Indonesia
NovelToon NovelToon
Menjadi Istri Kedua

Menjadi Istri Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Romantis
Popularitas:34.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Alquinsha

Menjadi istri kedua adalah hal yang tidak pernah Shakila bayangkan terjadi dalam hidupnya. Tapi, demi membantu pasangan yang belum dikaruniai anak, Shakila menikah dengan Abian Devan Sanjaya.

Abian adalah pria saleh yang paham ilmu agama, baik dan penyayang. Abian sudah menikah 5tahun dengan Zahra, sayangnya mereka belum juga dipercaya untuk memiliki anak.

Shakila menikahi Abian hanya untuk memberi Abian anak. Tapi, Abian mengaku mencintai Shakila dan mengatakan tidak akan ada perceraian diantara mereka.

Bagaimana kisahnya? ikuti terus ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Alquinsha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 • Tidak akan bercerai

Abian melihat Shakila sedang termenung di balkon, memandang indahnya langit malam.

Mereka sudah kembali ke hotel. Abian tidak mengizinkan Shakila untuk membantu Zoya, karena kondisi istrinya masih kurang sehat.

Dokter sudah mengatakan Shakila baik-baik saja, tapi Abian melihat tubuh Shakila lemas.

Abian tidak membiarkan Zoya berada dalam masalah begitu saja. Abian membantu Zoya, tapi Abian tidak mengizinkan istrinya terlibat.

Abian meminta Arsen untuk membantu Zoya dan memastikan Zoya terlepas dari pacarnya.

Shakila mematuhi larangan Abian. Meskipun fakir ilmu agama, Shakila tahu bahwa wanita yang sudah menikah wajib mematuhi suami.

Niat Shakila membantu Zoya baik, tapi niat Abian melarang istrinya juga sama baiknya.

"Humaira, sayang, sudah malam. Ayo, masuk."

"Iya, sebentar." Shakila memejamkan matanya sejenak, menikmati angin menyentuh kulitnya.

Abian akhirnya menghampiri istrinya di balkon, cuaca dingin tapi istrinya masih berada diluar.

"Besok kita harus ke bandara pagi-pagi, kamu tidur sekarang, sayang." perintah Abian tegas.

Shakila menatap wajah tampan Abian, banyak pria tampan di luar sana, tapi hanya suaminya yang enak dipandang, tampan suaminya beda.

"Mas menyuruh kamu untuk tidur." tegur Abian, karena istrinya masih belum juga menurutinya.

"Kita benar-benar akan pulang besok ya, mas?"

"Iya, Humaira. Makanya kamu tidur sekarang."

Shakila seperti tuli, tidak mendengar suaminya yang sudah daritadi menyuruhnya untuk tidur.

"Aku ingin bertanya sesuatu pada kamu, mas."

Shakila merapihkan pakaian tidur Abian yang sedikit berantakan dan tidak enak untuk lihat, kancing atas pakaian tidur suaminya terlepas dan Shakila mengancingkannya supaya rapih.

"Aku akan tidur setelah mendapat jawaban."

"Memang kamu ingin menanyakan apa hum?"

"Apa benar mas mencintaiku?" tanya Shakila.

Abian terdiam. Bukan karena Abian tidak yakin dengan perasaannya terhadap istrinya, Abian hanya tidak yakin jawabannya akan membuat Shakila puas. Abian mencintai Shakila, sangat.

Tapi, apa jawaban itu yang Shakila inginkan?

"Kalau yang kamu tanyakan perasaan mas, iya mas mencintaimu." Abian menjeda kalimatnya.

"Tapi, kalau perasaan mas ini membebanimu, anggap saja mas tidak pernah mencintaimu."

"Ya, jadi?" tanya Shakila belum merasa puas.

"Jadi sekarang kita harus tidur, kamu sudah mendapat jawaban, kan?" tanya Abian balik.

"Tidak, aku belum mendapatkan jawabannya."

