Diana melihat suaminya mencium atasannya di mobil, kala hujan deras di depan rumah. Alih-alih minta maaf, Geo malah menceraikan Diana saat istrinya itu minta penjelasan. Bahkan kedua orang tua Geo menghina dan mengusir Diana dari rumah itu.
Tak hanya itu, Sandra wanita selingkuhan suaminya, yang ternyata adalah salah satu putri orang terpandang di kota itu, membayar orang untuk membakar toko orang tua Diana. Memaksa Diana mempercepat perceraian dan menyerahkan hak asuh anak mereka pada Geo.
Saat Diana merasa sangat putus asa dan terpuruk, karena tak punya sepeser pun untuk membayar biaya rumah sakit ibunya dan operasi ayahnya. Seorang pria datang mendekat dan berkata,
"Kamu Diana kan? mau menikah denganku? aku akan bayar semua pengobatan ayah dan ibumu. Juga mengambil kembali hak asuh putrimu!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
Ravi dan Diana keluar dari kantor pengacara Abraham. Sebelum pergi, Ravi sedikit menoleh ke arah Abraham. Pengacaranya itu sudah melakukan sesuatu yang benar.
Saat masuk ke dalam mobil, Diana tampak sedikit melamun. Dia tentu saja merasa bingung.
"Aku bahkan belum resmi bercerai..."
"Jika kamu mau, aku bisa mengurusnya!" jawab Ravi dengan cepat.
Diana menatap Ravi. Pria itu selalu mengatakan sesuatu yang baik padanya. Harapan yang begitu besar padanya. Sudah berapa kali juga Ravi membantunya.
"Tuan Ravi, kamu punya segalanya..." Diana menjeda ucapannya, setidaknya dia berpikir seperti itu. Ravi punya banyak uang, punya perusahaan yang besar, punya aset yang banyak. Setidaknya itu juga yang dilihat oleh Diana di surat yang kemarin di bawakan oleh asisten pribadi Ravi, "kenapa malah ingin menikah dengan wanita yang bahkan diceraikan seperti aku?" tanya Diana.
Sebenarnya pertanyaan itu sudah beberapa kali Diana tanyakan. Hanya kalimat nya saja yang berbeda. Habisnya, Diana masih sulit untuk bisa percaya. Bagaimana bisa seorang seperti Ravi. Bisa menyukainya pada pandangan pertama seperti yang pria itu katakan sebagai alasan pada Diana?
"Aku sudah katakan padamu, aku menyukaimu. Aku jatuh cinta padanya pada pandangan pertama!"
Jawaban Ravi terdengar begitu tegas. Diana menghela nafas sangat panjang.
'Aku memang mencintai kamu Diana, bahkan sejak 8 tahun yang lalu' batin Ravi.
"Aku... aku setuju menikah!"
Ravi melebarkan matanya. Pria itu terlihat begitu senang. Wanita yang benar-benar dia sukai sejak lama setuju menikah dengannya.
"Pakai sabuk pengaman, Diana. Kita pergi ambil surat nikah... maksudku, ambil surat cerai kamu dulu, nanti baru surat nikah!"
Diana masih tercengang, memangnya bisa semudah itu? tapi apa yang tidak bisa dilakukan orang ber-uang dan berkuasa di jaman ini. Semua yang mustahil akan menjadi mungkin. Tentu saja hanya sekedar mengurus surat cerai, itu hal yang mudah.
Mobil Ravi melaju menuju ke pengadilan. Tentu saja sebelumnya, John sudah dihubungi oleh Ravi. Dan mengurus semuanya disana. Ketika Diana dan Ravi ke pengadilan, surat cerai bahkan sudah ada di tangan John. Diana hanya tinggal tanda tangan saja, kalau dia sudah mengambil surat itu.
"Aku akan kirimkan milik mantan suami nyonya!" kata John.
Ravi mengangguk cepat.
"Pastikan juga, Hartawan juga mengalami banyak kerugian. Bukankah dia tidak menentang perbuatan salah putrinya. Maka pria tua itu juga harus diberi pelajaran!"
"Baik tuan!"
Ravi menggenggam tangan Diana. Hal itu membuat Diana kikuk.
"I... ini..."
"Kamu sudah jadi janda, aku tidak sedang menggandeng wanita bersuami. Aku menggandeng calon istriku!" tegas Ravi.
Diana tadinya merasa sangat canggung. Dia memang sangat tidak nyaman. Tapi Ravi terus menggenggam tangannya erat. Tatapannya begitu tulus, pria itu tersenyum begitu senang. Diana jadi tidak tega. Meski dia juga tidak membalas gandengan Ravi itu. Diana juga tidak menolaknya.
Keduanya masuk ke dalam mobil, mereka kembali ke rumah sakit.
**
Sementara itu, selang beberapa waktu. Ada tukang paket yang mengirim sebuah amplop berwarna coklat dan mencari manager keuangan di perusahaan tempat Geo bekerja.
Seorang karyawan, pada akhirnya berbaik hati mengantarkan kurir itu. Begitu sampai di depan kantor Geo. Karyawan itu pergi dan kurir itu mengetuk pintu.
Tok tok tok
"Masuk!" terdengar suara Geo menyahut dari dalam.
Kurir itu pun membuka pintu, dan langsung masuk ke dalam ruangan.
