Indonesia
NovelToon NovelToon
Perjuangan cinta, Zahira!

Perjuangan cinta, Zahira!

Status: tamat
Genre:Romansa / Suami amnesia / Tamat
Popularitas:61.7k
Nilai: 5
Nama Author: samudra lee

Kecelakaan yang terjadi pada Abian Reegan membuat sebagian ingatanya menghilang. Dan hal tersebut membuat Zahira harus berjuang mati-matian untuk membuktikan kepada Sang Suami, Abian bahwa dia adalah istrinya. Dia bahkan terpaksa menjadi pembantu di rumah suaminya sendiri untuk bisa membuktikan hal tersebut dan membuat Abian mengingatnya.

Dikelilingi oleh ibu dan adik tiri yang manipulatif membuat Abian semakin lupa siapa itu Zahira.

Bagaimana cara Zahira untuk membuat Sang Suami mengingatnya ketika ibu dan kakak tiri Abian menghadirkan cinta masa lalu pria itu? Dapatkah Abian mengingat tentang istrinya kembali?

Yuk, terus ikuti kisah rumah tangga Abian dan Zahira. Jangan lupa, like, komen, vote, dan giftnya.

Follow juga akun media sosial author
- IG: samudra_lee_19
- Samudra Lee

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samudra lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Zahira mengemasi barang-barang dari mejanya. Akhirnya setelah mempertimbangkan banyak hal, dia memilih untuk fokus menjadi pembantu saja karena di rumah Devita tidak ada yang bisa diandalkan untuk menjaga Abian. Berbeda dengan di kantor. Dia bisa menyerahkan keselamatan Abian kepada Ernando. Meski saat ini asisten pribadi dari Abian itu masih berada di Surabaya untuk urusan bisnis. Dia sudah berjanji kepada Zahira akan menempatkan orang kepercayaannya untuk menjaga Abian.

Entah apa yang akan dikatakan Ernando waktu Zahira meneleponnya tadi, dia bilang ada sesuatu yang harus Zahira ketahui tentang Abian. Sayangnya ponsel milik Zahira itu ternyata kehabisan daya dan dia lupa membawa carger ponselnya tersebut. Zahira memutuskan untuk menghubungi Ernando lagi nanti.

Zahira sedang menunggu taksi saat Abian dan Inge baru saja keluar dari kantor.

"Belum dapat kendaraan buat pulang?" Abian menyapa Zahira. Jujur saja ada perasaan sedih saat melihat Zahira harus menunggu seperti itu.

Zahira yang saat itu sedang fokus menunggu kendaraan untuk pulang pun menoleh. "Iya, Mas. Mau pesan taksi online, hp batreku abis. Terpaksa nunggu di sini, siapa tahu ada yang lewat," jawab Zahira.

"Aku boleh pesankan taksi untuk Hira, nggak?" Abian meminta pendapat Inge untuk memberikan bantuan kepada Zahira.

Zahira yang melihat itu hatinya meringis. Bisa-bisanya suaminya sendiri harus meminta izin pada orang lain hanya untuk memesankan taksi. Namun, Zahira berusaha mengabaikan itu karena bagaimanapun, Abian melakukan hal tersebut karena mengira Inge adalah calon istrinya.

"Udahlah, Mas. Biarin aja dia nunggu disini sampai taksi dateng. Atau kalau dia memang pingin cepetan pulang, biarkan saja dia naik angkot. Ngapain Mas bantu dia, ntar dia ngelunjak," jawab Inge.

"Tapi, Nge. Bentar lagi maghrib. Biasanya akan makin sulit untuk mendapatkan taksi konvensional," sahut Abiyan.

"Atau kita biarkan Hira ikut mobil kita? Lagian kita searah kan?" Abian memberikan solusi.

"Mas, kamu lupa? Kita kan mau makan malam di luar dulu?"

"Kalau begitu biarkan aku pesankan taksi online untuknya." Tanpa menunggu jawaban dari Inge, Abian sudah memesankan taksi untuk Zahira. Dia juga sudah langsung membayar taksi tersebut melalui aplikasi.

