Indonesia
NovelToon NovelToon
Takdir Sang Ophelia

Takdir Sang Ophelia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:500
Nilai: 5
Nama Author: Ashe Lepidoptera

Demi meningkatkan reputasi, Ophelia—seorang anak yatim piatu—tiba-tiba diadopsi oleh keluarga Pratama, konglomerat yang baru naik kasta. Namun bukannya kasih sayang, ia justru mendapatkan penyiksaan di rumah dan bullying di sekolah elit yang dimasukinya.

Puncaknya, Ophelia tewas secara tragis di tangan mereka.

Tetapi alam semesta memberinya kesempatan kedua. Terbangun satu tahun sebelum kematiannya, Ophelia bertekad merobohkan keluarga Pratama menggunakan senjata mematikan: rahasia-rahasia busuk yang ia ketahui dari masa depan.

Dibantu oleh seorang pewaris misterius dari keluarga ternama, kali ini Ophelia tidak akan lagi menjadi korban. Dia yang akan memegang kendali atas panggung permainan hidupnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ashe Lepidoptera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17

“Kamu yakin nggak perlu diantar?” Kaiser menanyakan pertanyaan yang entah keberapa kalinya hari ini. Dia menatap kekasihnya—ya, mereka sudah resmi pacaran—yang terlihat merapikan rambut di depan cermin. 

“Ada Lia sama kak Chelsea,” jawabnya. “Cewek semua lho, kalau kamu ikut nantinya nggak seru.” 

Nggak seru katanya. 

Suara klakson mobil terdengar di depan rumah, membuat Airin langsung tersenyum. 

Ophelia terlihat berdiri bersandar di depan sebuah mobil hitam sembari memutar-mutar kunci. Begitu melihat Airin datang, dia langsung melambaikan tangan.

“Kerennya.” Airin berlari ke arah gadis itu. “Kamu jadi beli mobil?”

Kenapa Airin terlihat sangat senang? Padahal mereka baru bertemu kemarin.

“Aku sering berkunjung ke panti habisnya, jadi lebih baik punya mobil sendiri.” 

“Warnanya lucu. Aku suka.” 

Mobil Kaiser juga hitam, lebih bagus malah.

Ketika tatapan mereka bertemu, senyum Ophelia langsung berubah menjadi seringai. “Airinnya aku pinjam dulu ya?”

Kaiser menyipitkan mata. Kenapa ekspresinya selalu seperti itu?

Membuat kesal saja. 

“Kalau ada apa-apa langsung hubungi aku, oke?” Kaiser menepuk puncak kepala Airin pelan. “Kalau dia yang di sana menyetirnya tidak becus juga bilang saja, aku bakal langsung datang.”

Ophelia tertawa kecil mendengar itu. “Airin, kira-kira sampai sekarang siapa yang lebih jago menyetir? Aku atau Kaiser?” 

“Kamu,” jawab Airin tanpa ragu. 

Sebelum Kaiser sempat protes, Airin berjinjit dan mengecup pipi pemuda itu. “Aku pergi dulu.” 

Hm.

Kaiser memegang pipinya. “Hati-hati.” 

“Satu kecupan dan dia langsung diam ya?” gumam Ophelia ketika mobil mereka mulai berjalan. “Apa memang segampang itu?” 

“Nggak semua sih, tapi itu cara tercepat buat membungkam seseorang.” Airin tersenyum. 

Kalau mau membungkam bukannya lebih cepat lewat mulut? 

Jadi sekalian tidak bisa bicara. 

“Liat depan, liat depan!” ujar Chelsea yang terlihat panik di kursinya. 

“Aku udah punya SIM juga.” 

Kenapa dia setakut itu?

Airin yang duduk di kursi belakang bersandar di kursi Chelsea. “Cara Lia ‘nyetir emang lebih bagus dari Kaiser lho, jalannya lebih mulus. Minusnya dia lebih sering nyasar.” 

“Kenapa malah duduk begitu? Pakai sabuk pengamanmu!” 

“Oh ya lupa.”

Serius kenapa Chelsea setakut itu?

Ketika mereka sampai, Chelsea turun lebih dulu dan terlihat bersandar sembari menghembuskan napas lega. 

“Emangnya cara menyetirku seburuk itu?” ia bertanya dengan nada datar. 

Airin menggeleng. “Nggak. Mungkin kak Chelsea belum terbiasa.” 

Pemilik butik langsung menyambut dan menunjukkan beberapa koleksi pada mereka. Di tempat yang terlihat mewah itu tidak ada pelanggan lain. 

Ulah Kaiser? Atau ayah angkatnya?

Ophelia mengelus sebuah gaun berwarna hitam dengan potongan rendah di bagian dada. 

“Jangan yang itu,” ujar Chelsea disampingnya. “Kurang cocok denganmu.” 

“Aku suka warna sama modelnya. Emang kenapa?” 

Chelsea menatap Ophelia dengan tatapan datar. “Dadamu rata habisnya, nggak bakal ada yang bisa ditunjukin kalau pakai yang belahan gitu.”

Sudut mata Ophelia berkedut.

“Kita masih dalam masa pertumbuhan,” Airin bicara cepat. “Jangan murung dulu ya?” 

