Indonesia
NovelToon NovelToon
Ambang Batas

Ambang Batas

Status: tamat
Genre:Saudara palsu / Cintapertama / CEO / Tamat
Popularitas:865.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Moena Elsa

Siang itu Berlian berniat pulang kerja lebih awal, dengan tujuan untuk memberi kejutan pada sang suami. Hari ini adalah anniversary pernikahan mereka yang ke tujuh.
Tapi kenyataan kadang tak sesuai ekspektasi. Niat awal ingin memberi surprise, malah dirinya sendiri yang terkejut.
Berlian mendapati sang suami asyik berbagi peluh dengan adik di ranjang miliknya.
Kedua kakinya tak mampu lagi menopang badan, hatinya luruh lantak melihat kenyataan di depan mata.
"Sayang, ini tak seperti yang kamu lihat," alibi laki-laki yang menjadi suami Berlian.

Akankah Berlian tegar menghadapi atau malah hancur meratapi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berlian Putri Wiranata

Berlian Putri Wiranata, merupakan putri sah dari Adrian Kusuma dan Indah Wijaya.

Setelah sang ibu meninggal, tuan Adrian membawa seorang wanita dan putri perempuannya. Yang akhirnya diakui sebagai ibu sambung Berlian. Adik yang awalnya hanya adik tiri, setelah dewasa baru Berlian sadari bahwa Intan adalah putri kandung dari ayahnya. Ibu sambungnya adalah selingkuhan sang ayah sejak masih terikat pernikahan dengan Indah Wijaya, ibunya.

Sedari awal Intan datang, semua yang Berlian punya beralih perlahan ke tangan Intan. Mulai dari mainan sampai kamar yang ditempati Berlian bergeser menjadi milik Intan.

Seorang kakak harus mengalah kepada adiknya, selalu itu yang menjadi alasan ayahnya untuk membela Intan Kusuma.

Setelah memutuskan menikah dan menetap bersama pria yang dicintainya, Berlian berharap teror dari keluarganya berhenti.

Semua itu hanyalah ekspektasi. Pada kenyataannya suaminya pun direbut oleh sang adik.

Berlian mendesah panjang, dan menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Dadanya terasa sesak dan sulit bernafas mengingat kejadian di rumahnya tadi.

Rumit sekali cerita hidupnya.

Tujuh tahun hidup membina rumah tangga berasa sia-sia.

Janji manis yang biasa terucap dari bibir sang suami ternyata hanya kepalsuan belaka.

Berlian teringat bagaimana sang suami berucap, "Meski rumah ini tak ada celoteh anak-anak, kita akan menua bersama sayang. Rasa cinta dan sayang ini akan selalu ada untukmu," yang pada akhirnya hanya fatamorgana.

Berlian menenggak wine yang berada di depannya.

Menikmati kesendirian di tengah-tengah hingar bingar musik yang dimainkan oleh Disk Jockey di sana.

.

"Wah... Wah.... Ternyata kakak munafik juga.... Sok bersih, sok suci tapi endingnya main di klub malam," Intan menghampiri sang kakak, setelah memastikan bahwa wanita yang menyendiri itu adalah Berlian.

"Jaga ucapanmu!" bentak Berlian.

"Jangan sok suci kak," balas Intan mengejek.

"Diam, atau kusumpal mulut sampahmu," Berlian bangkit dari duduknya.

Badan Berlian terhuyung.

"Ha...ha... Hanya segitu kak," olok Intan menertawakan Berlian yang setengah mabuk.

"Aduh... Aduh kasihan yang barusan diselingkuhi suami," lanjut Intan memprovokasi.

Intan mendekat, "Tahu nggak kak, Mas Arya puas banget main sama aku," bisik Intan.

"Desahannya.... Wow.... Membayangkannya aja aku sampai nggak tahan," sesungging senyum licik di bibir Intan.

Berlian hendak mengangkat tangan dan bersiap menampar sang adik tak tahu diri itu.

"Tahan kak! Jangan emosi. Kalau mas Arya tahu, dia pasti tak terima," cegah Intan.