"Baiklah. Jadi istri mas ini mau mas jawab apa sebenarnya? mas sudah menjawab jujur, tidak percaya hm?" Abian memegang wajah Shakila.

"Aku percaya mas jujur." jawab Shakila cepat.

"Aku hanya belum mendapat jawaban kenapa suamiku mencintai wanita sepertiku." jelasnya.

"Mas memiliki istri cantik, shalihah, tapi mas mencintaiku. Bukankah itu tidak masuk akal?"

"Tidak masuk akal ya?" ulang Abian terkekeh.

"Ya, tidak masuk akal mas mencintai wanita yang lebih banyak kekurangan dari istri mas."

"Tapi mas tidak melihat kekurangan darimu."

"Aku banyak kekurangan dibanding istri mas."

"Istri mas siapa maksudmu?" Abian tahu 'istri mas' yang Shakila maksud, tapi menolak untuk tahu. Karena tidak suka dengan panggilan itu.

"Memang mas memiliki istri lain selain mba Zahra huh?" Shakila membalikan pertanyaan.

"Kamu istri mas." jawab Abian dengan santai.

Shakila menatap datar suaminya. "maksudku, mas memiliki istri selain aku dan mba Zahra?"

"Hanya kalian berdua istri mas, tidak ada dan tidak akan pernah ada istri mas selain kalian."

"Ya, terus? kenapa mas masih bertanya- eh?"

Shakila terkejut Abian tiba-tiba menggendong tubuhnya dan membawanya masuk ke dalam.

"Selamat malam, sayang." bisik Abian pelan, setelah membaringkan Shakila diatas kasur.

"Aku belum mengantuk, mas." protes Shakila.

Abian mengabaikan protesan Shakila, berjalan ke untuk menutup pintu balkon kamar mereka.

"Mas!" Shakila mengubah posisinya menjadi duduk, menatap Abian dengan wajah kesal.

"Bukannya tadi kamu berjanji akan tidur, hm?"

Abian bicara tenang, tapi terdengar menekan.

"Besok pagi-pagi kita harus ke bandara, kamu istirahat sekarang supaya besok tidak pusing."

Abian mendekati Shakila, berniat membantu istrinya supaya kembali berbaring di ranjang.

"Tapi sekarang aku belum mengantuk, mas."

Abian menghela nafas pelan, duduk di depan Shakila dan menatap wajah istrinya itu lekat.

"Kamu mau apa sekarang, hum?" tanya Abian.

Shakila tersenyum, tangannya meraba dada Abian. "bagaimana kalau kita main sebentar?"

"Kamu mabuk heh?" tanya Abian menahan tangan Shakila yang meraba-raba dadanya.

"Masa istrinya minta jatah di bilang mabuk?"

"Besok pagi-pagi kita harus ke bandara, ayo tidur." Abian mengabaikan dumelan istrinya dan kembali mengajak istrinya supaya tidur.

"Memang kenapa kalau besok ke bandara?"

"Kamu harus istirahat sekarang." jelas Abian berusaha sabar berhadapan dengan istrinya.

"Besok hari senin, mas sudah harus ke tempat mba Zahra. Mas yakin tidak mau meminta hak mas sebelum mas ke tempat mba Zahra huh?"

"Mas akan di tempatmu selama satu minggu ini, kita bisa melakukannya lain kali, sayang."

Abian berusaha bernegosiasi dengan Shakila, karena sudah malam dan waktunya istirahat.

"Bagaimana bisa seperti itu? mas harus adil! besok waktunya mas ke tempat mba Zahra."

"Mas akan mengganti waktu bulan madu kita dan tinggal di tempatmu selama satu minggu."

"Tidak perlu, mas ke tempat mba Zahra saja, mas hanya perlu ke tempatku di hari kamis."

