Indonesia
NovelToon NovelToon
When The Extra Writes The Rules

When The Extra Writes The Rules

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Skyline Scribe

When the Extra Writes the Rules/ Ketika karakter tambahan menulis aturan.

Kisah seorang pekerja kantoran modern Kirana yang masuk ke tubuh Evelyn Rosenberg, karakter figuran kaya raya namun berpenyakit kronis dalam novel fantasi favoritnya.

Karena tahu takdir karakter pendukung dan dunia novel tersebut akan berujung bad ending, Evelyn bertekad mengubah alur dengan memanfaatkan pengetahuan ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Skyline Scribe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 : Jemari yang Mengusap Mahkota

Dua tahun kemudian.

Cahaya keemasan sore hari memantul indah di atas permukaan kolam di Taman Mawar Istana Arkania.

Kelopak-kelopak bunga mawar merah yang mekar bergoyang pelan diterpa angin sepoi-sepoi, menyebarkan aroma harum yang memabukkan di seluruh penjuru taman kerajaan.

Di dalam saung kayu, Putra Mahkota Nathaniel duduk menyandarkan badannya.

Pria muda berambut pirang keemasan dan bermata biru jernih itu tampak begitu menawan dengan setelan seragam militer kebesarannya yang dipenuhi medali kehormatan.

Namun, wajah tampannya yang dipuja-puja oleh seluruh wanita di ibu kota kini tampak ditekuk lesu.

Alisnya bertaut, menahan amarah bercampur frustrasi yang sejak kemarin membakar dadanya.

Di atas meja di depannya, tergeletak berkas laporan mengenai aliansi mengejutkan antara Perusahaan Asteria milik keluarga Rosenberg dan wilayah perbatasan Obsidian Keep.

"Sialan!" umpat Nathaniel rendah seraya mengepalkan tangannya. "Bagaimana mungkin si lemah Evelyn itu bisa melangkah sejauh ini?! Dia tidak hanya memulihkan alur mananya, tapi malah menyatukan kekuatan bisnisnya dengan si monster Cassian itu!"

Nathaniel membanting berkas laporan itu ke atas meja. Dadanya naik turun. Rencana besarnya untuk memotong subsidi logistik tanah Utara dan menguasai aset tambang Rosenberg berantakan dalam hitungan hari!

"Yang Mulia... tolong jangan menyiksa diri Anda seperti ini."

Sebuah suara lembut, bernada halus yang merdu, meluncur tenang dari arah balik pilar saung.

Sesosok gadis dengan gaun berwarna merah muda pucat melangkah masuk secara perlahan.

Rambut cokelat keemasannya yang bergelombang indah terurai lembut di bahunya.

Sepasang mata berwarna hijau zamrud milik gadis itu berkilau jernih, memancarkan aura kepolosan, kesucian, dan kelembutan yang sanggup meluluhkan amarah pria mana pun yang menatapnya.

Rosalia—sang putri angkat dari keluarga bangsawan kelas menengah yang belakangan ini mendadak menjadi perbincangan hangat di kalangan bangsawan ibu kota.

Setelah dirinya diusir dari kediaman Rosenberg, ayahnya masuk penjara dan rumahnya disita karena utang judi ayahnya yang semakin menumpuk.

Ia sempat bekerja di pasar dan disana lah ia bertemu dengan orang tua barunya, ia kemudian diangkat anak oleh bangsawan kelas menengah.

Wajah cantiknya mengalahkan gosip kejadian di Rosenberg waktu itu.

Rosalia membawa sebuah nampan berisi cangkir teh hangat dan sepiring kue kering.

Langkah kakinya yang anggun dan tanpa suara mendekati tempat Nathaniel duduk.

"Rosalia...?" gumam Nathaniel, matanya yang tadinya dipenuhi ketegangan perlahan melunak saat menatap sosok gadis di depannya.

Rosalia meletakkan nampan itu di atas meja, ia berlutut pelan di samping kaki sang Putra Mahkota.