Ophelia menatap Airin kali ini. Bahkan si pendek itu saja punya—sudahlah. Ia memalingkan wajah dan berjalan agak jauh ke dalam butik. 

Ketika melihat gaun berwarna merah muda yang terlihat familiar, Ophelia langsung terdiam.

Ini gaun yang ia pakai di masa lalu. 

Entah kenapa dari sekian banyak masa depan yang ingin Ophelia ubah, ia merasa gaun ini adalah satu-satunya hal yang dia ingin pakai lagi. 

“Bukannya kamu bilang nggak mau pakai warna itu?” 

“Cocok tidak sih?” 

“Apanya?” 

“Warna pink.” Ophelia mengelus bagian lengan gaun itu. “Padaku?” 

Chelsea terdiam sebentar. “Kulitmu cerah, jadi masih cocok. Kalau mau pakai yang ini kita bisa potong sedikit di bagian bawah—supaya nggak kepanjangan.” 

“Oke,” senyumnya. 

Chelsea memilih gaun yang berbeda dari ingatan Ophelia, walaupun tetap berwarna merah. Airin memilih warna biru tua dengan rok yang agak mengembang dengan potongan pendek.

Mengingat Kaiser menggunakan jas berwarna sama di masa lalu, sepertinya mereka berencana untuk couple-an.

Oh. 

Ophelia mengingat sesuatu. 

Di masa lalu gaun Yelena berwarna coklat—sama seperti warna jas yang dipakai kakaknya Kaiser. Ia penasaran, apa kali ini akan ada perbedaan? 

Tujuan Ophelia di pesta itu sudah jelas. Tepat sebelum bel tengah malam berbunyi, dia akan mencari kakaknya Kaiser dan Ibu angkatnya yang sedang bermesraan di bawah tangga lalu mendokumentasikan mereka. 

Akan dia pakai itu sebagai ancaman. 

Pastinya Yelena tidak mau kalau Randi—suaminya yang suka main tangan itu tahu kalau dia berselingkuh bukan?

“Udah ini kita mau kemana?” 

“Pulang?” tanya Ophelia. “Kemana lagi?” 

Airin terlihat kecewa. “Kukira kita bakalan spa atau perawatan gitu sebelum pesta?” 

Itu bukan ide yang buruk. 

Ophelia menatap kakaknya.

“Ayah nggak bilang kita mesti pulang jam berapa sih,” ujar Chelsea. “Bisa kayaknya kalau sebentar.” 

Airin langsung terlihat sumringah. “Kita pergi ke spa langgananku. Oh, boleh aku yang nyetir? Aku juga pengen belajar.” 

“Nggak,” jawab Ophelia dan Chelsea bersamaan. 

Senyum Airin langsung menghilang.

...****************...

“Aku bakalan pakai warna coklat.” 

Yelena yang berada di walk in closet di dalam kamar menatap gaun di depannya. “Awas kalau kamu pakai warna yang beda.” 

“...”

“Kenapa malah bilang nggak tau?” 

“...”

Yelena tersenyum. “Oke, I love you.”

“Kekasihmu?” Randi yang baru pulang dari kantor terlihat membuka dasinya. “Jangan sampai pakaian kalian terlihat terlalu sama, nanti media bisa curiga.” 

Wanita berusia 33 tahun itu langsung menghela napas. “Aku tahu.” 

Yelena melihat ke arah cambuk yang dipajang seakan lukisan di dinding sana. Pria yang dinikahinya ini, Randi Pratama adalah seseorang yang sulit ditebak. 

Ia kira akan mati terbunuh ketika Randi tahu kalau ia berselingkuh, tapi ekspresi pria itu tetap seperti biasa. 

Dingin, seakan tidak memiliki kepedulian apapun di sana. 

Mereka menikah cuma untuk kepentingan masing-masing sih, walaupun caranya memang menjijikkan. 

“Ophelia dan Chelsea akan pulang agak larut.” Randi selesai berganti baju. “Lapor padaku kalau mereka pulang lebih dari tengah malam, mengerti?” 

Aura yang dimilikinya entah kenapa membuat Yelena tidak bisa melakukan apapun selain patuh.

“Oke.” 

Randi keluar dari kamar itu, menuju ke ruang kerja seperti biasa. Dia lebih sering tidur di sana, Yelena bahkan bisa menghitung dengan jari berapa kali mereka tidur bersama dalam satu bulan. 

Hanya, tidur bersama. 

Semenjak keperawanannya direnggut paksa 18 tahun lalu oleh pria itu, dia tidak pernah disentuh lagi. 

Yelena juga yakin kalau Randi tidak memiliki kekasih atau wanita simpanan di luar sana. Ia bahkan yakin kalau pria itu tidak punya hasrat ataupun emosi selain amarah. 

Benar-benar mengerikan. 

Yah, mungkin dia lebih sering memakai jasa satu malam? Itu bukan urusan Yelena juga.

Wanita itu menatap notifikasi dari kekasihnya di ponsel. 

Lagipula begitu semua rencananya berhasil, dia akan pergi dari rumah ini dan hidup bahagia dengan pria idamannya. 

1
aku
🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!