampus ma, jadi Kanaya berangkat nanti siangan." terang Kanaya
"Oohh gitu.. Pasti rame yaa.. " tambah Mama Ratih
"Ya gitu deh ma.. Ada pentas band dan penyanyi ibukota gitu.."
"Waahh mama jadi pengen ikut nonton nih" gumam Mama Ratih
"Ahh mama ini inget umur maaa"
Canda papa Bayu.
Ting tong ting tong
"siapa ya pagi gini"
gumam Kanaya mendengar bel rumah nya berbunyi.
"Raka kali Nay, mau jemput kamu" seru Mama Ratih
Mamaaa protesnya nya dengan langkah menuju pintu.
"Assalamualaikum.. Sahabat kuuu"
Waalaikumsalam..Ya Allah, Laras. Girang Kanaya dengan nada sedikit tinggi.
Ya Laras, sahabat Kanaya saat SMA yang datang.
tanpa ragu mereka berdua pun saling peluk melepas rindu setelah sekian lama tidak bertemu.
Laras meninggalkan ibu kota untuk melanjutkan s2 nya, sedangkan Kanaya s2 nya melanjutkan di ibukota saja.
"Jadi gue nggak diauruh masuk nih"
" Ya Allah.. Lupa ayo ayo masuk"
"Loe kok tambah cantik aja sih," seru Laras menggoda Kanaya dengan beriringan masuk ke dalam rumah.
"kamu juga tambah cantik" tambah gaul lagi. Goda Kanaya balik
Laras memang lebih terbuka dan gaul dari Kanaya. Terbuka bukan berarti berpakaian seksi. Laras sama seperti Kanaya, wanita berhijab dan taat beribadah. Laras terbuka dalam berbicara, ia adalah wanita yang berani dan ceplas ceplos dalam bertutur. kalau Kanaya kalem Laras kebalikannya. Mereka berdua ukhti-ukhti yang berbeda karakter.
"Asaalamualaikum Om Bayu, Tante Ratih. Laras coming..."
Salam Laras dengan sedikit lantang lalu menyalim tangan kedua orang tua Kanaya.
"Waalaikumsalam.. Laras.. Kamu nak ternyata yang datang,..
Mama Ratih pun mengajak Laras sarapan bersama. Setelah sesi sarapan bareng kini tinggallah Kanaya dan Laras sendiri, sekarang mereka berada dikamar Kanaya. Setelah lama berpisah dan tanpa kabar sama sekali, banyak kehidupan Kanaya yang tak diketahui Laras, begitupun sebaliknya.
setelah Laras bercerita panjang lebar kehidupannya saat melanjutkan s2 dan setelahnya yang sama saja tak ada yang menarik, kini giliran Kanaya yang menceritakan lika liku kehidupannya pada bestie tercintanya.
Tak banyak yang diceritakan oleh Kanaya, hanya status nya sekarang ini dan bagaimana ia bisa mendapat status itu.
"Aku mau ke kampus dulu Ras, paling sore nanti pulangnya. Kamu disini dulu aja yaaa temenin mama tu rapi-rapi in tanaman belakang. Nanti setelah pulang dari kampus kita jalan-jalan. Gimana? " omong Kanaya dengan merias tipis wajahnya.
Yaa mereka berdua tadi panjang lebar bercerita dengan tetap melakukan pekerjaannya Kanaya, karna takut nanti telat ke kampus. Tapi tak ada protes dari Laras.
"nggak ah, masak gue suruh bantuin tante, orang gue aja nggak suka nanem-nanem.. Tolak Laras."
"Ya masak kamu dah mau pulang sii,, masak nggak kangen asama aku. Main bentar banget. Baru juga ketemu" manja Kanaya. Ya selain kepada orang tuanya, Kanaya bisa bermanja ria sama bestianya ini.
"gue juga mau ke kampus loe Nay..."
"ngapain Ras.. Acara dikampus itu acara tertutup buka untuk umum, ngapain ikut"
"yeee siapa yang mau nontonin anak band, gue juga sama kaya loe dosen disitu, lebih tepatnya dosen baru si, baru hari ini datang.." jawab Laras dengan wajah yang di cool kan
"Hah, a apa kamu bilang. Dosen baru, Ras yang bener kamu, kamu dosen baru gantinya Bu Ambar??" tanya Kanaya belum percaya.
Laras pun hanya mengangguk, dan berlalu pergi keluar kamar Kanaya.
"Larasssss...."
Teriak Kanaya yang sdaar dari bengongnya. Ia merasa bahagia karna sahabat terdekatnya bisa bersamanya
ada rasa tak belum percaya dihatinya. Merasa mungkin ia di prank sama Laras.
"Ras, serius kamu dosen baru itu,?" tanya Kanaya setelah sampai di parkiran kampus, mereka berangkat bersama menggunakan mobil Laras.
" iyaaa, ah loe tu ya kapan si percaya sama gue, kalu gue bukan doaen baru ngapain juga gue kesini, mau nonton anak band, iihh ogah banget.."
jawab Laras
"Yaa sapa tau aja kamu lagi ngeprank aku kan. Biasa juga gitu kamu, nggak pernah serius"
tambah Kanaya lagi.
"Yee itu dulu kali, sekarang gue tu orang yang paling serius dalam semua hal, gue sadar sekarang umur gue udah nggak buat canda-candaan lagi" seru Laras.
"Ya deh iya"
Dengan langkah bariringan mereka pergi ke kantor Dekan terlebih dulu, Kanaya yang masih belum 100 persen percaya sama Laras pun mengantar nya. Lebih tepatnya mengikuti si, untuk memastikan saja, benar tidak yang diomongin Laras.
Setelah dari ruang Dekan, senyuman tak pernah lepas dari bibir Kanaya, seperti punya pacar baru, rasa nya bahagia sekali bisa barengan sama sahabatnya lagi. Sekarang Kanaya merasa nggak kesepian lagi, karna akan ada teman yang bisa ia jadikan tempat curhat.
" kita langsung ke Aula ya, kayaknya acranya dah mulai tuh" ajak Kanaya
"nggak ah, gue mau lihat meja kerja gue dulu, biar besok pas berangkat dah siap, nggak perlu tata menata lagi." tolak Laras
"Itu bisa nanti Ras, nanti aku bantuin deh selesai acara." kata Kanaya yang langsung menarik tangan sahabatnya ke tempat acara.
Benar saja acara sudah dimulai, Kanaya mengajak Laras duduk di tempat duduk yang sudah disediakan panitia untuk para dosen.
Acara demi acara pun terlaksana dengan lancar, sampai pada puncak acara yaitu hiburan.
Mc membuka hiburan dengan semangat dan begitu lantang.
"Dannn ini lah puncak acara kita pada siang menjelang sore ini, acara yang sudah kita tunggu,
namun sebelum band favorit kalian mengudara, ada hiburan pembuka ni dari dosen ganteng kita, beliau akan menghibur kita dengan suara merdunya,
dan. langsung saja kita sambut dosen tampan kita yang akan menyanyikan satu buah lagu untuk orang terspesial dalam hidupnya" silahkan Bapak dosen tampan waktu dan tempat dipersilahkan."
Deru suara Mc yang membuka hiburan.