"Tapi-"

"Setelah mengantarkanku ke rumah baru, mas boleh ke tempat mba Zahra, tapi untuk malam ini aku ingin mendapatkan hakku sebagai istri."

Abian menatap lama wajah Shakila, tatapan istrinya membuatnya tidak tega menolaknya.

"Baik, tapi kita wudhu dulu." Abian beranjak dari ranjang. Shakila tersenyum, itu artinya Abian menyetujui ajakannya untuk berjimak.

Setelah berwudhu, mereka berdoa, memulai dengan bercumbu, sampai pakaian mereka terlepas sepenuhnya di dalam selimut putih.

Saat mencapai kepuasan, Abian mengangkat pinggul Shakila agar air mani masuk dengan sempurna ke bagian intim istrinya dan berdoa.

"Allahummaj'alnuthfatanaa dzurriyyatan thayyibah." Abian berdoa tanpa bersuara.

Artinya: Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik (saleh).

Shakila meremas seprai saat cairan suaminya memasukinya, keningnya terlihat berkeringat.

Malam ini kedua kalinya mereka berjima, tapi malam pertama Shakila menyerahkan dirinya kepada pria yang sudah berstatus suaminya. Sentuhan lembut Abian menyadarkan Shakila bahwa cinta suaminya bukan omong kosong.

Menerima seorang pria saat dirinya memiliki trust issue terhadap pria memang bukan hal mudah, apalagi penyebab Shakila trust issue berawal dari pria terdekatnya, yaitu papahnya.

Sebenarnya Shakila bukan membenci pria, dia hanya tidak mudah percaya terhadap pria dan menganggap cinta pria hanya omong kosong.

Shakila bisa menjadikan pria rekan bisnisnya, teman atau apapun kecuali pasangan, karena cinta seorang pria tidak bisa untuk dipercaya.

Cup!

Shakila mengecup singkat bibir Abian setelah suaminya itu melepaskan penyatuan mereka.

Abian masih berada diatas tubuhnya dengan selimut putih yang menutupi tubuh telanjang mereka. Dalam islam, dilarang berhubungan badan dengan bertelanjang bulat dan mereka menggunakan selimut untuk menutupi tubuh telanjang mereka, sesuai dengan ajaran islam.

"Terimakasih sudah menuruti permintaanku."

Shakila mengarahkan tangan suaminya untuk menyentuh perut ratanya, dengan posisi Abian yang masih berada diatas tubuhnya. "semoga bisa cepat tumbuh bayi di perutku ini ya, mas."

Abian tidak terlalu antusias menginginkan bayi tumbuh di perut Shakila. Abian tidak menolak kalau memang istrinya hamil, tapi Abian tidak akan siap kalau nanti Shakila mengajak cerai.

"Aku berharap anak pertama kita laki-laki, yang tampan dan juga saleh seperti abahnya." Abian menatap mata sang istri, meminta penjelasan.

Shakila ternyum, mengalungkan tangannya di leher Abian. "aku ingin kita memiliki lima anak, bagaimana menurutmu, mas?" tanya Shakila.

"Humaira ..." Abian menatap dalam istrinya.

"Aku sudah memutuskan, aku ingin kita hidup bersama sampai maut yang memisahkan kita."

"Maksudku, aku tidak akan meminta cerai dari mas. Meskipun setelah aku melahirkan nanti."

Abian menatap dalam mata istrinya, tidak percaya istrinya mengatakan itu sekarang.

"Kamu serius, sayang?" Shakila mengangguk.

Abian menghujani Shakila dengan ciuman di wajahnya. "terimakasih, mas mencintaimu."

"Iya, aku tahu." Shakila menahan dada Abian, supaya suaminya sampai tidak menindihnya.

"Aku juga mencintaimu, mas." balas Shakila.

Abian menahan kedua tangan Shakila, supaya tidak menghalanginya untuk memeluk istrinya. Karena sadar dirinya berat, Abian mengubah posisinya dan memeluk istrinya dari samping.

