Takdir Tuhan tidak mungkin bahkan tidak akan pernah salah, entah itu Riski, Jodoh bahkan kematian. Dalam memberikan anugrah kepada hamba-Nya juga tidak akan tertukar, karenanya semua yang terjadi itu pasti ada makna dibalik semua.
Kisah seorang yang disatukan karena perjodohan berbalut cinta tapi, harus berakhir
karena takdir yang tertulis, menghadirkan sosok baru menjadi penopang hati membuat cerita baru.
Bagaimana sosok itu hadir membuat kisah takdir cinta
Simak cerita mereka di sini
next episode
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AD UTAMI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17
Saat pagi datang, senyumanmu memeluk pikiranku, saat siang datang kau bagaikan payung yang selalu membuatku teduh, dan saat malam kau adalah kehangatan yang selalu membuatku jauh dari kedinginan.
Hati yang kian menghangat membayangkan semua hal yang tengah terancang sempurna bersama Kevin yang kini tengah berjuang rampungkan segala urusan sebelum pernikahan, Tuhan tidak pernah keliru memberikan anugerah cinta kepada hambanya, karena sebuah cinta yang datang itu pasti ada makna dan alasannya. seperti malam ini Tuhan kembali memberikan ceritanya saat dalam perjalanan Kevin mendapatkan kecelakaan yang fatal hingga harus segera dilarikan ke rumah sakit.
Dunia seakan hancur mendekati harinya, sosok pria tergeletak tak berdaya hari yang bahagia kini tinggal cerita hampir sebulan ini Kevin mengalami Kritis acara pernikahan sudah pasti di batalkan sementara dengan batas waktu uang belum bisa dipastikan kapan ?, sebulan kembali menemani suami harapannya dwngan keliarga besar, diwaktu bersamaan Diana pernah memberikan lamaran ke sebuah perusahaan BUMN yang sesuai dengan jurusan meski Pesimis dengan IPK jauh dari harapan.
Dan benar saatnya menentukan kemampuan bukan hanya dasar IPK saja, ada yang kerja bertahun tahun juga belum tentu mendapat jalan kesuksesan karena masih dalam proses sesuai jadwal Tuhan dan sebaliknya belum berpengalaman yang kebetulan IPKnya bagus juga bisa langsung diterima, kali ini berbeda dan berupaya semoga bisa.
Meski masih kawatir dengan kondisi Kevin yang masih Koma juga cibiran atas kejadian penundaan pernikahan tidak membuat surut semangat Diana, ujianpun dilalui dan seminggu itu berat saat pagi buta sudah ke ruang rawat Kevin dan ikut seleksi malam kembali ke ruangan Kevin dan begitu hampir tujuh hari dan hasil akhirnya segera ia dapati, penerimaan pegawai itu sangatlah rumit memberinya sedikit bahagia saat namanya berada di bagian terbawah batas akhir kelulusan iapun tak perduli, asalkan bisa masuk dan bekerja itu saja tujuannya.
Berita bahagia itupun dengan semangat Diana sampaikan Ke Kevin, yang sebenarnya sudah sadar, tapi masih merahasiakannya, karena kelumpuhan Kevin berusaha keras untuk menutup semua rindunya sebulan ini dan memilih pergi.
"Mas, bagaimana kabarmu ? aku merindukanmu sangat" dengan isak tangis yang tak tertahan lagi, "Mas, aku lulus ujian bukankah itu keajaiban yang Tuhan berikan bukankah nilaiku sangat paspasan" menceritakan dengan penuh kebimbangan, "mas aku butuh mas, sekarang juga nanti, kapan mas bangun bukankah itu membosankan ? hanya tidur saja"kembali ungkapan Diana akan situasinya sekarang, "minggu depan, aku sudah masuk mas, lekaslah pulih " akhir percakapannya pagi ini, segera pergi menikmati acara kelengkapan administrasi juga pengenalan kantor.
Hari berikutnya adalah hari yang ditunggu Diana, hari dimana semua serasa indah sebelum menerima kenyataan yang pahit mengenai pilihan Kevin atas hubungannya.
Kesadaran yang sudah pulih dan sudah bisa berpura pura Kevin memilih mengatakan hal menyakitkan diawal dari pada membebani, itu sebuah pilihan yang menyakitkan buat Diana dan terlebih untuknya sendiri.
Sore ini saat Diana datang semua nampak senang meski sebagian besar keluarga Kevin menentang keputusan itu, "mas, benar mas sudah sadar ?" ucapan syukur dan pelukan yang Diana berikan tidak ada penolakan tapi sayang itu hanya untuk sekian menit, merasakan rindu yang terobati " siapa Dia ma ?"Kevin dengan datarnya, membuat dunia Diana seakan berhenti berputar yang ada hanya air mata ketidak percayaan atas apa yang Diana dengar barusan. penolakan itu sakit lebih sakit dilupakan setelah sekian lama menjalin kebersamaan