" aku akan menerima ujian takdirku selagi aku mampu ,namun jika takdir tak menginginkan ku maka aku akan menyerah dan pergii " arabella ayunisa
" lakukanlah apapun yang ingin takdir lakukan,tapi ku mohon tolong jangan hapus arabella dalam garis takdirku " ludwighe staindfol
pernikahan yang diawali dengan perjodohan diantara ludwighe dan arabella membawa perubahan pada garis takdir , kehidupan yang awalnya kacau pada akhirnya menemukan sedikit harapannya ,
namun setiap kehidupan selalu memiliki ujian takdirnya sendiri ,dan itulah yang terjadi pada pernikahan Antara ludwighe dan arabella.
akankah arabella mampu membawa cinta untuk pernikahan nya ataukah pada akhirnya Bella akan menyerah pada cinta itu sendiri.
ayo baca cerita selengkapnya,dan ikuti kisah merubah takdir ludwighe dan bella
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yun Wangshu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB : 25
Bella dan ludwighe tengah bersantai di ruang tamu , sementara buk ani memutuskan untuk beristirahat di kamarnya dan Lastri tentu saja terus menempel pada Bella untuk caper.
" Wahh mas ludwigje ganteng banget ya beruntung banget kamu bell ,secara kan suamimu itu kaya dan ganteng lagi" ucap Lastri dengan senyum kemunafikan di wajahnya ia menatap penuh minat pada ludwighe.
" ya Alhamdulillah namanya udah jodoh ya gimana mau di bilang " balas Bella sekenanya.
" mas ludwighe sebelum menikah dengan Bella pasti ada pacarnya ya " tanya Lastri lagi ia tidak ingin diam barang sedetik saja.
" bukan urusanmu" jawab ludwighe dengan dingin ia bahkan tak menatap Lastri .
Lastri langsung terdiam dengan wajah yang memerah antara malu dan marah sebab ia di abaikan.
" itu urusan suamiku Lastri ,tolong jangan ikut campur" timpal Bella mencoba memberi pengertian.
" aku kan sahabat mu Bella ,aku hanya tanya kan . Emangnya salah kalau mau kenalan dengan suami sahabat sendiri " balas Lastri dengan tidak tahu malunya.
" maaf Lastri kita gak sedekat itu ,dan kamu bukan sahabat ku " ucap Bella sepertinya ia sudah jengah dengan sifat Lastri yang selalu caper pada suaminya.
" kamu kok ngomong nya gitu bell,aku tau kamu marah sama aku karena mas Romi lebih milih aku ,tapi aku gak ada hubungan apapun sama mas Romi " ucap Lastri mulai memanipulasi keadaan seolah ia adalah orang yang paling tersakiti.
" sayang aku mau istirahat " ucap ludwighe menghentikan perdebatan itu.
" yaudah ayok mas ,Bella juga capek" balas Bella
" kamu pulang aja las ,soalnya aku sma suami ku mau istirahat Sekarang " ucap Bella sementara ludwighe langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
" emm iya yaudah nanti aku datang lagi ya soalnya aku masih kangen sama kamu" ucap lastri.bella tak menjawabnya dan langsung pergi begitu saja .
"sialan ,lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu dasar jalang" gerutu Lastri dalam hati lalu pergi keluar dari rumah Bella.
" teman mu itu kelihatan tak baik ,makanya aku memanggilmu begitu" ucap ludwighe saat mereka tengah berbaring bersisian di atas ranjang.
" iya mas Bella paham,Bella juga gak tau kenapa Lastri tiba-tiba baik gitu.
padahal kami gak pernah temanan dia selalu sinis sama aku" timpal bella panjang lebar.
" dia kayaknya suka sama kamu deh mas " lanjut Bella dengan wajah sedihnya.
Ludwighe menatap Bella sejenak.
" tapi aku gak suka sama dia , aku risih sama tingkahnya apalagi dandanannya itu" balas ludwighe sambil menatap Bella
Bella juga menatap ke arah suaminya itu.
tatapan mereka terkunci seolah ada magnet yang menarik atensi mereka.
Lalu entah bagaimana tiba-tiba bibir keduanya sudah menempel dengan lembut.
Bella merasa tersentak saat merasakan lumayan di bibirnya.
ludwighe menatap Bella kemudian dengan perlahan ia menjauhkan wajahnya dari wajah Bella.
Pipi Bella merona merah seperti kepiting rebus ia sungguh malu saat ini , apalagi ini adalah ciuman pertamanya.
" tidurlah" bisik ludwighe
Bella langsung membalikkan tubuhnya membelakangi ludwighe ia sangat malu dan rasanya ingin menghilang saja dari dunia ini.
"astaga apa yang terjadi tadi , mas ludwighe menciumku apakah aku sedang bermimpi saat ini" gumam Bella di dalam hati.
Belum sempat ketegangan nya berhenti tiba-tiba ia merasa ada sebuah tangan kokoh yang merengkuh pinggang rampingnya dari Belakang hingga Bella dapat merasakan kehangatan tubuh ludwighe di belakang tubuhnya .
" rasanya nyaman, aku mengantuk jangan banyak bergerak biarkan aku istirahat" ucap ludwighe dengan tenang nya.
Sementara Bella tubuhnya menegang kaku tak berani bergerak sedikit pun ,ia gugup walaupun akhir - akhir ini ludwighe sering tidur sambil memeluknya tapi tetap saja ia merasa gugup .
Apalagi kasur nya tidak sebesar kasur di rumah suaminya itu walaupun muat untuk dua orang, namun dengan besarnya tubuh ludwighe kasur itu jadi sempit .
Beberapa saat mencoba menenangkan dirinya akhirnya Bella merasa mulai tenang dan terbiasa dengan kedekatan ludwighe padanya.
" semoga kamu gak pernah berubah ya mas ,tetap lah seperti ini .
tetaplah peluk aku dalam keadaan apapun " gumam Bella dalam hati .
lama - kelamaan rasa kantuk pun datang dan menyerang Bella sehingga Bella tertidur dengan damai menyusul suaminya ke alam mimpi indah mereka.