Indonesia
NovelToon NovelToon
Seindah Daun Momiji Di Musim Gugur

Seindah Daun Momiji Di Musim Gugur

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / Wanita Karir / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: MiraiAreen

Dyah Phitaloka Alfa Mahendra, memutuskan untuk tidak akan menikah karena trauma dengan pernikahan orangtua nya yg sangat buruk. Ketika dia bertemu dengan bos tempat dia bekerja, pesona sang atasan memporakporandakan prinsip yg sudah dipegang selama ini. Mampukah dia menghindarinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MiraiAreen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17.

"Oka... Mama menunggu kamu, nak... "

"Ai... " suara Rimba membuat Oka bergegas menghampiri ibu dan anak tsb. Beberapa orang terlihat sedang mengamati interaksi Oka dengan mamanya Rimba. Bisa dipastikan, besok akan ramai orang menggunjing dirinya. Tapi, Oka sudah biasa mengabaikan segala gunjingan orang-orang. Di ruang produksi malah lebih sadis kata-kata yg dilontarkan.

Oka akhirnya mengikuti mamanya Rimba. Mereka menuju butik langganan keluarga Rimba. Sepertinya mereka sudah sangat akrab. Oka hanya diam dan mengikuti saja. Melihat ada sofa, Oka kemudian duduk di sofa dengan santai sambil bermain HP.

"Sayang, sini kamu pilih mana yg cocok buat perjalanan ke Belanda minggu depan. Mama sudah pilihkan 3 baju kerja dan 3 baju santai. Kamu bisa coba, kalau gak cocok kita tukarkan." kata mama, menjelaskan pada Oka.

"Ma, maaf Oka gak ada rencana beli baju." Oka berusaha menolaknya. Bagaimana nanti membayar baju-baju mahal itu. Bisa jebol tabungannya, pikirnya.

"Kamu tinggal mencoba saja. Kalau ukurannya pas, kita bawa pulang. Rimba sudah memberikan kartu hitamnya buat mama mencarikan baju yg pas sama kamu, nak." tutur sang mama. Oka menjadi lemah kalau sudah berhadapan dengan mamanya Rimba. Yang sangat pandai mengambil hati Oka. Membuat Oka tidak bisa lagi menolak.

Setelah mendapatkan beberapa baju, sepatu dan tas, Oka diajak makan malam. Kemudian diantar pulang. Hari yg melelahkan bagi seorang Oka. Mengapa juga harus bertemu dengan Rimba. Membuat hidupnya menjadi tidak tenang.

Pagi tiba, seperti biasanya Rimba datang menjemput Oka sebelum jam 6. Hari ini, Rimba me. bawa bekal sarapan untuk dirinya dan Oka. Betapa herannya Oka. Saat dia malas membuat sarapan, Rimba datang dengan membawa sarapan untuk mereka berdua. 1 jam kemudian, mereka sudah dalam perjalanan menuju kantor. Setelah sampai di ruangan masing-masing, Oka kemudian mengeluarkan amplop coklat yg agak tebal. Didalamnya berisi uang 5 juta.

tok... tok...

"Masuk." terdengar suara Rimba.

Oka kemudian membuka pintu dan langsung menuju meja Rimba. Diletakkan amplop itu di depan Rimba.

"Maaf, saya hanya bisa menyicil untuk pembayaran pengeluaran kemarin. Tolong diterima ya, Pak." kemudian Oka berbalik menuju pintu. Begitu tangannya hampir menyentuh handel pintu, Rimba bersuara.

"Ai, apa kamu ingin membuat aku marah sepagi ini? Ambil uang ini, aku gak butuh uangmu."

Mendengar ucapan Rimba, Oka menjadi galau. Bermacam pikiran memenuhi isi kepalanya. Membuat Oka diam mematung.

Melihat Oka yg seperti itu, Rimba beranjak dari duduknya.

Grep...

Dipeluknya Oka dari belakang, karena Oka masih juga mematung didepan pintu. Merasakan pelukan dari Rimba, membuat tubuh Oka menegang sesaat. Sesaat kemudian, Oka merasakan Rimba meletakkan kepalanya di bahu Oka. Kemudian beberapakali kecupan di pipi, dirasakan Oka. Berakhir dengan ciuman di kepalanya. Oka tiba-tiba saya tidak mampu menahan berat tubuhnya. Badannya terasa lemas, karena sentuhan Rimba diluar dugaan.