"Sekarang kita tidur. Selamat malam, sayang."

"Mas tidak berniat melakukan ronde kedua?"

"Kamu bertanya atau menginginkannya hm?"

"Aku menginginkannya." jawab Shakila pelan.

Abian tersenyum, mereka mengulang kembali semuanya, berwudhu, berdoa dan seterusnya.

Dalam sebuah hadist ditegaskan, barang siapa yang melakukan hubungan suami istri tanpa menyebut nama Allah terlebih dahulu, maka setan akan bersembunyi pada ******** sang suami dan akan ikut bersetubuh bersamanya.

Abian tidak ingin ada investasi setan dalam anak yang kelak dilahirkan oleh istrinya, itu sebabnya Abian tidak pernah lupa menyebut nama Allah setiap memulai hubungan intim.

Setan yang makhluk halus dan tidak terlihat saja tidak boleh menyentuh istrinya, apalagi pria lain yang jelas berwujud seperti Arsen.

...~ Bersambung...

1
Suryadi Nur
kapan apdet lagi masih ditunggu lho
Tri Ayu Ramadani
kk kapan upnya
⋆ ˚。⋆୨ Light 🧸 ୧⋆ ˚。⋆: Aku udah nulis, tapi belum di posting. Insyaallah secepatnya
total 1 replies
Siti Maskanah
kok g ada lanjutannya thor
sofi_mama_azka_dito
hubungan yg rumit
Tri Ayu Ramadani
lama bener apdetnya smpai lupa sm ceritanya
Suryadi Nur
Thor kelamaan nunggu apdetnya
Tri Ayu Ramadani
lanjut
Kasna Wati
zahra berpikirlah untuk berobat dan jauhkan diri dari abian
Kasna Wati
jauhkan dirimu zahra dari abian biar seru
Kasna Wati
sembahlah zahra kamu pasti sembuh .sesudah sembuh hindarilah abian biar kamu hidup tenang dan bahagia. jangan lagi pikir abian yang sudah sangat keterlaluan
Tri Ayu Ramadani
lanjut dong thor seru ceritanya
Nissa Mahbub Mazin
ko Aku pengin si zahra menjauh dulu dari Abian...
Thor kabulkanlah permintaan ku ya😊
⋆ ˚。⋆୨ Light 🧸 ୧⋆ ˚。⋆: doanya yang baik-baik biar dikabulin 🤣
total 1 replies
Kasna Wati
klo cerita ingin trus gak seru
Kasna Wati
semoga cepat sembuh zahra dan tinggalkan abang pria gak da perasaan. thor buatkan zahra berobat keluar negeri tampa sepengetahuan abang biar seru ceritanya. Abian biar tinggal bersama shakila bersenang-senang. nanti sesudah sembuh zahra harus menghilang biar abang hidup dalam penyesalan.
⋆ ˚。⋆୨ Light 🧸 ୧⋆ ˚。⋆: Pesannya gak nyampe kalau dibikin kayak gitu
Tenang, ini baru pemanasan 🤣
total 1 replies
Nissa Mahbub Mazin
semoga zahra sembuh dan pergi ninggalin Abian...
sakit hati aku sama Abian..
⋆ ˚。⋆୨ Light 🧸 ୧⋆ ˚。⋆: semoga abian cepet sadar biar gak ditinggalin ya 😄
total 1 replies
Kasna Wati
buat aja thor zahra sakit parah dan abisnya lingkung ,gimana nanti bisa dia tahan nafsu birahinya sama istri kedua sedangkan zahra lagi sakit tak berdaya. Dasar laki2 gak punya perasaan
Tri Ayu Ramadani
kpn up lagi kk
Kasna Wati
ah lebay kliatan pergi aja jauh
Tri Ayu Ramadani
lanjut
Pipit Sopiah
lama juga ga apa killa,, represing dan hilangkan masalah sama suamimu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!