Indonesia
NovelToon NovelToon
AN INEFFABLE SERENDIPITY

AN INEFFABLE SERENDIPITY

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / CEO
Popularitas:149.3k
Nilai: 5
Nama Author: Baby Breath

Mengandung 21+ !!!
(Harap Para Readers bijak dalam membaca. bagi yang underage dan belum berumah tangga skip dulu ya. Bahaya banyak adegan horornya, Author khawatir pada enggak kuat 😂)

Mecca Dini Pradipta, seorang mahasiswi berusia 20 tahun yang tak pernah mengenal cinta karena larangan sang Ayah.

Karena bantuan sepupunya, ia dapat masuk ke salah satu perusahaan terbesar di Indonesia sebagai mahasiswi magang yang berada langsung di bawah pimpinan Direktur Utama.

Tak disangka-sangka, perusahaan tempat dia melakukan magang di pimpin oleh pria tampan berusia 28 tahun yang bernama Adzan Fadhillah Permana.

Pertemuan pertamanya dihiasi dengan jebakan dari pimpinannya tersebut, ia harus berpura-pura menjadi kekasih pria itu untuk mengelabuhi orang tuanya dalam menolak perjodohan yang dibencinya.

Namun, bagaimana jika hubungan palsu itu malah mendapat restu dari kedua belah pihak keluarga? Akankan mereka menerima kenyataan yang mempersatukan keduanya?

Dan bagaimana kisah antara Arjuna sahabat terbaik Fadhil dengan Medina kakak cantik dari Mecca. Dua orang yang dipersatukan dalam sifat berbeda, yaitu Medina si pendiam penuh misteri dan Arjuna si pria humoris penuh kejutan. Akankah takdir memberikan restunya? Yuk simak ceritanya langsung 🤩

Mari di Baca Ceritanya, di Follow, Like, klik Favorit, beri TIPS dan Vote sebanyak-banyaknya ya agar Author makin semangat dalam berkarya.

Happy Reading 💜

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baby Breath, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18. Mas Stop!

Dari kejauhan dering telepon pun berbunyi dengan nyaringnya.

Triririiing ... Triririiiing ...

“Dik Hp kamu di atas meja makan bunyi tuh." Ujar Medina sembari mengelap gelas yang telah dicuci.

“Eh... bukan Kak, itu punya Mas Fadhil. Aku tinggal ya Kak ke kamar." Ujar Mecca dijawab anggukan oleh Medina. Kemudian dengan segera Mecca mengambil ponsel Fadhil dan berjalan cepat menuju kamarnya.

Tanpa acara ketuk mengetuk Mecca masuk dan langsung menutup pintu. Di saat hampir bersamaan Fadhil baru keluar dari pintu kamar mandi yang berada di dalam kamar Mecca.

“Astagfirullah ! Ngagetin banget sih yank, tiba-tiba nongol di situ tanpa suara." Ujar Fadhil setengah kaget.

“Aku juga baru masuk Mas. Ini loh Hp Mas bunyi terus. Tadi ketinggalan di atas meja makan." Jawab Mecca sembari menyodorkan ponsel milik Fadhil.

“Dari siapa? Kenapa nggak diangkat saja yank?”

“Nggak ada namanya. Emang nggak apa-apa kalau aku angkat?”

“Ya nggak apa-apalah yank." Jawab Fadhil sembari mengotak-ngatik ponselnya.

“Terus nomor siapa itu Mas? Nggak di telepon balik?”

“Ini nomor memang aneh yank, sudah 1 tahun nomor ini tiap 1 bulan sekali pasti telepon. Tapi saat aku angkat nggak pernah mau ngomong."

“Kenapa nggak diblok saja Mas?”

“Biarinlah yank, dia nggak ganggu banget juga."

“Fans kali!" sahut Mecca ketus. Fadhil menyadari nada bicara istrinya mulai tidak senang.

“Ciee... cemburu nih?"

“Ih ngapain aku cemburu, nggak banget ah." Elaknya berbohong.

“Benar nih bukan cemburu?”

“Benar!"

“Tapi kok masih ketus?”

“Apaan Mas? Enggak! aku agak capek saja. Mau mandi dulu." Kilah Mecca sembari menabrak lengan Fadhil dan berlari menuju kamar mandi.

“Bareng yuk yank, aku rela mandi lagi nih." Teriak Fadhil.

“Nggak usah mimpi!” sahut Mecca dari dalam kamar mandi diikuti tawa Fadhil dari luar.

Sekitar 20 menit berlalu, Mecca mulai sedikit membuka pintu kamar mandi dan mengeluarkan kepalanya disela-sela pintu tersebut.

“Mas... Mas Fadhil. "Panggilnya lembut.

“Hmmm... Kenapa yank?” sahut Fadhil setengah merebahkan diri di ranjang.

“Tolong ambilkan handuk baru di lemari dong Mas, aku lupa tadi."

“Keluar saja yank, nggak usah pake handuk, langsung saja masuk selimut sini."

