Indonesia
NovelToon NovelToon
Bukan Pilihan Tapi Garis Takdir Yang Telah Ditetapkan

Bukan Pilihan Tapi Garis Takdir Yang Telah Ditetapkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Nikahmuda
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yuli Zarti

sebuah kisah yang sangat menyentuh namun juga menyakitkan tapi tetap dijalani dengan cara yang kadang sulit untuk di terima. Akankah antara Aira dan Ridwan sanggup menjalani? dan bagaimana dengan Zaki. Apakah yang terjadi selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli Zarti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 17 pagi yang romantis di dalam kamar

Setelah orang tua Zaki mengetahui apa yang terjadi pada anaknya. Mereka pun merasa tidak ingin meninggalkan Zaki hanya berdua dengan istrinya.

Kesedihan yang mendalam begitu terasa oleh ibu dan ayah Zaki. Air mata dengan mudahnya mengembun di sudut mata mereka.

Entah apa alasa Zaki menyembunyikan penyakitnya dari keluarganya. Selama ini Zaki selalu terlihat begitu sehat. Dan orang tuanya tidak menyadari di balik semua itu.

Dengan sangat rapi dia menyembunyikan penyakitnya. Malam ini Aira sudah mulai membiasakan tidur satu ranjang dengan Zaki.

Selama ini ia hanya tidur di sofa yang ada di kamar Zaki. Zaki sudah melarang Aira untuk tidak tidur di sofa namun dengan sedikit keras kepala Aira tidak mengizinkan Zaki tidur di sofa.

Akhirnya Zaki pun mengalah . Zaki hanya menginginkan Aira merasa nyaman saat bersamanya.

Pagi-pagi sekali seperti biasanya Aira sudah bangun. Namun saat dia bangun Aira melihat Zaki memeluknya sangat erat.

Dengan perlahan -lahan Aira menggeser tangan Zaki. Namun tangan itu lama - lama semakin erat memeluk dirinya.

"Mas, kamu sudah bangun ?" Dengan lembut Aira menyapa suaminya itu .

"Sayang kenapa kamu memakai pakaian seperti ini ? "

"Mas, maafkan aku ya, ampuni aku mas, aku ini istri yang tidak patuh pada suami. Aku sangat berdosa mas" .

"Selama ini aku hanya mementingkan perasaan aku saja. Tapi aku tidak tahu bahwa yang aku lakukan selama ini adalah dosa besar" .

Aira menangis di pelukan Zaki. Mendengar pengakuan dari Aira Zaki merasa sangat bahagia. Karena Aira sudah mulai mencintainya. Dengan lembut Zaki pun membelai rambut Aira.

"Sayang, kamu gak salah aku tidak menganggap sikap kamu itu sebagai dosa bagiku. Aku yang salah padamu. Maafkan aku ya sayang ?"

"Gak mas, tetap aja yang namanya wanita yang sudah bergelar istri maka ia wajib melayani suaminya lahir bathin mas".

" Sementara aku hanya memikirkan laki-laki lain yang buka muhrimku".

" Sayang, berarti kamu telah jatuh cinta ya sama aku, hmmm ?"

Mendengar pernyataan dari Zaki Aira pun tersipu malu. Wajahnya yang tadi merah karena menangis kini ditambah merah karena ucapan Zaki.

membuat Aira merasa salah tingkah. Senyum itu muncul dengan sendirinya. Wajah Aira yang sangat teduh membuat mata terasa sejuk saat memandang.

" Udah lah mas, aku mau kekamar mandi nih sebentar lagi subuh . Aku mau shalat subuh".

" Sayang , aku ini bukan imam yang baik untukmu. Hari ini aku ingin jadi imam terbaikmu bagaimana, apa boleh ?"

" Alhamdulillah, boleh kok mas nah kalau begitu aku membersihkan diri dulu ya ? "

" Baiklah Humairahku" , Aira mendengar ucapan Zaki merasa wajahnya sangat panas. Sementara itu orang tuanya Zaki pun melakukan hal yang sama. Yaitu shalat berjamaah dikamar masing-masing.

Setelah menyelesaikan shalat berjamaah Aira pun keluar dari kamarnya.

"Mas, kamu sarapan apa pagi ini ? Apa aja sayang, oh ya mas hari ini aku mau belanja . Bahan - bahan masakan kita sudah mulai menipis".

"Aku tidak enak sama ibu juga ayah nanti dikira kita pelit lagi. Oh oke sayang mau aku temani gak, kayak gak usah deh mas kamu dirumah aja badan kamu masih belum pulih benar. Kan baru kemaren dokter Adrian memeriksa kondisimu" .

Deg !

"Kok Aira bisa tahu bahwa saat ini aku lagi sakit. Apa jangan-jangan Adrian memberitahu ya ?" Bathin Zaki.

"Oh baiklah sayang tapi kamu pergi sama supir ya ?"

"Iya mas, yaudah aku buat sarapan pagi dulu ya gak enak sama ibu juga ayah.

Hmmm.."

Namun saat Aira melangkahkan kakinya keluar menuju pintu Zaki pun kembali memanggil Aira.

" Sayang ada yang kurang".

" Apa lagi mas ? "

Zaki pun meraih tangan Aira dan mendudukkannya di lutut Zaki . Zaki pun mencium kening Aira.

Cup !

" Ini yang kurang. Nah sekarang kamu yang cium aku" . Aira pun merasa sangat malu untuk mencium Zaki.

"Yaudah kalau gak mau gak apa-apa". Dengan sedikit keberanian Aira pun mencium pipi Zaki.

" Terimakasih ya Humairahku ?" Aira pun mengangguk sambil menundukkan kepalanya.

1
Rev
👍🏻
Adiba Azahra
Halo kak izin mampir yha 🙏😊🌸😍
Adiba Azahra: 👍🙏😊🌸😍
total 3 replies
Kayla Rane
aku mampir k.. cerita ya 😭 juga♥️

salam DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS 🙏🏻🤭
Yuli Zarti: oke terimakasih sudah mampir😍😍😍
total 1 replies
aku
jangan smpe aira jd istri second ya!! 😌🙏🙏
Yuli Zarti: 😊😊😊😊 terimakasih sarannya kak,
total 1 replies
Yuli Zarti
terimakasih 😍😍😍😍
Adiba Azahra
Terus semangat kak bagus loh ceritanya 👍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!