"Lima menit lagi taksinya datang. Kamu tunggu di sini saja ya," ucap Abiyan. "Aku dan Inge duluan," pamitnya.

Inge menatap Zahira dengan senyum mengejek. Dia sengaja semakin mengeratkan pelukannya pada lengan Abian.

"Iya, Mas. Sebelumnya terima kasih karena sudah memesankan taksi buat saya," ucap Zahira.

Abian mengangguk. Dia dan Inge segera ke tempat parkir untuk mengambil mobilnya. Kemudian mobil itu pun meluncur meninggalkan area parkir.

Zahira menghembuskan napasnya. Sebagai seorang istri, hatinya tentu terasa sesak melihat Sang Suami justru memperlakukan wanita lain dengan begitu istimewa. Tapi, dia tidak bisa protes ataupun marah. Mengingat ingatan Abian yang memang belum sepenuhnya pulih. Dia harus bisa untuk berbesar hati dan berharap ingatan Abian cepat kembali.

"Jalan, Pak!" seru Zahira pada Sang Pengemudi taksi online tersebut.

"Saya belum terlalu tua untuk dipanggil Pak, Mbak," protes Si Driver.

Zahira menatap sebentar wajah dari pengemudi taksi online tersebut. Dari wajahnya dia terlihat masih cukup muda. Umurnya mungkin kurang dari 30 tahun.

"Memangnya mau dipanggil apa?" tanya Zahira sedikil kesal. Di tengah hatinya yang tengah galau Si Driver ini malah menambah kekesalannya.

"Mas boleh, Abang juga boleh. Yang penting jangan Pak atau pun Om," jawab Si Driver dengan memasang wajah tanpa dosa.

Tak mau membuat drama yang berkepanjangan, Zahira memilih untuk menurut.b"Ya udah, Mas. Jalan!" serunya memberi instruksi.

"Sesuai aplikasi kan, Mbak?" tanya Si Driver memastikan.

"Hm," jawab Zahira malas.

Supir itupun mulai menyalakan mesin mobilnya dan bergerak meninggalkan lokasi.

Selama perjalanan Zahira lebih banyak diam. Dia lebih sering melamun, bahkan berkali-kali ia menghembuskan napas berat seolah sedang mengeluarkan segala sesak yang sedang melanda.

"Tadi itu suaminya ya, Mbak?" Sang Driver mencoba membuka keheningan.

Zahira menatap Si Driver melalui kaca spion yang menggantung di atas dashboard.

"Laki-laki memang kadang begitu, Mbak. Sudah punya istri cantik. Tapi, masih merasa kurang. Dia juga merasa kalau wanita yang selalu berada di sampingnya, mendampinginya setiap saat membosankan dan menganggap wanita diluaran sana terlihat lebih menggoda," ujar Si Driver sok tahu.

"Memang Masnya bukan laki-laki? Kok enteng bener ngatain kaumnya sendiri?" jawab Zahira kembali melempar pandangannya kepada Si Driver.

"Ya... Laki-laki dong, Mbak. Masa punya jambang kayak gini nggak kelihatan lakinya," jawab Si Driver sambil menoleh ke belakang guna menunjukkan jambangnya.

Zahira terkekeh sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah absurd Si Driver.

"Nah, gitu dong, Mbak. Mbaknya cantik kalau lagi tertawa begitu," puji Si Driver.

Pujian Si Driver justru membuat Zahira langsung menghentikan tawanya dan keheningan pun kembali tercipta.

"Saya salah ngomong ya, Mbak?" tanya Sang Driver yang menyadari perubahan sikap Zahira.

Zahira kembali menggeleng. "Tidak. Aku hanya ingat dengan kebiasaan suamiku. Dia juga sering memuji seperti itu," jawab Zahira jujur. Karena memang saat ini dia merindukan sosok suaminya sebelum hilang ingatan.

Zahira mengingat momen-momen saat Abiyan memujinya. Dia berharap momen itu akan kembali terulang. "Suamiku bukan orang yang seperti Anda sebutkan tadi. Dia baik bahkan sangat baik, makanya dia sering dimanfaatkan." Zahira mengoreksi perkataan Si Driver tentang laki-laki yang tidak pernah puas dengan satu wanita saja karena memang Abiyan bukan orang seperti itu.

