Indonesia
NovelToon NovelToon
Petualangan Mayanza

Petualangan Mayanza

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Penyelamat / Akademi Sihir
Popularitas:721
Nilai: 5
Nama Author: Novita Tory

Berawal dari membaca buku yang ditemukan di lemari tua, Mayanza mempunyai kekuatan merapal mantra.
Kesalahan mengambil bunga teratai emas..
Menentukan nasib di Kehidupan Mayanza

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wabah

Aku menceritakan apa yang terjadi dengan keluargaku, banyak orang di duniaku berdatangan mirip dengan Swanzi, Raja Yuko VII dan dirinya yang bernama Yuki.

Raja Yuko malah tertawa.

"Kenapa tertawa?" tanyaku.

Hampir saja aku berpikir membungkam mulutnya.

Diluar kamar banyak pengawal berjaga.

Sementara di Kamar ini hanya kami berdua.

Aku sudah bicara berbisik.

"Yuki memang nama kecilku" Katanya.

Aku terbelalak mendengarnya.

"Jadi siapa mereka? " tanyaku.

"Entahlah... " katanya santai sambil tersenyum.

"Jangan-jangan kau berpura-pura jadi dokter kan di tempat kerjaku" kataku.

"Untuk apa, seperti tidak ada perkerjaan lain" katanya dengan santai duduk bersila di depanku.

"Oh iya, bagaimana keadaan disini? kataku sambil melihat sekeliling

" Apakah aman? " tanyaku lagi

"Aman sampai kamu kembali, setelahnya aku tidak tau" katanya lalu berdiri.

"Sampai kapan disini, apakah sebaiknya kamu pulang kembali ke tempat asalmu" Raja Yuko mengusirku.

"Hei... Bukankah kalian senang aku datang kemari? Bukankah... bukankah... Tadi.. aku disuguhi banyak makanan seperti ini... " jawabku...

"Tempat tinggalmu kurang makanan" katanya mendekat.

Cih... Apanya kurang makanan justru aku kenyang pikirku.

Raja Yuko meninggalkan ku di kamar, yang lain mengikutinya.

Kulihat dia berbisik dengan pengawal, pintu kamar ditutup.

Pengawal dan seorang dayang menunggu diluar.

Kupikir ini hari jumat besok aku libur, lusa hari minggu, aku akan kembali senin.

Aku tidur disini saja malam ini.

Menyelidiki apa yang terjadi sebenarnya.

Untuk apa mereka bermigrasi ke Duniaku bersamaan.

**

semalam aku bermimpi lagi, mimpi buruk aku merasa aku di tempat yang sangat gelap suara ibu memanggilku aku melangkah kakiku terperosok aku jatuh.

Tusuk kondeku kulepas dan kutusuk ke tebing aku bertahan.merayap naik ke atas.

aku terbangun.

Setelah mandi air hangat aku berjalan di halaman istana, salju sudah mulai turun.

Butirannya menyentuh kulit wajahku.

Aku mengadah keatas melihat salju dan membuka telapak tanganku.

Dingin.

Dayang berlari membawa payung.

"Nona.. Nona tidak kedinginan" katanya.

Aku menggeleng.

Raja Yuko datang bersama kedua pengawalnya kearahku.

Menarik lenganku lalu berjalan cepat menuntunku ke Aula Istana.

"Jangan berkeliaran disini" kata Raja Yuko

Aku menunduk.

"Baiklah aku akan jujur, aku kesini ingin melakukan sesuatu" kataku

"Katakan"

"Aku ingin kamu menjelaskan siapa kakekku? Apa yang terjadi dari awal kedatangannya, apa hubungan dengan buku tua" kataku.

Permaisuri Raja Yuko VII datang, dia dan Putri Rena menemui kami di Aula.

"Mayanza... Kapan datang, aku merindukanmu" kata Putri Rena menyentuh tanganku, kedua tangannya hangat.

Aku menuduk tanda hormat pada Permaisuri.

"Kami menantikan kedatanganmu Mayanza" kata Permaisuri.

"Apa yang terjadi?" aku bertanya kepada Permaisuri.

"Beberapa waktu lalu di barat tersebar kabar, ada kembali wabah, disana juga banyak yang muntah darah, kulit melepuh, anak-anak kecil banyak yang meninggal, beberapa Tabib juga tertular dan bertahan disana, apa kau akan datang kesana?" tanya Permaisuri.

Aku diam sejenak, apa salahnya.

"Tidak perlu dia pulang saja hari ini" kata Raja Yuko yang duduk di singgasananya.

"Aku bersedia" kataku menjawab,

"Aku bisa, kembali lusa" kataku kepada Permaisuri.

