Roshan adalah seorang dokter anestesiologi berdarah Nepal, seorang pria dingin yang sulit membuka hati karena ia hanya mencintai satu orang wanita yang selalu ia lamunkan, yang ia kenal dengan baik namun tak berani ia temui. Dalam pikirnya tak ada satupun wanita yang sesempurna dia.
Dia adalah Aila seorang dokter bedah syaraf berprestasi berdarah sunda, wanita cantik berkulit sawo matang, tinggi semampai, berkerudung, dengan mata tajam dan hidung sampingnya, kecerdasannya, kebaikan hatinya membuat kecantikannya kian mengagumkan.
Roshan melihatnya sangat sempurna, segala cara ia lakukan agar ia bisa menjadi dokter di Indonesia.
Namun disanalah ia melihat kenyataan yang sebenarnya, bahwa wanita yang sempurna itu memiliki kisah pilu yang menyedihkan.
Hal ini membuatnya menyesal karena telah membenci dan menuduh hal yang tidak tidak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fakhrunisa aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gaun Malam yang Indah
malam itu sudah sangat larut, aila keluar dari ruangannya menuju basement untuk mengambil mobilnya. wajahnya terlihat sangat lelah dengan pekerjaan yang menumpuk dan suami yang menjengkelkan.
aila masuk ke mobil mewahnya dan melajukannya dengan santai karena rasa malasnya untuk pulang kerumah.
cukup lama aila menempuh perjalanannya dengan kecepatan yang tidak seberapa dan keadaan kota yang masih cukup macet di malam seperti ini.
tiba - tiba handphone aila berdering, "halo, Assalamualaikum" sapanya malas.
"dimana kau?" bentak andra dibalik telepon.
"biasakan jawab salam, sedikit beretika kan lebih bagus" aila mencoba memberanikan diri menyindir andra.
"beraninya kau menyelaku!" andra semakin marah mendengar kata - kata aila, "cepat pulang atau kau ku habisi!" ancaman andra sudah mulai terdengar biasa saja ditelinga aila karena itu sudah menjadi camilannya setiap hari.
"aku sedang diperjalanan tunggu saja!". aila terus fokus dengan stir mobilnya dan hanya menjawab andra seperlunya.
"maksudmu aku harus menunggu kamu pulang? kamu pikir kamu ini siapa!" andra terus menerus membentak dan mencaci aila dibalik teleponnya.
aaaaaarrrrrrhhhh... serba salah sekali bicara dengan dia, apapun selalu salah! dasar gila! manusia macam apa dia ini kenapa merepotkan sekali hidupnya!
"iya iya kau tidurlah dulu!".
"cepaaatttt!!!!" bentak andra lebih keras membuat telinga aila berdenging terasa sakit.
aaaauuuwwww, aila menggosok - gosok telinganya sambil meringgis.
aku do'akan pita suaranya segera putus!
aila terus memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi karena ia khawatir andra akan lebih marah jika ia lebih terlambat pulang.
sesampainya dirumah aila melihat ruang tengah sudah sunyi, lampu terang berganti remang - remang lampu tidur.
"sepertinya bi mirna juga sudah tidur" gumam aila sambil terus berjalan pelan menuju kamarnya.
tiba - tiba bi mirna datang dan menepuk pundak aila membuatnya kaget bukan kepalang.
"nona?".
"aaaaarrrggghg bibi!!!!!!!".
"kenapa mengagetkan sekali?" tanya aila lemas hingga ia menyenderkan tubuhnya di dinding.
"hihihi...maafkan bibi nona" bi mirna cekikikan pelan.
"andra sudah tidur bi? tanya aila sedikit berbisik.
"sepertinya sudah nona sedaritadi tuan andra tidak keluar dari kamarnya".
"oh... Yasudah aila mau ke kamar dulu ya bi" aila pergi meninggalkan bi mirna menaiki tangga menuju kamar tidurnya.
aila melewati kamar andra, lampu kamar andra sudah mati sepertinya dia sudah tertidur pulas.
"hmmm syukurlah kayaknya dia sudah tidur!" hati aila merasa lega akhirnya malam ini ia bisa tidur dengan tenang tanpa makian dan tamparan sebagai ucapan selamat malam.
aila langsung terburu buru masuk ke kamarnya, dia takut andra bangun dan melihatnya.
"aaaaaahhhh akhirnya aku bisa tidur tenang!" sila menghirup aroma wangi dikamarnya yang menenangkan.
dia langsung membersihkan dirinya di kamar mandi dan segera mengenakan gaun tidurnya yang anggun dan menawan dengan warna mint yang cocok untuk kulit putih bersihnya dan tubuhnya yang tinggi semampai.
malam ini aila terlihat begitu cantik dan menggoda.
malam sudah semakin larut, pekerjaan membuat aila merasa sangat lelah tapi matanya masih tetap tidak bisa terpejam.
"kenapa aku masih belum bisa tidur sih padahal hari ini aku lelah sekali!" gumam aila gusar, dia terus membolak balikan tubuhnya diatas tempat tidur.
"aaaahh sepertinya susu hangat bisa sedikit aku andalkan" aila segera beranjak dari tempat tidurnya menuju lantai bawah, dia ingin membuat segelas susu hangat didapur.
aila kembali melewati kamar andra namun sepertinya andra masih tetap tidur pulas.
aila segera menuju dapur dan mencari susu juga gula. aila membuat segelas susu vanila hangat dan menikmatinya sendirian di meja makan.
"kau sedang apa?" tanya andra yang tiba - tiba sudah berdiri disampingnya membuat aila terperanjat kaget.