"Maaf, Mbak. Saya tidak bermaksud menghina suami Anda. Sekali lagi saya minta maaf," ucap Si Driver.

"Sudah lupakan saja! Lagian Anda kan memang tidak tahu kondisi suami saya. Saya saja yang yang baperan," tukas Zahira.

Di sisi lain. Abian yang sedang bersama dengan Inge di dalam mobil, terus berdiam diri. Meski sudah memesankan taksi online untuk Zahira, tetap saja hatinya tidak tenang.

"Mas, kamu kenapa? Kok dari tadi kayak gelisah begitu?" tanya Inge.

"Tidak ada apa-apa kok," bohong Abian. Dia tidak mungkin menjawab jujur.

"Nggak usah boong deh, Mas. Kamu sedang mikirin istri kamu itu kan?" tanya Inge kesal.

Ciiiiittttt.

Abian menghentikan mobilnya tiba-tiba. Dia menatap Inge menuntut penjelasan.

1
Sulati Cus
👍🏻
Bahari Sandra Puspita
cerita yg bagus kak..
to the point dan g bertele-tele.. 🥰🥰🥰

makasih banyak udah mau namatin kisah ini..
walopun aku jg bukan reader yg baik buat kakak, tapi aku tetap mendoakan kakak semoga tetap sehat selalu..
terus semangat berkarya dimanapun kakak berada dan semoga sukses selalu.. 💪🏻😘😍🥰🤩

semoga masih mau nerusin cerita yg belum selesai..
atau bikin cerita baru sampai tamat apapun hasil yg diterima..
aamiin.. 🤩🤩🤩
Bahari Sandra Puspita
semoga masih mau meneruskan kisah Arman ya kak😍
Bahari Sandra Puspita
semangat kakak
Nsaa Indri
lanjut
Aghitsna Agis
memamangnya cuman angela ja yg bisa bkn oerusahaannya bangjrut bkm tahu siapa kel. abin juga bisa sehancyr hancurnya lanjut
Hafifah Hafifah
masih mau lanjut jadi pelakor.siabian bisa lebih sadis dari ini lho lw kamu sampai mengusik kehidupannya
Lestari Titi
nah kan terbongkar jg akhirnya, gimana Angela masih mau meneruskan niat busukmu itu
Nsaa Indri
angela mah penggangu bgt
Lestari Titi
angel minta dilempar ke laut hitam sehitam hatinya
Hafifah Hafifah
males deh si pelakor g sadar"
Aghitsna Agis
ini udah tamat apa blm ya
Wahyu Nengsih
sehat2 ya thor
Hafifah Hafifah
kayaknya si abian udah mulai menjalankan aksinya nih untuk membuat si ulat bulu berhenti ngejar"
Viela
kayakny ini bagian dr rencana zahira
Aghitsna Agis
kenapa abian syok lihat angela disana, bukankah abian lg main drama dan tahu ada angela disana dan seolah olah lg sm wanita lain sengaja lewat j karena ada angela, atau memang punya yg lain lanjut thor jgn jarang up thor mks
IG:samudra_lee_19: Kan hrs akting syok dong, klo gak pura-pura syok ketahuan sama si Angel dong 😌
total 1 replies
Titi lestari Tari
ank temennya bu ranti kali ya
eh tau ding takut salah nnti dikatain sok tau ma kak othor 🤣🤣🤣
Titi lestari Tari: waduuhhh
total 2 replies
Eni Istiarsi
jangan sampai usul Zahira menjadi blunder bagi dirinya sendiri
Aghitsna Agis
jgn nyese xahira kalau abian benrr2 jatuh cinta sm angel kalau mau pura2 deketen angel tapi dkt juga dengan yg lain tapi gimana kalau fipaksa sm orang tua angel untuk menikah hayoo gimana zahira apalagi abian dekt
Hafifah Hafifah
mungkin yg ketemu ama si armand disupermarket itu adiknya si angel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!