Indonesia
NovelToon NovelToon
Darah Biru

Darah Biru

Status: sedang berlangsung
Genre:Masalah Pertumbuhan / Teen School/College / Persahabatan / Light Novel
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rane GG

Cerita anak sekolah yang berfokus pada seorang remaja laki-laki bernama Nova yang mendapati ada keanehan pada salah satu teman sekelasnya.

Rasa penasaran tersebut membuat Nova ikut pada sebuah petualangan yang belum pernah ia alami sebelumnya.

Kenyataan dari awal sampai akhir temannya itu bukanlah remaja biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rane GG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

" Aku tak sengaja meminum darah Gara yang larut dalam air yang ku minum. "

" Hah! " David terkejut. Nova juga tidak percaya.

" Bagaimana kau tahu jika dengan meminum darah Gara Kau bisa sembuh? " Kini Nova bertanya dengan semangat.

" Aku tidak tahu. Begitu pula dengan Gara. Kan aku sudah bilang, tak sengaja. Tapi karena ketidaksengajaan itu, aku dan Gara jadi tahu beberapa hal. Pertama kami bukanlah saudara kembar. Mana ada saudara yang memiliki darah berbeda seperti milik Gara. "

" Berbeda seperti apa? " Tanya Nova tidak sabar.

" Darah Gara itu berwarna biru. "

" Apa darah biru itu berarti keturunan bangsawan? Atau arti dari darah biru yang kau katakan adalah biru asli? Warna yang sesungguhnya? " Ucap Nova.

" Warna sesungguhnya. " Jawab Willy.

David takjub, " Wow. Luar biasa. Lalu apalagi yang kau ketahui dari kejadian itu? "

" Ya kami jadi tahu kalau darah Gara bisa menetralisir racun dan men detoksifikasi nya. "

" Apa ada kemungkinan kalau Gara penduduk dunia atas? " Ujar Nova.

" Bukan. Kata ayah ku, Gara berdarah campuran seperti aku dan keluargaku. Ia tidak menjelaskan hal lain berkaitan tentang asal usul Gara. "

Nova berpikir, " Terlalu banyak misteri. " David hanya mengangguk, entah dia mengerti atau tidak.

" Bukankah kalian sudah tiba sejak setahun yang lalu, jadi apa yang kalian dapatkan? " Tanya David.

Willy menggeleng, " Hem, meski aku dan Gara sudah tahu tempat ini jauh jauh hari. Kami belum menemukan petunjuk yang berarti, lagipula butuh waktu lama bagi kami untuk bisa beradaptasi dilingkungan ini. Langkah awal kami ketika tiba adalah beradaptasi. Kami harus menghabiskan 6 bulan, barulah kami bisa beradaptasi dengan baik disini."

" Enam bulan! Lama sekali. "Ujar David.

" Memangnya kau pikir mudah hidup ditempat antar berantah dengan cuaca ekstrem dan ancaman dari hewan hewan buas yang siap memakan mu kapan saja? Lagi pula hanya dua hari dalam satu bulan kami bisa kesini. Orang tua ku khawatir dengan keselamatan kami. "

David terdiam tidak berani bersuara.

" Itu luar biasa. Jadi kalian hanya butuh waktu 12 hari untuk beradaptasi kan? " Nova menambahkan.

" Iya kami terpaksa harus bisa beradaptasi. "

" Lalu sisa waktu yang kalian habiskan untuk apa?"

" Berkeliling hutan." Willy menghela nafas sejenak.

" Kami berkeliling mencari manusia yang tinggal disini. Kalian lihat pondok itu. " Keduanya mengangguk.

" Pondok itu sudah ada sebelum kami tiba disini, kami tahu tentang dunia juga karena buku buku yang ada di pondok. Beruntung Gara menemukan pondok itu, selain menjadi tempat tinggal sementara, pondok tersebut juga sebagai tempat berlindung kami dari hewan dan manusia bayangan. Aku dan Gara sudah tinggal disini hampir satu tahun, menunggu pemilik pondok kembali. Namun, tidak ada jejak pemiliknya kembali.