"Mas Arya pasti akan membelaku. Karena dia tahu ada benihnya yang tumbuh di rahimku," kata Intan sambil berlalu pergi.

Berlian mengepalkan tangannya erat. Ingin dia meremas mulut Intan sampai keriting.

"Akan kubalas perbuatan kalian berdua," gumam Berlian mengancam.

Berlian berjalan terhuyung saat hendak keluar klub.

Kehadiran Intan di tempat itu membuatnya muak dan ingin segera pergi dari sana.

Berlian berpapasan dengan orang kedua yang ingin sekali dihindarinya, dialah Arya.

"Sayang, ngapain kamu di sini? Kamu mabuk?" tatap Arya tak percaya.

Sebutan 'sayang' yang terucap dari pria bengsek itu membuat Berlian memuntahkan cairan dari mulutnya karena rasa mual yang mendera.

Ya, Berlian muntah tepat di kemeja Arya membuat Arya mendelik ke arah Berlian.

"Sayang," kata Arya sambil mengibaskan baju yang basah dan berbau itu.

Berlian tersenyum sinis dan berlalu pergi.

"Sayang, tunggu!" teriak Arya sambil mengejar Berlian.

"Mas Arya," teriak Intan dari kejauhan memanggil Arya.

Berlian tersenyum kecut.

"Tuh... Gundikmu," seru Berlian.

"Dia adikmu," sanggah Arya.

Intan menghampiri.

"Mas, perutku sakit! Antar aku pulang", rajuk Intan manipulatif.

Reflek Arya mengelus perut datar Intan.

Perbuatan Arya barusan cukup membuktikan bahwa perkataan Intan sebelumnya benar adanya.

Berlian berlalu pergi tanpa memperdulikan Arya yang ingin pulang bersama setelah mengantar Intan tentunya.

"Bullshit kalian," umpat Berlian.

Dengan rasa pusing mendera, Berlian berjalan ke arah mobilnya.

Berlian bersandar di pintu mobil, sambil mengetuk-ngetuk kepalanya. Berharap rasa pusingnya berkurang.

"Hai nona cantik, godain kita dong," segerombolan cowok menghampiri Berlian yang berdiri sempoyongan.

"Pergi kalian!" usir Berlian.

"Wah, cantik-cantik tapi galak," seru lainnya dan hendak menyentuh dada Berlian.

"Stop!" cegah Berlian.

"Akan ku panggil security kalau kalian macam-macam," ancam Berlian.

Tawa mereka semakin pecah mendengarnya.

"Ikut kami aja Nona, dijamin puas deh," salah satu dari mereka mencekal lengan Berlian.

Berlian ditarik paksa oleh mereka. Berlian meronta, tapi kalah tenaga.

Bugh... Bugh ...

Tendangan demi tendangan terdengar samar di telinga Berlian. Konsentrasinya terganggu karena setengah mabuk.

Tak berapa lama, mereka yang mengganggu Berlian tergeletak tak beraturan dengan luka-luka lebam di sekujur tubuh masing-masing.

Berlian semakin terhuyung dan hendak jatuh hingga tiba-tiba tangan kokoh menahan tubuh Berlian.

"Sok kuat," gumam orang itu yang masih terdengar lirih sebelum Berlian benar-benar pingsan.

.

Berlian terbangun dengan rasa sedikit pening. Berlian memukul pelan kepalanya untuk menghilangkan efek minuman semalam.

Lama tak menjamah klub malam, membuat tubuhnya harus beradaptasi kembali dengan minuman beralkohol.

"Di mana ini?' Berlian kaget setelah matanya terbuka sempurna.

Berlian menelisik tubuhnya yang berada di bawah selimut.

Helaan nafas panjang terdengar setelahnya. Lega karena bajunya masih utuh menempel di badan.

Bayangan seperti cerita drakor dan dracin sempat melintas di otak.

Berlian bangkit dan mencari ponsel.

"Hhhmmm di sini ternyata," Berlian menemukan ponsel nya tergeletak di atas nakas.