"eh.. em ini aku susah tidur jadi aku membuat susu hangat" aila terdengar sangat kaku dan canggung.
duuuhhh..... kenapa hatiku jadi degdegan gini sih!!!! lemas rasanya , semoga saja malam ini aku terbebas dari kekasarannya.
aila menelan ludah melihat andra yang kekar dan kasar berdiri disampingnya sambil menyeringai memandanginya.
"ke..kenapa kau bangun?" tanya aila gugup.
"urusanku!" jawabnya sambil menjauh dari aila dan mengambil segelas air minum.
dalam pikirannya andra memuji tubuh dan kecantikan aila, rambut panjangnya yang terurai rapi dan wangi berpadu dengan gaun malamnya yang menggoda membuat pria ******** ini berimajinasi liar dengan tubuh aila.
"pakaianmu tipis sekali, kau tidak merasa kedinginan?" tanya andra sambil mendekati aila. dia kembali disamping aila sedikit mengusap2 bahu aila yang terhalang kain transparan penutup gaun nya sambil meneguk segelas air ditangannya. aila bergidik merinding bercampur takut karena perlakuan andra.
andra membungkuk mendekat ke bahu aila, "akan aku berikan kau kehangatan secara cuma cuma!". aila hanya diam membeku muak dengan kotornya mulut andra.
"aku tidak sudi!" aila sedikit lantang dengan tatapan tajam.
plaaaaaaaakkkkkk
"berani sekali kau!" mata andra melotot seakan ingin melonjak keluar.
aila hanya diam menahan gejolak dihatinya sambil memegang bekas tamparan dipipinya.
andra langsung menarik tangan aila, mendorongnya ke dinding membuat punggungnya membentur dinding dengan suara sedikit keras.
tangan andra kini menahan pada dinding tepat disebelah wajah aila badannya yang kekar kian menempel ke tubuh aila dengan nafas sedikit terengah karena amarahnya.
andra tidak menyia - nyiakan kesempatannya, ia lantas mencium bibir aila dengan kasar dan memegang tengkuk aila. lidahnya melesat bermain didalam mulut aila membuat mata aila membelalak merah karena marah.
aila terus meronta, "emmmmm...emmmmmhhh..." aila terus berusaha berontak dengan bibirnya yang tertahan oleh bengisnya andra.
andri mulai mencium dan menggigit kecil leher aila, hingga ia mulai terlihat lengah. lantas aila langsung mendorongnya hingga tersungkur.
aila kaget dengan apa yang ia lakukan, karena ia sadar melakukannya berarti ia siap mendapatkan lebam dibagian tubuh atau wajahnya.
mata andra memerah pertanda ia murka pada istrinya.
"wanita kurang ajar!!!!!" andra bangun dan mendekati aila.
plaaaaaaakkkkk...
tamparan yang sangat keras mendarat di pipi kiri aila membuat sudut bibirnya memerah dan berdarah.
aila tidak dapat menahan air matanya yang mulai menetes.
"wanita gila sepertimu tidak pernah ada gunanya!" teriak andra sambil pergi meninggalkan aila yang masih terduduk dilantai.
"kamu jahat andra!!!!" teriak aila sambil menangis.
andra tidak menggubrisnya dia langsung masuk ke kamarnya dan membanting pintu.
andra merebahkan tubuhnya diatas kasur. "wanita sialan berani sekali dia membantahku!" gerutu andra hingga akhirnya dia terlelap bersama dengan emosinya.
***
pagi harinya aila terbangun dengan rasa nyeri disudut bibirnya..
"awwwww... sakit sekali" keluh aila kesakitan. saat berkaca aila merasa kaget karena sudut bibirnya sudah lebam membiru.
"ya ampun, gimana aku berangkat kerja kalau seperti ini, semua orwng bisa curiga kan... auuuwww" gumam aila sambil meringgis kesakitan.
setelah selesai berbenah aila turun menuju meja makan, seperti biasa bi mirna sudah menghidangkan sarapan untuknya. sepertinya andra masih tidur dia memang biasa bangun sangat siang.
"selamat pagi bi" sapa aila sambil tersenyum.
bi mirna berbalik sambil tersenyum "selamat pa........".
"Ya Allah nonaaaaaa bibir nona kenapa memar begitu? apa ini ulah tuan andra?" tanya bi mirna panik.
aila hanya tersenyum, "sudahlah bi tidak apa - apa".
"tidak apa apa bagaimana? ini lebam, harus diobati nona" tanpa aba - aba bi mirna langsung berlari mengambil kotak obat lalu mengoleskan salep diluka aila.
"nona jangan dulu pergi bekerja ya biar istirahat dulu" bujuk bi mirna khawatir.
"gak apa bi ini kan cuma luka kecil aja". aila mulai menutupi luka lebamnya dengan fondation untuk menyamarkan lukanya.
"nona yang sabar ya, semoga semua ini segera berakhir".
"iya bi Aamiin".
aila berlalu pergi menuju mobilnya. malam ini adalah jadwalnya bermalam di rumah sakit. menemani para dokter magang dan residen menjalankan piket malam mereka.
*akhirnya untuk satu malam aku bisa merasa aman dari serigala jahat itu. aku harap seterusnya aku bisa terbebas dari cengkramannya.
.
.
.
.
.*
hai hai kakak2kuuuuuuuhhhhh.. like comment follow ya kaksaaaayyy support kalian berarti banget buatku...
insyaallah mulai hari ini aku aktif lagi disini. maafkan aku yang menghilang sekian lama kemarin..😘😘