"Permisi, selamat siang. Saya mau antar paket dari pengadilan!"
Geo yang memang sudah merasa heran, kenapa ada kurir datang sampai ke ruangannya segera berdiri.
"Paket apa?" tanya Geo dengan wajah tidak senang.
"Ini pak, saya tidak tahu. Tapi, tolong tanda tangannya pak!" kata kurir itu memberikan kertas serah terima yang memang harus di tandatangani oleh penerima paket terkait.
Geo mendekat lalu, menandatangani kertas itu. Tanpa basa-basi, kurir itu pun akhirnya pergi meninggalkan ruangan. Geo melihat bolak-balik amplop coklat itu. Kemudian dia membuka amplop yang masih tertutup rapat itu.
Srekk
Begitu Geo melihat apa yang ada di dalamnya. Geo sedikit mengernyitkan kening. Bahkan ketika dia meraih surat cerai yang sah dari pengadilan itu wajahnya tampak ada guratan terkejut yang tak bisa dijelaskan.
Bagaimana bisa surat cerai itu dia dapatkan dengan begitu cepat?
Geo sempat berpikir sejenak, tapi pada akhirnya, dia mengira kalau semua ini pasti dilakukan oleh Sandra. Setelah menghela nafas berat, Geo melemparkan surat cerai itu begitu saja di atas meja. Sejak dia kenal Sandra, dia memang tak lagi punya ruang untuk Diana dalam hatinya. Geo seolah mendapatkan wanita yang selama ini dia impikan, bukan seorang wanita biasa, ibu rumah tangga yang tak bisa apa-apa dan bisanya cuma minta uang saja. Pria itu berpikir, keputusannya sudah sangat tepat menceraikan Diana.
Di ruangan lain, tampak tuan Hartawan sedang melemparkan beberapa dokumen di atas meja kerja Sandra, putrinya.
"Ayah... apa-apaan ini?" tanya Sandra terkejut.
Bahkan pada ayahnya, Sandra bicara dnegan nada seperti itu.
"Kamu lihat itu? semua proyek ayah di batalkan! akibat skandal yang kamu lakukan, membayar orang merusak nama baik wanita bernama Kinan itu, semua pekerja ayah Hadi kacau!" tuan Hartawan terlihat mulai emosi.
Sandra meraih beberapa dokumen yang dilempar oleh ayahnya di atas meja itu. Wajahnya yang tadinya tenang, biasa saja, perlahan menjadi tegang.
"Ini proyek ratusan juta, ayah biasanya kan dapat proyek milyaran. Tidak akan berpengaruh...!"
"Tidak berpengaruh bagaimana? kasus ini tidak bisa di take down. Sudah masuk laporan kepolisian. Semua orang yang kamu bayar itu sudah mengaku. Apanya yang bisa di bereskan dengan uang?" tanya Hartawan kesal.
Sandra sedikit terkejut.
"Bukannya masalah itu sudah beres? ayah sudah keluarkan 400 juta kan? bagaimana bisa..."
"Ayah keluarkan 400 juta, tapi pengacara yang mendesak para pelaku itu memberi mereka 800 juta!" pekik Tuan Hartawan begitu kesal.
Sandra semakin terkejut. Siapa yang mau mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk membantu Kinan.
"Jelas dia bukan siapa-siapa? dia hanya karyawan biasa, ayah dan ibunya hanya pemilik sebuah percetakan buku, pamannya hanya pengacara yang sudah terluka. Bagaimana mungkin?" Sandra bergumam dengan kening berkerut.
Dia berpikir, kalau yang membayar mahal, bahkan dua kali lipat dari ayahnya untuk membuat para penjahat itu mengaku adalah seseorang yang mengenal Kinan. Sandra lupa, sebenarnya sejak awal siapa yang sudah dia ganggu.
"Kalau sampai kasus ini benar-benar ke pengadilan, ayah akan kehilangan lebih banyak proyek. Kamu suruh priamu yang tidak berguna itu membereskan masalah ini, kalian berdua datangi wanita itu, selesaikan dengan baik!"
"Ayah...!"
"Ayah tidak mau tahu!" sela Hartawan, "Jika memang harus membayar lebih, pakai uangmu. Ayah sedang mengerjakan proyek besar!"
Brakk
Tuan Hartawan pergi dengan membanting pintu. Sandra mendengus kesal.
"Brengsekkk! aku terlalu meremehkan mu wanita kampungan!" geramnya.
***
Bersambung...
mana pemilik nya lagi🤣
karyawan aja pada sok ngehina pemilik 🫣
ni orang kepalanya kepentok kali ya
Trus amnesia
eh liat kita sangkanya kita orang yg paling dicintainya 🤣🤣
lah kalau tetibaan dia inget lagi,gimana donk😔
pasti bingung..
ini orang ,mesti gimana ya balesnya?
pandai ny cuma mengeluh aj dy
hitung2 pembalasan dari diana
dia aja bisa seenaknya ngerebut ank lu dengan ga tau malu nya
bisa ngapain lagi ntar nya..
tebak aja
seruu kan hidup lo🤣🤣
marah?
lah emang fakta,gimana donk
udah mokondo ga tau malu lagi🫣🤣
apa yg kau harapkan ketika dia harus Jadi pemimpin banyak orang
ya...ga bakalan mampu lah