Jemari Rosalia perlahan terangkat, menyentuh punggung tangan Nathaniel yang sedang mengepal di atas paha.

"Saya tahu beban yang Yang Mulia tanggung saat ini sangat berat..." bisik Rosalia halus, menatap Nathaniel dengan kejujuran yang tampak begitu polos dan menggetarkan hati.

"...melihat pria sehebat dan sekuat Anda harus terbebani oleh kelicikan orang lain... dada saya rasanya ikut sakit, Yang Mulia."

Kepalan tangan pria itu perlahan mengendur.

"Rosalia..." bisik Nathaniel serak, napasnya yang tadi memburu kini mulai teratur. "Hanya kamu... hanya kamu satu-satunya orang di istana ini yang benar-benar mengerti aku."

Rosalia mengulas senyum tipis.

Gadis itu perlahan berdiri, lalu tanpa ragu menyusupkan badannya ke dalam pelukan Nathaniel. Ia menyandarkan kepalanya di dada Putra Mahkota, membiarkan kedua tangannya melingkar di pinggang pria itu.

Nathaniel tersentak kaget selama beberapa detik, namun aroma wangi tubuh Rosalia dan kehangatan pelukannya langsung meruntuhkan seluruh pertahanan diri.

Nathaniel membalas pelukan itu dengan erat, menyembunyikan wajah tampannya di leher Rosalia.

Sangat mudah, batin Rosalia di balik usapan lembut tangannya di punggung Nathaniel.

"Yang Mulia..." bisik Rosalia lembut di dekat telinga Nathaniel. "...mengenai aliansi Nona Evelyn dan Duke Obsidian... apakah Anda benar-benar percaya kalau itu cuma aliansi bisnis biasa?"

Nathaniel melepaskan pelukannya sedikit, menatap wajah cantik Rosalia dengan dahi berkerut. "Maksudmu?"

Rosalia menundukkan kepalanya, mengusap sudut matanya dengan jemari seolah-olah sedang menahan rasa cemas dan takut.

"Saya... saya sebenarnya tidak berani mengatakannya," kata Rosalia. "Tapi kemarin malam, saat saya menghadiri jamuan teh di kediaman Marchioness, saya mendengar desas-desus yang sangat menakutkan tentang Nona Evelyn."

"Desas-desus apa, Rosalia? Katakan padaku!" desak Nathaniel, kedua tangannya memegang bahu Rosalia dengan tidak sabar.

Rosalia menatap mata biru Nathaniel dengan raut wajah ketakutan yang begitu meyakinkan.

"Nona Evelyn... beliau sengaja berpura-pura sakit bertahun-tahun untuk mengelabui Istana dan Anda, Yang Mulia," racun pertama meluncur mulus dari bibir Rosalia. "Beliau menggunakan waktu sakitnya untuk membangun jaringan mata-mata rahasia di seluruh benua. Dan keputusannya mendekati Duke Obsidian... adalah untuk memicu pemberontakan besar dari tanah Utara untuk menjatuhkan takhta Anda!"

DEG!

Raut wajah Nathaniel seketika memucat! "Pemberontakan...?! Evelyn berniat memberontak dariku?!" seru Nathaniel.

Pria itu berdiri dari kursinya, membuat cangkir di atas meja jatuh!

PRANG!

Pecahan kaca dan cairan teh terpercik ke mana-mana.

Rosalia berpura-pura kaget, menutup mulutnya dengan kedua tangan seraya tersungkur pelan di dekat kaki Nathaniel.

"Maafkan saya, Yang Mulia! Maafkan saya!" tangis Rosalia. "Saya tidak bermaksud membuat Anda marah! Saya... saya hanya sangat takut kehilangan Anda! Saya tidak sanggup melihat pria yang paling saya cintai dihancurkan oleh wanita licik seperti Nona Evelyn!"

Kata "cinta" yang keluar dari bibir Rosalia bertindak bagaikan sihir pemikat paling ampuh di dalam dada Nathaniel.

