"Kenapa hanya karna anak ini terlahir sebagai wanita sampai di buang begitu saja? kau ibu yang tak perasaan" teriak nya sambil mengutuk perbuatan seseorang wanita yang membuang bayi nya di pinggir sungai
Penasaran dengan cerita ini yuk mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Empat belas
"Cahaya apa itu?" tanya semua orang. Nyonya Anhi Cao dan Tuan Lao Yun masih merasa kan pusing di kepala nya, mereka berdua benar-benar terkejut dengan apa yang terjadi dengan kepala mereka tadi.
"Apa yang terjadi pada kami?" tanya lirih Nyonya Anhi Cao. Tuan Lao Yun pun melihat sekeliling, You you yang di dekapan ibunya pun bersuara.
"Tec.. tec.. ibu ayah, bica dengal cuala You you yang cantit ini tidat?" ucap You you. mata Nyonya Anhi Cao dan Tuan Lao Yun melebar saat mendengar suara mungil itu, Nyonya Anhi Cao dan Tuan Lao Yun saling tatap. Tuan Lao Yun, menggelengkan kepalanya. tanda untuk Nyonya Anhi Cao agar tidak berbicara dulu. Nyonya Anhi Cao pun mengangguk, Khon Cao dan Raja Cao langsung mendekati Nyonya Anhi Cao.
"Ayah ibu... Talian bica jawab dalam hati, tita beltiga cudah belhubung" ucap You you. Nyonya Anhi Cao dan Tuan Lao Yun pun langsung menegang, mereka benar-benar terkejut dengan kejadian ini. Telepati, telepati itu sudah hilang dari jaman kakek nenek moyang mereka. jadi Nyonya Anhi Cao dan Tuan Lao Yun benar-benar tidak tahu harus berekspresi apa. Mereka hanya bisa melihat semua orang, yang berada di depan mereka.
"You'er... apa benar ini kau yang bicara dengan ayah dan ibu?" tanya Nyonya Anhi Cao. dengan nada cemas, You you terkekeh kecil, ternyata sistemnya benar-benar tidak membohongi nya.
"Ya ibu... Atu You you putli cantit dan cetcinya ibu" jawab You you. Nyonya Anhi Cao dan Tuan Lao Yun mendelik, ternyata suara itu milik putrinya.
"Ya dewa.... nak bagaimana kamu bisa bicara dengan kami? apa hanya kami berdua yang bisa mendengar suara mu?" tanya gugup Nyonya Anhi Cao.
Dia tidak mau putrinya itu kenapa-napa, dia benar-benar mencemaskan kalau ada orang lain yang mendengar suara putrinya itu. bisa jadi putrinya menjadi incaran para Kultivator, You you akan di jadikan perebutan kekuasaan oleh para pendekar Kultivasi.
"Ibu tenang caja.... Yang bica dengel cuala cetci You you hanya ibu dan ayah, jadi ibu jangan Hawatil ya.... You you hanya ingin membeli tahu, dibelatang ictana ini Ada tambang giot liong.... atu bica melacatan itu ibu" ucap You you.
"Apa.... giok liong?" teriak Nyonya Anhi Cao. Tuan Lao Yun melotot mendengar istrinya berteriak karena terkejut, Raja Cao dan Khon Cao juga Kaisar Qing Cao tidak ketinggalan Khen Cao juga ikut tersentak. Mereka menatap Nyonya Anhi Cao, Nyonya Anhi Cao yang tersadar pun langsung cengengesan sambil menggaruk pipinya.
"Mei mei... kau tadi sebut Giok liong? dimana itu? kau tahu giok itu satu lempeng saja bisa membuat kerajaan, bisa tambah kaya kita nanti nya" ucap Khon Cao. Raja Cao dan Khen Cao mendelik, sedangkan Kaisar Qing Cao hanya menggelengkan kepala. Khon Cao itu luar biasa bila tentang uang, padahal dia bisa di bilang orang terkaya di kerajaan Cao ini.
"Eh... kapan aku bilang giok liong?" tanya gugup Nyonya Anhi Cao. Khon Cao menyipitkan matanya, dia tadi tidak salah dengar bukan. adiknya itu berteriak malah, You you cekikikan mendengar kegugupan ibunya. Nyonya Anhi Cao mendengus mendengar putri nya mentertawakan diri nya, Tuan Lao Yun hanya menunduk kan kepala. dia memilih memalingkan wajahnya.
"Lao Gong.... kau malah memalingkan wajahmu? cih... awas ya kau" ucap telepati Nyonya Anhi Cao. Tuan Lao Yun hanya bisa meringis mendengar ancaman dari istri tercinta nya itu.
"Ibu jangan ancam ayah.... ayah tenang caja, You you belcama ayah" ucap You you. Nyonya Anhi Cao menatap kesal kearah putri nya, Khon Cao semakin menyipitkan matanya.