“Maaaas... jangan bercanda deh, aku mulai kedinginan nih!"

“Iya deh iya." Ujar Fadhil sambil mengambil handuk di lemari dan mulai mendekati Mecca. Saat tangan Mecca menjulur keluar untuk mengambil handuk dengan cepat Fadhil menggapai tangan Mecca dan menariknya keluar hingga Mecca menabrak dada bidang Fadhil yang keras.

“Mas jahat banget! masa aku di tarik-tarik gitu. Kalau jatuh gimana? lagian nih dada terbuat dari apa sih? sudah kotak-kotak kerasnya bukan main." Omelnya tanpa henti.

“Nggak mungkin aku biarin kamu jatuh yank, aku sudah prediksiin semua. Aku kangen kamu yank, kangen semua ini." Jawab Fadhil sembari menurunkan matanya melihat seluruh tubuh Mecca yang menggoda imannya.

“Mas memang nggak ada capeknya, waktu di hotel kita berkali-kali loh." Sahutnya sembari mengambil handuk di tangan Fadhil dan membelitnya di sebagian tubuhnya.

Fadhil tak menghiraukan cerocos Mecca yang mengeluh padanya. Seakan tak habis ide, ia mencoba memainkan trik agar istrinya mau menuruti keinginannya. Ia dengan sigap mengambil handuk kecil di lemari dan mulai mengeringkan rambut Mecca.

Mecca terdiam menerima perlakuan Fadhil yang dengan telaten memperlakukannya. Ia juga mencarikan piyama, mulai mengeringkan tubuhnya, dan mengoles minyak telon aroma chamomile yang menjadi candunya itu di tubuh Mecca.

Mecca dengan kuat menahan handuk yang masih bertahan menutup bagian depan tubuhnya, namun bagian belakangnya telah polos terjamah oleh baluran minyak telon dari telapak tangan Fadhil.

Fadhil mulai memperluas jangkauan sentuhan telapak tangannya. Masih dengan posisi di belakang Mecca, Fadhil melakukan pijatan lembut pada kedua pundak Mecca lalu ke kedua lengannya sembari menelungkupkan wajahnya pada leher istri kecilnya dan menghirup aroma menenangkan itu.

Mecca mulai tergoda dengan perlakuan Fadhil, hembusan nafas Fadhil yang halus menyentuh permukaan kulit tubuhnya. hal itu mulai membuat tubuhnya kehilangan keseimbangan. Dengan sigap Fadhil menahan tubuh istrinya dengan tubuh atletisnya.

Tanpa berlama-lama Fadhil mulai menarik handuk yang masih dalam genggaman Mecca dengan perlahan, tanpa Mecca sadari ternyata pertahanannya telah runtuh, sudah tak ada kekuatan lagi dalam genggamannya tersebut.

Pijatan lembut Fadhil masih terus menstimulasi tubuh Mecca, hingga telapak tangannya terus terarah pada area sensitif Mecca. Tanpa sadar lenguhan Mecca terdengar lembut, membuat pria tampan itu tersenyum bahagia.

Pijatannya menekan dengan lembut dan berirama, memberikan tubuh Mecca kenyamanan dan sensasi menggelitik. Fadhil memperhatikan raut wajah puas dan pantulan tubuh istrinya yang indah pada cermin di hadapannya.

Fadhil mulai membalik tubuh Mecca berhadapan dengannya. Ia mendorong lembut tubuh istrinya itu ke dinding yang terletak di samping ranjang. Ia mulai mengambil minyak telon beraroma chamomile itu kemudian menunduk ke bagian bawah tubuh Mecca. Ia mulai benjongkok dan memulai pijatan lembutnya pada betis Mecca.

Pijatan demi pijatan Fadhil lakukan dengan baik, ia ingin memberikan kenyamanan pada tubuh istrinya yang sedari siang terus-terusan menerima gempurannya. Sebenarnya Fadhil merasa kasihan pada istri kecilnya itu, namun ia juga tidak dapat menahan hasratnya yang tak pernah padam itu ketika melihat istri kecilnya tersebut. Namun tiba-tiba...

"Mas Stop!" Mecca menahan tangan Fadhil yang terus menelusuri tubuhnya. Dengan segera ia mengambil handuk yang telah berserakan di lantai, lalu mengambil sesuatu dari lemari dan lacinya kemudian pergi dengan langkah seribu kembali ke kamar mandi.

"Loh, yank... kenapa?" tanyanya bingung sembari kembali berdiri dari posisi jongkoknya.

Tok... Tok... Tok...

"Yank, kamu kenapa? Ada yang salah?" tanya Fadhil sembari mengetuk pintu kamar mandi berkali-kali.

"Enggak apa-apa Mas, hari ini terpaksa libur dulu ya!" teriak Mecca dari balik pintu.

"Maksudnya libur?" tanya Fadhil masih heran.