Saat ponsel menyala, terlihat banyak panggilan dan pesan tak terjawab dari Arya.

Berlian meletakkan kembali ponsel, malas saja.

Berlian terlonjak, setelah sekilas melihat jam di wallpaper ponsel miliknya.

"Sialan, telat kerja nih," gerutu Berlian saat sadar sepenuhnya.

Berlian terburu keluar tanpa tahu saat ini dia berada di mana.

Karena buru-buru, dia berjalan tanpa melihat jalan.

Bruk....

"Aawh," reflek Berlian mengelus dahinya.

Berlian mendongak untuk melihat siapa yang berdiri tegak di depannya.

"Pagi... Pagi.... Apes banget nasibku," gumam Berlian menggerutu.

Berlian terlonjak kaget

"Loh ... Kok anda di sini?" tanya Berlian sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

Kok bisa bertemu dengan pria es balok di sini? Batin Berlian.

.

.

.

Ayam berkokok tanda hari telah pagi

Matahari pagi datang menyinari

Karya baru telah datang lagi

Semoga membuat readers berseri

Kopi tanpa gula enak rasanya

Biarpun pahit banyak yang suka

Readers kasih dukungannya

Karya naik popularitasnya

Tahun telah berganti

Banyak suka duka terlewati

Setelah hiatus jarang menggerakkan jari

Smoga karya ini masuk di hati

Kalau suka, lanjut guysss

Tak suka, skip aja

Kasih komen bijak, dan rating baik ya guysss.... Maacih 💖

1
Khairul Azam
perkataan tuan alexsander itu bukankah termasuk pelecehan
Khairul Azam
banyal fitnah karena km gak mau klo ayahmu mau mengumumkan klo km iti anaknya, itu jg termasuk dosa jg karena memboarkan orang lain berpikir biruk.
echa purin
👍👍👍
Ita Ita
novelnya sangar bagus dan menarik.
moenaelsa: makasih 🌟 kak
total 1 replies
Titien Prawiro
Diambang batas gk ada lanjutannya apa.
Yuliati Soemarlina
yeh berlian bukan morotin..itu perhiasan dikasih mertuanya..
Yuliati Soemarlina
ketabrak ga sengaja aja dipermasalahkan kinara...modus nipu nih 2 manusia cecunguk ??
Yuliati Soemarlina
pemain" drama saling bersinggungan...
ken darsihk
tuh Ayah sdh di sumpal oleh ibu nya si Intan , benar Berlian pelakor tetap sajah pelakor 😠😠
ken darsihk
Yahhh Berlian kenapa juga lari ke club , sudah gitu ketemu sama pecundang dan gundik nya
ken darsihk
Aq mampir
karya pertama nya author yng aq baca , seperti nya bagus
moenaelsa: makasih kak
total 1 replies
Yuliati Soemarlina
jgn nyela berlian..dengarkan ucapan dr..jgn sok tau...lama" nyebelin juga si berlian ini
Yuliati Soemarlina
lihat tanda" nya..kamu hamil berlian..
Yuliati Soemarlina
berlian n dom sama" ngebohongi ortu...kenapa thor ceritanya jelimet begini...rahasia"...teruuus🤭🤭🤭
Yuliati Soemarlina
berlian..rahasia teruuuuuus...cape deh...🤭
Yuliati Soemarlina
2 org licik bersekutu..apakah akan berhasil ?
Yuliati Soemarlina
klo ceritanya bagus tentu bagus komentarnya thor...
Yuliati Soemarlina
Dom cepat halalkan berlian...biar gak terus diganggu ulat keket si kinara
Yuliati Soemarlina
akibat berlian keras kepala..banyak fitnah..apa yg kamu pertahankan berlian..lemot banget otak peran utama ini
Yuliati Soemarlina
bungkam tuh mulut lemes si kinara..tunjukan pd dunia bahwa kamu anak tunggal wiranata..biar orang" tdk merenehkanmu..kesel juga baca cerita ini thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!