"Aku akan ikut" kata Putri Rena

"Tapi itu berbahaya" kata Permaisuri

"Tidak apa, siapa yang akan menemani kakak ipar nantinya ibunda... " kata Putri Rena.

"Kami akan bersiap" katanya kegirangan

"Ayo ibu... " Putri Rena mengajak Permaisuri pergi bersiap.

"Tunggu... " mereka tidak memperdulikan panggilanku.

Kakak ipar, rasanya ada yang aneh dengan panggilan itu.

Aku kikuk,

"Raja Yuko, tolong jawab pertanyaanku tadi" kataku

"Pertanyaan yang mana? " pura-pura lupa.

"Aku ingin kamu menjelaskan siapa kakekku? Apa yang terjadi dari awal kedatangannya, apa hubungan dengan buku tua" kataku mengulangi pertanyaan.

"Aku tidak mengenal kakekmu.

Yang ku tau Mendiang Ayahku mempunyai teman seseorang dar Dunia lain, mereka berteman baik, saling bertukar pengetahuan. Tabib Zhi tidak menyukai itu, dia merasa tema ayahku bukan orang yang baik, Tabib Zhi adalah guruku" kata Raja Yuko.

"Dimana Tabib Zhi sekarang?" tanyaku

"Kau berani menanyakan Tabib Zhi? Tentu kau sudah tau jawabnya" Raja Yuko mendekat melangkah ke hadapanku.

"Buku Tua itu milik siapa?" aku masih bertanya baik-baik agar rasa penasaranku hilang.

"Buku itu adalah buku dari leluhur kami, aku tidak tau kalau buku itu bisa ada di tanganmu" kata Raja Yuko menjawabku dingin.

"Kalau itu buku leluhurmu, kenapa harus dibakar!?" aku setengah membentak seorang Raja.

Matanya menatapku marah, menarik tangan kananku dengan kasar.

"Buat apa buku yang tidak berguna lagi, karena semua itu sudah bersatu mendarah daging padamu" katanya

"Lepaskan..sakit" aku berusaha melepas tanganku.

"Kalau kau bertanya tentang Tabib Zhi sekarang, kau sudah tau dimana dia berada" katanya.

Tanpa minta ijin aku lentikan jariku membuka portal.

**

Di bawah pohon besar yang rindang.

"Ini makam nenek ku, di sebelahnya mungkin makam Tabib Zhi yang selama ini aku pikir Kakekku" aku menunduk menyentuh rumput hijau makam.

"Kapan kau tau, kalau yang sudah meninggal ini adalah Tabib Zhi" kata Raja Yuko.

Aku menoleh, kemarin sebelum aku datang ke Dunia Zink.

Angin sejuk diatas perbukitan, meniup rambut panjang Raja Yuko.

"Ma, apa di kuburan ada acara cosplay?"Seorang anak kecil bersama ibunya lewat.

"Hush..tidak boleh bilang begitu" kata ibunya

Aku berdiri, melihat sekeliling.

Merapalkan mantra, membentuk gerbang kembali di Aula Istana Zink.

Lama-lama di makam malah membuat orang heran, nanti mereka pikir kami datang karnaval.

**

"Kembalilah ke kamarmu, besok perjalanan akan lebih jauh" kata Raja Yuko.

Seorang Perwira datang,

Aku melangkah keluar Aula Istana menghirup udara sebanyak-banyaknya.

Berjalan tegak ke kediamanku di Istana Timur, Kamar khususku di Istana ini.

Dayang berlari memayungiku sampai kamar, aku basah, kedinginan.

Berganti Pakaian tebal, aku tidak tau apa yang akan kuhadapi besok.

Aku Pasti berangkat.

**

Kereta sudah di persiapkan, aku menyelipkan pisau kecilku di saku tangan baju, berjaga-jaga.

Pengawal mengangkat rempah-rempah ke dalam kereta.

Kami berpamitan pada Permaisuri, dikawal Panglima, dengan lima kereta bantuan.

Aku mencari Raja Yuko tidak kelihatan sejak pagi.

"Kakak Ipar, berapa pakaian sudah kubawa pakaian yang tipis, karena daerah barat sangat panas" kata Putri Rena sambil memandang Jubah Emasku.

Aku salah kostum, tapi bukan kostum yang aku pikirkan sekarang.

"Putri kenapa kau selalu memanggilku kakak ipar?" tanyaku.

Tersenyum.

"Karena semua orang tau, istri Raja akan datang dari negeri yang jauh, itu kata ramalan kuno" kata Putri Rena

"Siapa yang meramalkan?" tanyaku

"Ibu bilang Tabib Zhi...sejak kecil kami selalu di ceritakan kisah itu" kata Putri Rena.

Keret terasa sedikit berguncang, salju mulai turun deras.