" Jika pondok itu ada sebelum kalian tiba, berarti ada yang membangun dan tinggal di sana. Entah pemiliknya sedang pergi atau telah meninggalkan pondok. Namun, dari sana kita bisa menarik kesimpulan jika ada manusia yang tinggal ditempat ini, dan pasti di suatu tempat ada manusia lain yang tinggal di pondok yang sama seperti pondok yang kita tempati. " Willy setuju dengan perkataan Nova.

" Kau benar. Hari ini aku berharap Gara bisa cepat sadar, dengan ada nya kalian mungkin bisa membantu pencarian."

" Tenang saja. Kami pasti akan membantu. " Tambah David.

Ketiganya berbincang cukup lama, menunggu Gara sadar dari tidurnya. Willy sempat berpikir meninggal Gara dalam pengawasan Nova dan David sementara dirinya pergi mencari bahan makanan.

Terakhir kali mereka pergi dari perbatasan , seminggu yang lalu. Badai besar telah berhenti dan hari ini tepat mereka datang adalah waktu seminggu salju tidak akan turun.

Banyak penghuni hutan akan keluar dari lubang persembunyian mereka untuk mencari makan, dan ada banyak tumbuhan dan buah yang masak dalam minggu ini ketika salju tidak turun.

Namun pemikiran itu tidak jadi ia laksanakan. Pertama Gara masih belum sadar, dan tubuhnya di timbun diluar pondok. Sangat berbahaya meninggalkan Gara seperti itu. Kedua, jika dia pergi meninggalkan Gara dalam pengawasan Nova dan David, keduanya juga tidak akan mampu melindungi keselamatan mereka sendiri dan juga Gara, jika tiba-tiba ada serangan dari hewan buas.

Willy menghela nafas, di dalam tas nya ada bekal yang ia bawa namun terbatas. Akan lebih baik jika ia bisa berburu dan menyimpan makanan cadangan.

Tiba-tiba Willy ingat sesuatu.

" Hei! Kalian berdua datang kemari hanya untuk singgah atau bagaimana? Aku tidak punya waktu mengantar kalian jika tiba-tiba minta pulang. "

David yang mendengar itu pura pura sibuk, Willy melihat jika David tidak bisa diandalkan. Karenanya ia menunggu jawaban Nova.

" Bulan depan ada Olimpiade fisika yang diadakan diluar kota. Sebelum libur kenaikan, aku sudah mempersiapkan diri dengan pelatihan dan uji coba. Sekolah sudah tahu jika aku akan ikut Olimpiade tersebut, dan tentu saja akan mengijinkan ku cuti sekolah karena pelatihan. Karena tahu kau dan Gara juga ijin satu minggu, maka aku pun minta waktu satu minggu tidak masuk sekolah. "

" Lalu dia? " Menunjuk ke arah David.

" Aku meminta asisten, dalam Olimpiade tersebut ada beberapa kategori. Biasanya aku mendaftar kategori individu, namun karena ada David jadi aku juga mendaftar kan pada kategori kelompok. Wali kelas langsung mengijinkan tanpa meminta alasan.Mudah."

" Hah! Kau serius? Nova jangan bercanda! Aku memang pintar, tapi kepintaran ku berbeda dengan milikmu. Kita beda level. Aku harus belajar keras barulah bisa mendapatkan hasil yang bagus, sedangkan dirimu, mau belajar atau tidak hasilnya akan tetap bagus. Lagipula aku belum pernah ikut Olimpiade seperti itu, kapasitas otak ku tidak akan mampu. " David merengek, ia ingin menangis ketika mendengar alasan yang di buat agar ia dan Nova bisa ijin satu minggu tidak masuk sekolah.

Nova tidak terlalu khawatir, " Kenapa kau tidak optimis begitu? Tenang saja, ada aku disini. Aku akan membantu mu belajar, kau cuma harus bekerja lebih keras dari biasanya."

