Indonesia
NovelToon NovelToon
SHADOWS OF THE THRONE

SHADOWS OF THE THRONE

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Konflik etika / Iblis / Tamat
Popularitas:82
Nilai: 5
Nama Author: IΠD

Di tengah kemegahan Kerajaan Hikari yang dipimpin oleh sang Ratu muda yang egois, Miyura, ketegangan sosial kian memuncak akibat pajak yang mencekik rakyat. Di balik dinding istana yang megah berbalut arsitektur barok, Miyura hidup berdampingan dengan pelayan setianya, Aragoto, yang selalu menuruti setiap titahnya. Di sisi lain, di perbatasan kota pelabuhan Fushi yang kumuh, hiduplah Jesslyn, seorang gadis berjiwa bebas yang hari-harinya diwarnai oleh melodi musik. Di kota yang sama, Liini White hidup dalam pengucilan dan kesendirian, hanya bisa menatap Jesslyn dari kejauhan seperti menggapai sesuatu yang mustahil ia miliki.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IΠD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prepare The Rebels

Beberapa bulan berlalu sejak malam perjamuan megah di istana yang meninggalkan luka kemarahan mendalam di hati Youra. Di sebuah bukit tersembunyi yang dikelilingi oleh pepohonan lebat dan hembusan angin senja, Youra duduk termenung di atas sebuah batu besar yang tinggi. Di tangannya, ia memegang sebilah pedang baja dengan mata bilah yang berkilat tajam, memantulkan cahaya matahari terbenam yang kemerahan.

​Tatapan Youra tertuju lurus pada permukaan pedang tersebut, merenungkan setiap rencana pemberontakan yang telah ia susun secara matang di dalam kepalanya selama berbulan-bulan ini.

​Tak lama kemudian, seorang rekan seperjuangan dari kalangan rakyat jelata yang ikut bergabung dalam kelompok pemberontaknya melangkah mendaki bukit, lalu berdiri di dekat batu tempat Youra duduk.

​"Youra," panggil pria paruh baya itu dengan suara berat namun penuh hormat. Ia menatap Youra yang masih terdiam memandangi senjatanya. "Sudah berbulan-bulan kita bergerak secara sembunyi-sembunyi menggalang kekuatan di desa-desa. Apa kau benar-benar yakin rencana ini akan berhasil untuk meruntuhkan Kerajaan Hikari?"

​Youra perlahan mengalihkan pandangannya dari pedang di tangannya, lalu menatap tajam ke arah rekan di bawahnya. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman dingin yang penuh keyakinan.

​"Kita tidak punya pilihan lain selain yakin, Kael," jawab Youra tegas, suaranya memecah keheningan angin bukit. "Selama berbulan-bulan ini aku tidak tinggal diam. Aku mempelajari celah pertahanan istana, kelemahan para menteri yang korup, hingga bagaimana Putri Miyura dan para bangsawan tiran itu mengendalikan rakyat dengan ketakutan."

​Kael menghela napas, mencengkeram erat tali tas di bahunya. "Tapi pasukan kerajaan jauh lebih terlatih dan jumlah mereka sangat banyak. Jika kita salah langkah sedikit saja, pemberontakan ini bisa berujung pada pembantaian massal bagi rakyat kita sendiri."

​Youra berdiri perlahan dari duduknya di atas batu tinggi itu, menyarungkan pedangnya dengan bunyi skt yang nyaring, lalu melompat turun mendekati Kael. Ia menepuk pelan pundak pria itu dengan tatapan mata yang menyiratkan api dendam yang tak pernah padam.

​"Justru karena mereka menganggap kita lemah, mereka tidak akan pernah siap menghadapi badai yang kita bawa," ucap Youra dengan nada penuh penekanan. "Pemberontakan ini bukan sekadar tentang mengangkat senjata, Kael. Ini tentang membalas semua penderitaan rakyat yang diinjak-injak di bawah kaki para penguasa istana."

​Youra berbalik menghadap ufuk barat, memandang ke arah menara-menara Istana Hikari yang tampak kecil di kejauhan. "Beri tahu semua orang, kita akan menunggu waktu yang paling tepat. Ketika saatnya tiba nanti, kita akan meruntuhkan singgasana Miyura dan merebut kembali apa yang sudah dirampas dari tangan rakyat."

Youra terus berdiri tegak di atas bukit, sementara jemarinya dengan santai memutar-mutar gagang pedang baja di tangannya, menciptakan pantulan cahaya perak di bawah langit senja. Ia menatap Kael dengan sorot mata yang menyiratkan ketenangan luar biasa, kontras dengan api pemberontakan yang sedang ia kobarkan.

​"Kau terlalu mencemaskan kekuatan mereka, Kael," ucap Youra dengan nada tenang, suaranya terdengar begitu rileks namun sarat akan pengalaman. Ia menghentikan putaran pedangnya, lalu menatap lurus ke arah Kael. "Pasukan kerajaan memang besar dan terlatih, tapi mereka rapuh. Mereka terbiasa hidup di dalam tembok istana yang nyaman, dikelilingi kemewahan, dan sama sekali tidak tahu bagaimana rasanya bertahan hidup di dunia nyata."

​Kael mengerutkan keningnya, mencoba mencerna setiap kalimat yang diucapkan oleh pemimpin pemberontak tersebut. "Maksudmu... kekuatan fisik saja tidak cukup untuk meruntuhkan mereka?"

​"Tentu saja," balas Youra sambil melangkah pelan mendekati tepi tebing bukit, membiarkan angin senja menerbangkan helaian rambut pendek merahnya. Ia kembali memainkan gagang senjatanya dengan santai. "Kelemahan terbesar para penguasa tiran seperti Putri Miyura adalah kesombongan mereka. Mereka percaya bahwa takhta dan darah bangsawan membuat mereka kebal dari kebencian rakyat. Mereka tidak akan pernah menduga bahwa perlawanan terbesar justru lahir dari orang-orang yang selama ini mereka anggap remeh."

​Kael mengangguk perlahan, mulai memahami arah pemikiran Youra. "Lalu, apa langkah selanjutnya yang harus kita ambil setelah ini? Kita tidak mungkin langsung menyerang gerbang utama istana tanpa strategi yang matang."

​Youra tersenyum tipis, sebuah senyuman penuh perhitungan yang membuat wibawanya semakin terpancar. Ia menyarungkan kembali pedangnya dengan gerakan cepat yang anggun.

​"Kita tidak akan menyerang secara membabi buta," jelas Youra tenang. "Kita akan menggunakan kesabaran sebagai senjata utama kita. Selama beberapa bulan ke depan, kita akan terus memperkuat jaringan di bawah tanah, mengumpulkan sekutu dari setiap sudut kota dan desa, serta menunggu hingga celah pertahanan mereka benar-benar terbuka lebar."

​Youra berbalik sepenuhnya menghadap Kael, menatap pria itu dengan keyakinan yang tidak tergoyahkan. "Ketika saatnya tiba nanti, ketika mereka terlena di atas singgasana emas mereka... saat itulah kita akan bergerak serentak. Dan pastikan, tidak ada satu pun dari mereka yang bisa lolos dari keadilan rakyat."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!