"Mei mei... kenapa kau menatap tajam putri mu? seolah-olah kau ingin memakan nya saja" ucap Khon Cao. Nyonya Anhi Cao pun langsung mendongak menatap Gege ketiganya, Nyonya Anhi Cao menatap malas Gegenya.
"Ibu... paman tetiga itu celewet, cepelti tatet-tatet tulang Cate" ucap You you. Nyonya Anhi Cao memiringkan kepalanya, begitu juga Tuan Lao Yun. tulang cate.
"Tulang Cate? nama makanan apa itu putri ayah yang cantik?" tanya Tuan Lao Yun. You you lupa kalau di dunia dinasti ini tidak ada tukang sate. Yang di guyur bumbu kacang.
"Tulang Cate ayah... butan Tulang Cate ih...." rajuk You you, Tuan Lao Yun menggaruk tengkuknya. dia tidak tahu harus menjawab apa, apa bedanya tulang Cate dan Tulang cate.
[Hahahaha.... tukang sate jadi tulang Cate ngga tuh? tuan tolong bedakan tukang dan tulang ya....].
You you hanya memutar mata, dia benar-benar sangat kesal kepada ayah dan sistemnya itu, mereka berdua benar-benar hanya bisa meledek nya.
"Cuta-cuta talian lah.... atu malac bicala" jawab kesal You you. Nyonya Anhi Cao menatap tajam kepada suami nya, suara munggil You you. seperti putus asa, Nyonya Anhi Cao meminta Suaminya diam.
"HM... Gege, seperti nya aku mau istirahat, Oya kalian juga harus istirahat ya" ucap Nyonya Anhi Cao. dan bangkit dari duduknya dan meninggalkan Aula yang sedang berkumpul keluarga nya, Raja Cao dan Kaisar Qing Cao saling tatap. Mereka tahu mei mei nya itu bukan tipe orang yang akan pergi meninggalkan mereka saat berkumpul seperti ini, Khon Cao memiringkan kepalanya melihat Nyonya Anhi Cao menarik Tuan Lao Yun.
"Kenapa mereka buru-buru seperti mau di ambil cemilan nya?" tanya Khon Cao. Khen Cao hanya melihat adik perempuan nya dengan lembut, dia pun langsung berdiri dan meninggalkan semua orang yang sedang bertanya tanya.
"Ya.... kau pergi begitu saja Gege?" teriak Khon Cao.
"Aku mau istirahat.... kalian bertiga terlalu berisik" ucap santai Khen Cao. Khon Cao dan Raja Cao juga Kaisar Qing Cao, melongo. Mereka di tinggalkan begitu saja, oleh dua saudara nya.
"He.... kita di Campakkan begitu saja? is.... is.... miris sekali kawan" ucap Khon Cao. dan dia pun langsung berdiri meninggalkan Raja Cao dan Kaisar Qing Cao begitu saja, Kaisar Qing Cao terkekeh geli melihat tingkah tiga saudaranya itu.
"Kapan lagi seorang penguasa di Campakkan Keluarga nya" ucap santai Kaisar Qing Cao. Raja Cao mendengus kesal, dia pun ikut berdiri dan meninggalkan Kaisar Qing Cao yang tertawa sendiri.
"Eh.... aku ditinggalkan juga? hei... aku ini seorang Kaisar? bisa-bisanya kalian Campakkan aku begitu saja?" teriak marah kepada empat saudara nya. para pelayan dan prajurit hanya bisa menunduk kepala mereka, kelima tuanya itu memang luar biasa.
"Sayang kita ke hutan belakang istana ini.... ayo, kita harus lihat tempat yang akan menjadi milik kita nantinya"ucap Nyonya Anhi Cao. Tuan Lao Yun Hanya bisa mengangguk pasrah, Tuan Lao Yun pun mengajak istri nya dengan kekuatan nya itu.
SLING....
"Sayang apa i ini tempatnya?" tanya Nyonya Anhi Cao.
"Iya ibu... atu tidat mungtin calah tempat, talna Aulanya begitu tuat ibu" jawab You you. Nyonya Anhi Cao pun langsung mengangguk dan mulai masuk gua yang begitu gelap, begitu masuk mata Nyonya Anhi Cao dan Tuan Lao Yun mendelik.
"Su suamiku.... I ini tempat nya?" ucap gugupNyonya Anhi Cao. Tuan Lao Yun hanya bisa mengangguk pasrah, You you cekikikan melihat ekspresi ibunya.
BUG
"Sa sayang.......
BERSAMBUNG........
...----------------...
Maaf ya all aku lagi benar-benar sibuk Rl.... tambah hp ini yang pke buat Up ke injek Meong gemoy
bisikan tak kasat meta = Hantu atau Jin
kalau gitu, aku panggil Jin You aja 🤣
malah yg kena pamannya🤣🤣