Tak lama berselang, Mecca pun keluar dari kamar mandi, ia sudah menggunakan piyama satin berwarna salmon. Fadhil masih menatapnya bingung, masih dengan dahi yang berkerut dia memperhatikan baik-baik wajah istrinya.

"Aku ada salah yank?"

"Enggak Mas, tapi hari ini libur dulu ya pergulatannya." Jawab Mecca dengan wajah yang dibuat-buat sedih.

"Kenapa?"

"Aku lagi palang merah nih." Sahutnya singkat dengan mulut yang dimajukan.

"Maksudnya?" tanyanya masih tidak mengerti.

"Itu artinya selama 7 hari ke depan Mas Fadhil puasa dulu, karena aku sedang datang bulan." Jelasnya dengan perlahan.

"Hah? sekarang? yakin? kamu nggak bohongin aku kan yank?" ujarnya terkejut sekaligus kecewa.

"Iya sekarang, yakin, dan nggak bohong!" jawabnya pasti.

"Lihat! aku harus pastikan sendiri!" ujar Fadhil tak percaya.

"Eh... apaan sih Mas! sudah deh terima kenyataan saja". Ketus Mecca sembari meninggalkan Fadhil menuju ke ranjangnya.

"Nggak mau, 7 hari kelamaan, percepatlah yank." Rengeknya seperti anak kecil.

"Iiisshhh.... Ssssssstttt!" henti Mecca risih.

.

.

.

Happy Reading and Enjoy 🤩

Jangan lupa klik favorit, like, komen, vote, dan rate 5 stars ya agar Author makin semangat dalam berkarya.

Terima Kasih.

1
Яцяу
suda 1,5 tahun ya novel ini digantung.. tp bukan hanya novelnya yg bikin penasaran tp aurhornya juga.. apakah sdh sembuh dari sakitnya.. semoga semuanya baik baik saja dan kak author diberi kesehatan dan umur yg panjang.. aamiin..
Karyati Sholapari
namanya udh bagus mecca tp panggilan nya kok mec.. ga enak banget.. knp tdk dini sj.. hee.. hee
Sri Kusmawati
kalo aq perhatikan ulat keke berjaya dinovelmu thort ,, ,,,
Octaviyanti Octa
emang kalo bawa seprai hotel nggak ada larangan ya? apa nggak takut ketangkep ? dan jadi masalah🤔🤔🤔
Erlinda
benarkan karakter si Mecca terkesan murahan...
Erlinda
baru mulai magang aja udah memikirkan pesona CEO..ga seru tokoh nya
Zie
aq rasa authorx udh g nyelesain tulisanx, udh trlalu lama d tinggal, sedih aq tuh😭😭
mama angga
cepet sembuh ya author sayang.. kutunggu karyamu
Zie
yaaaah lama bgt authornya sakit😭😭😭😭
Anita Anita
cepat sembuh Thor... Aamin 🤲😇
Яцяу
semoga author cepet sembuh ya.. aamiin
ALYARA
Semoga kak author lekas sembuh..Aamiin
Zie
cpt sembuh y thor, biat cepet selesai novelx qt sedih kl ceritx jd gantung bgni😭😭
oechie2703
mana lanjutan,a nich...
Violla
lanjut
AndaN ✌
KARANTINA 😅

kalau cowok panggilannya KARAN kalau cewek panggilannya TINA 🤣
Baby Breath: hahahaha... Masuk 😂
total 1 replies
ALYARA
Kok rada geli ya,Rani itu bukan gadis lagi loh dah punya anak juga...Dia tuh gak kapok-kapok jadi pengen nabok😤

Aku ngakak loh bagian yg nama-nama bayi..😂😂

Semangat terus buat author💪💪 cerita kak author selalu menghibur aku di kala waktu luang🖒 Dan semoga sehat selalu,aamiin..
Baby Breath: aamiin aamiin aamiin. sehat memang paling penting, semoga sehat juga ya.

hahahaha... terima kasih 😉
total 1 replies
Chacha
suka bikin baper, ada gak ya yg kayak Arjun di RL?????

kenapa novel sebagus ini readersnya dikit ya? 🙄

semangat terus kak, sehat-sehat ya 🤗

sengaja tahan-tahan keep chap. biar bisa baca agak lamaan 😆
Baby Breath: itulah... kenapa ya??? mungkin bisa dibantu share 🤭

semangat juga ya, semoga kita semua sehat terus, aamiin 🤗
total 1 replies
Arsy
gregetan sama pak permana itu 🤬
ALYARA
Dasar tua bangka tak tau diri! pak Permana tuh (aku ngomong gini sama orang tua dosa gak sih😅..nggak ya da ini mah cuman novel😁😅😅) Udah thor pasangin ajah atuh Bu Alisa sama Pak Yogi😊


Ceritanya makin seru dan sangat ditunggu-tunggu..Semangat dan semangat terus buat author ya💪💪 dan sehat selalu🤗 Aamiin
ALYARA: Maksudnya deketin Bu Alisanya,biar bu Alisa gak berpaling ke pak Permana lagi..😅
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!