Sekarang David benar-benar ingin menangis. Nova bicara seakan-akan hal itu mudah. Willy merasa simpati pada David, ia hanya bisa menepuk-nepuk bahu David agar tetap semangat.

David tiba-tiba ingin memukul Nova, namun itu hanya angan-angan. Pada kenyataannya ia tidak berani sama sekali.

Tiga jam berlalu, uap yang mengepul sudah berhenti. Akhirnya Gara tersadar. Willy sangat senang melihat nya.

" Cepat singkirkan salju yang menimbun Gara! "

 Nova dan David mengambil sekop dan membuang salju di tubuh Gara.

" Bagaimana keadaan mu? " Willy mendekat ke arah kepala Gara.

" Tubuhku sudah lebih baik, terimakasih. " Jawab Gara lirih.

Willy akhirnya lega. Setelah membersihkan salju yang menimbun Gara, mereka berempat masuk ke dalam pondok.

" Kau naik dan istirahat lah di atas. Aku akan berburu dan membuat makan siang untuk mu. " Ujar Willy.

Gara mengangguk lalu berjalan naik ke kamarnya.

" Nah sekarang akhirnya aku bisa lega. Ok. Karena Gara sudah aman di dalam pondok, waktu nya mencari makanan. Apa ada yang mau ikut? "

Berbeda dengan David yang ragu-ragu, Nova langsung tertarik dan ingin ikut.

" Aku ikut. "

David menatap Nova yang bersemangat ingin ikut.

" Nova kau yakin ingin keluar? Apa kau tidak takut bertemu dengan hewan buas atau monster?" Ujarnya.

" Tidak."

" Kenapa kau tidak di dalam pondok saja, menunggu sampai Willy kembali. "

" Ada apa dengan mu? Tidak biasanya kau jadi penakut. Biasanya kau yang paling semangat berpetualang. " Goda Willy.

David sedikit marah, " Tentu saja aku takut, aku pernah bertemu Laba-laba raksasa. Bukankah wajar jika aku jadi takut pergi keluar? "

Nova mengerti perasaan David, sampai sekarang pun terkadang ia masih terngiang amukan monster itu. Menjelang tidur ia bahkan harus minum teh penenang agar bisa rileks, jika ia tidak minum teh penenang itu, tengah malam ia akan terbangun karena mimpi dikejar-kejar oleh monster itu.

" Baiklah baiklah, aku cuma bercanda. Tapi aku sarankan kau untuk pergi bersamaku. Kenapa aku berkata seperti ini, itu karena apapun yang terjadi kedepannya kita tidak akan tahu. Contoh, mungkin saat nanti kita pergi keluar dari pondok tiba-tiba bertemu kawanan serigala dan dikejar, kita berlari sampai terpisah satu sama lain. Saat kita terpisah, tentu saja kita dipaksa untuk bisa melindungi diri kita sendiri. Lalu mungkin ada keadaan dimana kita harus bertahan hidup sendiri karena perbekalan kita habis, dan kita terpaksa harus mencari sumber makanan lain untuk menyambung hidup. "

1
Ros
apa yang dirasakan David itu berniat untuk menyerang hewan duba itu? atau sengaja untuk menolong Gara dkk? hm....
Ros
mereka (Nova dan Willy) lucu sekali
Ros
lanjut\(๑╹◡╹๑)ノ♬.... penasaran sama petualangan mereka😃👍. semangat
Ros
suara apa ya itu? jangan jangan monster lagi😱. terima kasih udah update, semangat trus💪
Tiana
up
Ros
cerita nya beda dari yang lain, kelanjutan cerita ini buat penasaran. karakter David akan jadi karakter favoritku 😁👍...
Ros
halo kak, ku pembaca baru 😁, aku penasaran sama kelanjutannya. semangat and next
SUKARDI HULU
mampir y KK❣️🫰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!