Sebelum tubuh Oka jatuh, Rimba kemudian membopong Oka. Dibawanya Oka ke sofa. Kemudian dicuimnya kening Oka dan berkata.

"Ai, aku sangat menyayangimu. Jangan bersikap seolah aku orang asing. Dan jangan perlakukan aku seperti orang lain. Itu menyakitiku." dikecupnya bibir Oka. Membuat Oka terbelalak dengan kelakuan pak presdirnya.

Kemudian Oka memejamkan matanya untuk menenangkan perasaannya yg kacau. Mengapa perasaanya menjadi berdebar-debar. Pasti Rimba bisa merasakan saat membopongnya tadi. Tanpa terasa pipinya memerah karena malu.

Rimba yg sudah kembali ke mejanya, tersenyum melihat Oka yg wajahnya merona. Rimba tau kalau dada Oka juga berdebar kencang saat tadi dia peluk. Sama seperti yg Rimba rasakan. "Ai, aku tadi bisa merasakan kalau jantungmu berdebar lebih cepat dari biasanya. I love you." dengan sengaja Rimba menggoda Oka.

Membuat Oka kesal dan bangun dari sofa. Meninggalkan Rimba yg tertawa senang. Dan membuat Oka malu. Rimba kemudian sadar kalau amplop berisi uang dari Oka masih ada di mejanya.

Biarlah, nanti saja saat makan siang, akan Rimba antar ke meja Oka. Bekal untuk makan siang ada di ruangan Oka. Bisanya mereka akan makan siang di ruangan Rimba. Tapi hari ini Rimba yg akan mendatangi Oka. Karena pasti Oka tidak akan menemuinya lagi.

Sebelum jam istirahat, Rimba sudah berada di ruangan Oka sambil membawa bekal makan siangnya. Ditatanya makanan itu di meja Oka. Dan mengajak wanita pujaannya untuk menemani makan siang.

"Ai, yuk makan. Berhenti dulu kerjanya. Isi tenaga baru, sini... " ajak Rimba.

"Tapi sekarang belum waktunya istirahat, pak."

"Pak?" Rimba menatap Oka dengan intens. Membuat Oka grogi, baru sadar kalau dia telah salah ucap.

"Massss... " seru Oka sambil menutupi wajahnya. Dia baru ingat kalau sampai menyebut 'bapak' akan ada hukuman dari Rimba. Sambil menggelengkan kepalanya, Oka takut Rimba menciumnya karena salah bicara.

"Untuk kali ini aku maafkan. Tapi next tidak ada toleransi. Masih ingat kan, apa hukumannya." Rimba berkata dengan gaya arogannya.

"Sok berkuasa dan menindas." gumam Oka.

"Ai, aku mendengarnya. Apa memang kamu ingin dihukum?"

"Enggak, jangan..." teriak Oka takut sambil tangannya membekap bibirnya sendiri. Takut salah bicara.

"Sini, kita makan sekarang." ajak Rimba. Kemudian Rimba beranjak mengambil tas kerja Oka, dimasukkannya amplop yg tadi dibawa Oka.

Malas berdebat yg ujung-ujungnya Oka akan rugi, dibiarkan saja Rimba dengan kemauannya. Belum sempat mereka makan, HP Oka berbunyi. Rimba dengan cepat mengambilnya. Dan ternyata sang mama yg ingin bicara dengan Oka.

Saat Oka sedang ngobrol di telepon, Rimba menyodorkan sendok menyuapi Oka. Membuat wanita itu mendelik. Saat Oka menarik kepalanya kebelakang, sendok diletakkan kembali ke piring. Ditaruhnya di meja.

Tapi gilanya Rimba, mendekati Oka dan menciumi pipi wanita itu. Membuat Oka kaget. Kemudian hp Oka diambilnya dan dimatikan tanpa rasa bersalah. Gilanya Rimba, gak perduli itu mamanya.

"Mas, tadi itu mama loh. Mbok ya jadi anak yg santun sama orang tua."

"Kamu yg sudah membuat aku seperti itu, Ai."

Akhirnya Oka memilih diam dan mengambil makanannya. Daripada urusannya menjadi panjang.

1
susi ana
terima kasih kakak
🐜Six9: kenapa nggak dilanjut Ka?
total 1 replies
Nur Ruhayu Mohamad Adnan
tolong sambung ceritanya sampai ending...best jln cerita...tahniah buat peminat anda terhibur dgn jln ceritanyaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!