Indonesia
NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah Dengan Ceo

Terpaksa Menikah Dengan Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / CEO / Selingkuh
Popularitas:14k
Nilai: 5
Nama Author: Callmeyusri

Kisah perjuangan seorang wanita yang kehilangan ingatannya dan melupakan siapa ayah dari bayi yang di kandungnya. Setelah 3 tahun melewati penderitaan dan harus terusir dari rumah mewahnya, secara mengejutkan CEO perusahaan tempatnya bekerja, secara tiba-tiba mengajaknya untuk menikah.Apa yang melatarbelakangi sang CEO, mengajak bawahannya tersebut untuk menikah?Adakah masa lalu yang terhubung diantara keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Callmeyusri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perkelahian di toilet

Ternyata apa yang Gisa khawatir selama di dalam kamar hotel tadi tidak terjadi. Catra tidak melanjutkan aksi panasnya setelah selesai makan siang. Saat ini Catra dan Gisa tengah turun menuju lantai dasar hotel dan akan kembali ke perusahaan.

Namun Catra lupa kalau Abhi saat ini tengah menunggunya di restoran hotel yang sama. Saat berjalan keluar dari dalam lift, iPhone milik Catra berbunyi menampilkan Abhi sebagai pemanggil.

"God!" ucap Catra tiba-tiba saat melihat layar iPhone-nya. Gisa yang berjalan disamping Catra, menatapnya dengan tatapan penuh tanya. "Kenapa?" tanya Gisa bingung.

"Daddy, lupa. Abhi, sedang menunggu di restoran hotel ini juga!" terangnya pada Gisa sambil menggeser icon warna hijau kesebelah kanan.

"Gue, kesana sekarang!" jawab Catra singkat. Kemudian Catra, mematikan panggilannya begitu saja. Bisa dibayangkan, berapa banyak umpatan yang Abhi lontarkan untuk, Catra? Abhi sudah lama menunggu Catra dan dengan seenaknya, Catra mematikan panggilan dari Abhi setelah menjawab dengan seadanya.

"Mommy, ke perusahaannya naik taxi saja," tawar Gisa pada suaminya.

"Mommy, ikut saja! Hanya bertemu klien untuk acara Kayanna, tidak akan lama!" putus Catra sambil menggandeng tangannya Gisa naik

lagi kedalam lift untuk menuju lantai atas tempat restoran itu berada.

Kalau sudah seperti ini, Gisa memangnya bisa apa? Suaminya lebih mempunyai hak atas dirinya. Gisa hanya diam dengan tangan yang masih Catra genggam.

Wajah Gisa selalu merona tiap kali Catra memperlakukannya dengan lembut. Saat berhubungan dengan Rama pun' Gisa yang cenderung lebih berinisiatif dalam memberi perhatian seperti yang pasangan-pasangan lain lakukan.

"Memang acara apa?" tanya Gisa lembut pada suaminya. Mereka masih berada di dalam lift yang hanya diisi oleh Gisa dan Catra.

"Untuk acara, Ayumma," jelasnya singkat. Catra berdiri tepat didepan pintu lift dengan tangan kiri ia masukan kedalam saku celananya dan tangan kanan menggenggam tangan mungil Gisa.

Mereka akhirnya sampai di depan restoran yang Catra maksud. Tampak Abhi, di ujung restoran tengah menunggunya dengan seorang pria yang hanya terlihat bagian punggungnya saja, jika dilihat dari arah Catra dan Gisa datang. Catra yakin kalau dia adalah perancang pesta untuk Ayumma, anak dari adiknya, Kayanna.

"Daddy, Mommy permisi ke-toilet," bisiknya pada Catra.

Catra menghentikan langkahnya kemudian menyerongkan tubuhnya untuk menatap Gisa. " Mommy, tau toiletnya dimana?" tanya Catra pada Gisa. Gisa tersenyum pada Catra, "Kan bisa tanya!" jawab Gisa lembut. "Oke," Catra masuk kedalam restoran menghampiri Abhi dan pria yang adiknya percaya untuk merancang pesta kelahiran anaknya.

Gisa pun pergi mencari toilet terdekat dari restoran tempat suaminya bertemu dengan klien pilihan Kayanna. Catra terlalu berlebihan menghawatirkannya, pikir Gisa. Dia bukan Dean! Hanya mencari toilet bukan hal yang sulit bagi Gisa.

Dari sejak dia menikah dengan Catra, Gisa merasa Catra terlalu memanjakannya. Gisa takut dia mulai bergantung pada Catra.

Padahal sejak 3 tahun kebelakang, Gisa melakukan segalanya sendiri, bahkan dia tidak pernah mengeluh dan cenderung mensyukuri jalan hidup yang telah Tuhan gariskan untuknya.

Dan, syukur terbesar Gisa adalah saat Dean hadir, walaupun dengan perjuangan yang sangat berat saat ia memilih mempertahankan anaknya.

Selain takut bergantung pada Catra,

Gisa juga belum mengetahui alasan pasti mengapa Catra ingin menikahnya. Untuk seseorang yang baru pertama kali bertemu, sungguh mustahil jika langsung mengajak menikah tanpa ada alasan dibalik itu semua.