"Jangan menangis, Rosalia... jangan menangis, Sayangku," bisik Nathaniel, menghapus air mata di pipi Rosalia dengan ibu jarinya. "Kamu tidak salah apa-apa. Kamu justru sudah menyelamatkanku dari pengkhianatan Evelyn!"

Rosalia menyandarkan wajahnya di dada Nathaniel, menyembunyikan sunggingan senyum kemenangan gila yang terkembang di bibirnya.

"Saya hanya ingin bersamamu, Yang Mulia..." bisik Rosalia parau, mendongak menatap bibir Nathaniel.

Nathaniel menatap mata Rosalia.

Tanpa ragu lagi, Nathaniel mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Rosalia.

Rosalia membalas ciuman itu dengan sangat terampil seraya melingkarkan tangannya di leher Nathaniel.

Setelah beberapa saat, ciuman itu terlepas. Nathaniel menatap Rosalia dengan binar dipenuhi oleh obsesi.

"Evelyn von Rosenberg mengira dia sudah menang karena berhasil menggaet Cassian..." desis Nathaniel. "...tapi dia lupa kalau dewan kerajaan dan seluruh hukum Kekaisaran ini masih berada di bawah kekuasaan ayahku dan aku!"

Rosalia mengusap dada Nathaniel. "Apa yang akan Anda lakukan selanjutnya, Yang Mulia?" tanya Rosalia dengan nada suara polos.

Nathaniel menyunggingkan senyum miring yang penuh dengan keangkuhan.

"Minggu depan adalah Sidang Agung Dewan Bangsawan di istana utama," terang Nathaniel. "Evelyn dan Cassian pasti bakal datang untuk menyerahkan berkas permohonan aliansi resmi mereka. Dan di depan seluruh bangsawan benua..."

Nathaniel meremas jemari Rosalia.

"...aku bakal membatalkan hak dagang Perusahaan Asteria, menuduh keluarga Rosenberg melakukan transaksi terlarang dengan wilayah perbatasan, dan menjatuhkan hukuman pengasingan untuk Evelyn!"

Rosalia menyunggingkan senyum miring. Rasanya puas saat membayangkan wajah Evelyn yang hancur di depan dewan kerajaan minggu depan.

Coba saja lawan aku, Evelyn, batin Rosalia. Di dunia ini, aku adalah tokoh utama wanita yang ditakdirkan untuk memiliki segalanya—termasuk takhta kerajaan ini dan kehancuranmu, dan ini pembalasan untukmu karena telah bermain-main denganku!

Rosalia memiringkan kepalanya, menyandarkan badannya kembali di pelukan Nathaniel.

"Saya akan selalu ada di samping Anda saat hari kemenangan itu tiba, Yang Mulia," bisik Rosalia manis.

"Ya, Rosalia... kamu akan berdiri di sampingku sebagai Calon Puteri Mahkota," janji Nathaniel mantap.

1
Ael
👍👍
Fazira
😍😍😍
Fazira
kompor mulai lagi
Fazira
seneng ya Cassian 😍
Fazira
lanjutkan Evelyn 🤣
Fazira
diam kau Rosalia /Panic//Panic/
Fazira
sabar Evelyn 🤭
Fazira
bener ya di dunia ini karena ada orang yang suka sama kita pasti ada orang yang gak suka sama kita /Frown/
Fazira
suka deh sama Cassian 😍
Fazira
😍😍
Fazira
😍😍😍
Ael
🤣🤣
Fazira
lanjut kak 💪
Fazira
Cassian Cassian apapun yang Evelyn katakan pasti kamu percayai 🤭
Fazira
Rosalia ini nekat banget yaa
Skyline Scribe
Cassian lucu banget yaaa
Fazira
Rosalia ini emang hatinya udah jahat
kesel banget sama dia/Panic/
Skyline Scribe: kok bisa yaa ada orang ngomong kaya gitu
total 1 replies
Fazira
Rosalia transmigator jugaa
Fazira
/Puke/
Skyline Scribe: jijik sama Rosalia yaa🤣
total 1 replies
Skyline Scribe
dia adalah tokoh yang cukup penting kak😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!