Kubuka Jendela Rumput Hijau mulai tertutup salju tipis.

"Bukan berarti itu aku" kataku

"Tapi, semua orang sudah tau itu kamu" kataku.

"Kakak Ipar..." kata Putri Rena.

"Panggil saja Mayanza, aku lebih senang kau memanggilku begitu atau tabib" kataku.

Dayang yang duduk di hadapan kami bingung meremas bungkusan pakaiannya di pangkuan.

"Tapi tidak bisa, ibu memintaku memanggilmu begitu, itu perintah yang mulia Permaisuri" katanya

Permainan kerjaan apa lagi ini,pikirku.

Kakak Ipar, aku harus berpasangan dengan Raja Yuko yang sedikit-sedikit mengancam membunuh, memasukan aku ke penjara membanting aku waktu pertarungan.

Apa seberat itu menjadi Ratu di Negeri ini.

"Kenapa geleng-geleng kepala?apa yang dipikirkan" tanya Putri Rena.

"Aku mabuk di kereta, diam di dalam" aku menepuk gaunnya.

Aku melangkah kedepan sebelah kemudi kereta.

Salju turun, aku mengenakan mantel penutup kepala, kami melintasi jalan yang belum pernah aku jelajahi selama ini.

Kupandangi rombongan, Raja Yuko tidak ikut serta. Dia membiarkan aku berangkat sendiri ke tempat yang baru.

**

Empat jam perjalanan, kupikir kami sudah sampai ternyata kami hanya beristirahat sebentar menunggu Perahu membawa kami ke tempat tujuan, kakiku dan Rena pegal di dalam kereta.

Aku, Rena dan Dayang duduk di pinggir pelabuhan sementara prajurit dan pengawal memasukan barang-barang ke dalam perahu.

"Berapa lama lagi kita sampai ke tempat tujuan kita?" tanyaku.

"Butuh waktu seharian lagi di dalam perahu untuk tiba disana" jawab prajurit.

Aku menghela nafas, wajah Putri Rena kelelahan.

Aku sudah terbiasa dengan aktifitas fisik dan bergerak di Rumah Sakit, jadi perjalanan ini juga sebagai liburan bagiku di tempat yang baru...

**

Enam Perahu bertolak ke tempat tujuan kami, Desa di bagian barat tempat itu katanya terpencil, tempat wabah penyakit.

**

Cuaca berubah hangat tidak ada salju, perahu mesin bergerak lambat aku bisa melihat tebing-tebing tinggi dan pemandangan alam yang indah di pinggir-pinggir sungai.

Aku menatap sesuatu yang bergerak di bawah air, sesuatu yang besar dan berbahaya, lebih berbahaya dari ikan raksasa.

Bergerak mengikuti perahu, aku masuk kedalam atap perahu, melepas mantel dan jubahku.

"Nona..." kata Dayang aku serahkan padanya mantelku.

"Sebaiknya Putri Rena jangan memakai baju yang berat" kataku, aku tidak bisa katakan padanya ada sesuatu yang mengintai kami.

Perahu beriringan, ada pantai pasir yang indah di depan sana.

Angin bertiup, air sungai mulai menampakan gejolak, pengawal berjaga di kanan kiri perahu.

Rupanya mereka juga waspada,

Aku ikut berdiri diluar dengan gaun putihku.

Angin bertiup awalnya tenang sedikit kuat, tiba-tiba bayangan hitam itu muncul dengan cepat perahu oleng.

Putri Rena berteriak.

"Kakak Ipar!!!

Mayanza...!!!"

Aku berbalik kearahnya, suara itu terakhir kudengar.

Aku membuka mata, aku hampir tenggelam ke dasar sungai aku berusaha berenang ke permukaan, kakiku terlilit rumput, rumput bergerak menahan gerakanku ke permukaan.

**

𝘽𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙗𝙪𝙣𝙜...

1
Tory Ambay Satu
Mantap👍👍
Tory Ambay Satu
👍👍
Tory Ambay Satu
Semakin seru ceritanya👍
Novita Tory: terima kasih, dukung dan baca juga ceritaku yang lainnya ya🤭
total 1 replies
Tory Ambay Satu
Seru banget ya, Raja Yuko😍
Novita Tory: /Chuckle/🙏
total 1 replies
Novita Tory
🤭Aku memikirkan nasib ayam berwarna putih😅🥲
Tory Ambay Satu
Bagus banget alur ceritanya 👍
Novita Tory: Makasih...
total 1 replies
Tory Ambay Satu
Mantapp banget ceritanya👍
Novita Tory: makasih😊selamat membaca..
baca juga karyaku yang lain ya...
total 1 replies
Novita Tory
Lanjut untuk episode selanjutnya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!