Gisa menemukan toilet hasil perjuangannya bertanya pada petugas hotel. Dia pun' bergegas masuk kedalam bilik toilet dan menyelesaikan keinginannya untuk buang air kecil.

Saat ini Gisa masih berada di dalam toilet untuk merapihkan penampilannya sekaligus mencuci kedua tangannya. Gisa rapihkan beberapa anak rambutnya dan menambahkan sedikit lipstik pada bibir yang pada dasarnya sudah berwarna merah itu.

Saat Gisa baru beberapa langkah meninggalkan toilet, tiba-tiba saja seorang wanita datang dan menyeretnya dengan cara menarik rambut Gisa.

Gisa yang terkejut dengan tindakan tiba-tiba wanita tersebut, hanya bisa meronta sambil memegangi tangan wanita yang sedang menarik rambutnya itu. Tubuh Gisa terseret, masuk kembali kedalam toilet.

"Aaah ... sakit, Tante!" lirih Gisa sambil berusaha melepaskan tangan seorang wanita yang Gisa panggil Tante tersebut

Wanita itu melepaskan cengkeramannya dari rambut Gisa, dengan sedikit membantingnya.

Dia tersenyum sinis sambil menepuk- nepuk membersihkan tangannya, seolah-olah dia baru saja memegang benda kotor dengan tangannya tersebut.

"Kamu sedang apa di hotel mewah siang-siang begini, hah?" tanyanya merendahkan.

"Apa belum cukup dengan kamu menjerat CEO Ganendra Group?" Gisa hanya diam menerima tuduhan- tuduhan menjijikan yang perempuan itu tuduhkan padanya.

"Oh, yaaa ... sepertinya dia sudah membuang kamu!" Dia kembali dengan senyum sinisnya,

"Jangan sampai semakin banyak anak- anak malang yang lahir dari rahim kamu, yang bahkan ibunya sendiri pun tidak mengetahui siapa ayah dari anak yang di kandungnya," hinanya dengan tidak berperasaan.

Gisa mengepalkan tangannya dengan erat. Matanya memerah, nafasnya memburu dengan gigi yang saling beradu menahan amarah yang sudah di ujung siap untuk diledakkan nya.

"DIAM!!" bentak Gisa dengan nada sedingin es. Gisa mengangkat tangan menunjuk wajah wanita itu. Matanya menyiratkan banyak kebencian.

Sudah cukup dia membiarkan orang tersebut menginjak-injak harga dirinya. Sudah cukup juga orang itu menghina anak-nya. Sekarang, dia tidak akan tinggal diam.

PLAK ...

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi sebelah kanan Gisa. Gisa yang mendapat tamparan tersebut, hanya tersenyum sinis kearah perempuan itu seolah-olah tamparan tersebut tidak berefek apa-apa bagi Gisa.

Wanita itu tidak menghentikan hinaannya, "Kenapa? Kamu tidak terima? Faktanya memang begitu Gisa! Kamu bahkan berpura-pura hilang ingatan disaat kamu bingung yang mana ayah dari anak yang kamu kandung!" lanjutnya.

"JOCELYN! Saya bilang DIAM!" Teriak Gisa pada ibu tirinya. Ya, wanita yang menyeret dan menghina Gisa itu adalah Jocelyn, wanita yang telah menghancurkan kedamaian keluarganya dan penyebab sang ibu harus kehilangan nyawanya.

Plak...

"Ini balasan untuk penghinaan yang anak saya terima,"

Plak...

"Dan ini, balasan untuk harga diri saya yang anda injak-injak!" ucap Gisa usai mendaratkan 2 kali tamparan di pipi ibu tirinya.

Entah darimana kekuatan itu datang. Dari dulu Gisa tidak pernah meladeni cacian dan hinaan Jocelyn karena dia amat sangat menyayangi ayahnya.

Bagi Gisa, ayahnya adalah cinta pertamanya. Namun sekarang, sudah cukup baginya untuk terus mengalah.

Sekarang, Dean adalah segalanya.

Gisa pergi begitu saja setelah menghadiahkan tamparan keras untuk Jocely. Dia merapihkan penampilannya sebelum akhirnya keluar dari dalam toilet.

"Aaaaa ..." teriak Jocelyn sambil menghancurkan kaca wastafel yang ada di depannya. "Anak sialan! Lihat saja balasan yang akan kamu terima!" teriaknya lagi sambil melempar sepatu heels 12cm miliknya kearah Gisa yang dengan anggunnya meninggalkan toilet.

Setelah Gisa rasa Jocelyn tidak melihatnya, dia mengusap dadanya kemudian dia pandangi tangannya yang gemetar setelah menampar Jocelyn.

Tiba-tiba perhatian Gisa teralihkan pada sepasang sepatu hitam yang entah sejak kapan sudah berdiri di hadapannya.

Mata Gisa menyusuri pemilik sepatu tersebut dan sampailah dia pada manik hijau yang tengah menatapnya dengan tatapan dingin dengan kedua tangan berada di saku celananya.

"Da-Daddy... " gugup Gisa memanggil nama suaminya.

Catra bergeming.

1
Uni Rasid
up lg thor
Akhwat Bidadari Surga
the best
Uni Rasid
lanjut up lg thor
Angeldust
Next semangat, kakk! ceritanya menarik 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!